00:00Legenda Jisongot dan Budaya Nyonteng Kolbuk, yang artinya Selamatan Sumber Mata Air di Wisata Teduh Glemping,
00:07menjadi pemenang nominator dikukukannya Desa Sumber Vringin sebagai Desa Budaya Tahun 2025,
00:14hingga diharapkan dampak peningkatan ekonomi di masyarakat.
00:18Pemukuhan yang ditandai dengan penanda tanganan prasasti dan pelepasan ribuan burung merpati oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso ini,
00:26sekaligus diharapkan sebagai titik awal pudarnya modernisasi bagi generasi yang tergantikan oleh lestarinya kearifan lokal.
00:35Disampaikan Kepala Desa Sumber Vringin, budaya Nyonteng Kolbuk ini merupakan warisan luhur dari para sesepuh setempat.
00:45Nyonteng Kolbuk itu salah satu ritual sesepuh kita ya,
00:51Jadi itu merupakan kalau bahasa Indonesianya itu selamatan matahair.
00:56Jadi dengan bahasa tradisional Sumber Vringin itu Nyonteng Kolbuk.
01:02Nyonteng Kolbuk itu diawali dari prosesi penyembelian pernah, pernah itu pernah kambing jantan,
01:08terus dilanjutkan dengan penanaman kepala kambing.
01:13Dan dagingnya itu dimasak oleh banyak masyarakat, khusus laki-laki.
01:18Itu dipercayai kalau perempuan, jadi ceritanya itu bisa tidak enak gitu.
01:27Dan memang disini memang sesepuhnya adalah jisongot seorang laki-laki,
01:32yang menjadi kepercayaan seperti itu.
01:33Itu sudah turun-temurun sehingga dilarang keras perempuan ikut memasak daging kambing tersebut.
01:39Pak, kalau sandainya ini tidak dilakukan, apa-apa dampak yang dirasakan masyarakat ini?
01:44Mata air pernah terjadi kecil, Pak.
01:47Volumenya kecil, sehingga petani, khususnya desa Sumber Vringin ini,
01:52mengalami kesulitan untuk bersotok tanah.
01:55Ya, sering terjadi bentrok untuk merebut air yang kecil itu.
01:59Masalah kebutuhan pertanian sini kan banyak.
02:01Acaranya konsisten setiap tanggal tertentu atau?
02:04Setiap bulan suruh, Mas.
02:06Satu tahun satu kali.
02:07Air ini tidak pernah mengalami penurunan volume kalau selamatan itu dilakukan.
02:13Pengalamannya seperti itu.
02:15Untuk selamatan nyonteng kolbunya sendiri itu memang mulai nemik moyang, Mas.
02:19Ujung songot ini siapa, Pak?
02:20Jadi, si songot itu adalah salah satu tokoh masyarakat yang disegani.
02:32Jadi, makamnya ada di sini, di sebelah, ada.
02:36Orang pendatangkah atau warga?
02:38Awalnya iya.
02:40Pembabat desa Sumber Vringin.
02:41Mereka dari, bukan dari asli Sumber Vringin,
02:45datang ke Sumber Vringin, membabat desa Sumber Vringin,
02:47dan menemukan mata air ini.
02:53Menurut Kadis Parbutpora Bondowoso,
02:55desa Sumber Vringin ini menjadi desa budaya ke-8 di Kabupaten Bondowoso.
03:00Kita sebelum menentukan ini menjadi sebuah desa budaya,
03:06kita melaksanakan seleksi.
03:08Kebetulan di tahun ini ada tiga desa yang masuk nominator.
03:13Dan itu ada syarat mutlak yang harus dipenuhi.
03:15Yang pertama, di desa itu harus ada budaya yang dilaksanakan setiap tahun.
03:20Sama seperti yang Sumber Vringin ini ada event bumi raung,
03:25sama nyoltek kolbu.
03:27Nyoltek kolbu itu yang dilaksanakan.
03:29Itu yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
03:33Setelah itu baru kepada yang lain.
03:36Paling tidak ada salah satu sejarah peninggalan kolonial,
03:40atau peninggalan kerajaan,
03:41dan di sini juga ada salah satunya, yaitu deraung.
03:44Setelah ini dicanangkan menjadi suatu desa budaya,
03:48maka kewajiban daripada pemerintah kebuatan,
03:50melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Orang,
03:53melakukan pembinaan setara kontinu.
03:55Sampai di sini betul-betul mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat yang ada di desa itu sendiri.
04:00Yang bisa dirasakan oleh masyarakat yaitu peningkatan ekonomi.
04:04Dengan cara, misalkan di sini ada Teduh Kelimpeng,
04:07yang merupakan salah satu destinasi wisata yang dikelola oleh BUMDES.
04:11Dengan ditetapkannya menjadi desa budaya,
04:14otomatis nanti halayak banyak,
04:17utamanya wisataan kan ingin tahu,
04:19itu akan datang ke sini.
04:20Nah ini yang sedikit banyak nanti akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.
04:25Karena di sini juga tersedia UMKM,
04:27seperti yang dipamirkan tadi,
04:28itu murni UMKM dari masyarakat desa setempat.
04:31Sementara ini sampai tahun 2025,
04:33ini ada delapan.
04:34Ada delapan desa budaya yang sudah terbentuk.
04:36Kalau apal desa mana saja?
04:37Dimulai dari bawah ya,
04:41dari desa Sumber Beringin ini yang ke-8,
04:43yang ke-7 desa Kelabang,
04:44Kecamatan Tegalampel,
04:46yang ke-6 desa Karangmelok,
04:48Kecamatan Tamanan.
04:50Sebelumnya itu juga ada desa Belimbing,
04:53ada desa Prajikan Lor,
04:55di situ seperti itu.
04:55Jermai, Jermai, Raman Kulon.
04:58Ada penambahan nanti?
04:59Ada target penambahan?
05:00Sementara untuk target kami di tahun 2025 ini,
05:03target minimalnya adalah satu.
05:05Satu desa, satu tahun.
05:07Sesuai dengan harapan Pak Cegda tadi,
05:11bagaimana kalau ditingkatkan di atas satu,
05:14ada dua atau tiga desa budaya tiap tahunnya.
05:19Sementara Camat Sumber Beringin,
05:20Pro Bonugroho,
05:21mengaku jika pihaknya akan mensupport full,
05:24sebelum dan sesudah pencanangan ini,
05:26sesuai dengan tusinya.
05:27Kami dari pihak Kecamatan akan mengawal terus segala proses pencanangan desa wisata,
05:34dari sebelum sampai setelahnya,
05:37untuk kita lestarikan bersama.
05:40Karena budaya tem-teman Kulbuk ini memang menjadi ikon di Sumber Beringin,
05:44desa Sumber Beringin,
05:45dan kami di Kecamatan Sumber Beringin,
05:47sudah ada dua desa budaya.
05:49Alhamdulillah, salah satunya yang terakhir ini,
05:51desa Sumber Beringin,
05:52hari kita menjaga semua kelestarian budaya yang ada di Kecamatan Sumber Beringin,
05:57khususnya desa Sumber Beringin.
05:59Kami di Kecamatan akan support full,
06:03dalam artian kita dalam kegiatan,
06:07contohnya dalam penyelenggaraan dana desa,
06:10ini juga dalam halnya pihak-pihak monitoring dan evaluasi,
06:15kegiatan-kegiatan ini kan merupakan salah satu kegiatan
06:19yang menyentuh masyarakat secara langsung.
06:22Pastinya kami akan mengawal desa menjadi lebih baik ke depannya.
06:27Nah, bagaimana warta lengkap dan menarik lainnya?
Komentar