00:00Genzi merupakan tulang punggung bonus demografi, menjadi kunci menuju Indonesia Mas 2045.
00:07Bagaimana potensi besar ini bisa dimanfaatkan?
00:09Saya masih bersama dengan Presiden Genzi yang juga founder distrik berisik.
00:14Wadah bagi orang-orang untuk menyuarakan kecemasan serta founder sekolah tanah air Rian Fahardi.
00:21Rian, ada yang menarik soal jaket yang dipakai Rian ini.
00:25Ini jaket adalah soal cerita animasi Jepang bernama One Piece ya Rian?
00:28One Piece ini dikenal sebagai cerita tentang keberanian idealisme dan perjuangan melawan ketidakadilan.
00:37Betul?
00:38Dan sebagai bagian penting dari Genzi merasa punya semangat yang sama?
00:43Ya saya selalu bangga sih kalau memakai atribut dari One Piece meskipun ini produk luar ya.
00:52Tapi itu menandakan bahwa hebatnya mereka dalam bercerita dan menuangkan idealisme dalam satu bentuk intelektual property.
01:01Saya selalu menganggap bahwa Luffy itu adalah simbol kebebasan.
01:08Dia nggak ingin jadi pahlawan.
01:10Dia hanya ingin jadi dirinya sendiri dan selalu percaya dengan apa yang dia punya.
01:14Dari awalnya nggak punya apa-apa kemudian akhirnya mengumpulkan satu persatu nakamanya kemudian sampai hari ini melintasi benua laut dan dengan marah bahaya.
01:28Tapi dia selalu percaya dengan mimpi yang dia pengen pegang, pengen jadi raja bajak laut.
01:33Ini relate sama Rian, prinsip yang dipegang Rian saat ini?
01:38Ya bisa dibilang iya.
01:41Karena saya juga selalu percaya bahwa saya bisa jadi apa saja selama saya yakin dan percaya dengan mimpi itu.
01:51Berbicara soal bonus demografi yang saat ini masih menjadi PR atau mendapatkan banyak tantangan untuk menuju ke sana.
01:59Nah ini Rian ini tahu nggak ketika bertemu dengan banyak genzi melalui distrik berisik.
02:07Ini sebetulnya kesadaran para genzi ini sebagai bagian dari bonus demografi ini mereka tahu nggak sih?
02:15Sadar nggak mereka itu menjadi bagian dari itu?
02:17Oh sadar betul.
02:20Mereka sadar bahwa mereka itu akan jadi tulang punggung negara di masa depan.
02:27Nah narasinya kan selalu diputar-putar tuh.
02:29Gendarasi emas di 2045 yang akan mendobrak ekonomi kita setara dengan lima negara terbesar.
02:39Sangat sadar bahwa kita hanya dimanfaatkan sebagai komoditas.
02:46Dimanfaatkan maksudnya seperti apa?
02:48Dimanfaatkan dalam artian selalu diceritakan bahwa anak muda akan jadi tulang punggung.
02:58Tapi buktinya hari ini kita nggak dikuatkan.
03:02Itu yang saya pengen bilang.
03:03Kenapa?
03:04Sebagai contoh misalnya, ya kita lihat data Sakarnas misalnya.
03:08Hampir 60 persen pekerjaan anak muda hari ini tuh benar-benar didominasi oleh sektor informal.
03:14Dan sektor informal itu bukan berarti sesuatu yang bagus dan bisa dijadikan fondasi yang kuat.
03:22Bukan bisa jadi tulang punggung di 2045.
03:25Kenapa?
03:26Karena Rian juga sebenarnya termasuk kita nggak terlindungi.
03:31Nggak ada regulasi yang menjamin kita.
03:34Nggak punya BPJS kalau sakit dan segala macam.
03:38Dan anak muda semua aspirasi kerjanya di sana.
03:41Nah, regulator atau negara hadir nggak melihat itu.
03:50Melihat luapan energi kita itu.
03:53Bagaimana akhirnya memaksa sektor formal ini untuk membuka pintu.
03:59Ruang yang aspirasi kerja anak muda ini bisa terserap ke sana.
04:04Ya solusi dari Rian udah dilakukan pelan-pelan lewat naran tadi.
04:06Kita berusaha memberikan pendidikan vokasional misalnya.
04:10Tapi bagaimana akhirnya negara benar-benar melihat aspirasi dan keinginan anak muda dari level yang paling bawah di grassroot.
04:20Maunya seperti apa.
04:22Dan mereka sadar.
04:24Mereka punya tanggung jawab besar.
04:27Tapi apa gunanya akhirnya kita sadar.
04:31Tapi kita nggak benar-benar dilibatkan.
04:33Dan ini ada fenomena bahwa ledakan demografi atau kita bisa dibilang pertumbuhan anak muda yang lebih banyak.
04:44Itu benar-benar berpengaruh gitu.
04:46Bisa menyebabkan luapan emosi yang bahkan lebih besar gitu.
04:51Kalau aspirasi kita nggak dipenuhi.
04:53Kayak contoh misalnya apa yang terjadi di Bangladesh.
04:58Luapan emosi seperti apa Rian?
05:00Luapan emosi misalnya ketika kita udah belajar yang baik.
05:04Belajar sungguh-sungguh sampai sarjana.
05:07Tapi ketika kita lulus apa yang kita dapetin misalnya.
05:11Penyerapan pekerjaan yang nggak baik.
05:13Kayak contoh hari ini 1 juta pengangguran itu dari sarjana.
05:17Artinya ada yang nggak match, ada yang miss dengan mungkin sistem pendidikan kita juga kah?
05:24Atau dengan aspirasi atau mungkin pekerjaan kita.
05:28Ini juga jadi pengalaman pribadi Rian?
05:31Ya.
05:32Ini pengalaman pribadi.
05:34Dan saya merasakan betapa besarnya energi anak muda di setiap daerah untuk berkarya.
05:41Untuk berkreasi tapi kadang nggak disamput, nggak diberi ruang.
05:46Kayak contoh, di Eropa mereka punya jaminan pemuda.
05:51Kayak semacam garansi.
05:54Jadi mereka menggaransi orang-orang yang di PHK, orang-orang yang belum kerja, orang-orang yang termasuk dalam NIET.
06:04Artinya ya mereka yang belum bekerja, belum berpendidikan, dan belum mendapatkan pelatihan.
06:11Dan angkanya di kita kan lumayan tinggi ya.
06:14Ada 20 persenan.
06:16Fokuslah di situ.
06:18Berikan pelatihan.
06:19Kayak di Eropa ini dia melakukan pelatihan selama 4 bulan.
06:22Sampai akhirnya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sustainable.
06:27Informal kan nggak sustainable.
06:29Nggak ada jaminan dan bagaimana kita itu sesuai dengan pekerjaan masa depan.
06:35Kenapa saya bilang gitu?
06:35Ya banyak yang akhirnya terjebak dalam low skill trap.
06:40Dia terjebak bertahun-tahun bekerja tapi skillnya gitu-gitu aja.
06:45Akhirnya ya kita nggak menciptakan kualitas yang baik untuk bisa jadi tulang punggung tadi.
06:52Dan itu nggak bisa kalau didiemin.
06:54Tapi bukankah pemerintah untuk saat ini sedang meluncurkan ada Trisula Aryan.
07:01Yang pernah dengarkan Trisula.
07:04Trisula itu tiga poin program penting untuk pengetasan kemiskinan.
07:08Yang pertama ada sekolah rakyat.
07:10Yang kedua ada perbaikan gisi ya.
07:13Perbaikan gisi, kobdes, periksa kesehatan gratis.
07:17Itu menurut dia masih kurang cukup fasilitas itu.
07:20Saya selalu mengapresiasi segala intervensi pemerintah
07:25yang benar-benar melihat permasalahan kita secara data
07:29dan secara permasalahan yang harus diselesaikan pada saat itu juga.
07:35Intervensi seperti itu menurut Rian penting.
07:39Karena kalau balik lagi tadi yang Rian bilang,
07:41kalau ini didiemin bahaya.
07:43Karena jangan-jangan kita bukan menunggu 2045 gitu.
07:51Tapi di era-era sekarang ya bisa aja kejadian chaos tadi.
07:55Kalau misalnya nggak diberesin.
07:56Trisula ini kan sebenarnya kalau misalnya di Urai memang ingin memfokuskan
08:01di pendidikan juga dengan sekolah rakyatnya.
08:05Terus di kesehatan dengan cek kesehatan gratis.
08:08Terus di kooperasi desa buat bagaimana pemberdayaan ekonomi lokal.
08:11Ya itu inovasi yang bagus.
08:14Tapi bagi Rian ada sesuatu yang harusnya kayaknya kita tarik nafas dulu deh.
08:20Melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam wajah Indonesia hari ini.
08:25Apa yang Rian paparkan tadi tentang sekolah.
08:28Bukankah lebih rasional gitu.
08:30Kita beresin dulu rumah yang hancur.
08:34Kemudian bangun lagi rumah yang baru.
08:36Juga saya ingin bilang bahwa
08:40Kayaknya teman-teman nggak butuh rumah yang baru.
08:45Mereka pengen dibenerin rumahnya, sekolahnya di sana.
08:49Di tempat yang jauh.
08:52Ya kalau misalnya tujuannya untuk memberantas kemiskinan ekstrim.
08:56Tapi saya juga sangat khawatir.
08:58Terutama yang sekolah rakyat ini akan jadi sebuah labelisasi sosial gitu.
09:05Buat teman-teman yang hari ini mungkin kita anggap miskin dan yang tidak gitu.
09:14Bagaimana dengan teman-teman yang tidak dikategorisasikan sebagai miskin ekstrim.
09:19Tapi dia nggak mampu.
09:21Dan itu saya yakin banyak loh.
09:23Rian merasa apatis sudah nggak ada harapan lagi untuk Gen Z?
09:31Selalu ada harapan.
09:34Selalu ada harapan.
09:36Dan saya selalu yakin bahwa di era ini adalah era yang paling kritis
09:39untuk kita menyelesaikan masalah-masalah yang hari ini terjadi.
09:45Makanya itu dibutuhkan kolaborasi lintas generasi.
09:49Tapi kolaborasi ini bisa tercipta kalau ada empati.
09:52Kalau ada kepedulian untuk kita bisa ketemu satu sama lain.
09:57Saya mengapresiasi tadi dengan program yang diluncurkan menjelang hari ulang tahun ke-80 ini.
10:04Tapi jangan sampai ini jadi program etalase aja untuk ditunjukkan bahwa kita lagi pengen beresin ini.
10:11Karena lebih baik bagi Rian adalah memecahkan masalah yang benar-benar dasar, pelayanan dasar, infrastruktur, dan terbuka.
10:18Nah terbuka ini bagi Rian penting.
10:21Kayak tadi kita bicara soal pekerjaan.
10:25Kalau misalnya dicek ada beberapa statement pejabat kita hari ini bahkan dia nggak mau buka data yang sebenarnya
10:31karena takut menciptakan pesimisme.
10:34Saya tanya deh kepada Menteri Ketenaga Kerjaan yang bilang seperti itu.
10:40Mana yang lebih menakutkan gitu pesimisme karena data yang sebenarnya dibanding dengan negara yang nggak berani buka data, yang nggak akuntan.
10:53Jadi generasi seperti apa yang diharapkan atau dimimpikan oleh Rian?
10:57Terima kasih telah menonton!
Komentar