00:00Tadi silakan kepada Menteri Keuangan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang relevan, Menteri Bapak Nas juga, Gubernur BI dan Ketua DKI UJK.
00:13Saya persilakan.
00:15Terima kasih pimpinan dan para anggota atas pertanyaan.
00:21Untuk pertanyaan dan mungkin klarifikasi dari Pak Aris Turino PDIP, tadi sebetulnya mengkonfirmasi apa yang sudah kami presentasikan, bahwa memang tekanan perekonomian terlihat.
00:37Dan oleh karena itu pemerintah kemudian melakukan beberapa mitigasi seperti tadi disampaikan, baik melalui program stimulus 1 dan 2 dan juga tentu akselerasi dari berbagai program-program pemerintah yang sudah ditetapkan.
00:54Jadi dalam hal ini Pak Aris moga-moga itu juga bisa membuat pertumbuhan ekonomi yang cenderung mengalami tekanan bisa termitigasi.
01:05Untuk beberapa estimasi dari penerimaan pajak, biaya cukai, tentu tadi sudah disampaikan kepada Direkturat Jenderal Pajak dan Biaya dan Cukai.
01:16Kami terus akan memonitor penerimaan dan terutama kalau tadi ada aspek-aspek yang harus kita waspadai seperti restitusi atau karena ada harga komoditas atau karena aktivitasnya melemah, itu yang sedang terus.
01:32Dan Pak Bimo terus melihat dari sisi data, jadi data juga sangat penting dalam hal ini dan kita juga melakukan joint effort antara pajak, biaya cukai, dan PNPP.
01:44Bapak tadi menanyakan mengenai pendanaan defisit, pendanaan defisit dalam hal ini selalu kita jaga melalui kombinasi pembiayaan dari sisi penerbitan surat utang.
01:57Itu nanti mungkin besok di dalam panjang akan ditunjukkan detailnya.
02:03Kemudian kita juga bisa melakukan pinjaman dari multilateral, bilateral.
02:09Dan kita dalam hal dibutuhkan kita bisa minta penggunaan sal.
02:14Jadi seperti tahun 2025 ini, kami sudah meminta izin dari Badan Anggaran untuk penggunaan sisa anggaran lebih di Rp85,6 triliun yang tadi sore juga sudah disetujui.
02:29Tentu di dalam pendanaan defisit kita akan terus melihat kondisi dari bond market di dalam negeri dan luar negeri,
02:37karena itu sangat penting dan juga melakukan pendalaman dari pasar obligasi pemerintah.
02:43Terutama di level retail, karena mereka biasanya lebih stabil dan masyarakat kita kalau pegang surat berharga negara,
02:51dia pegang sampai jatuh tempo, jadi tidak menimbulkan gejolak terhadap harga.
02:56Tapi saya berterima kasih Bank Indonesia juga turut menjaga yield SPN kita.
03:01Kita tadi juga berdiskusi karena menurut kita juga perlu untuk bisa diberikan kesan atau target efisiensi dari harga,
03:13dari surat berharga negara kita agar perekonomian kita menjadi lebih, meningkat secara lebih efisien.
03:22Untuk asumsi gross, tadi telah saya jelaskan mengenai 5,2 hingga 5,8 dan apa-apa yang dibutuhkan untuk mencapai itu.
03:32Tentu yang tadi saya sampaikan untuk konsumsi bisa tumbuh di atas 5%, 5,5.
03:40Seperti yang disampaikan Pak Hanif Dakhiri itu konsumsi enggak cuma tergantung bansos,
03:46tapi harus dari kesempatan kerja.
03:48Jadi memang yang disampaikan Pak Hanif tadi mengenai pentingnya create job dan jobnya itu harus job yang berkualitas,
03:58karena itu yang akan menentukan tadi kelas menengah yang Bu Hanif menyampaikan itu penting sekali.
04:04Saya ingin menambahkan sedikit tadi ada pertanyaan Pak Hanif mengenai kooperasi,
04:11kita sedang mendesain kooperasi merah putih agar dari kemampuan pemerintah untuk memberikan backup melalui dana desa sehingga bisa mencegah potensi NPL.
04:23Tapi kami sedang berdiskusi dengan kementerian terkait,
04:28baik Menteri BUMN dan Nantara, Himbara, dan tentu saja dengan Bank Indonesia dan OJK.
04:35Untuk Pak Melki, terima kasih Bapak atas tadi yang sangat menyentuh saya,
04:44saya rasa kalau kita bicara tentang kebutuhan dan terutama kualitas dari pendidikan.
04:50Tadi berbagai kerusakan atau situasi kondisi dari sekolah-sekolah yang masih sangat tidak memadai,
05:00itu juga menjadi concern dari Bapak Presiden.
05:02Jadi waktu saya pertama kali menjadi Menteri Keuangan di Bapak Prabowo,
05:07pertanyaan beliau berapa anggaran untuk rehabilitasi sekolah.
05:13Dan saya sampaikan kepada beliau ada yang dibelanjakan melalui pemerintah daerah,
05:18ada yang melalui Menteri PUPR, ada yang dari Kementerian Agama Langsung.
05:23Kemudian instruksi Bapak Presiden adalah,
05:26karena beliau juga melihat, tadi kalau Pak Kamrud menyampaikan beliau,
05:31mungkin Bapak dan Ibu sekalian lihat beberapa kali Pak Presiden menggunakan contoh,
05:36ada sekolah yang dekat Hambalang yang beliau lihat,
05:39ternyata sudah diperbaiki tapi tidak ter-deliver dengan baik.
05:43Ada faktor kapasitas, ada faktor tata kelola.
05:48Sehingga kemudian Presiden memutuskan untuk seluruh dana rehabilitasi sekolah itu
05:53kemudian di-centralize agar kita bisa melihat secara langsung dan memonitor kemajuan,
06:04berapa target sekolahnya dan bagaimana mereka akan diperbaiki.
06:08Itu concern yang dari Bapak Presiden.
06:11Untuk afirmasi terhadap daerah-daerah termasuk NTT tadi dan Ibu mengenai,
06:20kalau afirmasi dari anak-anak tadi untuk mereka mendapatkan beasiswa,
06:25kita mengidentifikasikan berdasarkan program-program seperti Kartu Indonesia Pintar,
06:32Kartu Indonesia Kuliah.
06:34Jadi anak-anak yang memang dari keluarga tidak mampu harus bisa tetap meneruskan sekolah.
06:42Kalau afirmasi dari sisi beberapa kesempatan,
06:46kami memahami seperti dari mulai penerimaan di PKN STAN atau LPDP,
06:53kita memberikan afirmasi Indonesia Timur diberikan blok,
06:57sehingga dia tidak out-compete dengan daerah Jawa atau bagian Barat.
07:05Itu kita lakukan untuk Papua, Maluku, dan NTT.
07:09Kita bahkan memberikan suatu jatah khusus.
07:12Untuk LPDP juga kita lakukan seperti itu, Pak.
07:15Mengenai anggaran pendidikan secara total,
07:18saya ingin sampaikan, Pak Melki,
07:21seperti yang tadi Bapak sampaikan di dalam PP48-2008,
07:25anggaran pendidikan kedinasan tidak termasuk dalam anggaran pendidikan.
07:30Jadi 700 tadi itu tidak termasuk anggaran kedinasan.
07:35Tidak termasuk dalam perhitungan 20%.
07:37Jadi memang mereka masuk di dalam anggaran dari kementerian
07:42seperti yang Pak Melki sampaikan.
07:44Mengenai desain dari belanja pendidikan ini,
07:48ini terus terang termasuk yang menjadi perhatian Presiden Pak Bowo.
07:51Karena Bapak Presiden kan sekarang melihat kepada intervensi-intervensi langsung
07:56di daerah-daerah kemiskinan.
07:59Makanya dibuatkan sekolah rakyat dan perbaikan.
08:01Jadi kalau dari sisi intervensi di daerah...
08:04Intrupsi kemiskinan?
08:05Intrupsi, Pak Ketua.
08:06Silakan, Pak Dolphin.
08:08Bu Menteri, saya mau klarifikasi, Bu.
08:10Saya baru dapat dokumennya dari LAPSEM.
08:12Coba ditayangkan tentang 20% anggaran pendidikan.
08:21Nah ini yang melalui kementerian,
08:23kalau bukan kedidasan ini apa ini, Bu?
08:27Kalau di kementerian keuangan itu LPDP mungkin, Pak, ya.
08:31Kalau dimasukkan.
08:32Ini kementerian pertanian, perindustrian, perhubungan,
08:36kesehatan, kehutanan, dan seterusnya itu apa?
08:39Ada sekolah umum di bawah kementerian itu.
08:43Kami cek ya, Pak, ya.
08:44Tapi kami memang sesuai dengan yang keputusan waktu itu.
08:49Tahun berapa itu?
08:50Tahun 2008.
08:53Kedinasan itu tidak masuk.
08:54Nanti kualifikasi dari yang disebut kedinasan
08:57dengan yang non-kedinasan mungkin kita perlu klarifikasi.
09:00Tapi yang disampaikan, Pak Dolphin, saya memahami.
09:04Karena ada di berbagai KL tadi.
09:07Jadi kita perlu.
09:08Dokumentan sosial aja sampai hampir 12 triliun lebih.
09:12Untuk tahun 2025.
09:15Untuk sekolah rakyat nanti, Pak, mungkin.
09:17Itu masuk.
09:18Ya, terus gimana?
09:19Pak, saya tuh, Bu.
09:21Kementerian Kesehatan,
09:24Kerjaan Umum.
09:27Ya, nanti tolong dicek, Bu.
09:28Kalau Ibu, Pak, katakan tidak ada di kedinasan,
09:31ini tersebar di berbagai kementerian.
09:33Akan lanjut, Bu.
09:37Nanti kami akan cek dan kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian.
09:43Untuk aspirasi DAK penugasan,
09:45tentu ini nanti kami akan konsultasikan, Pak Melki,
09:49terutama kepada pemerintah sendiri maupun kepada di dalam DPR sendiri.
09:54Karena ini berarti apakah basisnya komisi ataukah berbasiskan kepada sektoral.
10:02Pak Kamru Samad, dalam hal ini terima kasih karena lebih banyak kepada Pak OJK.
10:08Kami kembalikan ke OJK.
10:10Dari Nasdem, PKB akan mendalami.
10:13Terima kasih untuk Ibu Anis, tadi yang kelas menengah.
10:17Saya rasa ini terus-terusan yang akan kita lihat berdasarkan polisi.
10:23Kalau polisi-polisi yang berhubungan dengan hilirisasi,
10:26itu kenanya nanti adalah pekerja yang di kelas lebih educated.
10:31Programnya pemerintah yang lebih labor intensif adalah seperti perbaikan sekolah,
10:37rakyat, itu dilakukan, diupayakan, itu dilakukan oleh kontraktor lokal,
10:42sehingga dia menciptakan tadi pekerjaan yang tadi Pak Anif juga memberikan perhatian adalah pada kelas menengah.
10:50Jadi kita juga kooperasi merah putih, kur, yang tadi kita baru diskusikan tadi untuk petani tebu,
10:57ini semuanya adalah di level yang kelas menengah tadi, Ibu Anis.
11:02Jadi kita juga mencoba untuk mendesign dan mendukung program-program yang dilakukan oleh kementerian terkait
11:10di dalam rangka untuk mempertebal kelas menengah.
11:13Atau merecover tadi yang disampaikan kalau mereka mengalami penurunan ke kelompok aspiring middle class
11:23untuk bisa kemudian tetap ada di kelas menengah.
11:26Untuk Ibu Ani Juliani
Komentar