Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks harga saham gabungan di pekan kedua bulan Juni menguat setelah turun di pekan pertama.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG naik 0,74 persen dalam sepekan dari penurunan 0,87 persen pada periode 2 hingga 5 Juni 2025.

Mengutip RTI Business, IHSG Jumat (13/06/2025) ditutup di level 7.166, dari 7.113 pada pekan sebelumnya.

Bursa Efek Indonesia mencatat kapitalisasi pasar naik 0,92 persen menjadi Rp12.495 triliun dari Rp12.381 triliun.

Pada penutupan perdagangan pekan kemarin, investor asing mencatatkan net buy mencapai Rp478,76 miliar.

Mengutip RTI Business, dana asing yang kabur dari bursa selama sepekan di bulan Juni 2025 yakni sebesar Rp333,29 miliar.

Selama 3 bulan, asing melakukan aksi net sell hingga Rp38,09 triliun. Dalam satu tahun, dana asing yang kabur dari bursa mencapai Rp37,53 triliun.

Setelah bergerak menguat selama sepekan, bagaimana bursa domestik pagi ini. Kita bergabung bersama Jurnalis KompasTV, Zefanya Situmeang dan Andika Ahadiat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Baca Juga IHSG Menguat 0,72 Persen di Pekan Pertama Mei 2025, Ditutup di Level 6.815 di https://www.kompas.tv/ekonomi/591257/ihsg-menguat-0-72-persen-di-pekan-pertama-mei-2025-ditutup-di-level-6-815

#ihsg #bursadomestik #bei

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/599751/ihsg-naik-0-74-dalam-sepekan-kapitalisasi-pasar-tembus-rp12-495-triliun
Transkrip
00:00Kembali di Kopas Bisnis, Saudara, indeks harga saham gabungan di pekan kedua bulan Juni menguat setelah turun di pekan pertama.
00:08Indeks harga saham gabungan atau IHSG naik 0,74% dalam sepekan dari penurunan 0,87% pada periode 2 hingga 5 Juni 2025.
00:19Mengutip RTI Bisnis, IHSG Jumat 13 Juni 2025 ditutup di level 7.166 dari 7.113 pada pekan sebelumnya.
00:31Pursa Efek Indonesia mencatat kapitalisasi pasar naik 0,92% menjadi 12.495 triliun rupiah dari 12.381 triliun rupiah.
00:43Pada penutupan perdagangan pekan kemarin, investor asing mencatatkan netbuy mencapai 478,76 miliar rupiah.
00:57Mengutip RTI Bisnis, dana asing yang kabur dari bursa selama sepekan di bulan Juni 2025 yakni sebesar R333,29 miliar rupiah.
01:08Selama 3 bulan, asing melakukan aksi net sell hingga Rp38,09 triliun rupiah.
01:15Dalam 1 tahun, dana asing yang kabur dari bursa mencapai Rp37,53 triliun rupiah.
01:26Setelah bergerak menguat selama sepekan bagaimana bursa domestik pagi ini,
01:31kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Zeva Nyasitumeang dan Andika Ahadiyat di Bursa Efek Indonesia Jakarta.
01:37Selamat pagi Zeva Nyasitumeang, bagaimana pembukaan bursa hari ini dan bagaimana proyeksi pergerakan IHSG pada pekan ini?
01:47Selamat pagi bagaimana dan juga saudara kalau misalnya pekan lalu di hari Jumat ini IHSG ditutup di level 7166,06 di zona hijau begitu nampaknya hari ini tidak jauh berbeda.
02:00Juru Kamera Kompas TV Andika Ahadiyat akan memperlihatkan papan bursa yang menunjukkan bahwa IHSG di pekan ini dibuka di zona hijau di level 7195,25
02:15atau terapresiasi sebesar 0,33 persen atau 23,64 basis point.
02:24Yang dimana ini nampaknya cukup serupa dengan apa yang diproyeksikan para analis beberapa hari kemarin.
02:33Salah satunya misalnya dari CEO Advisor Praska Putran Tio ini memproyeksikan sepekan ini, sepekan ke depan ini IHSG bergerak di kisaran 7.055 sampai dengan 7.230.
02:48Tentu sejumlah sentimen ini mempengaruhi bagaimana pergerakan indeks harga saham gabungan pekan ini.
02:57Seperti misalnya isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan, salah satunya ini terkait dengan bagaimana konflik di Timur Tengah ini yang semakin melebar antara Israel dan juga Iran.
03:09Yang tentu ini menimbulkan kekhawatiran eskalasi perang dan juga dampak terhadap perekonomian.
03:14Dari dana moneter internasional sendiri atau IMF ini juga sudah menyuarakan eskalasi konflik Timur Tengah ini tentunya memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan begitu ya.
03:25Khususnya di wilayah itu sendiri dan juga terhadap bagaimana perekonomian dunia.
03:30Tentu yang menjadi dampak paling utama ini terkait dengan bagaimana kenaikan harga-harga komoditas seperti misalnya harga minyak, kemudian juga harga biji-bijian.
03:40Ini bisa mempengaruhi bagaimana pandangan para investor, kemudian juga peningkatan biaya pengiriman ini juga menjadi salah satu pengaruh karena kapal-kapal yang bergerak di sekitaran Laut Merah ini tentunya juga menghindari ditakutkan adanya potensi serangan rudal dari negara yang berkonflik begitu.
03:59Nah, hal-hal ini dinilai berpotensi yang kemudian ini dapat terjadi kenaikan laju inflasi dalam jangka menengah.
04:08Selain itu juga, Bremara dan juga Saudara, salah satu sentimen utama yang paling ditunggu pasar ini juga terkait dengan bagaimana keputusan suku bunga acuan The Fed yang ini nantinya akan rilis pada 19 Juni mendatang,
04:22di mana ekspektasi ini masih dipertahankan stabil di 4,50% karena laju inflasi tahunan ini masih meningkat dan juga indeks purchasing manager, indeks PMI manufaktur dan jasa ini juga masih menunjukkan adanya penguatan di atas level 50.
04:41Selain itu juga, Bremara kalau dari dalam negeri kita lihat ini keputusan Bank Indonesia dalam rapat Dewan Gubernur yang nanti akan rilis pada 18 Juni mendatang, ini juga menjadi salah satu penyumbang sentimen di bursa domestik.
04:56Kemudian juga kondisi rawan profit taking setelah IHSG ini mengalami kenaikan signifikan begitu dalam dua bulan terakhir ini menjadi salah satu pengaruh.
05:05Tentu ada beragam sebenarnya pandangan dari sejumlah analis-analis yang memproyeksikan bagaimana pergerakan IHSG sepekan ini,
05:13Bremara juga saudara, seperti misalnya ada juga analis meskipun ini terlihat di zona hijau begitu ya,
05:19tapi ada juga analis ini yang masih melihat bahwa justru secara teknikal IHSG di pekan ini masih beresiko mengalami tekanan lanjutan,
05:28begitu, sehingga artinya ini masih banyak sejumlah ketidakpastian yang di depan mata para pelaku pasar begitu,
05:36khususnya terkait dengan ketidakpastian konflik yang terjadi saat ini, ini tentu menjadi salah satu pengaruh dari bagaimana kepercayaan para konsumen dan juga perusahaan
05:46yang nantinya ini juga bisa berdampak pada pengeluaran dan juga investasi di bursa.
05:52Bremara?
05:52Meski masih dibuka di zona hijau pagi ini, masih ada resiko tekanan dari analis.
05:57Terima kasih Zevanya Situ Meyang dan juga juru kamera Andika Hadiat,
06:01melaporkan langsung dari Bursa Efek Indonesia Jakarta.
06:03Selamat pagi, selamat bertukas kembali.
Komentar

Dianjurkan