Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 bulan yang lalu
Kisah cinta Leo dan Melia sejak SMP, tampaknya berlanjut dan berbuntut kisah yang "luar biasa". Leo yang badung di SMP dikirim ayahnya ke Sydney, sementara Melia ditarik ayahnya ke Bandung. Empat tahun kemudian, Leo pulang liburan. Dia sudah masuk perguruan tinggi dan diharapkan meneruskan usaha ayahnya. Di bandara, Melia datang menjemput. Maka berlanjut lagi kisah cinta lama, sampai suatu waktu melampaui batas. Leo pulang ke Sydney, sementara Melia hamil. Kisah mulai lemah alasan-alasannya. Ayah Leo minta sangat supaya Melia tidak mengganggu Leo. Maka Melia dengan berat hati menuruti kehendak ayahnya sendiri untuk mengawini Ridwan, rekan usaha ayahnya maupun ayah Leo. Ridwan ini ternyata seorang sado-masokis. Mendengar itu Leo mabuk-mabukan dan jatuh ke tangan seorang pelacur tua di Sydney. Dendamnya pada Ridwan semakin bertambah saat Ridwan menyita harta ayahnya, karena persoalan hutang. Ia merencanakan balas dendam. Ia mengumpulkan uang dengan jadi gigolo.

Sebuah kesempatan untuk menghancurkan Ridwan datang saat dia tahu bahwa bisnis utama Ridwan adalah penyelundupan mobil. Ia bekerja untuk Ridwan dan bisa jadi kepercayaannya. Saat bukti-bukti cukup, ia minta Ridwan menceraikan Melia. Kini giliran Melia yang marah, karena ia merasa diukur dengan uang. Ridwan yang sudah lama curiga bahwa anaknya itu bukan anaknya karena darahnya berlainan, menyingkirkan anaknya ke sebuah keluarga berantakan agar si anak tumbuh jadi bajingan juga sebagai balas dendamnya. Leo jadi anak kapal. Melia cerai dan masuk biara. Mendengar berita cerai, Leo langsung pulang. Ia membujuk Melia yang tetap bersikukuh. Sikap Melia baru lunak saat Leo datang membawa anaknya.
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton
00:30Terima kasih telah menonton
01:00Terima kasih telah menonton
01:29Terima kasih telah menonton
01:59Terima kasih telah menonton
02:29Semua maju ke muka kelas
02:32Tas ditinggalkan saja
02:33Terima kasih telah menonton
03:03Terima kasih telah menonton
03:33Terima kasih telah menonton
03:35Terima kasih telah menonton
03:37Selamat pagi
03:39Terima kasih telah menonton
03:45Selamat pagi
03:47Selamat pagi
03:49Selamat pagi
03:51Selamat pagi
04:03Selamat pagi
04:04Anak saya
04:06Silahkan
04:08Terima kasih
04:10Silahkan
04:12Silahkan
04:14Leo
04:16Leo
04:18Leo
04:20Oh
04:22Oh
04:23Dia memang
04:23Dia memang
04:23Anaknya bandel
04:24Tapi jangan takut
04:25Dia gak suka
04:26Gangguan anak perempuan kok
04:27Mendingan dia
04:28Daripada Yusri
04:29Yusri jahat
04:30Pokoknya
04:31Kalau ulangan
04:32Kamu jangan pelit-pelit sama dia
04:33Bisa biru pinggangmu
04:35Dia suka memukul
04:36Tidak
04:37Asal kamu tidak pelit
04:38Pelit bagaimana?
04:40Kalau ulangan
04:41Kasih dia nyontek pekerjaanmu
04:43Enak betul
04:44Aku susah-susah belajar
04:45Dia enak-enak menyalin
04:47Nomor 12
04:54Angkat kertasmu
05:13Lebih tinggi
05:13Kertas apa itu?
05:26Bawa ke sini
05:27Tepat Melia
05:29Syukur
05:32Pelit sih
05:33Yeay
05:38Kertas apa itu?
05:43Coba perlihatkan pada saya
05:45Siapa yang mengirimkan ini padamu?
05:53Kamu mau berdiri disitu terus?
05:55Lihat kemari
05:55Siapa yang mengirimkan ini padamu?
06:01Saya yang mengirimnya, Bu
06:02Kamu boleh ke tempatmu
06:09Tapi sebelum pulang nanti
06:11Saya ingin bicara dengan kalian berdua
06:13Terima kasih, Bu
06:15Selamat siang, Bu
06:22Ayo duduklah, Melia
06:23Nah itu, Leo
06:27Kemari, Leo
06:28Selamat siang, Bu
06:30Selamat siang
06:31Melia sudah tahu isi kertas ini?
06:36Belum, Bu
06:37Kalau begitu lebih baik kau bacakan dulu, Leo
06:41Ngapain kamu melihatkan saya terus?
06:49Hah?
06:54Nah
06:54Bagaimana jawabannya, Melia?
06:58Mengapa kau melihatnya, Leo?
06:59Terus
06:59Saya?
07:02Saya tidak tahu, Bu
07:03Sudahlah
07:04Saya peringatkan kamu, Leo
07:07Main-main waktu ulangan bisa dikira kerjasama
07:10Ya, Bu
07:11Ulanganmu bisa diberi nol
07:13Ya, Bu
07:14Baiklah
07:16Sekarang kalian boleh pulang
07:18Terima kasih, Bu
07:19Pinggir dong
07:35Aku mau lewat
07:36Tadi kamu sengaja ya?
07:38Sengaja apa?
07:38Pelit
07:39Enggak
07:39Pura-pura lagi
07:40Di sini gak ada tempat buat orang serakah macam kamu
07:43Jangan, Yus
07:45Masa beri sama perempuan?
07:46Sama kamu juga gak tahu
07:47Leo
07:48Stop, stop, stop
08:08Stop
08:08Apa ini?
08:11Kau lagi, Leo?
08:12Setiap hari berkelahi terus
08:13Mau jadi apa kau nanti, ha?
08:16Ayo berhutus sana
08:16Kau, Yusri
08:29Tidak tahu diri
08:30Kalau mau jadi tukang berkelahi
08:32Jangan sekolah di sini
08:33Leo duluan, Pak
08:34Leo yang lebih dulu memukul, Pak
08:36Leo hanya mencegah memukul saya
08:38Oh, bagus ya
08:40Sekarang kau berkelahi juga dengan anak perempuan
08:43Lekas masuk kantor
08:45Ayo
08:45Kamu berdua
08:47Ayo
08:47Sudahlah, Mel
08:52Jangan dipikirkan lagi
08:53Leo sudah biasa dihukum, kok
08:55Tapi kali ini
09:01Dia dihukum karena aku
09:03Dia malah bangga bisa menolongmu, Mel
09:06Besok anak-anak
09:09Pasti akan ngatain kamu sama Leo
09:11Leo
09:19Leo
09:23Leo
09:25Leo, mau Ryo bacakan buku silat yang baru?
09:46Leo, jangan ganggu Leo.
09:55Dalam beberapa minggu ini kau harus istirahat, Leo.
09:59Dan harus tetap di tempat tidur kalau mau cepat sembuh.
10:04Tidurlah.
10:06Papa mau pergi sebentar.
10:08Ayo, Ryo.
10:17Melia.
10:20Bunda, Leo sedang sakit.
10:23Melia sayang sama Leo.
10:27Karena sebenarnya Leo anak yang baik dan pintar.
10:35Bunda, sayangi Leo.
10:39Sembuhkan Leo.
10:41Atas nama Bapak dan Putra dan Roh Kudus.
10:45Amin.
10:53Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan