Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 bulan yang lalu
Jakarta: Tiga kapal perang dari Armada Pasifik Rusia resmi berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Minggu, 1 Juni 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia yang telah terjalin sejak 1950.

Kedatangan kapal perang ini bukan hanya bentuk kerja sama militer, tapi juga simbol pertukaran budaya, saling kunjung, dan diplomasi maritim. MTVN Lens berkesempatan untuk masuk kedalam kapal Aldar Tsydenzhapov bersama awak media dan menilik sejarah dibalik kapal ini.

(Muhammad Reyhansyah)
Transkrip
00:00Halo Sobat NTVN Lens, balik lagi bareng saya dengan Muhammad Rehansyah.
00:07Hari ini saya sedang berada di depan kapal perang Angkatan Laut Rusia bernama Aldar Sidenzapov 339.
00:15Kapal ini bukan satu-satunya kapal yang berlabuh di Labuan Tanjung Triok, Jakarta.
00:20Ada dua lagi di belakang, tapi kita tidak bisa melihatnya.
00:25Kedatangan ketiga kapal ini merupakan rangkaian dari perayaan 75 tahun hubungan di Pumlatik antara kedua negara yaitu Indonesia dan Rusia.
00:34Setelah ini saya akan mengajak teman-teman untuk sedikit melihat ke dalam dan mungkin berbagi apa aja sih sejarah-sejarah yang dimiliki oleh kapal Aldar Sidenzapov 339 ini.
00:49Ikutin terus teman-teman.
00:50Sekarang saya tengah berada di atas Aldar Sidenzapov 339.
00:58Teman-teman MTVN Lens bisa melihat di belakang saya ada penembak misil, ada peluncur roket juga di belakang kalau terlihat.
01:07Di sini saya bersama rakan-rakan media diperbolehkan untuk mengambil gambar di beberapa spot tertentu,
01:14tapi di dalam kami dilarang untuk mengambil gambar di beberapa spot tertentu juga.
01:19Jadi, begini penampakan di atas salah satu kapal perang milik Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia.
01:27Kapal ini bukan sekedar besi dan baja.
01:34Namanya diambil dari seorang pemuda pemberani bernama Aldar Sidenzapov, pelaut Angkatan Laut Rusia berusia 19 tahun.
01:42Tahun 2010, di tengah laut, kapal tempat Aldar bertugas mengalami kebakaran besar.
01:51Tanpa pikir panjang, Aldar masuk ke ruangan mesin yang terbakar dan mematikan sistem secara manual demi menyelamatkan 300 nyawarkannya.
02:01Sayangnya, ia meninggal karena luka bakar serius, tapi keberaniannya membuatnya diannograhi gelar pahlawan Federasi Rusia, penghargaan tertinggi dari negara itu.
02:16Kini, semangat Aldar hidup di kapal korvet kelas Terigusci ini, sebuah kapal perang dengan teknologi canggih, mampu melacak kapal selam, menembakkan rudal jelajah, dan bertahan dari ancaman udara.
02:32Singkatnya, ini bukan kapal biasa. Ini simbol keberanian dan kekuatan laut Rusia.
02:39Melalui kunjungan ini, kita gak cuma lihat kekuatan militer, tapi juga simbol hubungan diplomatik dan persahabatan dua negara.
02:50Kapal perang bisa jadi alat pertahanan, tapi di momen seperti ini, mereka justru jadi jembat dialog, pertukaran budaya, dan saling memahami.
02:59Dari Pelabuhan Tanjung Briuk, gue Muhammad Gaksa, pamit, sampai ketemu lagi di TVN Lens.
Komentar

Dianjurkan