00:00Halo Sobat NTVN Lens, balik lagi bareng saya dengan Muhammad Rehansyah.
00:07Hari ini saya sedang berada di depan kapal perang Angkatan Laut Rusia bernama Aldar Sidenzapov 339.
00:15Kapal ini bukan satu-satunya kapal yang berlabuh di Labuan Tanjung Triok, Jakarta.
00:20Ada dua lagi di belakang, tapi kita tidak bisa melihatnya.
00:25Kedatangan ketiga kapal ini merupakan rangkaian dari perayaan 75 tahun hubungan di Pumlatik antara kedua negara yaitu Indonesia dan Rusia.
00:34Setelah ini saya akan mengajak teman-teman untuk sedikit melihat ke dalam dan mungkin berbagi apa aja sih sejarah-sejarah yang dimiliki oleh kapal Aldar Sidenzapov 339 ini.
00:49Ikutin terus teman-teman.
00:50Sekarang saya tengah berada di atas Aldar Sidenzapov 339.
00:58Teman-teman MTVN Lens bisa melihat di belakang saya ada penembak misil, ada peluncur roket juga di belakang kalau terlihat.
01:07Di sini saya bersama rakan-rakan media diperbolehkan untuk mengambil gambar di beberapa spot tertentu,
01:14tapi di dalam kami dilarang untuk mengambil gambar di beberapa spot tertentu juga.
01:19Jadi, begini penampakan di atas salah satu kapal perang milik Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia.
01:27Kapal ini bukan sekedar besi dan baja.
01:34Namanya diambil dari seorang pemuda pemberani bernama Aldar Sidenzapov, pelaut Angkatan Laut Rusia berusia 19 tahun.
01:42Tahun 2010, di tengah laut, kapal tempat Aldar bertugas mengalami kebakaran besar.
01:51Tanpa pikir panjang, Aldar masuk ke ruangan mesin yang terbakar dan mematikan sistem secara manual demi menyelamatkan 300 nyawarkannya.
02:01Sayangnya, ia meninggal karena luka bakar serius, tapi keberaniannya membuatnya diannograhi gelar pahlawan Federasi Rusia, penghargaan tertinggi dari negara itu.
02:16Kini, semangat Aldar hidup di kapal korvet kelas Terigusci ini, sebuah kapal perang dengan teknologi canggih, mampu melacak kapal selam, menembakkan rudal jelajah, dan bertahan dari ancaman udara.
02:32Singkatnya, ini bukan kapal biasa. Ini simbol keberanian dan kekuatan laut Rusia.
02:39Melalui kunjungan ini, kita gak cuma lihat kekuatan militer, tapi juga simbol hubungan diplomatik dan persahabatan dua negara.
02:50Kapal perang bisa jadi alat pertahanan, tapi di momen seperti ini, mereka justru jadi jembat dialog, pertukaran budaya, dan saling memahami.
02:59Dari Pelabuhan Tanjung Briuk, gue Muhammad Gaksa, pamit, sampai ketemu lagi di TVN Lens.
Komentar