Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CIREBON, KOMPAS.TV - Hari kelima pencarian korban longsor Gunung Kuda di Cirebon dihentikan pada Selasa (3/06) pukul 17.00 WIB. Sembilan patahan tebing dan tumpukan material menjadi kendala dalam pencarian empat korban lainnya.

Tim SAR gabungan menghentikan pencarian empat korban hilang akibat longsor di Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (3/06) petang. Penghentian ini dilakukan karena cuaca mulai gelap.

Petugas belum menemukan satu pun dari empat orang yang masih hilang.
Data sementara, korban tewas akibat longsor berjumlah 21 orang, dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang. Proses pencarian akan dilanjutkan di hari keenam pada Rabu (4/06).

Baca Juga Tegas! Dedi Mulyadi Bakal Pidanakan Tambang Ilegal Imbas Longsor di Cirebon di https://www.kompas.tv/regional/597445/tegas-dedi-mulyadi-bakal-pidanakan-tambang-ilegal-imbas-longsor-di-cirebon

#longsor #tambang #cirebon

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/597510/terkini-situasi-hari-ke-6-pencarian-korban-longsor-tambang-cirebon-4-orang-masih-hilang
Transkrip
00:00Hari kelima pencarian korban longsor Gunung Kuda di Cirebon dihentikan pada pukul 17 waktu Indonesia Barat, sodara.
00:06Sembilan patahan tebing dan tumpukan material menjadi kendala dalam pencarian empat korban lainnya.
00:14Tim Sar Gabungan menghentikan pencarian empat korban hilang longsor di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat pada selasa petang.
00:22Penghentian ini dilakukan karena cuaca sudah mulai gelap.
00:25Petugas belum menemukan satu pun dari empat orang yang masih hilang.
00:30Data sementara korban tewas longsor sejumlah 21 orang dan empat orang lainnya masih hilang.
00:36Proses pencarian akan dilanjutkan hari ini.
00:42Sodara, untuk mengetahui proses pencarian korban longsor di Cirebon, Jawa Barat, saat ini kita telah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Muhammad Syari Romdon.
00:51Syari, selamat pagi. Kemarin proses pencarian sempat terhenti karena adanya ditemukan patahan pada tebing.
00:57Apakah proses pencarian hari ini akan dilanjutkan dan jika iya, bagaimana proses pencariannya? Apakah ada strategi yang berbeda?
01:03Ya, baik, Nanta di studio. Selamat pagi, Saudara.
01:07Betul, hari ini pencarian ke-6 atau hari ke-6 akan kembali dilanjutkan oleh penggabungan.
01:13Mereka akan melakukan beberapa cara-cara agar menghindari beberapa kendala-kendala yang beberapa hari ini telah ditemukan.
01:21Beberapa di antaranya adalah kami mendapatkan informasi bila sebelumnya anjing pelacak berjumlah 3 ditambah menjadi 4 anjing pelacak yang disiagakan dalam operasi pencarian 4 orang yang pasti hilang.
01:39Kemudian juga kemarin berasakan rapat sore setelah evaluasi seharian, rupanya beberapa tumpukan-tumpukan materi bebatuan longsor ini sudah cukup tinggi.
01:51Sehingga akhirnya dibutuhkan alat bantu loader untuk membersihkan area yang memang dikatakan clear.
01:58Sehingga memudahkan proses operasional dan pergerakan mobilitas alat berat tersebut.
02:04Mengingat alat berat ini cukup terbatas pergerakannya sehingga akhirnya membutuhkan alat untuk menghindari beberapa tumpukan-tumpukan tersebut.
02:14Kemudian tidak hanya itu, ada upaya juga dari beberapa gabungan dari perwakilan Kementerian ESDM yang terus berusaha menjaga titik-titik yang dikatakan sebagai zona merah.
02:26Dimana titik zona merah ini terdapat 9 patahan atau retakan yang berada di teping bagian barat.
02:32Ini sangat membahayakan para petugas terutama evakuasi, operator, dan lain sebagainya yang berusaha terus menjangkau 4 korban yang masih dicari.
02:424 korban yang masih dicari antara lain adalah Nur Rahman, kemudian Tono, kemudian Deddy, dan satu lagi adalah berjenis kamin perempuan yakni Muniah.
02:52Nah, diketahui Muniah adalah salah satu orang yang pada saat itu sedang mengantarkan minuman ke lokasi sehingga akhirnya dia juga menjadi salah satu korban yang terdampak bahkan terkena reruntuhan longsorot tersebut.
03:07Secara keseluruhan dan di 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Infantri Muhammad Yusroh menyampaikan hari ini akan dipertemukan antara stakeholder Forkopimda dan juga pihak keluarga keempat korban yang masih mencari
03:26atau masih menunggu proses pencarian 4 orang yang masih hilang.
03:31Mereka akan berkomunikasi mengingat berdasarkan SK Bupati Kabupaten Cirebon tertanggal 30 Mei 2025, SK penetapan tanggap telah ditandatangani dan berlaku selama 7 hari.
03:46Sehingga masih tersisa 2 hari lagi yakni hari ini dan hari besok.
03:50Kalau memang ternyata sampai hari ini masih belum ditemukan maka akan dilakukan upaya komunikasi antara pihak Forkopimda dengan keluarga
04:00untuk menyampaikan beberapa kondisi di lapangan terutama beberapa kendala-kendala untuk melakukan pencarian.
04:07Kesimpulannya apakah nanti akan dilanjutkan ditambahkan waktunya 3 hari ataukah memang diberhentikan pada 7 hari ini.
04:15Mengingat hari Jumat sudah mengejak perayaan hari besar Idul Adha dan hari Kamis adalah hari terakhirnya.
04:24Tentu ini menjadi salah satu pertimbangan tidak hanya itu ketingginya ancaman longsor susulan yang terjadi di bagian barat dan 9 patan tersebut
04:33juga menjadi salah satu yang dikhawatirkan dan diantisipasi oleh petugas.
04:38Dan NIM 0620 menegaskan bahwa jangan sampai upaya operasional mencari operasi evakuasi 4 orang ini justru tidak diinginkan mendapatkan korban lanjutan
04:52karena adanya longsor-longsor susulan ini.
04:55Sejak pukul 6 pagi tadi kami sudah berada di lokasi tanda sudah tertampak beberapa petugas dari tim gabungan
05:01mendatangi lokasi baik Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan lain sebagainya.
05:06Mereka sebelum akan melakukan pencarian pagi ini akan mengadakan doa lintas agama di sekitar lokasi
05:13untuk meminta bantuan kepada yang maha kuasa untuk segera dapat membantu proses percayaan
05:19dan menemukan 4 yang masih di dalam pencarian ini, artinya masih tertimbun longsor nanda.
05:27Mempasuki hari ke-6 proses pencarian 4 korban akan dilanjutkan dengan menambahkan anjing pelacak hari ini.
05:34Terima kasih Jurnalis Kompas TV Muhammad Syari Rondon atas laporannya.
05:37Tetap yang utama adalah hati-hati.
05:38Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan