- 1 tahun yang lalu
Akbar Faisal melakukan podcast dengan Irfan Setiaputra
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:00Kenapa diganti?
00:00:01Oke, jadi saya ini profesional ya?
00:00:04Ada tiga pertanyaan yang tidak akan saya pernah ajukan
00:00:06ke pemegang saham, ke publik, maupun ke siapapun.
00:00:10Pertama, kenapa sih diganti?
00:00:12Nah, dalam perjalanan cari tau itu saya menemukan banyak hal ternyata.
00:00:17Jadi orang-orang di industri ini memang melakukan kesan fatal.
00:00:21Yang menarik standar bagian-bagiannya.
00:00:23Kalau yang orang Indonesia tuh,
00:00:25Masya Allah, Innalillahi.
00:00:27Kalau orang bule kayak apa?
00:00:29Fak you.
00:00:30Semua orang melihat saya begini.
00:00:33Memang gila apa?
00:00:35Semua orang nggak setuju.
00:00:36Tapi di luar semua bisik-bisik.
00:00:38Bagus juga ide lo.
00:00:38Itu aneh itu.
00:00:40Padahal ini negara loh.
00:00:41Negara dengan negara saling gigit gitu gimana ceritanya?
00:00:44Kenapa Anda tidak melawan?
00:00:48Saya nggak punya-punya.
00:00:49Saya happy kalau agak tiket turun.
00:00:52Saya sangat senang kalau agak tiket.
00:00:54Tapi tolong understand atau mahamin dulu struktur biaya.
00:00:57Sebagai konsumen, saya merasa dan harusnya kita berpikir seperti itu harus membela kepentingan kita.
00:01:22Seperti itulah seharusnya sebuah karakter bangsa yang memahami masa depan.
00:01:26Salah satu dari banyak sektor atau layanan di ruang publik itu adalah layanan pesawat terbang alias pesawat komersial.
00:01:39Dan itu berarti berhubungan dengan layanan operator ya.
00:01:45Saya sering sekali melakukan perjalanan.
00:01:48Dan salah satunya itu yang kita anggap dengan kacamata tradisional kita itu berisiko banget.
00:01:54Bernama pesawat terbang.
00:01:55Ya kan?
00:01:56Kan ya mudah-mudahan nggak terjadi.
00:01:58Tapi kan nggak lucu kalau kemudian pesawatnya aneh-aneh di atas.
00:02:01Emang ada bengkel di atas?
00:02:02Kagak ada.
00:02:03Maka kita harus memastikan sikap kita.
00:02:04Untuk itu saya mengundang teman saya sudah berhenti jadi di root beberapa waktu yang lalu.
00:02:13Tetapi dia adalah mantan di root operator terbesar di Indonesia bernama Garuda Indonesia.
00:02:20Mas Irvan Setiaputra.
00:02:22Bro, thank you ya?
00:02:23Sama-sama.
00:02:24Itu sikap saya.
00:02:26Dan saya yakin banyak orang yang sependapat dengan saya.
00:02:29Salah satu isu yang sering saya mainkan di Twitter saya itu adalah tentang layanan ini.
00:02:34Termasuk kepada Garuda.
00:02:36Beberapa kemarahan saya itu terlontar di situ.
00:02:39Selain kepada mas kapal lain ya.
00:02:41Ke batik kek, layan kek, atau apa kek gitu ya.
00:02:44Menurut saya nggak apa-apa.
00:02:45Kita biasakan untuk bersikap seperti itu.
00:02:48Tetapi, jangan langsung kelayanannya dulu.
00:02:53Kita mulai dari awal dulu.
00:02:54Bro, emang kenapa yang tadi ganti?
00:02:57Layanan dulu deh.
00:02:58Karena gini, gini, gini, gini.
00:03:03Jadi pada waktu tahun Januari 2020 saya diminta menjabat di Garuda.
00:03:09Agak deg-degan juga sebenarnya.
00:03:11Oke.
00:03:12Karena saya kan nggak punya pengalaman industri ini sama sekali.
00:03:14Sebelumnya sebagai...
00:03:16Saya dirut macam-macam lah.
00:03:17Iya.
00:03:18Tapi lebih banyak di IT, telekomunikasi, dan terakhir agak nyelenya sih.
00:03:22Di Tambang, Batubara gitu kan ya.
00:03:24Ya, saya mau buka rahasia sedikit di sini.
00:03:26Jangan sakit hati ya.
00:03:27Aku juga ikut meragukan Anda pada masa awal itu.
00:03:29Oh iya.
00:03:30Nggak usah Anda, saya aja ragu.
00:03:32Saya sampai nanya sama Pak, Anda yakin Pak?
00:03:35Oke.
00:03:35Tapi kan...
00:03:36Tahun berapa itu?
00:03:372020.
00:03:382020.
00:03:39Jadi cukup lama ya?
00:03:40Sebelum COVID lah ya.
00:03:41Oke.
00:03:42Tapi yang banyak orang nggak tahu itu,
00:03:44saya ini punya kepercayaan diri yang memang agak berlebihan.
00:03:47Kalau nggak dibilangnya leneh gitu kan.
00:03:49Dan memang pada waktu masuk di Garuda,
00:03:53saya bukan cuma kalau orang luar mempertanyakan, wajar lah.
00:03:55Tapi orang dalam juga mempertanyakan kan.
00:03:58Walaupun nggak berani langsung lah, bisik-bisik gitu.
00:04:00Jadi waktu town hall pertama,
00:04:02saya kumpulin semua karyawan Garuda,
00:04:04saya katakan,
00:04:06saya ingin pastikan kepada Anda semua,
00:04:08bahwa Pak Erik nggak salah milik saya.
00:04:09Walaupun saya tidak punya pengalaman
00:04:11di industri ini sama sekali.
00:04:13Menteri BUMN?
00:04:14Ya, pada waktu itu Menteri BUMN Pak Erik ya.
00:04:16Saya bilang,
00:04:17kenapa?
00:04:19Karena di kehidupan saya,
00:04:22saya ini sudah 56 tahun terbang.
00:04:25Jadi saya nggak punya pengalaman di industri,
00:04:27tapi saya jadi penumpang 56 tahun.
00:04:29Kebetulan saya beruntung,
00:04:30Bapak saya ini kerja di Deplu,
00:04:32umur 3 bulan saya udah terbang.
00:04:33Walaupun nggak ingat lah ya.
00:04:35Tapi ceritanya umur 3 bulan, 4 bulan udah terbang.
00:04:37Jadi saya udah 56 tahun.
00:04:38Pada waktu itu saya di Rut Garuda,
00:04:39umur 56 tahun.
00:04:40Dan saya tahu persis,
00:04:45selama 56 tahun terbang itu,
00:04:47sebenarnya semua maskapai itu
00:04:49sebenarnya nggak peduli kok sama penumpang.
00:04:51It's just a name and number.
00:04:53It's just a name and number.
00:04:55Jadi,
00:04:57maskapai itu kan kalau mengiklankan,
00:04:58tempat duduknya di baru,
00:05:00bisnis kelasnya baru.
00:05:03Pernah nggak sih dia nanya penumpang,
00:05:04Anda peduli nggak sih bisnis kelas yang miring,
00:05:06panjang gitu?
00:05:07Kalau saya peduli,
00:05:08karena tinggi badan saya kan,
00:05:09saya butuh yang kalau di flatbedkan 2 meter.
00:05:14Tapi saya nggak mau.
00:05:15Nah, ada satu maskapai internasional yang paling top.
00:05:18Saya nggak suka terbang sama mereka di bisnis kelas.
00:05:20Sekarang kenapa?
00:05:21Karena kakinya masuknya ke dalam sekali.
00:05:23Masuk dalam ke sekali.
00:05:24Dan saya ini,
00:05:25saya ini orang kampung,
00:05:27Bang.
00:05:29Tidur tuh nggak bisa lurus,
00:05:30nggak bisa tertip.
00:05:31Kementok terus.
00:05:32Akhirnya duduk tegak aja gitu.
00:05:33Kalau gitu,
00:05:34kenapa nggak di ekonomi saya dudukan?
00:05:36Lula mahal gitu kan.
00:05:37Jadi itu kursi,
00:05:39terus makanan disajikan.
00:05:41Mau makanan apa,
00:05:42saya kalau nasi padang udah top lah.
00:05:46Iya kan?
00:05:47Sama indomie udah 2 itu aja kok saya.
00:05:49Terus TV.
00:05:52Layan macam-macam,
00:05:54channelnya ribuan channel gitu.
00:05:56Kan yang dia iklankan selalu tuh.
00:05:58Dan yang lebih kacaunya lagi,
00:06:00maskapai semua airlines itu,
00:06:01mengiklankan perempuan.
00:06:04Pramugarinya kan di iklankan selalu kan?
00:06:06Cuma ada 2 industri di dunia ini, Bang.
00:06:10Yang mengiklankan menggunakan perempuan.
00:06:13Satu airlines,
00:06:14kedua spa.
00:06:15Sama panti pijat.
00:06:16Ya kan nggak lucu,
00:06:17kalau lagi-lagi disitu.
00:06:18Kalau kita mau menghargai,
00:06:20mau mendudukan yang benar,
00:06:22nggak bisa.
00:06:23Dan kita nggak selling girls kan?
00:06:25Jadi sejak itu,
00:06:26Garuda nggak pernah lagi ngeluarin
00:06:27iklan,
00:06:30promosinya menggunakan pramugarinya.
00:06:32Pernyataan,
00:06:33entah, saya selas sedikit.
00:06:34Pernyataan Anda yang tadi itu
00:06:36agak mengganggu saya loh.
00:06:38Seluruh airline itu,
00:06:39atau maskapai itu,
00:06:40sebenarnya nggak peduli dengan penumpang.
00:06:43Loh, sekarang saya tanya.
00:06:44Kalau delay,
00:06:46ada nggak?
00:06:47Bosnya datang,
00:06:48atasannya datang,
00:06:49saya bilang,
00:06:49saya ada Garuda,
00:06:50atau saya dari,
00:06:51ini,
00:06:52nggak kan anak.
00:06:52Tapi kan ada aturannya bro,
00:06:55bahwa,
00:06:55ini peraturan pemerintah ya,
00:06:57kalau berapa ya?
00:06:57Dua jam itu,
00:06:58diganti berapa,
00:06:59diganti berapa?
00:07:00Meskipun jarang yang melakukannya.
00:07:02Bukan soal itu.
00:07:04Anda terbang ke Surabaya.
00:07:07Saya kalau ngomong sama teman-teman di Garuda,
00:07:09dan sebelum itu saya,
00:07:10jadi setelah itu kita,
00:07:12saya ngajak direksi teman-teman,
00:07:13fokusin.
00:07:14Ini ada cerita yang menarik gitu.
00:07:15Dua minggu saya berada di situ,
00:07:17tiba-tiba ada telepon,
00:07:18dari salah satu di RUT BUMN,
00:07:19yang mengatakan,
00:07:20ini kok delay-nya lama banget,
00:07:21dari Makassar ke Manado.
00:07:23Terus saya tanya,
00:07:24sama teman-teman direksi,
00:07:25sebagian besar kan dari Garuda,
00:07:27ini gimana sih kalau delay gini?
00:07:29Karena saya nggak ngerti air lagi,
00:07:30saya tanya.
00:07:31Dan saya tidak malu bertanya loh.
00:07:34Satu ngomong begini,
00:07:35dua ngomong tiga,
00:07:36tiga ngomong begini,
00:07:36begitu yang keempat ngomong,
00:07:37saya gebrak meja.
00:07:39Saya bilang,
00:07:39bangke lu semua lu.
00:07:41Nggak ada yang ngomongin penumpang.
00:07:43Bisa nggak dibayangin?
00:07:44They don't care buat penumpang.
00:07:46Loh,
00:07:47Pak,
00:07:47lu dua jam,
00:07:48lu delay dua jam.
00:07:50Pernah nggak nanya penumpang itu,
00:07:51masalah apa dengan dua jam?
00:07:54Dengan dia tidak bisa memenuhi jadwal,
00:07:57itu kan bisa jadi meeting dia,
00:07:59yang memungkinkan dia mendatangkan bisnis gede,
00:08:01hilang.
00:08:02Bisa jadi dia interview pekerjaan,
00:08:05hilang.
00:08:05Bisa jadi ibunya lagi di ICU,
00:08:09begitu dia telat dua jam meninggal.
00:08:10Nggak ada penumpang-penumpang sampai tahun jauh kan?
00:08:14Ya,
00:08:14kan kita udah jalankan aturan.
00:08:15Problemnya gitu lagi,
00:08:16udah jalankan aturan.
00:08:18Jadi memang selama saya di Gauda,
00:08:20itu terus yang saya nanya.
00:08:21Kita muncul lah,
00:08:22because you matter tagline-nya kan.
00:08:24Saya nyebarin handphone saya kemana-mana.
00:08:27Jadi banyak sekali,
00:08:28sampai keluarga istri bilang,
00:08:30pengatih,
00:08:30pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih, pengatih.
00:08:31Lagi komplain,
00:08:32dan semua komplain kan.
00:08:34Dilelah bagasi,
00:08:35hilanglah kelakuan ini,
00:08:37ya adalah tanggung jawab saya dan teman-teman untuk menjawab kan.
00:08:41Karena widuknya penumpang.
00:08:43Pada bagian itu,
00:08:44saya harus sedikit membuka rahasia para penonton saya.
00:08:50Sebenarnya,
00:08:51alasan saya mengajak teman saya ini untuk duduk di kursi panas ini,
00:08:55karena ingin mendengarkan banyak hal,
00:08:57tapi karena ada satu sentuhan kecil,
00:08:59yang ternyata berdapat besar bagi saya.
00:09:00Dalam penerbangan dengan pesawat kecil dari Surabaya ke Bali,
00:09:05pada saat turun itu,
00:09:07Mas Irfan itu ada di tangga belakang,
00:09:09di rute.
00:09:09Saya bilang,
00:09:10oh enggak salah nih.
00:09:11Itu barangkali kecil bro.
00:09:13Tapi bagi saya,
00:09:14yang sudah cukup lama ngomel,
00:09:16terbang dan ngomel atas pelayanan,
00:09:18itu menjadi berarti.
00:09:19Terima kasih untuk kepedulian itu.
00:09:21Maka kemudian menurut saya,
00:09:23oke,
00:09:24apa namanya,
00:09:25hal-hal baik dari seorang Irfan,
00:09:26itu harus didengarkan oleh banyak orang.
00:09:29Belum baik sih,
00:09:29belum baik semua.
00:09:30Ya, oke lah.
00:09:31Ini pengakuan saya.
00:09:32Tapi kita terus berusaha mengedepankan.
00:09:34Iya.
00:09:34Tapi jangan menghindar dari pertanyaan saya.
00:09:36Oh iya, silahkan, silahkan.
00:09:37Gimana, gimana, gimana?
00:09:38Kenapa diganti?
00:09:39Oke, jadi saya ini profesional ya.
00:09:42Iya.
00:09:42Nah, walaupun di BUMN,
00:09:44saya selalu declare saya profesional.
00:09:45Profesional itu,
00:09:47taat ajas.
00:09:47Jadi, pada waktu itu,
00:09:50banyak juga yang nanya,
00:09:51setelah selesai diganti itu.
00:09:52Ada tiga pertanyaan,
00:09:54yang tidak akan saya pernah ajukan.
00:09:57Ke pemegang saham,
00:09:59ke publik,
00:09:59maupun ke siapapun.
00:10:00Pertama,
00:10:01kenapa saya diganti?
00:10:02Oke.
00:10:03Kedua,
00:10:03siapa yang ganti saya?
00:10:05Oke.
00:10:05Ketiga,
00:10:07kenapa dia?
00:10:08Oke.
00:10:08Kenapa?
00:10:09Karena menurut saya,
00:10:10itu kewenangan,
00:10:11hak sepunya pemegang saham.
00:10:13Oke.
00:10:13Gak perlu saya pertanyakan.
00:10:15Kalau saya pertanyakan,
00:10:15dulu waktu saya diangkat,
00:10:16kok saya gak mempertanyakan?
00:10:17Kan saya gak bisa tebang.
00:10:18Kenapa Bapak begini,
00:10:19kan?
00:10:19Gak, Bi?
00:10:20Iya.
00:10:20Iya kan?
00:10:21Jadi,
00:10:22saya memang setelah selesai,
00:10:24apa,
00:10:25RUPS LB Balu waktu,
00:10:26saya langsung whatsapp Pak Eric,
00:10:27Pak Menteri BUMN,
00:10:28sama Pak Kartiko,
00:10:30Pak Wamen.
00:10:31Saya mengucapkan terima kasih.
00:10:32Saya terima,
00:10:33di akhir keputusan,
00:10:34dan mengucapkan terima kasih
00:10:35atas kepercayaan.
00:10:36Saya,
00:10:37tentu saja harus menghormati
00:10:38jawaban ini, bro.
00:10:41Sebagai penumpang,
00:10:43boleh dong,
00:10:44saya mengoptimalkan
00:10:45rasa penasaran saya,
00:10:47dan lalu mencari jawaban.
00:10:49Sebab ini menyangkut dengan kami.
00:10:50Katakanlah misalnya,
00:10:51bahwa apakah orang yang mengganti Anda,
00:10:53itu adalah orang yang tepat
00:10:54untuk melayani saya.
00:10:55Bukan cuma pelayanan biasa,
00:10:57nyawa saya loh.
00:10:58Kira-kira kan begitu ya.
00:10:59Maka kemudian,
00:11:00saya ganti pertanyaannya.
00:11:01Atau Anda tetap tanya,
00:11:02tapi jangan sama saya,
00:11:03pemegang saham.
00:11:05Nantilah saya undanglah,
00:11:05saya di ke sini lagi.
00:11:07Maka kemudian,
00:11:08saya ubah pertanyaannya,
00:11:09dengan mengatakan begini.
00:11:11Tadi saya sudah memberikan apresiasi.
00:11:15Kata banyak teman itu,
00:11:16bahwa ini mungkin pujian,
00:11:17tapi ya terserah lah,
00:11:19mau panjang leher atau tidak,
00:11:21itu terserah Anda lah.
00:11:22Udah panjang leher.
00:11:25Bahwa Garuda itu punya karakter
00:11:27di tangan Anda.
00:11:28Yap, terima kasih.
00:11:29Ya, bukan cuma saya ya.
00:11:32Apakah sebagus itu?
00:11:33Enggak juga.
00:11:34Saya berkali-kali marah
00:11:36karena pelayanan itu ya.
00:11:37Bagaimana kemudian
00:11:39delay tanpa jelas gitu.
00:11:41Segala macam lah gitu kan.
00:11:43Tapi lagi-lagi kan
00:11:43kita harus bersikap nih.
00:11:45Nah,
00:11:46maka kemudian
00:11:46saya boleh tahu dong,
00:11:49kenapa seorang yang
00:11:50kami anggap,
00:11:52kami itu bukan cuma saya.
00:11:53Ya, di ajamak ya,
00:11:54ada beberapa orang
00:11:54yang mengatakan
00:11:55bagus dirutnya yang
00:11:56di tangannya Mas Irfan itu.
00:11:58Kenapa Anda diganti
00:12:00dan Anda baru tahu
00:12:0130 menit sebelum rups.
00:12:03Oke?
00:12:03Sementara menurut kami
00:12:05layanan itu sudah baik.
00:12:07Di bagian itu dulu lah
00:12:08sebelum saya masuk
00:12:08ke pertanyaan
00:12:09yang lebih jauh dari itu.
00:12:10Mungkin saya gak bisa jawab
00:12:12kenapanya ya.
00:12:12Tapi mungkin saya bisa
00:12:13bercerita.
00:12:14Oke.
00:12:15The process ya.
00:12:16The process.
00:12:17Jadi memang
00:12:18satu hari
00:12:19tiba-tiba
00:12:20kami,
00:12:21manajemen
00:12:22dalam hal ini saya
00:12:23menerima surat
00:12:24dari
00:12:25pemegang saham.
00:12:26Oke.
00:12:27Untuk mengadakan
00:12:28rups LB.
00:12:31Ya, kita kan memang agak
00:12:32loh kenapa lagi kok
00:12:33rupiah lebih ada apa ya?
00:12:34Kenapa itu terjadi
00:12:35di awal Oktober?
00:12:36Jadi sebelum
00:12:37Pak Presiden dilantik
00:12:38yang baru ya.
00:12:39Dan karena kita adalah
00:12:41perusahaan TBK
00:12:42itu ada aturannya
00:12:44kita mesti masukkan
00:12:46pengajuan
00:12:46ke otoritas
00:12:48ke
00:12:49apa nah
00:12:49ke otoritas bursa
00:12:51dan itu butuh
00:12:5240 atau 45 hari lah
00:12:54untuk bisa diadakan itu.
00:12:55Kenapa itu mesti dilakukan?
00:12:56Karena semua pemegang saham
00:12:58baik yang pemegang satu lembar
00:12:59punya hak yang sama.
00:13:01Bahwa dia tahu
00:13:02jauh-jauh hari
00:13:03enggak besok-besok.
00:13:04Kalau BUMN
00:13:05yang 100%
00:13:06milik pemerintah
00:13:07itu
00:13:07rupsnya dipanggil aja
00:13:09semuanya.
00:13:10Selesai gitu kan
00:13:10karena mereka 100%.
00:13:11Oke.
00:13:13Ya memang
00:13:13waktu itu saya
00:13:14sempat bertanya-tanya
00:13:15kok
00:13:16kok
00:13:16pertanyaan saya
00:13:18lebih bukan
00:13:18karena materi itu
00:13:19sebenarnya.
00:13:20Pertanyaan saya
00:13:21lebih karena
00:13:21itu adalah
00:13:22rups LB.
00:13:24Luar biasa.
00:13:24Luar biasa.
00:13:25Yang ketiga
00:13:26di tahun ini.
00:13:28Di tahun 2024.
00:13:29Jadi ada
00:13:29dua rups LB
00:13:30sebelumnya.
00:13:32Yang wajar-wajar
00:13:32yang pertama rups LB
00:13:33yang pertama itu
00:13:35karena tidak bisa
00:13:35diambil keputusan
00:13:37di rups
00:13:37karena jumlah yang
00:13:39hadir kurang.
00:13:40Terus
00:13:40bisa dibikin rups LB
00:13:42dengan
00:13:42peraturan yang
00:13:44lebih ringan.
00:13:45Sesuatu yang sebenarnya
00:13:46biasa aja gitu kan.
00:13:48Yang kedua
00:13:49karena ada
00:13:49komisaris baru masuk.
00:13:51Dan yang ketiga
00:13:52ya
00:13:53saya
00:13:53digumum.
00:13:54Raja bilang
00:13:55kenapa sih
00:13:56gak ditunggu
00:13:56tahun depan aja
00:13:57pas ini.
00:13:58Apalagi materinya
00:13:59direksi dan
00:14:00komisari.
00:14:00Saya masih pede
00:14:01waktu itu.
00:14:01Gak mungkin
00:14:02yang paling ganti kan.
00:14:04Tanggung juga lah
00:14:05gitu kan.
00:14:06Baru dilantik
00:14:08kemarin
00:14:08mungkin nambah-nambah.
00:14:10Tapi
00:14:10saya
00:14:10dadasannya sih
00:14:11gak pengen
00:14:13tahu juga gitu kan.
00:14:15Memang ada yang bilang
00:14:15lu yang diganti.
00:14:17Oh iya?
00:14:19Lu tanya dong.
00:14:20Ngapain gue tanya?
00:14:24Ya kalau gak
00:14:24dikasih tahu dong.
00:14:24Jadi gitu.
00:14:26Jadi memang
00:14:27akhirnya
00:14:27memang
00:14:29beredarlah
00:14:30di luaran kan.
00:14:31Banyak berita-berita
00:14:32ya saya anggap aja
00:14:32sebagai satu berita.
00:14:34Apalagi kemudian
00:14:34calon pengganti saya
00:14:36posting bahwa dia
00:14:37satu hari sebelumnya
00:14:38ketemu Pak Erick gitu kan.
00:14:39Semuanya makin ini.
00:14:40Tapi ya
00:14:41ya sudah lah
00:14:41saya bilang gitu kan.
00:14:42Tapi formally
00:14:43saya baru tahu
00:14:4430 menit sebelum
00:14:44itu diganti.
00:14:46Sebagai seorang profesional
00:14:47saya ingin
00:14:49mengajak Anda
00:14:50untuk
00:14:51mengedukasi publik.
00:14:53Ya.
00:14:53kalau dibuat
00:14:55dalam bahasa yang
00:14:56lebih ekstrim
00:14:57berikan dong kami
00:14:58penjelasan
00:14:59bahwa kami akan
00:15:00dilayani oleh
00:15:01sebuah perusahaan
00:15:01yang pernah Anda pimpin
00:15:02secara baik gitu ya.
00:15:05Banyak orang
00:15:05mengatakan
00:15:06Garuda di tangan Anda
00:15:07itu lebih baik.
00:15:08Bisa jelaskan sebenarnya
00:15:09ketika Anda masuk itu
00:15:10posisi Garuda
00:15:11seperti apa?
00:15:12Ya ada
00:15:12kejadian lucu-lucu
00:15:14dengan direksi lama lah
00:15:15yang Brompton
00:15:16dan segala macam.
00:15:16Terus kosong
00:15:17berapa lama
00:15:18terus kemudian saya masuk
00:15:19gitu kan.
00:15:20Memang waktu saya masuk
00:15:21kondisi finansial
00:15:22Garuda itu
00:15:24seperti tahun-tahun sebelumnya.
00:15:26Memang waktu tahun itu
00:15:26positif
00:15:27tapi tipis lah ya.
00:15:28Terus kemudian
00:15:29tapi fundamentalnya
00:15:30berat.
00:15:31Utang berapa waktu itu?
00:15:32Utang
00:15:322 miliar dolar.
00:15:342 miliar dolar
00:15:34ekvivalen dengan
00:15:36sekitar
00:15:37berapa itu?
00:15:38Banyak lah.
00:15:39Berapa T lah.
00:15:404 T-an kalau masalah.
00:15:41Mendekati.
00:15:41Nolnya banyak.
00:15:42Nolnya banyak lah.
00:15:43Ya saya sempat pikir juga nih
00:15:44waduh nih.
00:15:45Apalagi nggak ngerti
00:15:46Airlines kan?
00:15:47Apa?
00:15:48Gue tambah aja
00:15:481 miliar
00:15:49abis itu gue diganti lagi.
00:15:52Oke.
00:15:53Ya saya seorang
00:15:54dan saya buka ini.
00:15:54Berita tambah ya gitu kan.
00:15:56Tapi kan saya juga
00:15:57punya keinginan
00:15:58untuk mengetahui
00:15:59ini kenapa sih
00:15:59industri ini.
00:16:00Nah di dalam perjalanan
00:16:01mencari tahu itu
00:16:03makin scary saya sebenarnya.
00:16:05Kenapa?
00:16:05Bang.
00:16:06Airlines itu industri
00:16:07yang kalau saya definisikan
00:16:09industri saya udah banyak
00:16:10masuk industri yang lain.
00:16:11Ini minta ampun lah.
00:16:14Marginnya tipis.
00:16:15Single
00:16:16legit.
00:16:17Single
00:16:17legit loh.
00:16:18Artinya kalau
00:16:194 persen
00:16:203 persen
00:16:20untungnya setahun
00:16:21kan bisa bergerak
00:16:22dengan minus
00:16:22dengan mudah kan ya.
00:16:23Walaupun income kita
00:16:25tahun itu
00:16:25hampir mendekati
00:16:263 miliar dolar.
00:16:27Income.
00:16:28Income.
00:16:28Pendapatan.
00:16:29Tapi marginnya
00:16:30begitu tipis.
00:16:31Nah dalam
00:16:32perjalanan
00:16:33cari tahu itu
00:16:34saya menemukan
00:16:35banyak hal.
00:16:36Jadi orang-orang
00:16:37di industri ini
00:16:38memang melakukan
00:16:38kesan fatal.
00:16:42Salah antar fatal
00:16:43kalau kita buka
00:16:43buku manajemen itu
00:16:44sebenarnya ada di bab pertama.
00:16:46Jangan
00:16:47mengkomoditisasi
00:16:48your product.
00:16:51Nah itu terjadi
00:16:52waktu Southwest Airlines
00:16:53buka di Amerika
00:16:54LCC pertama
00:16:55di dunia
00:16:55diikuti sama Air Asia
00:16:57Tony Fernandez
00:16:58habis itu diikuti
00:16:59sama Pak Rusdi
00:16:59disini
00:17:00dengan Lion.
00:17:01Saya setelah
00:17:02kenal Pak
00:17:02Tony Fernandez
00:17:03saya suatu hari
00:17:04pernah ketemu
00:17:04sama dia bilang
00:17:05you are the most
00:17:05sinful person
00:17:06in the world.
00:17:07Kenapa?
00:17:08Karena dia potong
00:17:10dan LCC itu
00:17:10dia kedatang
00:17:11dengan bisnis model baru
00:17:12harga murah.
00:17:14Apa yang terjadi?
00:17:15Semua airlines
00:17:16yang full service
00:17:16kita,
00:17:17JEL,
00:17:18Singapura Airlines
00:17:18semua
00:17:19ngikutin.
00:17:21Begitu kita
00:17:22ngikutin harga
00:17:23terjadilah namanya
00:17:24komoditisasi
00:17:25produk Anda.
00:17:26bukti dari
00:17:27komoditisasi produk
00:17:28adalah semua orang
00:17:29ketika mau
00:17:29pesen tiket pesawat
00:17:30nanya
00:17:30yang murah yang mana?
00:17:32Kita gak
00:17:33di value lagi
00:17:34kelayanan kita
00:17:36gak di value
00:17:37apapun gak di value
00:17:40udah
00:17:40semuanya cuma
00:17:41harga murah
00:17:41harga mahal kan.
00:17:43Jadi itulah
00:17:44makanya
00:17:45kenapa
00:17:45marginnya tipis.
00:17:49Yang kedua
00:17:50adalah
00:17:51Garuda
00:17:52khususnya
00:17:53pada waktu saya masuk
00:17:54setelah saya
00:17:55interview banyak orang
00:17:56ngomong-ngomong banyak orang
00:17:57ikutin bisnis prosesnya
00:17:58they don't understand
00:18:00how to make money
00:18:01how mendatangkan
00:18:02keuntungan.
00:18:04Jadi kalau minus
00:18:042 miliar itu
00:18:05saya mau kasih tau
00:18:07utang 2 miliar itu biasa
00:18:08ya kan?
00:18:09Berapapun biasa utang.
00:18:10Problemnya nih
00:18:11utang ada lawannya gak?
00:18:14Artinya utang ini
00:18:15bisa dibayar gak
00:18:16dengan pendapatan?
00:18:17Bagaimana 2 miliar itu
00:18:18bisa dibayar
00:18:18kalau setiap tahun minus lagi kan?
00:18:20Ujungnya kan
00:18:20nambah terus kan?
00:18:22Walaupun kita punya
00:18:23pendapatan 3 miliar
00:18:24jadi kita
00:18:24cashnya sangat
00:18:25liquid
00:18:26tapi utangnya gede.
00:18:28Eh lagi-lagi proses
00:18:29mencari tahu ini
00:18:30sekarang terjadilah
00:18:31covid
00:18:31sehingga akhirnya
00:18:33kita menyatakan
00:18:35dengan
00:18:36saya banyak diskusi
00:18:37dengan Pak Kartiko
00:18:38oh ini ya
00:18:39covid adalah
00:18:41kotak Pandora
00:18:42buat Garuda
00:18:42udah dibuka
00:18:43terbukalah semua
00:18:44harga sewa
00:18:44kita paling mahal
00:18:45sedunia
00:18:46saya mau kasih tau
00:18:48harga sewa
00:18:49kita paling mahal
00:18:49jadi
00:18:50777
00:18:51yang kita
00:18:51pesawat yang besar itu
00:18:52yang kita terbang
00:18:52Amsterdam langsung
00:18:53itu sewa
00:18:54satu pesawatnya
00:18:551,7 juta dolar
00:18:56sebulan
00:18:57pada waktu itu
00:18:58setelah kita
00:19:00registru di PKPU
00:19:01harganya
00:19:02di bawah 500 ribu
00:19:03apa artinya
00:19:06pada bagian ini?
00:19:07saya gak mau
00:19:07nyimpulkan apa-apa
00:19:08tapi hasil
00:19:10negosiasi kita
00:19:11bisa 500 ribu
00:19:11dan memang
00:19:12pada waktu itu
00:19:131,7
00:19:13paling mahal
00:19:14sedunia
00:19:15pertanyaannya
00:19:16kalau kita
00:19:17cost structure kita
00:19:18paling mahal
00:19:18gimana bisa
00:19:20ngambil untung kan?
00:19:20entah dulu
00:19:21gak apa-apa lah
00:19:23saya keluar dari
00:19:23model saya
00:19:24teman-teman di KPK
00:19:25dengan Kejaksaan Agung
00:19:27ini sebenarnya
00:19:27sudah pintu
00:19:28sudah kebuka
00:19:29sudah kebuka?
00:19:30sudah kebuka kan
00:19:30sudah diproses
00:19:31di Kejaksaan Agung
00:19:32juga ada proses
00:19:33emang sudah ada?
00:19:35sudah
00:19:35TSK?
00:19:37sudah masuk kok
00:19:38proses pembelian pesawat
00:19:40berapa orang tuh?
00:19:41ada 4 orang
00:19:424 orang?
00:19:43emang cuma
00:19:43oke
00:19:44kita tinggalkan itu
00:19:45bahaya
00:19:46kalau sudah terlalu
00:19:47kejauh jadi itu
00:19:47saya tidak mau
00:19:49menjumuskan orang
00:19:49saya cuma mau
00:19:50menjelaskan
00:19:51secara bisnis
00:19:52bisnis modern
00:19:53mesti diperbaiki kan?
00:19:55jadi yang paling
00:19:55paling
00:19:56paling
00:19:56seperti yang saya katakan
00:19:57teman-teman di Garuda
00:19:58gak ngerti
00:19:59bagaimana mendatangkan
00:20:00keuntungan
00:20:01inilah yang kemudian
00:20:03kita perlahan-lahan
00:20:04tapi ya COVID terjadi
00:20:05ya sudah sekalian
00:20:06kita restru
00:20:06lewat PKPU
00:20:07nah yang saya mau
00:20:09sampaikan
00:20:09bangabar juga
00:20:10PKPU itu
00:20:12kita secara
00:20:14de facto
00:20:14itu potong
00:20:15hutang kita
00:20:1680%
00:20:17proposal kita
00:20:18itu 6 bulan
00:20:20maki-makian
00:20:20kepada semua pihak
00:20:22kreditur
00:20:22semua kreditur
00:20:23kreditur
00:20:24kreditur saja
00:20:24atau yang lainnya juga?
00:20:26ya semua yang
00:20:26kita punya utang
00:20:28semua
00:20:29kecuali bank dan
00:20:31kecuali bank dan
00:20:32BUMN
00:20:32karena itu
00:20:33teknik ini gak bisa
00:20:34dipotong begitu
00:20:35karena mereka akan
00:20:36bukukan keugian
00:20:37tapi untuk bank dan
00:20:38BUMN kita panjangin
00:20:3922 tahun hutangnya
00:20:40itu satu hal
00:20:41dengan BUMN 0,1%
00:20:43setahun
00:20:43setahun loh
00:20:44gak apa-apa
00:20:46saya ingin memberikan
00:20:47apresiasi lagi nih
00:20:49banyak-banyak apresiasi loh bro
00:20:50ini jarang-jarang aku disini nih
00:20:51gitu ya
00:20:52tetapi gini
00:20:5280%
00:20:54prosesnya rumit ya?
00:20:56jadi kita pakai konsultan
00:20:57oke
00:20:58message kita ke konsultan
00:21:00itu adalah
00:21:01bahwa
00:21:01proposal
00:21:02tolong bikinin proposal
00:21:03yang
00:21:04masuk akal
00:21:05bisa diterima oleh
00:21:06para kredit itu
00:21:07tetapi
00:21:08economically
00:21:09membuat kita bisa hidup
00:21:11datanglah dia
00:21:14dengan 80%
00:21:14waktu mereka presentasi pertama
00:21:15saya bilang
00:21:16lu serius?
00:21:18ini hitungannya gitu
00:21:20saya kan juga gak jago
00:21:21ke ruangan
00:21:21saya bilang
00:21:22hold on
00:21:22saya ngaku aja lah
00:21:24terus saya bilang
00:21:25bisa
00:21:25diskusi ini
00:21:27terus saya bilang
00:21:27masalah satu konsultan
00:21:28can you tell me
00:21:30can you educate me
00:21:31dua hari loh
00:21:31saya butuh mempelajari
00:21:32untuk
00:21:33mengenapa 80%
00:21:35kenapa gak 70
00:21:35kenapa gak 90
00:21:36gitu kan
00:21:37tuh
00:21:39oke
00:21:39terus saya inget
00:21:40saya bilang
00:21:41oke
00:21:41kalau gitu yang ngomong-ngomong kredit terus
00:21:42siapa?
00:21:43apa yuk?
00:21:45kan gue banyak mahal
00:21:47yang ngutangkan bapak
00:21:51masa gue
00:21:51waduh itu
00:21:52itu udah
00:21:53maki-makian terus itu?
00:21:55sebelum dimaki-makian
00:21:56itu udah pengen keluar aja
00:21:57udah gak sanggup
00:21:58kan kebayang
00:21:59kebayangkan
00:22:00kebayangkan
00:22:01saya berhutang
00:22:03seribu perak
00:22:04sama Bang Akbar
00:22:05dua tahun kita gak pernah ketemu
00:22:07nanda telepon saya
00:22:08saya menghindar
00:22:09tiba-tiba datang
00:22:10minta
00:22:10bang Akbar
00:22:11kita bisa ketemuan
00:22:12gak ngopi yuk
00:22:12gitu kan
00:22:13Bang
00:22:1480% dipotong
00:22:16jadi 200 perak
00:22:17kan udah kebayang
00:22:18orang logika
00:22:19kalau gak dimaki-maki
00:22:21yang menarik
00:22:22standar
00:22:23maki-makiannya
00:22:23kalau yang orang Indonesia tuh
00:22:25Masya Allah
00:22:27Inalillahi
00:22:28kalau orang bule kayak apa?
00:22:29fuck you
00:22:30dan itu
00:22:34memukul
00:22:35pesen
00:22:36kalau Bang Akbar hari ini
00:22:38saya tabok
00:22:39untung itu
00:22:41Vicon
00:22:42masih Vicon
00:22:43tapi
00:22:44kita kan Vicon
00:22:45sama mereka
00:22:45tadi ada town hall
00:22:47ada satu-satu gitu
00:22:48isinya semuanya begitu
00:22:49terus
00:22:49ya kita dengan sabah
00:22:51kita ngomong
00:22:52ini gini-gini
00:22:53akhirnya mereka
00:22:54akhirnya setuju
00:22:55saya juga kadang-kadang
00:22:57bisa setuju juga
00:22:59dari 5 miliar dolar
00:23:00turun menjadi 1,5
00:23:01hampir satu-an lebih lah
00:23:03oh luar biasa ya
00:23:04tapi yang jadi persoalan
00:23:05itu
00:23:05FU yang pertama ya
00:23:06belum selesai
00:23:07udah selesai
00:23:08sepakat semua
00:23:09oke
00:23:09yang 20%
00:23:11Anda bayar kan
00:23:12oh gak
00:23:13jadi 20%
00:23:16yang 200 perak
00:23:17tadi
00:23:18Bang Abang kan
00:23:19gak nanya
00:23:20jadi 200 coba ya
00:23:21gak bos
00:23:21140
00:23:23gue ngutang lagi
00:23:2410 tahun
00:23:25yang 60
00:23:27gue kasih saham loh
00:23:28jadi pemilik
00:23:28Garuda gitu kan
00:23:29itu FU lagi
00:23:31boleh lagi-lagi nol
00:23:32maki-maki lagi
00:23:33gitu kan
00:23:34ya kita ikutin lagi
00:23:35tapi sampai rame-rame
00:23:36kita bagi tugas
00:23:37semua direksi
00:23:38semua VP ikutan
00:23:39jadi semua
00:23:40di FU-kan lah
00:23:42dengan itu kemudian
00:23:43Garuda akhirnya
00:23:45mulai nafasnya
00:23:46normal lagi ya
00:23:47nah setelah mereka setuju
00:23:48oke kan
00:23:49berarti kita
00:23:49selamat kan
00:23:51dari TKPU
00:23:51utangnya bisa kita
00:23:52disepakati
00:23:53dan Alhamdulillah
00:23:5495%
00:23:55tapi belum selesai juga
00:23:56belum selesai juga
00:23:57kita udah setuju
00:23:58dipotong 80
00:23:59yang 20 dihutangin
00:24:012 per 3
00:24:02sepertiga jadi saham
00:24:03saya bilang
00:24:03satu lagi
00:24:04khusus buat yang
00:24:07nyamain pesawat kita
00:24:07saya mau bicara lagi
00:24:09harga
00:24:09itulah yang 1,47
00:24:10jadi 500
00:24:11itu udah
00:24:12gebrak-gebrakan meja
00:24:13kalau udah itu terakhir
00:24:14saya cuma
00:24:15justifikasi saya gini
00:24:16kalau kita
00:24:17gak lakukan ini
00:24:18kita akan PKPU lagi
00:24:20satu hari
00:24:21kayaknya
00:24:22doesn't make sense
00:24:23hitungannya dengan
00:24:24HG ini saya bisa untung
00:24:25banyak yang gak setuju
00:24:26terus kemudian
00:24:26pesawatnya dia tarik
00:24:27itulah jumlah pesawat
00:24:29kita turun setengahnya
00:24:30sekarang berapa sih Garuda?
00:24:32ya terakhir
00:24:32selah PKPU itu
00:24:33sekitar 70-an
00:24:34pesawat ya?
00:24:35artinya
00:24:36dari 144
00:24:37ya
00:24:37saya ingin tanya
00:24:38bagian ini bro
00:24:39anda yakin
00:24:41bahwa
00:24:43sewa Garuda
00:24:44tidak akan
00:24:45gila-gilaan lagi
00:24:46seperti yang
00:24:46kemarin-kemarin?
00:24:47kalau pesawat yang
00:24:48saat ini dipakai
00:24:49pasti enggak
00:24:49enggak
00:24:50kalau bagus lagi
00:24:51saya ingin melihat
00:24:52ke depannya
00:24:53jangan sampai kita
00:24:54menderita lagi nantinya
00:24:55gara-gara ketidakpahaman loh
00:24:56oke
00:24:56jadi gini
00:24:57kenapa kita bisa
00:24:59dapat murah
00:24:59itu ternyata
00:25:00ada lembaga
00:25:02independen
00:25:02yang melakukan
00:25:04review terhadap
00:25:05semua pesawat
00:25:06tahun berapa
00:25:07dibuatnya
00:25:09dan average harganya
00:25:11jadi ketika orang datang
00:25:12misalnya average harganya
00:25:13100 ribu
00:25:14sebulan
00:25:14terus dia datang
00:25:15dengan 500 ribu
00:25:16ya
00:25:16gak usah ngomong loh
00:25:17gitu kan
00:25:18tapi problem yang kedua
00:25:20yang dihadapi sekarang
00:25:21sebenarnya udah kita
00:25:23hadapi satu tahun
00:25:24terakhir ini adalah
00:25:24semua airlines
00:25:27butuh pesawat
00:25:27jadi memang
00:25:30di market
00:25:30harganya
00:25:30mesti 100
00:25:31atau di
00:25:32hitungan-hitungannya
00:25:33si lembaga
00:25:34via ketiga itu
00:25:35100
00:25:35tapi karena yang
00:25:37tersedia cuma ada
00:25:3710 pesawat
00:25:38yang minta 100
00:25:40ya kemudian
00:25:40jadi pasal karet lah
00:25:42problemnya
00:25:43kita ini bukan
00:25:44perusahaan swasta
00:25:44oke
00:25:45jadi saya selalu
00:25:46mengingati teman-teman
00:25:47pada waktu saya
00:25:48masih menjabat
00:25:49adalah hati-hati
00:25:51dengan taman pesawat
00:25:52begitu harganya
00:25:54beda dengan harga
00:25:54yang sekarang ini
00:25:55you need to make
00:25:57a proper justification
00:25:58kenapa
00:25:59harganya 100
00:26:00jadi 300
00:26:01ya kan
00:26:03hati-hati
00:26:03saya cuma bilang hati-hati
00:26:04bikin dokumentasi
00:26:05yang tepat
00:26:06bikin ini
00:26:06bikin ini
00:26:07bikin ini
00:26:07ya
00:26:09saya minta maaf
00:26:11harga kita mungkin
00:26:11kemurahan pada waktu itu
00:26:13jadi membuat siapapun
00:26:14yang setelah ini
00:26:15nama pesawat
00:26:16mungkin sulit
00:26:17problem bagi dia
00:26:18nantinya
00:26:18ya problem juga
00:26:20waktu itu bagi saya
00:26:20tapi
00:26:22bang
00:26:23saya juga happy-happy aja
00:26:24kenapa
00:26:25di dalam perjalannya
00:26:26akhirnya kita menemukan
00:26:27satu hal
00:26:28bahwa kita gak akan
00:26:30jadi perusahaan besar
00:26:30tapi kita akan
00:26:32jadi perusahaan untung
00:26:33nah saya pernah
00:26:34bicara di satu
00:26:35asosiasi
00:26:36aviasi lah
00:26:37semua orang
00:26:38melihat saya begini
00:26:39ya bang
00:26:41gila apa
00:26:41semua orang
00:26:42gak setuju
00:26:43tapi di luar
00:26:44semua bisik-bisik
00:26:44bagus juga ide lo
00:26:45jadi gini bang
00:26:47ini kita ngomong airlines ya
00:26:48kita gak ngomong negara
00:26:49kita gak ngomong penumpang ya
00:26:50kita ngomong airlines
00:26:52kalau hari ini
00:26:54satu
00:26:54setiap hari
00:26:55Jakarta-Surabaya
00:26:56itu ada seribu orang
00:26:57yang mau tebang
00:26:58seribu orang
00:26:59kita semua
00:27:00semua operator
00:27:01saya
00:27:02Garuda
00:27:03Batik
00:27:04ini segala
00:27:04yang kita sediain adalah
00:27:05seribu lima ratus
00:27:06sempat duduk
00:27:07bunuh-bunuhan kan kita
00:27:08usahin terus
00:27:09agar kita turunin
00:27:10bikin promosi
00:27:11ini
00:27:11anda sebagai penumpang
00:27:13tenang aja
00:27:13gue dateng ke airport aja
00:27:14pasti ada tempat duduk
00:27:16jadi saya anjurkan
00:27:18kalau ada sibu orang
00:27:19ke Surabaya
00:27:20mari
00:27:21ini oligopoli ya
00:27:23mari kita sediain
00:27:24hanya 900
00:27:24jadi kita semua
00:27:26bisa untung
00:27:27penumpang
00:27:27bisa berantem kan
00:27:30tapi sebenarnya
00:27:31berantemnya secara positif
00:27:32anda gak ada lagi
00:27:33di Indonesia
00:27:34yang paling unik
00:27:34bang
00:27:35orang mau terbang
00:27:36baru pesen
00:27:36satu hari sebelumnya
00:27:38dua hari sebelumnya
00:27:39gak ada
00:27:39sebelum setiap hari
00:27:40di luar orang lama
00:27:41mereka merencanakannya
00:27:42kita tuh gak ada
00:27:43mayoritas dua hari sebelumnya
00:27:45ini mempersulit juga
00:27:46airlines kan
00:27:47tapi juga
00:27:49kenapa ini
00:27:49be ever terjadi
00:27:50ya karena penumpang
00:27:51yakin gue pasti
00:27:52dapet tiga
00:27:52jadi ini industri
00:27:54yang mesti kita
00:27:55gitu ya
00:27:56terima kasih penjelasannya
00:27:57yang sangat baik
00:27:57untuk ini
00:27:58lagi-lagi saya ingin
00:27:59mengidentifikasi
00:28:01bener gak pujian
00:28:02dan banyak orang
00:28:03tadi itu
00:28:03dari banyak orang
00:28:04dan termasuk dari saya
00:28:05bahwa anda
00:28:06adalah direktur utama
00:28:08Garuda yang
00:28:08paling punya karakter
00:28:10identifikasi anda
00:28:12tentang
00:28:13industri
00:28:14airline seperti ini
00:28:16maskapai seperti ini
00:28:17apa sih yang paling rumit
00:28:19dalam hal mengelolanya
00:28:20hingga kemudian
00:28:21tidak banyak orang
00:28:22berhasil loh
00:28:22atau setidaknya
00:28:23saya ganti
00:28:24tidak banyak orang
00:28:25yang mendapatkan pujian
00:28:26meskipun pujian itu
00:28:27juga minimal
00:28:28oke
00:28:29ini ada dua hal
00:28:30oke
00:28:30saya juga pelajari lah
00:28:32airlines-reklines
00:28:32yang kenapa tutup
00:28:33kenapa bisa bertahan
00:28:35kenapa bisa
00:28:36bagus terus
00:28:37gitu kan
00:28:37jadi ada dua hal
00:28:39dan ini memang
00:28:40akhirnya
00:28:41sangat ditentukan
00:28:42sama the CEO-nya
00:28:44mohon maaf ya
00:28:45oke
00:28:46yang pertama
00:28:47itu
00:28:49excitement berlebihan
00:28:51seorang CEO
00:28:51wah
00:28:53cukup bagus
00:28:55gue tambah pesawat
00:28:56banyak-banyak
00:28:57gue terbang
00:28:58kesana-sini
00:28:58pasti banyak orang butuh
00:29:00karena kalau
00:29:01buka rute Jakarta
00:29:02baru nih misalnya
00:29:03kita buka rute Jakarta
00:29:04Maldives
00:29:04kan
00:29:06seremoninya banyak kan
00:29:07keren lah
00:29:09berita muncul
00:29:10kalau udah muncul
00:29:11di New York Times
00:29:12New York Times
00:29:12buka penerbangan
00:29:13Maldives
00:29:14gitu kan
00:29:15itu
00:29:17terus
00:29:18muncullah pesawat
00:29:19oh kita mau jadi
00:29:21airline pertama
00:29:22yang beli pesawat itu
00:29:23belilah
00:29:24380
00:29:24misalnya dulu
00:29:25gitu ya kan
00:29:26jadi
00:29:27excitement berlebihan
00:29:28seorang CEO
00:29:29karena industri ini
00:29:30so
00:29:31attractive
00:29:31itu
00:29:33itu problem pertama
00:29:34problem kedua
00:29:36dan ini
00:29:36mohon maaf
00:29:37saya yang melihat
00:29:38di beberapa CEO
00:29:39di Garuda sebelumnya
00:29:40itu adalah
00:29:41understanding
00:29:43the industry
00:29:43yang lengkap
00:29:44mengelengkap
00:29:47kenapa gini
00:29:48jadi contohnya gini
00:29:49agak teknis sedikit
00:29:51tapi mudah-mudahan
00:29:51bisa menjadi pembelajaran
00:29:52buat semua
00:29:53tentu saja kami berhak
00:29:54untuk mendapatkan informasi ini
00:29:55jadi seperti saya katakan tadi
00:29:56satu pesawat
00:29:57sewa satu bulannya
00:29:58100 ribu dolar
00:29:59oke
00:30:00misalnya
00:30:00kalau kita menghitung
00:30:04biaya Jakarta-Bali
00:30:05Jakarta-Medan
00:30:06Jakarta-Lampung
00:30:07itu kan kita ngomong
00:30:08biaya
00:30:08jam terbangnya pesawat
00:30:10misalnya
00:30:12ke Bali
00:30:122 jam
00:30:13itu artinya
00:30:15setiap hari
00:30:16pesawat itu terbang
00:30:16ke Bali
00:30:17bolak-balik
00:30:17artinya
00:30:19pesawat itu
00:30:19utilisasinya
00:30:204 jam
00:30:212 jam
00:30:222 jam
00:30:22dari 24 jam
00:30:25kalau dia
00:30:26hanya 4 jam
00:30:27sehari
00:30:27artinya
00:30:28biaya
00:30:29per jamnya
00:30:29mahal
00:30:30karena sebulannya
00:30:3130 hari
00:30:32bayinya
00:30:32100 ribu
00:30:33dibagi
00:30:34300
00:30:35dibagi
00:30:354 jam
00:30:36artinya
00:30:37penting
00:30:38buat kita
00:30:39untuk meningkatkan
00:30:40utilisasi
00:30:41pesawat
00:30:41semaksimal mungkin
00:30:42kalau bisa di atas
00:30:43industri
00:30:43jadi
00:30:4512 jam
00:30:4613 jam
00:30:48yang kata-kata
00:30:50industri
00:30:50itu
00:30:5010 jam
00:30:51kita pernah
00:30:526 jam
00:30:52berapa
00:30:53jam
00:30:54jadi mahal
00:30:54jadi perlu
00:30:56ditingkatkan
00:30:57jumlah penerbangan
00:30:58di jam-jam
00:31:00yang mungkin
00:31:00tidak populer
00:31:01tengah malam
00:31:01itu
00:31:02bagus
00:31:04membuat
00:31:05kos per jam
00:31:06turun
00:31:07tapi
00:31:08setiap kali terbang
00:31:10itu kan
00:31:10ada pilot
00:31:12ada pramugari
00:31:13ada makanan
00:31:14ada
00:31:14aftur
00:31:15ada biaya
00:31:16airport
00:31:16dan segala macam
00:31:17kita mesti
00:31:18pastikan bahwa
00:31:19itu diisi oleh
00:31:20sekian puluh persen orang
00:31:22semuanya ada disitu tuh
00:31:24mesti ada di penerbangan itu
00:31:25jadi jangan kita
00:31:26tambahin
00:31:27utilisasi
00:31:28tapi penerbangan
00:31:29turun
00:31:29contohnya gini
00:31:31beberapa kali kita
00:31:31pernah diskusi
00:31:32Jakarta
00:31:33misalnya
00:31:34Jakarta
00:31:34Keternate
00:31:35kita terbang
00:31:36sehari
00:31:37dua kali
00:31:37pulang pergi
00:31:38terus mau tambah
00:31:40tiga kali
00:31:41fine
00:31:42pertanyaan saya
00:31:44dengan kita
00:31:44tambah tiga kali
00:31:45apakah ada
00:31:45150 orang tambahan
00:31:47karena satu pesawat
00:31:48isi bisa
00:31:48150 orang
00:31:49kalau enggak
00:31:50300 orang yang
00:31:51di dua penerbangan
00:31:51penuh ini
00:31:52kebagi tiga
00:31:53biayanya
00:31:54jadi tiga
00:31:55padahal dua sebelumnya
00:31:56itu mesti faham
00:31:57mesti teliti
00:31:58mesti
00:31:58sabar
00:32:00dan mesti
00:32:01go to detail
00:32:02gitu kan
00:32:03oke
00:32:05oh jumlah penerbangan
00:32:06penuh
00:32:06oke bagus
00:32:07tanyaannya
00:32:08apakah
00:32:08diutilisasi tinggi
00:32:10jumlah penerbangan
00:32:11yang bisa kita naikin
00:32:12SLF
00:32:12apakah
00:32:13harga tiket
00:32:15rata-ratanya
00:32:15naik
00:32:16atau turun
00:32:16karena enggak ada artinya
00:32:18utilisasi tinggi
00:32:19isiannya tinggi
00:32:20harga rata-rata tiket
00:32:21turun
00:32:22jadi ini kayak
00:32:23balon
00:32:23ngelolanya
00:32:24dan we all make mistake
00:32:26daily gitu kan
00:32:27tapi asal kita tahu
00:32:28wah
00:32:29rugi nih
00:32:30turunin jumlah pesawat
00:32:31gitu-gitu loh
00:32:31Anda mengatakan bahwa
00:32:33di antara seluruh
00:32:36apa namanya itu
00:32:37sektor yang berada
00:32:39dalam industri
00:32:39penerbangan itu
00:32:40yang paling tipis
00:32:41keuntungannya itu
00:32:42adalah airline-nya sendiri
00:32:43di industri
00:32:45jadi McKinsey itu
00:32:46pernah melakukan riset
00:32:47di ekosistem aviasi
00:32:49aviasi itu
00:32:50pembuat pesawat
00:32:50kayak Boeing
00:32:51Airbus
00:32:52lesor
00:32:53yang nyewain
00:32:53airport
00:32:54bandara
00:32:55itu scattering
00:32:56ground handling
00:32:58parkir
00:32:59segala macam
00:33:00dan airlines
00:33:00semua untung
00:33:01kecuali airlines
00:33:02padahal yang generate
00:33:04atau menggerakkan
00:33:06nge-drive
00:33:06ekosistem itu
00:33:07kan airlines
00:33:07ada satu bagian
00:33:09yang saya
00:33:10saya jujur
00:33:11kadang-kadang
00:33:12gak ngerti juga
00:33:13bagaimana kita
00:33:13mengelola negara ini
00:33:14Garuda kan
00:33:16BUMN
00:33:16tetapi
00:33:18dalam banyak
00:33:19hal
00:33:20justru Anda
00:33:21direpotkan oleh
00:33:22bagian yang
00:33:23bernama
00:33:24negara itu juga
00:33:25maksudnya
00:33:26katakanlah misalnya
00:33:28Angkasa Pura
00:33:29ya
00:33:30sampai saya itu
00:33:32sudah menggunakan
00:33:33kata
00:33:33ada
00:33:34premanisme
00:33:35di dalamnya
00:33:36oke
00:33:37penyewaan
00:33:38lahan lah
00:33:39iya kan gitu ya
00:33:41tapi Akbar Faiza
00:33:42boleh ngomong apa aja
00:33:43tapi perlu dong
00:33:46contoh misalnya
00:33:47penyewaan
00:33:48lahannya
00:33:49GMF itu
00:33:50emang benar
00:33:52sewanya sampai
00:33:5365 miliar
00:33:54per bulan ya
00:33:56per tahun
00:33:56per tahun ya
00:33:57ya karena dia
00:33:58luas lah
00:33:59bos
00:33:59jangan tanya sama saya
00:34:00selalu tau dari mana
00:34:01saya punya banyak temen juga
00:34:02oke oke oke
00:34:03dan lucunya adalah
00:34:05katakanlah misalnya
00:34:0565 miliar ya
00:34:07untuk lahannya gitu ya
00:34:09katakanlah kalau 3 lantai
00:34:10kan x 3 juga
00:34:10itu aneh itu
00:34:11padahal ini negara loh
00:34:13negara dengan negara
00:34:14saling gigit gitu
00:34:15gimana ceritanya
00:34:16kenapa Anda tidak melawan
00:34:17saya bukan
00:34:21saya bukan pemberontak
00:34:23saya
00:34:23tapi ngeyaw saya
00:34:25jadi gini
00:34:26saya
00:34:27saya ngerti lah
00:34:28ini kan
00:34:30ujungnya kan
00:34:31saya juga dituduh
00:34:33diganti
00:34:33nah ini
00:34:34kita kait-kaitan
00:34:35ada banyak
00:34:35tiktokan
00:34:36yang sampai
00:34:37istri anak
00:34:38gitu
00:34:38pahal ini gimana sih
00:34:39aku
00:34:39biarin aja
00:34:40yang mengatakan
00:34:42bos saya diganti
00:34:42karena gak mau
00:34:43tiket tur
00:34:44dan
00:34:46dijawab di tiktok itu
00:34:48bilang
00:34:48Irfan setiap
00:34:49sebagai diri
00:34:50mengatakan
00:34:50saya bertanggung jawab
00:34:51sama pemegang
00:34:52untuk memastikan
00:34:53perusahaan ini
00:34:53untung saya tidak
00:34:54mau tunai
00:34:54gak pernah begitu
00:34:55gak pernah begitu
00:34:57setiap kali ada orang
00:34:58minta kementerian
00:34:59ngomong ini
00:35:00saya bilang
00:35:00mari kita duduk
00:35:01saya gak pernah
00:35:02punya
00:35:03saya happy
00:35:03kalau ada tiket turun
00:35:04saya sangat senang
00:35:06kalau ada tiket
00:35:07tapi
00:35:08tolong understand
00:35:09atau mahamin dulu
00:35:10struktur biaya
00:35:11dan struktur biaya itu
00:35:13ada struktur yang ditentukan
00:35:14oleh
00:35:14kementerian perhubungan
00:35:16tarif batas
00:35:16yang dimana
00:35:17disitulah
00:35:18airline bikin untung
00:35:20dan itu
00:35:21bang Akbar
00:35:22dari 2019
00:35:22gak pernah naik
00:35:23dan itu dibikin oleh
00:35:25kementerian perhubungannya
00:35:26ditentukan
00:35:27padahal ada
00:35:29banyak hal yang naik
00:35:30inflasi
00:35:30kan orang
00:35:31mesti naik gaji juga
00:35:32dan segala macam
00:35:33di atas itu
00:35:35ada namanya
00:35:36pajak
00:35:37yang kalau tiket
00:35:38dalam negeri
00:35:39dapat kena pajak
00:35:40tiket luar negeri
00:35:41gak kena pajak
00:35:41after dalam negeri
00:35:42kena pajak
00:35:43after luar negeri
00:35:43gak kena pajak
00:35:44gitu kan
00:35:45terus kemudian
00:35:47PJP2U
00:35:48ada juga jasara aja
00:35:49tapi itu 5000 lah
00:35:50ada PJP2U
00:35:51inilah biaya bandara
00:35:52dulu orang bilang
00:35:53hypoteks
00:35:53hypoteks
00:35:54nah sekarang
00:35:56bapak mau turun-turun
00:35:58yang mana
00:35:58orang kita yang
00:35:59bagian kita
00:36:00kita minta naikin kok
00:36:01bapak menghilangin pajak
00:36:03bisa gak
00:36:04bapak menurunkan
00:36:05harga-harga
00:36:05kepaksa pura dua
00:36:06nah
00:36:07terus memang
00:36:08dalam satu diskusi
00:36:08mungkin teman
00:36:09bang Akbar
00:36:10ada disitu
00:36:11saya bilang
00:36:12saya ini
00:36:13saya kembali
00:36:14ngambil contoh
00:36:15GMF
00:36:16saya ini pemegang saham
00:36:17Garuda ini pemegang saham
00:36:18mayoritas GMF
00:36:19tapi gak pernah
00:36:20dapat eviden
00:36:21karena
00:36:23modalnya masih negatif
00:36:24ya
00:36:25aturan kooperasi kan
00:36:26tapi
00:36:28GMF itu
00:36:29masih bayar
00:36:30lahan
00:36:30karena sabura dua
00:36:31yang seterusnya
00:36:32mereka juga dikasih
00:36:33sama negara kan
00:36:34lahan itu kan
00:36:34tapi semua orang
00:36:36kena lahan
00:36:37oh kira
00:36:3765 miliar
00:36:39makanya tau gak
00:36:40bang
00:36:40sebelum saya mundur
00:36:41dan saya bicara
00:36:42waktu itu sama
00:36:43Dirut Injerni
00:36:44Bang Doni
00:36:45yang sekarang jadi
00:36:46one man
00:36:46dan
00:36:47lahan itu
00:36:49diimbrengin aja
00:36:50jadi milik GMF
00:36:50dari
00:36:51Angga Sapura
00:36:52anda jadi pemilik
00:36:53gitu kan
00:36:54setuju beliau
00:36:54tapi pernah coba
00:36:57diitung itu
00:36:57kalau diimbrengin itu
00:36:58Angga Sapura
00:36:59pemilik 90%
00:37:00GMF
00:37:01ini gimana sih
00:37:02jadi kita
00:37:03lihat baik
00:37:04gak usah bayar
00:37:0565 miliar
00:37:05nah ada satu lagi
00:37:07selain biaya-biaya
00:37:08yang saya gak mau
00:37:09bilang preman lah
00:37:10kalau mau ngambil ini
00:37:10tapi juga ada
00:37:11biaya konsesi
00:37:12jadi GMF
00:37:14anak perusahaan kita
00:37:15yang kerja disitu
00:37:16GMF
00:37:16ACS
00:37:18catering itu
00:37:19itu dikenalkan
00:37:21persentase dari
00:37:22pendapatannya
00:37:23oleh Angga Sapura
00:37:24jadi
00:37:26kalau gak salah
00:37:27mungkin nanti bisa tanya
00:37:27sama Dirut yang baru
00:37:28atau teman-teman di Garuda
00:37:29waktu dulu saya diskusi
00:37:31sama teman-teman di GMF
00:37:32diperkirakan
00:37:33tahun 2024
00:37:35GMF itu
00:37:36bayar ke Angga Sapura
00:37:3710 juta dolar
00:37:37untuk
00:37:39sewa lahan
00:37:40dan konsesi
00:37:41setiap tahun
00:37:42tahun 2024
00:37:43Garuda dapet 0
00:37:45sebagai pemilik
00:37:46aneh nih
00:37:48ya saya
00:37:50kan pemilik
00:37:51Garuda kan pemilik
00:37:52pemilik kan gak berada
00:37:53dapet dividen
00:37:54kalau
00:37:54modalnya masih negatif kan
00:37:56iya sih
00:37:57nah cuman kan
00:37:59Irfan ini kan cerdas nih
00:38:00saya panggil
00:38:01jadi lu
00:38:02kena 1,5%
00:38:04apa berapa
00:38:04dari revenue
00:38:05sekarang sih ini
00:38:06gini
00:38:06coba-coba
00:38:07let me understand
00:38:08jadi misalnya lu
00:38:09beli spare parts
00:38:10di luar negeri
00:38:10misalnya
00:38:12hariannya 50 perak
00:38:13terus lu pasang
00:38:15di pesawat gue
00:38:15yang mesti dibenerin
00:38:16ongkos pasangnya
00:38:1930 perak
00:38:20iya pak
00:38:21terus lu
00:38:22tagih ke gue
00:38:23100 perak
00:38:24iya pak
00:38:25kan lu kena
00:38:26konsesi gede
00:38:27dari Angga Sapura kan
00:38:28kena
00:38:29presentasi dari
00:38:30100 perak itu
00:38:30kena kan
00:38:31udah ada gini aja deh
00:38:32spare parts gue yang import
00:38:33terus gue kasih
00:38:35spare partsnya ke lu
00:38:35ongkos lu berapa
00:38:3620, 30
00:38:37lu charge ke gue
00:38:3850
00:38:38kan setengah aja
00:38:39kita bayar
00:38:39lu bayar ke Angga Sapura kan
00:38:40ya artinya
00:38:42saya gak pernah
00:38:43ngajak
00:38:44bontak
00:38:45saya cuman selalu
00:38:46menggunakan gini
00:38:47sebagai
00:38:48kita cari cara dong
00:38:49yang cerdas dong
00:38:50gini gini
00:38:52saya
00:38:52saya ngertilah
00:38:53ente gimana bro
00:38:55tapi menurut saya
00:38:57Garuda ini
00:39:00sudah terlalu lama
00:39:01menderita
00:39:02saya
00:39:02ada bukunya disini gak
00:39:03saya
00:39:05saya pernah bersama
00:39:08dengan
00:39:08Robi Johan
00:39:09Pak Tandri Abeng
00:39:11bikin sesuatu
00:39:13dan kemudian
00:39:14dia jelaskan
00:39:15Pak Robi Johan
00:39:16Robi Johan
00:39:19diajak oleh Pak Tandri
00:39:20almarhum
00:39:21baru saja meninggal
00:39:22mengatakan
00:39:24tolong
00:39:24beresin Garuda
00:39:26utangnya
00:39:27Robi gak mau
00:39:29apaan gitu loh kan
00:39:30ini
00:39:31saya udah hidupku
00:39:31sudah enak
00:39:32tak tolong lah
00:39:33Robi bilang
00:39:34oke saya terima
00:39:35tawaran ini
00:39:35tetapi
00:39:36semua yang saya lakukan
00:39:37Johan tidak boleh
00:39:38campur tangan
00:39:39dikasih
00:39:39banyak lah yang dilakukan
00:39:41oh
00:39:42apa itu
00:39:43bahasanya begini
00:39:44mulai dari
00:39:46persewaan
00:39:47pesawat
00:39:47sampai pengadaan
00:39:48tisu itu
00:39:49dikorupsi di Garuda
00:39:50bayangin aja tuh
00:39:52nah
00:39:53dilakukan perombakan
00:39:54dan disitulah
00:39:55dimulai
00:39:55Garuda
00:39:56ini yang
00:39:57semacam
00:39:58apa namanya itu
00:39:59informasi tambahan
00:40:00menjadi lebih wangi
00:40:02pegawainya
00:40:03cantik-cantik
00:40:04gitu kan
00:40:04seperti itu
00:40:05artinya sebenarnya
00:40:07Garuda itu
00:40:08sudah lama
00:40:08menderita
00:40:09so
00:40:10menurut saya
00:40:11ini
00:40:11tidak bisa
00:40:12kami pengguna
00:40:13jasa anda
00:40:14maka mau
00:40:15tidak mau
00:40:16kalian harus
00:40:16memberikan
00:40:17performa
00:40:18yang terbaik
00:40:18wawancara ini
00:40:21bro
00:40:21adalah bagian
00:40:23dari edukasi
00:40:23publik
00:40:24agar orang tahu
00:40:25masalahnya apa
00:40:25dan kemudian
00:40:26orang-orang yang
00:40:27potensial untuk
00:40:28mengganggu Garuda
00:40:29yang mengurangi
00:40:30pelayanan
00:40:31dan atau bahkan
00:40:32mengancam pelayanan
00:40:33yang berhubungan dengan nyawa kita
00:40:35ini penerbangan loh
00:40:36itu bisa kita
00:40:37hindari
00:40:38maka kemudian
00:40:38kenapa sampai saya buka
00:40:39pertanyaannya tadi
00:40:40kenapa anda diganti
00:40:42itu hubungannya begitu
00:40:43om
00:40:43anda sudah bersikap
00:40:45tapi persoalan
00:40:46saya gak boleh
00:40:46saya juga gak tahu
00:40:47kenapa saya diganti
00:40:48itu dia
00:40:51tapi ketika
00:40:51berita di luar aja
00:40:52mengatakan saya digantikan
00:40:54yang gak mau
00:40:54digantikan
00:40:54saya sudah bisa jelaskan
00:40:56gak mungkin
00:40:56apalagi
00:40:58waktu saya
00:40:59permintaan
00:41:00rups LB itu
00:41:01Pak Presiden
00:41:02belum Presiden
00:41:03belum Presiden
00:41:06belum dong
00:41:07tapi sudah menang
00:41:09sudah menang
00:41:10sudah menang
00:41:10oke saya paham maksudnya
00:41:12nah sekarang
00:41:12saya lanjutkan
00:41:13logika yang saya bangun
00:41:15dengan beberapa catatan
00:41:16saya tadi
00:41:16artinya
00:41:17ada yang mengatakan
00:41:19bahwa
00:41:20sorry
00:41:20agak lama
00:41:21biar kelihatan
00:41:22di maknya
00:41:23tadi kan
00:41:24saya orang marketing
00:41:27jadi
00:41:27dari tadi juga
00:41:29saya sering
00:41:29ngangkat-ngangkat
00:41:29supaya kamera
00:41:31kelihatan
00:41:32artinya adalah
00:41:34anda ingin
00:41:36mengatakan bahwa
00:41:37memimpin
00:41:39sebuah perusahaan
00:41:40BUMN
00:41:41besar
00:41:41gede
00:41:42dengan risiko
00:41:42yang anda sudah
00:41:43jelaskan tadi
00:41:43dan sejarahnya
00:41:44mengatakan
00:41:45memang Garuda
00:41:45itu penuh
00:41:46dengan masalah
00:41:46kalau dikelola
00:41:47oleh orang
00:41:48yang tidak paham
00:41:49itu menjadi
00:41:49terbuktikan
00:41:50gitu ya
00:41:51coba tampilkan
00:41:54di root
00:41:55Garuda yang baru
00:41:56saya yakin
00:41:57anda tidak
00:41:58mau berbicara
00:41:58soal ini
00:41:59oke
00:41:59saya paham lah bro
00:42:00tetapi
00:42:01saya mau berbicara
00:42:02dengan penonton saya
00:42:03bahwa ternyata
00:42:04pilot Garuda itu
00:42:06yang sekarang
00:42:07pengantinya beliau
00:42:07bernama
00:42:09Wamildan
00:42:10Sani Panjaitan
00:42:11adalah
00:42:13kita harus
00:42:14membiasakan
00:42:14membicarakan
00:42:16kinerja
00:42:16selain
00:42:17kagum pada orangnya
00:42:18masih sangat muda
00:42:20lahir tahun 81
00:42:21karirnya
00:42:22sekolah penerbangan
00:42:25pernah bertubuh
00:42:26sebagai pilot
00:42:26patroli
00:42:27Boeing
00:42:27737-200
00:42:29di Squadron Udara
00:42:305 Intai Strategis
00:42:31di Makassar
00:42:32di kampung saya
00:42:33terus mundur
00:42:34dari TNI
00:42:34tahun 2013
00:42:35dia adalah
00:42:38oh ini ada
00:42:39catatan yang bagus nih
00:42:40lulusan SMA
00:42:41Taruna Nusantara
00:42:42ini tampaknya
00:42:43alumni Taruna Nusantara
00:42:45ini lagi mengambil
00:42:46peran banyak
00:42:46ini di negara ini
00:42:47oke kita akan bikin
00:42:48satu episode khusus
00:42:50tentang itu
00:42:50terus
00:42:51di karir industri
00:42:52penerbangan
00:42:53pernah dilayan ya
00:42:54beberapa jabatan
00:42:57di situ
00:42:58meskipun bukan
00:42:59sebagai
00:43:00dia PLT
00:43:02direktur utama
00:43:02tapi
00:43:03PLT kan
00:43:04kewenangannya terbatas
00:43:05nah di karuda sendiri
00:43:07nah saya mau bicara
00:43:08saya yakin Anda
00:43:09tidak membahas
00:43:09ini
00:43:09saya hormati
00:43:10dan rasanya
00:43:11Pak Muhammad
00:43:13dan perlu dikasih
00:43:14kesempatan
00:43:15saya selalu kagum
00:43:16saya jadi diut
00:43:18pertama kali
00:43:18juga umur 38
00:43:19oke saya terima
00:43:20sebuah
00:43:21apa namanya itu
00:43:21kalimat itu
00:43:23tapi ada satu
00:43:24yang tetap
00:43:24mau tidak mau
00:43:25harus saya pertanyakan
00:43:26karena
00:43:26kami ada di situ
00:43:28programnya
00:43:29fokus utamanya
00:43:31direktur utama
00:43:32yang sangat muda ini
00:43:33adalah
00:43:34dari tiga itu
00:43:35ada satu
00:43:36atau dua poin
00:43:37yang
00:43:37saya
00:43:38harus bertanya
00:43:40sebab itu
00:43:41berhubungan dengan
00:43:41apa yang Anda jelaskan
00:43:42dengan panjang lebar tadi
00:43:43menurunkan
00:43:44harga tiket domestik
00:43:46saya sering
00:43:48ngomel
00:43:48karena harga tiket
00:43:49Garuda
00:43:49kemahalan
00:43:50dengan seluruh
00:43:52yang Anda jelaskan
00:43:53tadi
00:43:53dan kemudian
00:43:54ternyata menjadi
00:43:54fokus utamanya
00:43:55direktur
00:43:57utama Garuda
00:43:57apalagi poin kedua
00:43:58menambah
00:43:59armada
00:43:59juga sudah Anda jelaskan
00:44:00barusan tadi
00:44:01logik gak?
00:44:03oh ya
00:44:03logik-logik aja
00:44:05mungkin beliau
00:44:06punya sebuah
00:44:07strategi
00:44:08atau
00:44:08atau taktik lain
00:44:10kan boleh-boleh aja
00:44:12gitu
00:44:13time will tell kan
00:44:14marilah kita
00:44:16beri kesempatan
00:44:17yang bersangkutan
00:44:18untuk menunjukkan
00:44:19fokus beliau
00:44:21dengan
00:44:21menurunkan
00:44:22harga tiket
00:44:23apakah
00:44:24apa yang akan terjadi
00:44:25dengan Garuda
00:44:26dibawahkan
00:44:27untuk meningkatkan
00:44:28profitabilitas
00:44:29perusahaan
00:44:29artinya
00:44:30saya gini
00:44:33saya ini juga
00:44:34bukan orang yang
00:44:35cedas-cedas amat
00:44:36jadi kalau ada orang
00:44:37yang kemudian
00:44:38seperti beliau
00:44:38menyampaikan itu
00:44:39saya selalu bilang
00:44:40teman-teman
00:44:40tanya
00:44:40mungkin gak
00:44:41kalau otak terbatas
00:44:44saya mungkin
00:44:44agak menantang
00:44:46tapi mungkin beliau
00:44:47tahu caranya
00:44:47ya
00:44:48mari kita kasih
00:44:49sempatan
00:44:50untuk membuktikan
00:44:50publik itu
00:44:52suka
00:44:52kerendah hatian
00:44:53seperti ini bro
00:44:53bukan-bukan
00:44:54saya juga gak suka
00:44:55dibandingkan
00:44:56sama pendahulu saya
00:44:57paham
00:44:57tetap
00:44:58tapi kan ini berhubungan
00:44:59dengan kami bro
00:45:00nah itu kan
00:45:00anda
00:45:01silahkan
00:45:02berhubungan
00:45:03dengan teman-teman anda
00:45:05jangan tanya sama saya
00:45:06ya-ya-ya
00:45:07tak maksud saya begini
00:45:09kayaknya ini
00:45:10buat saya ini prinsip
00:45:11buat saya prinsip
00:45:13untuk kemudian
00:45:14tidak mempertanyakan
00:45:15buat saya prinsip
00:45:16untuk memberi
00:45:16kesempatan
00:45:17ya kan
00:45:18buat saya prinsip
00:45:19bahwa anda boleh
00:45:20ya semua orang kan
00:45:21berjanji
00:45:22oke
00:45:22saya dekati dengan
00:45:24oke oke oke
00:45:25saya katakan tadi
00:45:26saya publik suka
00:45:27kerendah hatian
00:45:28seperti ini
00:45:29yang kadang-kadang
00:45:30itu kita meninggalkan
00:45:31problem
00:45:31saya mau masuk
00:45:32lebih dalam
00:45:32saya dekati dengan
00:45:34dengan formulasi
00:45:35yang lebih terukur
00:45:36anda tadi sudah
00:45:37menjelaskan
00:45:38begitu rumitnya
00:45:40mengelola ini
00:45:40hingga kemudian
00:45:41keuntungannya itu
00:45:43tipis banget
00:45:43oke
00:45:44bahkan airline
00:45:45adalah pihak yang
00:45:46paling sedikit
00:45:47menerima keuntungan
00:45:48dari sebuah ekosistem
00:45:49yang namanya
00:45:49maskapai
00:45:50aviasi
00:45:51aviasi
00:45:51maka kemudian
00:45:53kalau dikatakan
00:45:54harga tiket itu
00:45:55mau diturunkan
00:45:56saya mau bertanya nih
00:45:57dalam kasus Garuda
00:45:59karena saya sering
00:46:00sekali lagi
00:46:00saya mengatakan
00:46:01saya sering mengeluh
00:46:01soal harga yang terlalu mahal
00:46:03mungkin gak
00:46:05mungkin gak
00:46:07harga tiket
00:46:08yang terlalu mahal
00:46:09menurut versi
00:46:10saya dan kami itu
00:46:11bisa diturunkan
00:46:12dan kalau diturunkan
00:46:13katakanlah misalnya
00:46:13saya ke Makassar
00:46:15ekonomi
00:46:16terutama kalau belinya itu
00:46:18satu hari sebelumnya
00:46:19itu harganya
00:46:21sampai 2,9
00:46:22atau 3,5
00:46:23kalau dibawa
00:46:25dalam logika
00:46:26yang sederhana
00:46:26kalau diturunkan
00:46:29kira-kira berapa
00:46:29maksimal dari harga itu
00:46:30menyederhanakan masalah
00:46:31memang
00:46:32gini
00:46:32sebenarnya saya tahu kok
00:46:34bagaimana cara
00:46:35menurunkan harga
00:46:37menjaga
00:46:38profitabilitas
00:46:40malah mungkin naik
00:46:41karena orang jadi
00:46:42makin banyak
00:46:43naga-gauda
00:46:44kan tadi saya bilang
00:46:46ada tarif
00:46:47urusan
00:46:48maskapai
00:46:49yang diturunkan
00:46:50dari tarif batas
00:46:51habis itu kan ada
00:46:52tambahan
00:46:52pajak
00:46:55tambahan juga
00:46:56epoteks
00:46:58yang kalau kita
00:47:00terima duit
00:47:002, berapa juta
00:47:02itu
00:47:02dari penumpang
00:47:03itu sebenarnya
00:47:04lewat aja
00:47:05jadi
00:47:07mau turun
00:47:09tapi
00:47:10profit
00:47:10profitabilitasnya
00:47:12bisa naik
00:47:12ya gak usah
00:47:13dipajak
00:47:14udah langsung
00:47:15turun 11%
00:47:16bisa kan
00:47:19kenapa anda
00:47:21tidak lakukan dulu
00:47:22saya
00:47:23jadi setiap kali
00:47:25saya ditanya
00:47:26pak pajak ini
00:47:26pak
00:47:27saya ini kan
00:47:28bagian dari
00:47:29bangsa ini
00:47:30dari BUMN
00:47:31tugas saya
00:47:33kewajiban saya
00:47:35itu adalah
00:47:36memenuhi
00:47:37kebutuhan
00:47:38APBN
00:47:39selain mengatakan
00:47:40keuntungan
00:47:41dan dividenya
00:47:41masuk 100%
00:47:42ke negara
00:47:43juga
00:47:43menikir transaksi
00:47:44yang berpajak
00:47:45kan
00:47:46supaya negara
00:47:47masuk pajak
00:47:47dan kalau bisa
00:47:48terakhir
00:47:48berapa yang terakhir
00:47:49tapi mungkin
00:47:50beliau
00:47:51tim beliau
00:47:51segala
00:47:52ada pembicaraan
00:47:53sebelumnya
00:47:53yang salah satu
00:47:54saya katakan gini
00:47:55sebenarnya
00:47:57secara logik
00:47:58kalau kita
00:47:58bisa bicara
00:47:59sebagai satu kesatuan
00:48:00yang tadi anda
00:48:01bicara
00:48:01sebagai satu republik
00:48:03kita gak usah pajak
00:48:04gak usah tiket
00:48:06domestik pajak ini
00:48:07kan orang itu
00:48:08nginep di hotel
00:48:09jadi gini
00:48:12kita juga pengen
00:48:14harga tiket kita turun
00:48:16tetapi orang
00:48:16berpergian lebih banyak
00:48:18spend lebih banyak
00:48:19di tempat sana
00:48:20untuk kemudian
00:48:22generate pendapatan
00:48:23juga buat negara
00:48:24kan
00:48:24kan itu yang dilakukan
00:48:26Qatar
00:48:27dilakukan Singapur
00:48:28kan
00:48:28contohnya
00:48:30Taylor Swift
00:48:31di Singapur
00:48:31apa yang di generate
00:48:33oleh Singapur
00:48:34bukan agak tiket
00:48:35SQ
00:48:35kalau perlu SQ
00:48:37disiminta turun
00:48:38tapi orang yang
00:48:39nonton Taylor Swift
00:48:40bayar jutaan
00:48:41nginep di hotel
00:48:42makan
00:48:43dan segala macam
00:48:44kan
00:48:44secara komprehensif
00:48:46kan mendatangkan
00:48:47pendapatan
00:48:48ke negara
00:48:49bisa itu
00:48:50mungkin beliau bisa
00:48:51yang saya gak sanggup
00:48:52kalau anda tanya
00:48:53kenapa
00:48:53gak sanggup
00:48:54gue
00:48:54ngeri gue
00:48:55mau apa
00:48:55kengerinya dimana
00:48:58bukan gak
00:48:58saya juga udah bicara
00:48:59segala
00:49:00tapi buat saya
00:49:00itu udah domain
00:49:01of concern
00:49:02buat saya udah
00:49:03terlalu lama
00:49:04karena ini banyak
00:49:06bicara
00:49:06banyak
00:49:07banyak
00:49:07yang mesti
00:49:07dilibatin
00:49:08dan ini mesti
00:49:08drive
00:49:09the leaders
00:49:10di republik ini
00:49:12artinya
00:49:13harga
00:49:13Tagaruda
00:49:14yang anda
00:49:14tetapkan itu dulu
00:49:15itu adalah
00:49:17harga terbaik
00:49:18pada situasi
00:49:18dimana anda
00:49:19sebagai seorang profesional
00:49:20harus memberikan
00:49:21keuntungan bagi negara
00:49:22melalui BUMN ini
00:49:23kan tugas saya
00:49:25menghasilkan keuntungan
00:49:26bukan mengeluhkan
00:49:28nurunkan
00:49:29harga sedikit
00:49:30gak bisa
00:49:30selain tadi
00:49:32mekanisme tadi itu
00:49:33mekanisme yang diatas itu
00:49:35ya
00:49:35ya bang
00:49:36sewa lahan
00:49:39dilangin lah
00:49:40konsesi dilangin lah
00:49:41yang tadi-tadi gitu kan
00:49:42yang
00:49:43yang
00:49:44apa tadi anda bilang
00:49:45preman-preman itu
00:49:45ilangin lah
00:49:47ya kan
00:49:49ya kalau gak
00:49:50tagih sama yang lain-lain
00:49:52jangan sama
00:49:52sama Sohib gitu
00:49:53kakak adik kok
00:49:55saling lebih sering
00:49:56itu dia yang saya maksud
00:49:57sesama anak negara
00:49:59kok begitu
00:50:00idenya
00:50:01in journey dulu
00:50:02kita harapin kejadian
00:50:03gak udah
00:50:04tapi kan gak udah
00:50:04gak masuk-masuk
00:50:05sampai saya keluar
00:50:05masih separate
00:50:07ke entity
00:50:08gak dimasuk-masukin kan
00:50:09gitu
00:50:10tapi
00:50:11saya gak mau
00:50:11nge-challenge sama
00:50:12saya tahu mungkin
00:50:12ada banyak
00:50:13konsideran
00:50:14yang mesti dipertimbangkan
00:50:15tapi kalau ditanya
00:50:16mungkin
00:50:16mungkin sekali
00:50:17mungkin sekali
00:50:18nah pada waktu
00:50:19kita ngomong dengan
00:50:20kondisi saat
00:50:20saya cerita lah
00:50:22saya dipanggil tim
00:50:23maincoma reinvest
00:50:24kan yang ide
00:50:25turunin ini kan
00:50:26Pak Luhut dari awal
00:50:26saya dipanggil sama timnya
00:50:27saya buka begini
00:50:29saya bilang
00:50:302019 ketika harga
00:50:31masih gini-gini-gini
00:50:32gak udah tuh
00:50:33masih untung
00:50:33berdasarkan TBA ya
00:50:35yang ada
00:50:36sekarang udah gak untung
00:50:38saya keluarin grafiknya
00:50:40terus
00:50:41Pak Luhut
00:50:42ya
00:50:43kok sekarang gak untung
00:50:44kok sekarang masih untung
00:50:45ah kalau soal bagaimana
00:50:47perusahaan itu untung
00:50:48gak untuk apa
00:50:48gak untuk apa
00:50:50Anda kan rekrut saya
00:50:51bukan untuk ngeluh
00:50:51Anda rekrut saya
00:50:53tapi saya mau kasih tau
00:50:54kalau lu mau
00:50:55minta gue turunin harga
00:50:57gue aja udah rugi nih
00:50:58salah satu saya
00:50:59yang mau kasih contoh
00:50:59penerbangan Jakarta
00:51:00Bandar Lampung
00:51:01kita rugi terus
00:51:02100% penuh
00:51:03rugi terus
00:51:04karena kita gak bisa
00:51:05nikin harga
00:51:06ada batas-tarif batas
00:51:06saya sohib sama gubernur
00:51:11tiap kali
00:51:12kita turunkan jumlah
00:51:13penerbangan
00:51:14fan
00:51:14tunggu dulu
00:51:15sebelum saya lupa
00:51:16tadi
00:51:17kalau batas bawah kan
00:51:18pasti Garuda gak mau
00:51:19dekat itu ya
00:51:21tapi tarif batas atas
00:51:22tidak pernah berubah
00:51:24sejak tahun 2019
00:51:25kenapa Anda tidak
00:51:27meminta kepada
00:51:29kementerian perhubungan
00:51:30yang merupakan otoritasnya
00:51:31untuk
00:51:31selalu mereview
00:51:33karena hampir harus kerja
00:51:34Pak Kementerian
00:51:35apa perhubungan
00:51:37dengerin ini dong
00:51:38kenapa Anda tidak
00:51:38meminta itu
00:51:39setelah ketemu Pak
00:51:41minta
00:51:41minta
00:51:42mereka gak ngurusin
00:51:44ya sebentar Pak Ivan
00:51:44oke
00:51:45ya masa saya seorang bilang
00:51:47sebentar
00:51:48terus kemudian
00:51:48gak gak sekarang
00:51:49kan gak gitu kan
00:51:50kan gak gitu
00:51:52dan ini kan
00:51:53menaikkan harga ini kan
00:51:55sensitif
00:51:57saya tahu persis lah
00:51:58ini kan ada sensitivity
00:51:59saya terima kasih sekali
00:52:00dan terima kasih juga
00:52:02banyak teman-teman
00:52:02yang bikin kita kesempatan
00:52:03menjelaskan ini
00:52:04supaya publik tahu
00:52:06supaya para
00:52:06orang yang ribut
00:52:08soal naik harga
00:52:08naik harga ini juga
00:52:09makanya
00:52:10saya dong
00:52:11boleh dong
00:52:11protes
00:52:12tapi
00:52:12bang
00:52:13saya ini juga bukan
00:52:14orang yang mata gelap
00:52:15kita interview juga
00:52:16kok para penumpang kita
00:52:17kita tanya
00:52:19harga kita kemahalan gak
00:52:2080% bilang wajar
00:52:22oh ya
00:52:22masa sih
00:52:24ada emang itu
00:52:25ya kita lakukan sufi
00:52:27oke
00:52:28kita
00:52:28kalau soal itu
00:52:29oke lah
00:52:30saya butuh
00:52:31ya sama juga dengan
00:52:31sufi-sufi
00:52:32pilkanda
00:52:32masa gitu sih
00:52:35ya kalau gak kita bikin sufi lagi
00:52:36kalau ternyata 20%
00:52:38Irfan Boong
00:52:38yang ditanya teman-temannya
00:52:39ya oke
00:52:40fine gitu kan
00:52:41tapi kepada
00:52:42kementerian perhubungan ini
00:52:43dulu menterinya ini
00:52:44teman saya nih
00:52:45ini harus
00:52:46teman saya juga
00:52:47ya harusnya kita tahu ini
00:52:48kenapa tidak ada perubahan
00:52:49ini kan setiap tahun
00:52:50ada perubahan
00:52:51karakter dan
00:52:52perilaku ekonomi kita
00:52:53pemasukan kita
00:52:55dia kerja dong
00:52:55oke
00:52:56nah gini
00:52:56kalau saya datang dengan
00:52:58pendekatan beda
00:52:59gini
00:52:59saya sangat setuju
00:53:01industri ini diregulasi
00:53:03tapi bang
00:53:04asal bang tahu aja
00:53:05industri airlines itu
00:53:06regulasinya
00:53:08sama hampir
00:53:10nomor 2 selah bang
00:53:11sangat rigid
00:53:13sangat rigid
00:53:14kenapa?
00:53:14nomor 1
00:53:15saya sangat setuju
00:53:15diregulasi
00:53:16kayaknya soul safety
00:53:17oh ya
00:53:18bawa pesawat harus begini
00:53:19saya sangat setuju
00:53:20tapi
00:53:21mohon dimengerti
00:53:22untuk bisa mengikuti
00:53:24regulasi itu
00:53:25butuh biaya kan
00:53:27fine
00:53:28it takes cost
00:53:29yang kedua
00:53:31saya juga setuju
00:53:32dan itu ada di undang-undang kita
00:53:33bahwa penumpang
00:53:34dilindungi
00:53:35dan
00:53:36itu costly kan
00:53:38nah sekarang
00:53:40kita setuju sudah
00:53:41regulasi
00:53:42soul safety
00:53:43penanganan airlines
00:53:45saya juga setuju
00:53:47regulasi dibikin
00:53:48makin ketat
00:53:48untuk penumpang
00:53:49tapi jangan
00:53:51habis itu
00:53:51harga juga
00:53:52diatur-atur dong
00:53:53kan TBA itu
00:53:56diatur
00:53:57rezim itu
00:53:58mengatur harga kan
00:53:59ya kita sudah
00:53:59bicarakan tadi
00:54:00tapi menurut saya
00:54:01harga harus diatur
00:54:02loh bro
00:54:02biarkan market
00:54:03dong
00:54:04biarkan market
00:54:05kalau
00:54:05kan yang kita
00:54:06atur ekonomi
00:54:07kalau misalnya
00:54:08misalnya Anda
00:54:10menganggap
00:54:11bahwa kemudian
00:54:12harga-harga
00:54:12udah berlebihan
00:54:13kalau yang satu
00:54:14mau tunin
00:54:15kan Anda pindah
00:54:15ke tempat yang lain
00:54:16nah makanya
00:54:17saya mau ngomong
00:54:17tapi dia ngikutin dulu
00:54:18regulasi yang pertama
00:54:20sama yang kedua
00:54:21saya mau tanya
00:54:22apa soal itu
00:54:22ini soal perbandingan
00:54:24nih
00:54:24Anda harga tinggi
00:54:26penjelasannya
00:54:27bagus tadi
00:54:27kenapa sampai harga tinggi
00:54:28tapi kok ada
00:54:29yang murah
00:54:30nah
00:54:31kalau LCC itu
00:54:33maksimum 80%
00:54:34dari harga ya
00:54:35dari harga TBA
00:54:36ya kan
00:54:37cuman suka ada yang
00:54:40naik-naikin harga
00:54:41nggak ketahuan
00:54:42dibiarin
00:54:4380% dari
00:54:45tarif batas atas
00:54:46jadi harga mereka
00:54:47pasti lebih rendah
00:54:47dari kita
00:54:48mereka kadang-kadang
00:54:50rendahnya
00:54:50nggak karu-karuan loh
00:54:51kenapa sampai
00:54:52kemudian orang pindah
00:54:53saya kadang-kadang
00:54:54dapat harga itu
00:54:55900 ribu
00:54:56dari Jakarta
00:54:57Makassar
00:54:58saya selalu gunakan
00:54:58kata Makassar
00:54:59saya harus sering
00:55:00melihat
00:55:00makam ayah saya
00:55:01disana
00:55:02itu murah sekali
00:55:04dibanding dengan
00:55:05Garuda
00:55:05Garuda itu
00:55:06paling murah itu
00:55:071,8
00:55:07itu bukan 20%
00:55:09penurunan bro
00:55:10coba Anda terbang
00:55:11misalnya besok
00:55:12tiba-tiba ke Makassar
00:55:13atau nanti malam
00:55:15terus soalnya
00:55:16Anda datang ke Apple
00:55:17coba
00:55:18harga 900 nggak
00:55:18jahatnya 5 juta
00:55:22saya pernah mendapati
00:55:24situasi itu
00:55:25enggak
00:55:25ya
00:55:27kalau bayi aturan
00:55:28kan mesti di
00:55:29denda itu
00:55:30mesti nggak boleh
00:55:31terbang lagi kan
00:55:32itu aja sih
00:55:33ya harusnya
00:55:35pihak regulator nih
00:55:35yang mengatur ini
00:55:36makanya saya bilang
00:55:37daripada Anda juga
00:55:38ribut regulator
00:55:39ngatung-ngatung-ngatung
00:55:40jaga-jagain
00:55:41agak-agak gini
00:55:42ya kalau Anda
00:55:43memang harus terbang
00:55:44ke Makassar malam ini
00:55:45dan hanya
00:55:46maskapai itu ada
00:55:46dan dia jual 5 juta
00:55:47kan Anda nggak punya pilihan
00:55:48nggak punya pilihan
00:55:49dan Anda akan ikhlas kan
00:55:51walaupun
00:55:51dongkol kan
00:55:52tapi itu kan juga
00:55:54kesempatan
00:55:54nah
00:55:54saya memang
00:55:56juga sempat bertanya
00:55:57ini lagi big season
00:55:58kok diturunin
00:55:59harga kemarin kan
00:56:00aduh
00:56:02maskapai lain maksudnya
00:56:03apa
00:56:03maskapai lain maksudnya
00:56:05bukan ini kan ada
00:56:06kesepakatan kemarin
00:56:07waktu Nataru
00:56:07semua harga tiket
00:56:09diturunin domestika
00:56:10pertama saya bilang
00:56:11orang tuh
00:56:12kalau mau liburan
00:56:13itu planningnya
00:56:14jauh-jauh hari
00:56:14apalagi
00:56:16misalnya turun
00:56:16rata-rata 100 ribu
00:56:17kan mungkin
00:56:18mungkin nggak sih
00:56:19ada keluarga yang
00:56:21eh harga kembali
00:56:22turun 100 ribu
00:56:22yuk kembali yuk
00:56:23ada nggak
00:56:24nggak tahu saya
00:56:25menurut saya
00:56:26saya nggak ada
00:56:27kalau nggak mau kembali
00:56:28nggak bali aja
00:56:28yang kedua
00:56:31big season itu adalah
00:56:32waktu dimana
00:56:33maskapai
00:56:34harusnya
00:56:36mempunyai
00:56:36pendapatan lebih
00:56:37untuk menutupi
00:56:39low season
00:56:40ya
00:56:40Anda tahu nggak
00:56:44kalau mau ke
00:56:45nggak tahu
00:56:45udah dirubah belum ya
00:56:46saya berapa bulan
00:56:47sebelum turun
00:56:48saya ini kan orang degil
00:56:50gitu
00:56:50nggak bisa
00:56:52diam duduk
00:56:53kayak
00:56:53kayak
00:56:54kayak
00:56:54tuh
00:56:55satu hari saya kaget
00:56:55gila ya Garuda
00:56:5775 tahun terbang ke Bali
00:57:00Atau gak tau lah
00:57:01Mungkin 60 tahun terbang ke Bali, Jakarta, Bali
00:57:03Setiap hari minggu
00:57:04Hari minggu ini
00:57:06Jakarta, Bali kosong kan
00:57:07Oh iya kan Jakarta, Bali kosong
00:57:10Bali, Jakarta penuh
00:57:12Kan orang pada pulang semua
00:57:14Kayak lebaran
00:57:16Sebelum lebaran Jakarta ke Surabaya penuh
00:57:20Ke Padang penuh
00:57:21Makassar juga penuh kan
00:57:22Tapi pesawat itu kan masih balik ke Jakarta
00:57:25Kosong kan
00:57:26Kosong kan sama
00:57:28Jadi
00:57:31Saya berubah
00:57:34Gini deh yang ke Bali
00:57:35Hari minggu Jakarta, Bali
00:57:37Kita turunin harganya 30%
00:57:39Berapa waktu sebelum turun
00:57:44Ada tim saya telepon
00:57:45Pak, sejarah ini Pak Gita Pak
00:57:47Sejarah apa?
00:57:49Jakarta, Bali hari minggu penuh
00:57:50Pesawat Airbus gini
00:57:52Hah?
00:57:53Harganya murah
00:57:54Kita kan masih cedas begitu kan
00:57:57Karena gak ada orang yang mau ke Bali hari minggu kan
00:58:00Iya
00:58:00Nah kemudian saya mulai promote
00:58:02Sama banyak di banyak event
00:58:03Anda mau murah
00:58:04Pak Menteri waktu itu Pak Sandi
00:58:06Mau murah
00:58:07Ke Bali murah
00:58:08Berangkat hari minggu
00:58:09Anda kan gak minta setiap hari
00:58:11Berangkat murah kan
00:58:12Mau murah ke Bali itu
00:58:14Berangkatlah hari minggu
00:58:15Pulanglah hari kemis
00:58:16Itu kan kita juga membuat
00:58:19Suasana atau turis di balik
00:58:23Balance
00:58:23Gak semuanya Jumat Sabtu Minggu
00:58:25Mau Jumat mau
00:58:26Ke beach club
00:58:27Gak pernah dapet tempat kan
00:58:28Nah senang malam lah ke beach club
00:58:29Dapetlah tempat
00:58:30Walaupun mungkin Anda mabuk sendirian aja
00:58:32Misalnya gitu
00:58:34Oke
00:58:35Pak Dirot
00:58:36Terakhir
00:58:37Saya harus membawa forum ini
00:58:39Seperti karakternya
00:58:40Meskipun dari tadi sebenarnya juga
00:58:42Apa itu
00:58:43Kaitannya ada
00:58:44BUMN
00:58:47Terkhusus lagi yang
00:58:49Memberi pelayanan kepada banyak orang
00:58:51Seperti Karuda itu
00:58:52Selalu tidak lepas
00:58:54Dari intervensi politik
00:58:55Anda berasa selama menjawab itu
00:58:59Sering mendapat itu gak
00:59:01Atau bahkan barangkali ya
00:59:03Kembali lagi ke pertanyaan awal tadi
00:59:04Anda diganti karena itu
00:59:06Rasanya sih gak
00:59:07Rasanya gak diganti itu
00:59:09Tapi bahwa sering
00:59:09Bukan tekanan lah
00:59:10Saya cuma
00:59:11Buat orang lain tekanan
00:59:13Buat saya permintaan lah
00:59:14Kenapa
00:59:15Saya bersyukur lah
00:59:18Bahwa kemudian
00:59:19Banyak teman-teman
00:59:20Yang terlibat di politik
00:59:21Ini saya kenal
00:59:22Kalau gak kenal
00:59:23Saya sok kenal
00:59:24Kalau di RDP itu
00:59:26Banyak dirut-dirut itu
00:59:28Yang nunggunya di luar
00:59:29Ketakutan lah
00:59:30Atau nunggu di dalam
00:59:31Saya masuk ke belakang
00:59:32Uang yang di belakang kan
00:59:34Ada uang kumpul dulu lah
00:59:35Terus
00:59:37Merokok bareng
00:59:38Merokok bareng
00:59:39Kita makan
00:59:40Itu kan
00:59:40Tapi kadang-kadang juga
00:59:42Sholat disitu
00:59:43Sampai
00:59:44Wah dirutnya sholat
00:59:45Gitu kan
00:59:45Ya berteman aja lah
00:59:47Gitu kan
00:59:48Sehingga ketika makeup
00:59:49Maka menada
00:59:50Buat orang lain
00:59:50Tekan
00:59:51Buat saya permintaan
00:59:52Saya selalu kembalikan lagi
00:59:54Basis permintaan itu
00:59:55Jadi saya selalu bilang
00:59:57Di Garuda ini
00:59:57Bos saya banyak banget
00:59:58Selain menteri
01:00:00Bupati
01:00:00Gubernur
01:00:01Wali kota
01:00:02Lebih ada satu lagi
01:00:03Yang cuman terjadi di Garuda
01:00:05Bos kita
01:00:05Dubes
01:00:06Pak Dirut
01:00:08Bisa gak terbang langsung
01:00:09Jakarta kesini
01:00:10Sudah gila
01:00:11Saya biasanya
01:00:13Baik pak
01:00:13Saya pelajari
01:00:15Gitu kan
01:00:15Ya ada yang marah juga
01:00:17Gitu kan
01:00:18Ada satu dubes dulu
01:00:18Memang
01:00:19Bapak ini dirut keberapa
01:00:21Udah setiap kali ini
01:00:22Saya minta terbang kesini
01:00:23Janji-janji
01:00:24Pelajari-pelajari
01:00:26Ya pak
01:00:27Mas lagi
01:00:30Video call gitu kan
01:00:32Jadi banyak teman-teman dengerin
01:00:33Sebenernya
01:00:34Pak Dirut
01:00:34Marah-marah
01:00:35Bulan depan dia balik
01:00:37Dia cuman mau marah-marah aja
01:00:40Gitu kan
01:00:40Saya selalu datang dengan
01:00:43Chris tadi
01:00:44Pak ini gak nguntungin
01:00:46Kalau mau bapak tebang sana
01:00:48Bantu saya begini-begini-begini
01:00:49Ya kan
01:00:50Kasih PSO bagian itu
01:00:53Jadi kita tuh gak ada PSO
01:00:55Jadi kayak misalnya
01:00:55Berapa kali
01:00:56Kita waktu itu akhirnya banyak gunakan CityLink ya
01:00:58Jadi kita bikin deal sama gubernur atau bupati
01:01:02Katakan bahwa
01:01:03Kami ini balik modal
01:01:05Kalau isiannya 60%
01:01:06Nah
01:01:07Kalau isian di bawah itu
01:01:09Anda subsidi
01:01:10Isian di atas itu
01:01:12Anda gak usah subsidi
01:01:13Ya kan
01:01:15Dan itu
01:01:16Dan mereka menggunakan
01:01:17APBD
01:01:18Dan cukup sukses
01:01:20Problemnya adalah
01:01:21Tahun berganti
01:01:22Berubah lagi kan
01:01:24Berubah lagi kebijakan
01:01:25Berubah lagi kebijakan
01:01:26Tapi itu
01:01:26Tapi kalau yang gak nguntungin sama saya
01:01:28Jawaban saya enggak
01:01:29Kenapa sampai saya
01:01:30Tanyakan itu tadi
01:01:31Karena ya
01:01:32Itulah
01:01:33Kadang-kadang banyak sekali informasi
01:01:34Yang saya terima
01:01:35Salah satu alasan itu
01:01:37Anda diganti itu
01:01:38Karena
01:01:38Anda tuh ngeyel bro
01:01:40Disuruh buka rute baru
01:01:42Kagak mau
01:01:43Disuruh ini
01:01:44Kagak mau
01:01:45Yang kan
01:01:46Daripada orang ini bikin repot kita
01:01:47Ya udah diganti aja lah
01:01:48Itu
01:01:49Bener gak
01:01:50Eh bener saya ngeyel
01:01:51Tapi saya gak yakin kok
01:01:53Bahwa teman-teman yang saya
01:01:55Eyel gitu
01:01:56Minta saya ganti
01:01:57Karena on the other side saya baik sama mereka
01:01:59Van
01:02:00Kan juga mereka yang marah gitu
01:02:02Van
01:02:03Kok mau kesini
01:02:04Siap
01:02:04Atau ada
01:02:06Van
01:02:06Satu setnya
01:02:08Bos
01:02:09Ini kok lu
01:02:10Selalu ada dua tiket
01:02:11Eh berarti jangan ribet lu
01:02:12Oh siap
01:02:14Gitu kan
01:02:14Kok selalu pergi
01:02:16Bener ada tiket satu nempel
01:02:18Gitu kan
01:02:18Kita tau dirilah
01:02:19Kita kasih tau lah
01:02:20Tapi maksud saya
01:02:21Sebenernya saya sih gak ada
01:02:22Sampai pada level
01:02:23Gitu
01:02:23Dan memang
01:02:24Waktu saya diganti
01:02:25Malah teman-teman yang dalam
01:02:26Klasifikasi tanda kutip
01:02:27Bakal marah tuh malah
01:02:29Whatsapp saya
01:02:30Gak ada apa bro
01:02:31Iya iya iya
01:02:31Kenapa
01:02:32Dosa apa loh
01:02:33Gitu gini gini gini
01:02:34Gitu gini gini gini
01:02:34Gitu gini gini ganti
01:02:34Oke
01:02:35Ya ada yang bilang saya
01:02:36Warna tertentu gitu kan
01:02:38Karena dekat dengan berapa orang
01:02:39Enggak saya gak pernah punya
01:02:40Kangkutan politik
01:02:41Iya iya iya
01:02:42Oke
01:02:42Gak ada masalah
01:02:43Bro
01:02:43Thank you ya
01:02:44Eh sama-sama
01:02:45Lagi-lagi
01:02:46Anda
01:02:48Tampanya menggunakan ini
01:02:49Dengan baik
01:02:50Forum ini
01:02:51Untuk menjelaskan
01:02:52Dan memang
01:02:52Menurut saya ya
01:02:53Kita juga pengen perlu tahu
01:02:55Tetapi kan sepanjang diskusi tadi
01:02:57Itu kan aku menggugat
01:02:58Banyak hal juga
01:02:58Begitulah seharusnya
01:03:00Sebuah bangsa berkembangnya
01:03:01Saya bayar
01:03:04Apalagi mahal
01:03:05Saya ingin aman
01:03:06Dan saya
01:03:07Pengen negara itu
01:03:08Untung dari
01:03:09Sebuah BUMN
01:03:11Yang selalu mendapatkan
01:03:11Suntingan dari pemerintah
01:03:12Dan segala macam
01:03:13Segala macam
01:03:13Menurut saya fair kan itu
01:03:15Saya boleh juga bicara
01:03:17Tapi juga fair juga
01:03:19Buat kita
01:03:19Dan menurut saya
01:03:20Kalau bangsa kita
01:03:21Memang mau maju
01:03:22Ya kita juga beri kesempatan
01:03:25Sama teman-teman yang muda
01:03:27Apapun latar belakangnya
01:03:28Untuk coba
01:03:29Persoalannya tinggal satu aja
01:03:30Anda mau belajar atau tidak
01:03:32Betul
01:03:33Problem kalau
01:03:35Saya
01:03:35Saya punya masalah
01:03:37Kalau kemudian
01:03:37Gak mau belajar
01:03:38Ya
01:03:38Kita tapi
01:03:40Saya bisa begini
01:03:41Karena ada orang
01:03:42Lebih senior dulu
01:03:43Kasih kesempatan kan
01:03:44Dalam hal
01:03:44Dirut Garuda yang baru
01:03:47Karena kita bicara soal itu
01:03:48Maka
01:03:48Forum ini akan memberikan
01:03:49Kesempatan kepada
01:03:50Saudara
01:03:52Wamil dan
01:03:53Sani Panjaitan
01:03:53Dirut Garuda yang baru
01:03:56Untuk menunjukkan
01:03:57Bahwa Anda layak
01:03:58Untuk menjadi
01:03:59Pimpinan Garuda
01:04:00Dan selama proses itu
01:04:02Anda menjabat
01:04:02Kami akan
01:04:03Mengkritisinya
01:04:04Seperti itulah
01:04:05Sebuah bangsa yang
01:04:06Seperti waktu Anda
01:04:07Saya menjabat dikritisi juga
01:04:08Tapi karena kita berteman
01:04:11Kayak di gelitik
01:04:12Ya di gelitik
01:04:13Oke
01:04:14Thank you bro
01:04:15Terima kasih sama-sama
01:04:16Pemirsa itu diskusi saya
01:04:18Satu jam
01:04:19Sengaja tak panjangin
01:04:20Karena
01:04:21Hampir semua dari kita itu
01:04:24Pernah terbang
01:04:24Dan juga menggunakan Garuda
01:04:26Ada banyak kritikan kita
01:04:27Menurut saya
01:04:28Saya mendapatkan informasi
01:04:30Yang sangat detil
01:04:31Di ruang ini
01:04:31Oleh mantan Dirut
01:04:33Kita tidak berbicara
01:04:34Lagi tentang
01:04:35Ya saya
01:04:36Memang saya tanya tadi sedikit
01:04:37Tetapi
01:04:38Lebih banyak jawabannya
01:04:39Oh akhirnya begini
01:04:40Tuh Garuda
01:04:41Begitulah
01:04:42Seharusnya kita berbangsa
01:04:43Terima kasih telah menyaksikan
01:04:45Percakapan ini
01:04:46Terima kasih telah menonton
Komentar