Skip to playerSkip to main content
  • 10 months ago
VIVA – Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam engkritik Menteri Koperasi RI Budi Arie yang membatalkan rapat secara mendadak. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PERTAMINA dan PT PLN pada Kamis 22 Mei 2025.

Diketahui, Budi Arie menyambangi gedung KPK pada Rabu 21 Mei 2025 pagi untuk memberikan keterangan. Budi Arie Setiadi jadi sorotan usai namanya muncul dalam sidang kasus suap terkait pembukaan situs judol yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Category

🗞
News
Transcript
00:00Eh, PLN dan Pertamina dan seluruh jajaran yang hadir pada kesempatan hari ini, terima kasih kehadirannya.
00:06Sebelum ke PLN dan Pertamina, Pak, pada kesempatan hari ini di forum rapat terbuka ini,
00:12kami menyampaikan kekecewaan kami atas ketidakhadiran Menteri Koperasi yang membatalkan RDP pada hari ini secara mendadak.
00:22Tidak, sungguh kami sangat kecewa itu, Pak, karena soal Koperasi Merah Putih ini sampai detik ini,
00:30Menteri Koperasi sebagai mitra kerja Komisi 6, sekalipun satu baik kata pun kami belum pernah mendapat penjelasan dari Menteri Koperasi yang bertanggung jawab atas itu, Pak.
00:40Di tempat ini kami tunggu, saya dengar hari Senin tapi belum ada keputusan yang jelas,
00:44karena selasa kami sudah reses dan tidak ada waktu lagi untuk membahas ini, tidak ada maksud lain-lain.
00:50Kami, jangan lihat baju kami pede perjuangan, tapi ketum kami meminta kami untuk mengawal kebijakan Presiden Prabowo
01:00agar betul-betul sukses membawa kesehatan untuk rakyat.
01:04Sehingga kami tunggu penjelasan dari Menteri Koperasi untuk bagaimana hadir di tempat ini,
01:09menjelaskan bagaimana model bisnis dari Koperasi Merah Putih ini, kemudian pendanaan dari mana dan sebagainya,
01:16karena tidak ada kata gagal terhadap program ini, Pak.
01:19Kalau gagal menghancurkan semua hal yang ada di BMS, dengan stress test tadi ternyata ketahanan Pertamina dan PLN cukup baik.
01:28Kami apresiasi kepada Panjirangan Rateshal itu.
01:31Nah, pada kesempatan hari ini kami ingin menyampaikan beberapa hal,
01:35tapi harapan kami, sekali lagi memang cara menyampaikan kami itu seperti ini.
01:40Kalau dirapat sebelumnya, saya kemudian sampai ditelepon oleh beberapa oknum, dipikir kami marah-marah, tidak.
01:46Cara ngomong kami adalah bagian dari kecintaan kami kepada rakyat, kecintaan kami kepada Pak Presiden Prabowo.
01:52Karena beliau adalah Presiden kami semua, sekali lagi jangan dilihat kami dari PDI Perjuangan,
01:56dipikir kita ini tidak perlu pemerintah, tidak.
01:59Ketum kami menyampaikan bahwa kami semua harus mengawal kebijakan dari Presiden Prabowo agar sukses, begitu.
02:05Nah, itu yang paling penting.
02:08Nah, yang pertama Pak yang ingin saya sampaikan di tempat ini, Pak.
02:12Kelangkaan BBM di Balikpapan.
02:17Tentu ini sebuah ironi, kota minyak tapi langka minyak.
02:24Balikpapan yang selama ini kita tahu bersama salah satu produsen minyak,
02:29bahkan kilang terbesar minyak nomor dua ada di Balikpapan,
02:33tapi jenangan tahu hari ini negara kita disusguhkan bagaimana antri berkilo-kilometer warga Balikpapan mau beli BBM, Pak.
Comments

Recommended