00:00Saudara-saudara sekalian, kenapa saya lakukan itu?
00:05Saya memproteksi diri saya sendiri.
00:09Saya memproteksi diri saya sendiri.
00:12Apalagi yang terbayang dalam wajah saya, cucu saya,
00:14bagaimana kalau suatu hari ada apa-apa dengan diri saya sendiri?
00:17Bapak-Ibu, saudara-saudara sekalian,
00:19nah ini bagian yang terpenting yang ingin saya sampaikan.
00:22Bukan bermaksud apa-apa,
00:25seperti yang saya sampaikan,
00:27pengalaman panjang itu menjadi guru yang paling berharga.
00:32Saya terpilih sebagai anggota DPR empat kali,
00:35tapi yang saya jalanin dua kali.
00:37Pernah menjadi pimpinan DPR,
00:39pernah menjadi koordinator banggar.
00:43Selalu semua yang berkaitan dengan banggar itu mengerikan.
00:48Jadi Menteri dua periode, Gubernur Jakarta,
00:51pernah juga menjadi Sekretaris Presiden.
00:53Sehingga dalam hidup saya,
00:57selalu mendapatkan ujian.
01:02Kenapa saya menceritakan ini bukan maksud apa-apa,
01:05betul-betul bukan maksud apa-apa.
01:07Supaya saya sharing tentang bagaimana kita melawan itu.
01:11Saya pernah 10 tahun ngurusin
01:13kepresian Presiden Jokowi.
01:15Semua kepres pengangkatan orang untuk menjadi pejabat,
01:18lewat saya.
01:21Tetapi orang di luar tidak ada yang tahu,
01:23karena memang saya juga tidak mau,
01:25kecuali kalau yang berhubungan,
01:27misalnya Pak Gubernur Sumatera Selatan,
01:29wakil itu minta untuk segdanya.
01:33Pak Tanak, belum ya?
01:35Tetapi hampir semuanya lewat saya.
01:39Dan itulah ujian terbesar.
01:42Termasuk menempatkan orang jadi direktur,
01:44jadi direktur utama di seluruh BUMD kita.
01:49Kenapa kemudian saya menutup diri,
01:52dan orang tidak tahu bahwa itu saya menyiapkan.
01:54Karena ujiannya di sana.
01:57Begitu sekali tergoda,
01:58selamanya akan tergoda.
02:02Ada hal yang lebih besar,
02:04contoh yang konkret.
02:07Ketika saya menjadi gubernur di Jakarta,
02:11saya bilang sama ini kebetulan banyak yang hadir.
02:14Saya sudah selesai dengan diri saya sendiri.
02:17Saya minta semuanya transparan.
02:20Semuanya sistem yang mengatur.
02:21Dan saya berjanji tidak bawa orang satu pun dari luar.
02:26ASN satu pun saya tidak bawa dari luar.
02:29Saya percaya bahwa tim yang ada di balai kota itu sudah top lah.
02:33Karena tunkinnya juga paling tinggi seluruh Indonesia.
02:39Apa yang saya lakukan?
02:41Salah satu contoh.
02:43Ada yang namanya kewesian luas bangunan, KLB.
02:48KLB ini adalah sumber malapetaka sebenarnya.
02:51Karena dulu orang untuk mengurus menaikkan bangunannya,
03:01di Jakarta ini kan problem utamanya tanah.
03:05Untuk menaikkan gedungnya,
03:09ada yang 12 tahun,
03:11ada yang 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun.
03:14Bahkan ketika saya baru menjabat kurang lebih 2-3 minggu,
03:20saya panggil Pak Segda.
03:22Pak Segda, kenapa ini kok lama banget?
03:24Saya ingin ini dibuat transparan.
03:26Bisa gak diselesaikan?
03:28Jangan begitu lama.
03:29Saya bilang juga di internal,
03:34walaupun saya gak usah cerita lah.
03:36Saya minta semua dana obalansit.
03:39Bukan yang tercantum di APBD,
03:40tapi yang obalansit.
03:42Yang tidak tercantum.
03:44Dibuka semua.
03:47Sudah-sudah sekalian,
03:48kenapa saya lakukan itu?
03:49Saya memproteksi diri saya sendiri.
03:53Saya memproteksi diri saya sendiri.
03:56Apalagi yang terbayang dalam wajah saya,
03:57cucu saya,
03:58bagaimana kalau suatu hari ada apa-apa dengan diri saya sendiri.
04:02Karena godaannya tidak kecil.
04:06Begitu 2 minggu saya minta dibuka,
04:09kebetulan ada PT,
04:13apa namanya Bu?
04:15Nusantara Internasional,
04:17Hotel Pullman,
04:18Gedung Nusantara,
04:20ngurus KLB.
04:23Kebetulan pemiliknya teman saya,
04:25saya tanya sama dia,
04:26sudah berapa lama kamu ngurus?
04:2812 tahun.
04:30Hah?
04:3212 tahun.
04:35Mau gak sama-sama transparan,
04:37terbuka,
04:38kita selesai satu minggu?
04:39Kaget.
04:41Gimana caranya Pak Gub?
04:42Sudah, saya jamin kamu selesai satu minggu.
04:45Tapi kamu bayar sesuai dengan apa yang,
04:48dihitung di appraisal bersama-sama.
04:51Akhirnya keluar angka, berapa Bu?
04:53480 miliar bayar.
04:58Dan sekarang dibayar.
05:01Padahal ini sudah 12 tahun.
05:04Sudah 12 tahun.
05:07Karena itu,
05:08saya makin yakin,
05:11saya bilang di internal,
05:14sekarang semuanya transparan,
05:17harus selesai 15 hari,
05:18kalau 15 enggak selesai,
05:21gubernur yang tanda tangan.
05:24Selesai.
05:26Kemarin sudah diketok 15 hari.
05:29Bapak-bapak, ibu sekalian boleh tanya,
05:31staff saya yang ada di belakang.
05:33Jadi,
05:34untuk itu,
05:35kenapa saya cerita ini,
05:36bukan maksud apa-apa.
05:38Kita harus memproteksi diri kita sendiri,
05:41dengan sistem.
05:42Jakarta ini anggaranya,
05:4691 triliun,
05:4891,2.
05:50Tahun depan ini menjadi 94 triliun.
05:53Pasti semua orang ngiler.
05:56Pastilah.
05:57Maka saya harus memprotek diri saya sendiri,
05:59dan untuk itu,
06:00saya lakukan itu.
06:01Maka,
06:02kenapa saya cerita ini,
06:03bagian dari,
06:04upaya kita untuk
06:07sosialisasi anti-korupsi,
06:10harus diri sendiri.
06:12Godaannya itu enggak gampang.
06:15Dan godaannya ada di mana-mana,
06:16apalagi saya pernah juga menjadi pimpinan DPR.
06:19Jadi, Bapak, ibu, saudara-saudara sekalian,
06:21saya tidak ingin berpanjang lagi.
06:25Saya hanya mengharapkan,
06:27mendoakan,
06:28terutama bagi semuanya,
06:30Kepala Daerah,
06:31Ketua DPRD,
06:32Ketika godaan itu datang,
06:36kitalah yang menguji diri sendiri.
06:39Dan,
06:40enggak ada yang namanya,
06:42orang yang kemudian tertangkap itu bahagia.
06:45Terima kasih.
06:45Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:47Mohon berkenan,
06:48Bapak Gubernur tetap berada di tempat.
06:51Selanjutnya kami mengundang,
06:52pimpinan KPK,
06:53Bapak Johannes Tanak,
06:56berkenan untuk menyerahkan piagam penghargaan,
06:59sebagai bentuk apresiasi,
07:01dan sinergi
07:02dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
07:07Hadirin, kita saksikan bersama,
07:10piagam penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.
07:16Luar biasa.
07:30Luar biasa.
07:30Luar biasa.
07:31Luar biasa.
07:32Terima kasih.
Comments