00:00Pertama, saya ingin mendapatkan penjelasan berkaitan dengan pendapatan usaha triwulan pertama tahun 2025, Ibu.
00:17Pendapatan usahanya 36,6. Kemudian laba usahanya 18,2.
00:30Ini berarti di, tadi di marginnya di 49,8.
00:37Namun, begitu di laba bersih, ini langsung turun, nunjeb begitu, Bu.
00:45Nunjeb itu bahasa Jawanya apa ya? Bahasa Indonesia apa? Nunjeb begitu ya.
00:52Dari yang 49,8 langsung jatuh tinggal 15,9.
01:01Kalau kita melihat, Telkom ini kan sebenarnya salah satu perusahaan negara yang boleh dibilang ini sebenarnya perusahaan monopoli.
01:12Walaupun ada pesainya, ada Starlink, ada XL. Tapi kan dominasinya Telkom.
01:23Telkomsel dalam hal ini.
01:26Apa iya kemudian kalau labanya, laba usaha segitu, laba bersihnya hanya 15,9.
01:33Dan kalau kami, kalau hitungan usaha, Bu, itu ya keuntungan tipis.
01:42Melihat apa? Melihat di sini tidak lepas dari campur tangan pemerintah.
01:52Karena namanya perusahaan milik negara. Kan seperti itu.
01:57Jadi nanti saya tolong dijelaskan. Ini apa?
02:04Sper antara laba usaha dengan laba bersih itu bisa sedemikian jauh itu hitungannya seperti apa?
02:12Larinya kemana? Itu yang pertama.
02:15Yang kedua, kalau di komisi lima, Bang Adian itu bilang aplikator kejam.
02:29Promo ojol itu bohong.
02:32Kalau di sini boleh saya katakan, Telkomsel kejam.
02:38Karena melenyapkan sisa kuota dari para penggunanya.
02:50Ini kalau dihitung tidak sedikit loh, Bu.
02:54Tadi benar disampaikan oleh Pak Mufti Anam.
02:59Ini harus Ibu evaluasi.
03:02Karena Ibu baru di Telkom, dengan rekam jejak yang sangat baik tentunya,
03:08ini Ibu harus bisa menyelesaikan persoalan ini.
03:14Jangan sampai kemudian rakyat yang sudah menggunakan Telkomsel,
03:20kemudian mereka, kalau tolari mereka harus lari kemana?
03:25Starlink tidak bisa mencapai pada tingkatan daerah yang pelosok-pelosok seperti desa saya.
03:32Saya sendiri, kalau mau telpon, padahal saya sudah pakai jaringan Wi-Fi.
03:39Tapi kalau mau telpon, kalau tidak di atas, saya harus lari keluar rumah dulu.
03:46Jadi ini yang menjadi persoalan.
03:51Maka dari itu, tentunya sisa kuota yang ditinggalkan oleh para pengguna,
03:59ini kan tidak sedikit, Ibu.
04:00Boleh dong kami nanti diberikan hitung-hitungannya?
04:06Terus kemana sisa kuota ini?
04:08Kalau menurut saya, menurut saya ini,
04:12sisa kuota ini harusnya masuk di dalam laba dari Telkom.
04:19Harusnya.
04:21Nah, selama ini kemana sisa itu?
04:24Contoh saya menggunakan kartu halo.
04:29Tapi saya hampir tidak pernah sama sekali menggunakan untuk,
04:34apa namanya,
04:36secara aktif menggunakan nomor kartu halo saya.
04:40Tetapi saya tiap bulan kan mesti membayar.
04:43Kuota saya boleh dibilang tidak terpakai lebih dari 50%.
04:47Nah, inilah yang saya katakan lari kemana sisa kuota ini.
04:58Begitu juga menggunakan yang prabayar seperti ini.
05:02Ini juga kemana larinya?
05:05Itu yang kedua.
05:09Kemudian, yang ketiga, Ibu.
05:15Kalau kita melihat,
05:19begitu banyaknya
05:21usaha-usaha
05:24yang pengembangan usaha
05:27dari PT. Telkom ini,
05:32ini seharusnya
05:34bisa memberikan
05:36penghasilan yang
05:38lebih.
05:40Artinya,
05:41kontribusi kepada negara
05:45harusnya bisa
05:46lebih besar.
05:48Karena kalau dilihat di sini,
05:52kontribusi untuk negara ini sudah total,
05:55sudah dari pajak,
05:58kemudian
05:59pajak itu sudah
06:03PPH badan,
06:06PPH karyawan,
06:08PPN,
06:09PBB,
06:10kemudian
06:12PNBP,
06:14dan lain-lain.
06:15Itu dari 2020 sampai 2024
06:18hanya memberikan kontribusi
06:21241,5.
06:24kalau melihat
06:26ini,
06:27kalau melihat usaha
06:29yang berada
06:30di
06:31apa,
06:35Telkom Group,
06:36ini harusnya bisa
06:37jauh lebih besar dari itu.
06:44Tidak,
06:46kalau boleh saya katakan,
06:47tidak sekecil ini.
06:49coba nanti saya diberikan
06:53penjelasan terkait ini.
06:57Kalau bisa
06:58per
06:59badan usaha,
07:03per bisnis,
07:04jadi
07:04supaya kami tahu
07:06di mana sih
07:08yang paling
07:09yang bisa memberikan
07:11penghasilan yang paling tinggi,
07:14lapar paling tinggi,
07:15mana yang paling
07:17rendah.
07:20Karena kami mempunyai tugas
07:23untuk melakukan
07:24fungsi kontrol.
07:27Jadi saya berharap
07:29Ibu nanti
07:30benar-benar bisa
07:31menjadi penyelamat
07:32dari
07:33Telkom.
07:36Keimanan Ibu ini
07:37yang sedang
07:38diuji.
07:39karena
07:40Telkom ini
07:41tempatnya
07:42duit.
07:44Jadi
07:45itu Ibu
07:47yang
07:48perlu saya
07:51tanyakan.
07:51Dan terakhir,
07:53terakhir saya
07:53ingin
07:54bertanya
07:55terkait
07:56dengan
07:57jaringan
07:59yang selalu
08:00trouble
08:00pada saat
08:01kita
08:02ada
08:03pesta
08:04demokrasi.
08:05Seperti
08:06yang lalu,
08:07ketika
08:07penghitungan
08:09relkonnya
08:10KPU
08:10tiba-tiba
08:11ini
08:12berhenti.
08:13selamat menikmati.
08:16selamat menikmati.
Comments