Skip to playerSkip to main content
  • 6 months ago
VIVA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Sadarestuwati tegas menyatakan bahwa praktik melenyapkan sisa kuota pengguna sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Sadarestuwati menyoroti praktik hangusnya sisa kuota data yang masih berlaku setelah masa aktif berakhir. 

Category

🗞
News
Transcript
00:00Pertama, saya ingin mendapatkan penjelasan berkaitan dengan pendapatan usaha triwulan pertama tahun 2025, Ibu.
00:17Pendapatan usahanya 36,6. Kemudian laba usahanya 18,2.
00:30Ini berarti di, tadi di marginnya di 49,8.
00:37Namun, begitu di laba bersih, ini langsung turun, nunjeb begitu, Bu.
00:45Nunjeb itu bahasa Jawanya apa ya? Bahasa Indonesia apa? Nunjeb begitu ya.
00:52Dari yang 49,8 langsung jatuh tinggal 15,9.
01:01Kalau kita melihat, Telkom ini kan sebenarnya salah satu perusahaan negara yang boleh dibilang ini sebenarnya perusahaan monopoli.
01:12Walaupun ada pesainya, ada Starlink, ada XL. Tapi kan dominasinya Telkom.
01:23Telkomsel dalam hal ini.
01:26Apa iya kemudian kalau labanya, laba usaha segitu, laba bersihnya hanya 15,9.
01:33Dan kalau kami, kalau hitungan usaha, Bu, itu ya keuntungan tipis.
01:42Melihat apa? Melihat di sini tidak lepas dari campur tangan pemerintah.
01:52Karena namanya perusahaan milik negara. Kan seperti itu.
01:57Jadi nanti saya tolong dijelaskan. Ini apa?
02:04Sper antara laba usaha dengan laba bersih itu bisa sedemikian jauh itu hitungannya seperti apa?
02:12Larinya kemana? Itu yang pertama.
02:15Yang kedua, kalau di komisi lima, Bang Adian itu bilang aplikator kejam.
02:29Promo ojol itu bohong.
02:32Kalau di sini boleh saya katakan, Telkomsel kejam.
02:38Karena melenyapkan sisa kuota dari para penggunanya.
02:50Ini kalau dihitung tidak sedikit loh, Bu.
02:54Tadi benar disampaikan oleh Pak Mufti Anam.
02:59Ini harus Ibu evaluasi.
03:02Karena Ibu baru di Telkom, dengan rekam jejak yang sangat baik tentunya,
03:08ini Ibu harus bisa menyelesaikan persoalan ini.
03:14Jangan sampai kemudian rakyat yang sudah menggunakan Telkomsel,
03:20kemudian mereka, kalau tolari mereka harus lari kemana?
03:25Starlink tidak bisa mencapai pada tingkatan daerah yang pelosok-pelosok seperti desa saya.
03:32Saya sendiri, kalau mau telpon, padahal saya sudah pakai jaringan Wi-Fi.
03:39Tapi kalau mau telpon, kalau tidak di atas, saya harus lari keluar rumah dulu.
03:46Jadi ini yang menjadi persoalan.
03:51Maka dari itu, tentunya sisa kuota yang ditinggalkan oleh para pengguna,
03:59ini kan tidak sedikit, Ibu.
04:00Boleh dong kami nanti diberikan hitung-hitungannya?
04:06Terus kemana sisa kuota ini?
04:08Kalau menurut saya, menurut saya ini,
04:12sisa kuota ini harusnya masuk di dalam laba dari Telkom.
04:19Harusnya.
04:21Nah, selama ini kemana sisa itu?
04:24Contoh saya menggunakan kartu halo.
04:29Tapi saya hampir tidak pernah sama sekali menggunakan untuk,
04:34apa namanya,
04:36secara aktif menggunakan nomor kartu halo saya.
04:40Tetapi saya tiap bulan kan mesti membayar.
04:43Kuota saya boleh dibilang tidak terpakai lebih dari 50%.
04:47Nah, inilah yang saya katakan lari kemana sisa kuota ini.
04:58Begitu juga menggunakan yang prabayar seperti ini.
05:02Ini juga kemana larinya?
05:05Itu yang kedua.
05:09Kemudian, yang ketiga, Ibu.
05:15Kalau kita melihat,
05:19begitu banyaknya
05:21usaha-usaha
05:24yang pengembangan usaha
05:27dari PT. Telkom ini,
05:32ini seharusnya
05:34bisa memberikan
05:36penghasilan yang
05:38lebih.
05:40Artinya,
05:41kontribusi kepada negara
05:45harusnya bisa
05:46lebih besar.
05:48Karena kalau dilihat di sini,
05:52kontribusi untuk negara ini sudah total,
05:55sudah dari pajak,
05:58kemudian
05:59pajak itu sudah
06:03PPH badan,
06:06PPH karyawan,
06:08PPN,
06:09PBB,
06:10kemudian
06:12PNBP,
06:14dan lain-lain.
06:15Itu dari 2020 sampai 2024
06:18hanya memberikan kontribusi
06:21241,5.
06:24kalau melihat
06:26ini,
06:27kalau melihat usaha
06:29yang berada
06:30di
06:31apa,
06:35Telkom Group,
06:36ini harusnya bisa
06:37jauh lebih besar dari itu.
06:44Tidak,
06:46kalau boleh saya katakan,
06:47tidak sekecil ini.
06:49coba nanti saya diberikan
06:53penjelasan terkait ini.
06:57Kalau bisa
06:58per
06:59badan usaha,
07:03per bisnis,
07:04jadi
07:04supaya kami tahu
07:06di mana sih
07:08yang paling
07:09yang bisa memberikan
07:11penghasilan yang paling tinggi,
07:14lapar paling tinggi,
07:15mana yang paling
07:17rendah.
07:20Karena kami mempunyai tugas
07:23untuk melakukan
07:24fungsi kontrol.
07:27Jadi saya berharap
07:29Ibu nanti
07:30benar-benar bisa
07:31menjadi penyelamat
07:32dari
07:33Telkom.
07:36Keimanan Ibu ini
07:37yang sedang
07:38diuji.
07:39karena
07:40Telkom ini
07:41tempatnya
07:42duit.
07:44Jadi
07:45itu Ibu
07:47yang
07:48perlu saya
07:51tanyakan.
07:51Dan terakhir,
07:53terakhir saya
07:53ingin
07:54bertanya
07:55terkait
07:56dengan
07:57jaringan
07:59yang selalu
08:00trouble
08:00pada saat
08:01kita
08:02ada
08:03pesta
08:04demokrasi.
08:05Seperti
08:06yang lalu,
08:07ketika
08:07penghitungan
08:09relkonnya
08:10KPU
08:10tiba-tiba
08:11ini
08:12berhenti.
08:13selamat menikmati.
08:16selamat menikmati.
Be the first to comment
Add your comment

Recommended