Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Silahkan berdonasi seihklasnya untuk mendukung chanel ini !!
https://saweria.co/KebaikanDonasi

#fyp #serialmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharatabahasaindonesia #mahabharatadubindonesia #filmindiadubindonesia

Kategori

Manusia
Transkrip
00:00PAHAPHARA
00:02PAHAPHARA
00:04Sangkuni melihatnya saat lentera jatuh dari tangan Gandari
00:15dan Gandari menyadari kalau masa depannya ada dalam kegelapan.
00:19Gandari adalah seorang gadis yang patuh.
00:22Demi menghormati perintah dari ayahnya,
00:24dia pun siap untuk memberikan pengorbanannya.
00:27Pernikahan ini aku terima.
00:32Meskipun Gandari takut kegelapan,
00:33dia mematikan semua lampu di kamarnya
00:35agar dia terbiasa dengan kegelapan.
00:37Sementara itu di Hastinapura demi menyambut datangnya Gandari,
00:41sebuah tarian penuh cahaya lampu sedang dilakukan.
00:43Alamau sadar Destra Rastra pun dengan soal tahta,
00:45sedangkan ibunya Ambika membicarakan kecantikan Gandari.
00:48Aku sudah melihat Gandari kemarin.
00:50Dia sangat cantik sekali.
00:52Dan kisah pun berlanjut.
00:57Terima kasih telah menonton!
01:27Terima kasih telah menonton!
01:57Terima kasih telah menonton!
02:27Lihat, ada lima langkah di sini, Kak.
02:33Dan ritual pernikahan akan dilakukan di sana.
02:36Aku bisa merasakan kehadiran banyak orang, Pandu.
02:40Lagi pula, ini adalah pernikahan dari calon raja mereka.
02:43Banyak pengorbanan di altar dilakukan di sini.
02:49Semua tempat saat ini sudah dihias dengan banyak bunga.
02:55Aku juga merasakan itu, Pandu.
02:57Aku bisa mencium mawar, bunga magnolia.
03:00Kau luar biasa, Kak.
03:01Kau luar biasa, Kak.
03:03Kadang-kadang, aku coba menutup mataku dan berusaha mengetahui beda-beda yang ada di sekitarku.
03:09Tapi aku selalu saja gagal.
03:12Pandu, cara orang buta yang tidak bisa melihat lagi dengan matanya yang terbuka,
03:19Sama seperti orang yang tidak bisa menutup satu matanya dan menjadi buta.
03:25Bunga-bunga telah tersebar mulai dari sini sampai pintu masuk.
03:30Saat pernikahan, Tuan Putri dari Gandara akan datang dari sana.
03:34Berapa lama lagi upacara pernikahannya, Pandu?
03:50Pandu?
03:53Pandu?
03:54Pangeran dari Kuru sepertinya tidak sabar untuk menikah.
03:57Jangan sampai kelelahan, Pangeran.
03:59Saat mempelai wanita memasuki tempat ini, kau pasti akan mendengar suara dari gelang kakinya.
04:04Maafkan aku, Kak.
04:12Aku harus pergi untuk menyambut jadawa yang sudah tua dan buta.
04:15Aku sama sekali tidak butuh bantuanmu.
04:18Aku bisa mendengar dengan baik.
04:21Aku pasti bisa mendengar suara gelang kakinya saat dia tiba di sini.
04:25Sebelum kau dengar gelang kakinya, kau pasti akan dengar acara penghormatannya.
04:28Tapi aku rasa, kau hanya akan mendengar suara gelang kakinya saja.
04:34Aku akan mendengar suara gelang kakinya, kau pasti akan mendengar suara gelang kakinya, kau pasti akan mendengar suara gelang kakinya.
05:04Hidup Tuan Putri Gandari.
05:06Hidup Tuan Putri Gandari.
05:08Hidup Tuan Putri Gandari.
05:15Hidup Tuan Putri Gandari.
05:18Hidup Tuan Putri Gandari.
05:22Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:24Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:27Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:30Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:33Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:35Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:38Hidup Tuan Puteri Gandhari!
05:52Pandu, aku bisa mendengar gelang kakinya.
06:09Kau, kau memang benar, Pandu.
06:14Aku bisa mendengar suara gelang kakinya.
06:22Tapi, kenapa suara yang lainnya hilang Pandu?
06:46Pandu, ada apa?
06:49Kenapa tidak seorang pun bersuara?
06:52Berhenti!
07:19Lelucan apa ini?
07:29Kenapa kau mengikat kain di matamu?
07:31Pandu, apa?
07:51Apa maksud Ibu Ratu?
07:53Itu benar, Kak.
07:54Tuhan Putri Gandari telah menutup matanya dengan sebuah kain
07:58Maafkan kelancangan Putriku yang mulia
08:16Tapi dia sudah mengucapkan sumpah
08:19Untuk terus menutup
08:22Matanya seumur hidupnya
08:25Dia menutup matanya untuk seumur hidup
08:34Raja dari Gandara, apa maksudnya ini?
08:39Dia telah mengambil sumpah yang mulia ratu
08:41Kami sudah mencoba membujuknya
08:44Tapi dia menolak
08:46Melanggar sumpahnya
08:47Beraninya kau menghina keturunan dari dinasti Kuru
08:54Kami mendatangimu dengan lamaran untuk menikah
08:58Dan sebagai balasannya kau malah menghina kami
09:00Kami tidak bermaksud untuk menghina atau melecehkanmu yang mulia
09:04Lalu semua ini apa?
09:06Pengkhianatan?
09:07Waktu Bisma datang ke Kerajaan Gandara dengan lamaran itu
09:10Kau tidak pernah mengatakan
09:12Bahwa putrimu telah mengambil sumpah seperti itu
09:15Kalau dia tidak bisa menjadi mata bagi puteraku
09:25Maka tidak ada gunanya bagi kami
09:28Aku mohon maafkan putriku yang mulia ratu
09:35Tetapi seorang wanita yang berani menghina kebutaanku
09:40Takkan bisa menjadi istriku
09:42Aku menolak wanita ini
09:53Aku telah meninggalkan istana ayahku Tuhanku
10:15Untuk menjadi separuh dari dirimu
10:19Kalau ternyata kau kini menolakku
10:23Maka berarti aku harus masuk ke dalam api suci
10:28Putri
10:36Kalau kau datang ke sini untuk menikah
10:39Lalu apa alasanmu menutup mata?
10:43Sesungguhnya kau harus tahu
10:44Bahwa Pangeran Kuru membutuhkan seorang istri
10:48Yang bisa menjadi mata baginya
10:51Seorang istri sejati
10:54Yang bisa melengkapi suaminya
10:57Mohon terimalah salamku Tuhanku
11:01Aku tidak menganggap Tuhanku tidak mampu
11:05Dan soal saling melengkapi tidak jadi masalah di sini
11:08Tuhanku bukan tidak lengkap
11:12Tapi hanya berbeda dari yang lainnya
11:15Dan demi menjadi pasangan sejatinya
11:17Aku harus menerima gaya hidup yang berbeda ini
11:20Budayaku telah mengajariku Tuhan
11:27Bahwa aku tidak berhak melihat
11:28Dan diberkati dengan penglihatan
11:31Saat suamiku sendiri tidak bisa
11:34Apa kau tidak tahu?
11:35Tugas untuk memperkenalkan suamimu pada dunia
11:38Adalah tugas Mugandari
11:40Salam yang mulia
11:44Bahkan seorang pelayan pun bisa melakukan tugas itu
11:49Tapi perasaan dari seorang yang buta
11:52Hanya bisa dimengerti oleh sesamanya
11:55Bagaimana hidup pernikahan bisa lengkap
12:02Kalau suami dan istri
12:03Tidak bisa saling mengerti kebahagiaan dan penderitaannya
12:06Kita bisa melihat ular merayap di tanah
12:11Tapi bagaimana dia bisa mendapatkan bentuknya
12:15Adalah sesuatu yang tidak bisa dimengerti
12:18Karena dalam proses mengerti orang lain
12:21Pengalaman kita adalah hambatan terbesar
12:23Aku tahu bagaimana rasanya bisa melihat
12:30Dan selama penglihatanku masih terus mengatur hidupku
12:34Aku tidak akan bisa merasakan emosi dari tuanku
12:38Karena itulah ku putuskan mengorbankan penglihatanku
12:44Untuk selamanya
12:47Sebelum mengambil sumpah yang seperti itu
12:58Harusnya kau memikirkannya dulu, putri
13:00Tapi pemikiran hanya menghasilkan keputusan
13:03Sebuah sumpah lahir dari perasaan murni dari sebuah hati
13:07Pikiran bisa tertutupi oleh tipuan
13:12Tapi tidak begitu dengan sumpah
13:14Maafkan tentang kelancanganku, tuan
13:23Tapi siapa
13:24Yang lebih bisa mengerti tentang sumpah selain dirimu sendiri
13:28Berikan doamu
13:52Agar bisa menyerah penderitaan dari hati suamiku
13:55Kedalam hatiku sendiri
13:57Berikan aku doa
14:00Agar kapanpun suamiku terluka
14:02Aku saja yang rasakan penderitaannya
14:05Aku berdoa
14:10Agar kau menerimaku sebagai menantumu
14:13Dan mendoakanku memberikan
14:16Dinasti Kuru seratus orang putra dariku
14:18Dan berikan aku kesempatan
14:27Untuk menerima kegelapan dari hidup suamiku
14:30Dan memberikan dia buah dari penembusanku
14:34Dan setelah mendengar semua ini
14:38Apakah keputusan Tuhan sekarang?
14:40Hidup Tuhan Puteri Gandari
15:06Hidup Tuhan Putri Gandhari!
15:14Bagaimana menurutmu, Guru?
15:18Ini keadaan yang sangat suram, Ibu Ratu.
15:22Tindakan yang dilakukan oleh Putri Gandhari tidak ada dalam kitab suci kita,
15:26atau bahkan secara normal.
15:30Pangeran Destra Rastra tidak suka tindakan ini.
15:36Karena sang suami dan istri tidak hidup dalam keserasian,
15:40maka keturunannya tidak akan lahir dengan baik.
15:46Untuk memiliki keturunan yang baik,
15:49sangat penting bagi pasangan tersebut untuk sama-sama saling mencintai.
15:52Tapi bahkan Tuan Putri Gandhari pun telah mengambil sumpah yang buruk, Tuanku.
15:58Diakini oleh para resi yang bijak,
16:00sebuah sumpah selalu bertentangan dengan tradisi,
16:03karena tidak ada sumpah yang dibutuhkan secara normal.
16:07Tapi benar, sebuah sumpah bisa membuka cakrawala yang baru,
16:11yang akhirnya mempengaruhi bentuk dari sebuah tradisi.
16:14Karena itulah menghormati sebuah sumpah,
16:17sangat diperlukan.
16:18Apa yang dikatakan Putri Gandhari sebelumnya adalah cerminan atas pengabdiannya Bisma Yang Agung.
16:34Menurut pendapatku,
16:35Pangeran Destra Rastra harus menerima Putri Gandhari dengan sepenuh hatinya.
16:40Dan memberikan dia cinta sejati yang pantas untuknya,
16:47ini akan lebih baik lagi.
16:48Karena ini demi kebaikan Astinapura dan dinasti Kud.
16:51Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
17:21Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
17:51Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
18:21Pernikahan sekarang sudah selesai.
18:29Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
18:59Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
19:29Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
19:31Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
19:33Pangeran Destra Rastra tidak pantas.
19:35Pangeran Destra Rastra tidak pantas.
19:37Pangeran Destra Rastra tidak pantas.
19:39Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
19:43Pangeran Destra Rastra harus menerima putih.
19:47Pangeran Destra Rastra,
19:49Pangeran Destra Rastra,
19:51Pangeran Destra Rastra,
19:53Pangeran Destra Rastra,
19:55Pangeran Destra Rastra.
19:57Pangeran Destra Rastra,
19:59Pangeran Destra Rastra
20:01Pangeran Destra Rastra Rastra
20:03Pangeran Destra Rastra
20:05Pangeran Destra Rastra
20:07Pangeran Destra Rastra
20:09Pangeran Destra Rastra
20:11Sampai hari ini, untukku juga.
20:16Bawakan bunga untuk hiasanku, Sukda,
20:20yang wangi dan memabukkan.
20:26Pasang bel-bel kecil di pakaianku.
20:29Itu akan seperti musik bagi Tuhanku.
20:33Apa gunanya semua hiasan ini?
20:44Kalau hanya mengingatkan Tuhanku akan kebutaannya.
21:03Setiap peristiwa dalam hidup adalah menentukan keputusan.
21:10Dan setiap keputusan yang diambil akan berdampak baik dan buruk
21:14bagi manusia.
21:17Dan dampak itu akan dirasakan untuk selamanya.
21:21Keputusan yang diambil saat ini bisa menghadirkan kebahagiaan
21:24atau kesedihan di masa depan.
21:26Bukan hanya untuk satu orang.
21:29Tapi untuk sebuah keluarga
21:30dan masa depan generasi setelah itu.
21:34Saat seseorang berhadapan dengan sebuah dilema,
21:37hati pun jadi terganggu.
21:39Lalu dipenuhi dengan kebimbangan.
21:42Saat untuk membuat keputusan pun menjadi sebuah pertempuran
21:45dan hati pun jadi medan tempur.
21:49Kita banyak mengambil keputusan
21:51bukan untuk mencari sebuah solusi.
21:54Tetapi untuk menenangkan hati seseorang.
21:57Tetapi, adakah yang bisa makan sambil berlari?
22:04Tidak.
22:07Lalu bisakah sebuah hati dalam keadaan yang kacau
22:09mengambil keputusan yang benar?
22:11Pada kenyataannya,
22:17saat seseorang mengambil keputusan dengan pikiran yang tenang,
22:20dia pasti akan punya masa depan yang bahagia.
22:23Tetapi,
22:25saat seseorang mengambil keputusan
22:26untuk menenangkan hatinya sendiri,
22:29itu akan memberi dia beragam penderitaan
22:31dan kesedihan di masa depannya.
22:35Pikirkanlah hal itu.
22:36Aku,
22:45Putra Raja Wicitrawirya Destra Rastra.
22:50Hari ini,
22:52aku menolakmu.
22:55Seluruh Hastinapura boleh menganggapmu sebagai ratunya,
22:58tapi aku Destra Rastra.
23:01Sampai kapanpun,
23:04tidak akan menerimamu sebagai istriku.
23:05Sampai jumpa di video selanjutnya.
23:06Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan