Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PURWAKARTA, KOMPAS.TV Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjawab soal mengirim anak bermasalah ke barak militer menjadi kontroversi.

Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi saat mengunjungi Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Purwakarta pada Sabtu (3/5/2025).

Dedi mengatakan bahwa gagasan dan pemikirannya untuk kebaikan bangsa.

"Dari dulu jadi Bupati Purwakarta, berbagai hal saya hadapin, berbagai tuduhan, sangkaan nyinyir, kebencian kan nggak ada problem," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi juga mengatakan bahwa sejumlah orang tua ingin menitipkan anak mereka untuk mengikuti pendidikan karakter yang dibina oleh TNI.

#barak #dedimulyadi #kontroversi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/591026/jawaban-dedi-mulyadi-soal-kontroversi-kirim-anak-bermasalah-ke-barak-militer
Transkrip
00:00Berbagai tuduhan, sangkaan, nyinyir, kebencian, kan nggak ada problem.
00:05Tapi kan akhirnya orang merasakan hari ini.
00:07Pak, bagaimana dengan mulai bermunculnya kontroversi tentang ini, Pak?
00:10Setiap perbuatan yang bertujuan demi kebaikan dan kebangsaan, nasionalisme, di Indonesia sudah terbiasa.
00:18Anda kan tahu saya dari dulu, jadi bupati di Purwakarta, kan?
00:22Berbagai hal saya hadapin, berbagai tuduhan, sangkaan, nyinyir, kebencian.
00:28Kan nggak ada problem, tapi kan akhirnya orang merasakan hari ini.
00:32Jadi, ya kalau jadi pemimpin itu harus seteguh batu karang.
00:35Kalau ada yang menjadi pemikiran dan gagasannya, itu adalah kebaikan bangsa, jangan pernah menyerah.
00:40Karena dulu juga ketika bangsa ini dimerdekakan, kan banyak orang yang tidak punya keyakinan bahwa bangsa ini bisa merdeka.
00:48Mulai banyak yang bermunculan orang tua yang ingin menetitkan, gimana?
00:50Oh iya, ya itu tandanya bahwa kegiatan ini mendapat respon positif.
00:56Artinya bahwa hari ini orang tua ini sudah kewalahan menghadapi anak.
01:00Kan memang teorinya begini, teorinya kan?
01:02Anak yang mengalami kenakalan, kalau itu kriminal maka lewat peradilan anak.
01:08Kemudian nanti lewat pembinaan, taruhlah misalnya lembaga tempat penitipan anak.
01:14Kita nggak nyebutnya LV ya, lembaga tempat penitipan anak untuk dilakukan pembinaan.
01:19Itu kan yang berproses kriminal berdasarkan peradilan.
01:21Tetapi kan banyak yang tidak berproses kriminal.
01:25Tetapi nakalnya nggak pernah berhenti.
01:28Nah, akhirnya mereka harus balik ke orang tuanya.
01:31Pertanyaannya adalah ketika orang tuanya sudah tidak punya kesanggupan.
01:35Nggak sanggup ngadepin anaknya bolos terus.
01:37Nggak sanggup anaknya main game terus.
01:39Nggak sanggup anaknya motor-motoran terus.
01:41Nggak sanggup anaknya minum ciu terus.
01:43Kan kayak minum ciu, minum eksimer, kan nggak bisa di pidana anak-anak.
01:46Nah, ini kan harus ada orang yang menangani ya.
01:50Saya termasuk dan Pak Bupati Purwakarta dan Bupati-Bupati lain wali kota seluruh Jawa Barat
01:55hari ini sudah mempersiapkan, sanggup menangani dengan bekerjasama dengan TNI.
02:01Nah, bicara persoalan TNI.
02:03TNI itu kan mendidik anak-anak itu.
02:06Bukan baru.
02:08Paski beraka itu dididik oleh TNI.
02:11Paski beraka loh.
02:12Nah, kemudian ada SMA, namanya SMA Tarunan Nusantara yang melahirkan orang-orang hebat.
02:19Ternyata di dalamnya kurikulum pendidikannya TNI dan TNI mengajar di dalamnya.
02:24Jadi bukan masalah baru tetap.
02:27Yang tidak boleh kan diajarin teknik perang.
02:30Diajarin gini, pelajaran PBB.
02:32Itu kan pelajaran di sekolah.
02:35Dan yang bagus PBB-nya ya TNI dong.
02:37Kemudian pendidikan jam 8 tidur.
02:41Itu kan pendidikan yang ideal.
02:43Bangun jam 4, bangun jam 5, terus mandi.
02:46Bereskan ruang kamar mandinya, bereskan ruang tidurnya.
02:50Terus sholat subuh, terus salapan, terus olahraga.
02:53Apa sih problemnya?
02:54Kan gitu.
02:55Nah, kemudian jam makan.
02:57Cara makannya.
02:58Mereka belum dididik tuh di rumahnya.
02:59Bagaimana cara makan?
03:01Bagaimana meletakkan piring?
03:02Bagaimana meletakkan garpu?
03:04Bagaimana meletakkan sendok?
03:06Bagaimana makan tidak sambil ngobrol?
03:08Makan tidak bersuara?
03:09Bagaimana suara sendok, piring, dan garpunya tidak berbenturan?
03:13Treng, treng, treng.
03:14Nah, itu kan tentara ngajarin cara makan.
03:17Sehingga nanti mereka ketika jadi orang besar,
03:20jadi pengusaha, jadi siapapun.
03:22Ketika makan nggak ditengokin orang gara-gara muah-muah-muah gitu loh.
03:25Nah, ini pendidikan.
03:27Nah, pendidikan ini nggak dapet.
03:27Saya dapet pendidikan ini lama gitu loh.
03:29Saya lama dapet pendidikan ini ngerti etika seperti ini
03:33karena bapak saya pensiunan tentara,
03:36disiplin hidup saya memang polanya pola, disiplin tentara.
03:40Pak Guru.
03:41Karena ini selama tiga hari melihatnya seperti apa?
03:44Pembakalan di sini dan selain melihat makanan nantinya seperti apa,
03:47akan melihat apa lagi nih?
03:48Iya, melihat perkembangan mereka lah.
03:50Bagaimana keadaan hari ini.
03:52Dulu mereka sulit tidur loh.
03:54Nah, hari ini mereka sudah bisa tidur jam 8 nggak?
03:56Dulu mereka sulit bangun.
03:57Hari ini sudah bisa bangun jam 5 nggak?
04:01Dulu mereka sulit untuk fokus.
04:05Hari ini sudah mulai fokus nggak?
04:06Nanti saya cek.
04:07Sekarang tinggal dilihat dari sini mereka.
04:09Kan ini terbuka kan?
04:10Ini lihat anak-anaknya.
04:11Keliatannya yang gembira.
04:13Coba kalau di sekolah,
04:14suruh gurunya ngajarin mereka baris berbaris.
04:16Nurut nggak?
04:19Suruh mereka,
04:20tepuk tangan gini nggak?
04:21Diledek gurunya.
04:22Ini kan mereka sudah,
04:24kalau sama jajaran teknik kan nurut.
04:26Saya Nitya Anissa,
04:54saksikan program-program Kompas TV
04:57melalui siaran digital,
04:59pay TV,
05:00dan media streaming lainnya.
05:02Kompas TV,
05:04independen,
05:04terpercaya.
Komentar

Dianjurkan