Skip to playerSkip to main content
  • 1 year ago
VIVA – Komisi XII menggelar rapat bersama soal korupsi Pertamina Patra Niaga. Rapat digelar pada Rabu 26 Februari 2025. 

Rapat berlangsung panas saat membahas kabar adanya pengoplosan produk Pertalite menjadi Pertamax. Sejumlah anggota Komisi XII memprotes kasus tersebut.

Category

🗞
News
Transcript
00:00oleh pimpinan komisi supaya jangan menjadi opini negatif ke publik, nanti publik merasa dibohongi bahaya juga ini.
00:08Jadi ada suatu apa namanya ya jangan sampai ada merasa dibohongi lah, nanti nggak usah saya sebutkan apa tingkatan di atas itu.
00:22Jadi perlu langsung diklarifikasi oleh Pertamina Pateraniaga, nanti difasilitasi oleh pimpinan komisi.
00:29Ada konferensi pers khusus, supaya semua aman. Ini karena memang pemerintahan Bapak Prabowo Subianto
00:37betul-betul sangat memperhatikan kepentingan rakyat, termasuk soal ini juga.
00:41Jadi diklarifikasi juga, jangan sampai Bapak Presiden harus mengklarifikasi soal itu.
00:45Langsung dari Pertamina harus mengklarifikasi, kebetulan itu bidangnya Pertamina Pateraniaga.
00:52Itu aja yang mau saya sampaikan. Jadi jangan sampai langka, terjamin Ketersediaan BBM untuk Idul Fitri di jalur-jalur yang sensitif, betul-betul diamankan.
01:05Itu aja Pak Ketua. Masih ada lagi, satu lagi, fraksi Partai Gerindra tolong diberikan waktu yang lumayan.
01:22Satu setengah menit.
01:23Satu setengah menit, oke. Dengan secepat mungkin.
01:26Telat mengejar waktu untuk Pertamina dan juga dunia BBM, khususnya di Indonesia, dan juga trust kita kepada dunia internasional.
01:38Saya langsung aja, karena tadi sudah diwakili sama teman-teman semuanya, yang terhormat-terhormat, khususnya kepada Pertamina.
01:50Pertamina ini dari dulu, saya tahun 94 sudah mulai dengan Pertamina, pimpinan.
01:58Saya tahu betul kualitasnya seperti apa, dari mulai olinya sampai dengan BBMnya.
02:03Itu terus ada peningkatan. Kenapa saya bilang ada peningkatan?
02:06Karena di dunia otomotif itu dipakai, pada saat itu.
02:1097 dipakai, dan itu dunia internasional mengakui.
02:16Nah ini harus ada penjelasan yang komprensif, penjelasan yang detail,
02:21bagaimana yang disebut pengoplosan itu dari tahun 2018 sampai tahun 2023.
02:28Saya sampai tahun 2004 dan seterusnya itu, pernah tidak memakai produk Pertamina,
02:37mesin dari mobil balap dan mobil biasa pun terdapat misfire.
02:42Berarti apa?
02:44Berarti terkait pengoplosan ini, jangan disebut, dilempar dengan Pertamina saja.
02:52Jadi yang kita harus tahu supply chain dan pada saat pendistribusian seperti apa,
02:59pencampuran dengan ron itu seperti apa, apakah tadi sempat disampaikan oleh pimpinan
03:05dari mulai kilang ataupun impor.
03:07Saya sempat sampaikan dan saya pertanyakan,
03:09petra niaga ini adalah wajah yang terdepan dari Pertamina.
03:14Harus berbenah, saya tidak rela karena saya dibesarkan dari dunia otomotif
03:19dan saya tahu betul kualitas Pertamina seperti apa.
03:21Dan saya gak rela jaringan seperti ini yang merusak Pertamina.
03:26Pertamina lagi mau take off sekarang, ini sama aja mau merusak pemerintahan yang sekarang.
03:32Saya tidak rela.
03:34Kalau memang seperti ini, saya tidak rela pimpinan.
03:38Dan saya ingin menyampaikan bahwa tolong dijelaskan,
03:42karena ini bicara teknis, dari AKR dan juga Vivo terkait import itu seperti apa sih
03:49pada saat datang ke Indonesia, yang ron 90 dan juga ron 92 itu bagaimana pencampurannya.
03:59Bukan pencampuran antara ron 90 dan 92, itu seperti apa teknisnya.
04:03Agar masyarakat juga tahu.
04:05Dan masyarakat itu tahu bahwa kalau seandainya terjadi sesuatu itu bukan di seluruh Indonesia.
04:12Dan kalau memang ini kita semangatnya untuk menjaga untuk suplai di hilirisasi ini,
04:19khususnya di retail, Pak Tera saya sudah ingatkan ini persiapan dari Idul Fitri.
04:27Tolong-tolong betul, pas banget lagi kejadian ini.
04:31Tolong betul dicek dari setiap SPBU.
Comments

Recommended