00:00Pemirsa penginapan tarif 4.000 rupiah per malam menjadi penginapan paling murah di kota Semarang, Jawa Tegak.
00:07Penginapan ini menjadi tumpuan para perantau maupun pekerja kasar yang berpenghasilan redah.
00:20Bangunan tua terlihat lusuh di tengah permukiman padat.
00:23Kelurahan kauman Semarang Tengah ini dihuni hampir 100 orang.
00:28Pondok Boro semula merupakan gudang penyimpanan kayu di era kolonil Belanda.
00:32Pasca kemerdekaan, gudang itu dialih fungsikan sebagai penginapan.
00:38Meski jauh dari kata layak, namun Pondok Boro menjadi penginapan dengan tarif paling murah di kota Semarang.
00:444.000 rupiah per malam atau 120.000 rupiah per bulan, pemilik akan datang 2 minggu atau 1 bulan sekali.
00:53Dengan tarif ini, yang jauh lebih murah dibandingkan tarif kos maupun kontrakan,
00:57banyak perantau mayoritas dari kebumen maupun pekerja serabutan tertolong dengan tinggal di Pondok Boro.
01:04Dalam ruangan terdapat dipangkayu besar, kasur dan bantal dibawa penginap sendiri tidur berdempetan.
01:11Lemari pun hanya berupa loker berukuran kecil, sementara kamar mandi, listrik, musola, dan TV digunakan bersama.
01:20Pondok Boro juga memiliki beberapa kamar, yang satu di antaranya ditinggali Rohimah dan dua putrinya.
01:26Pedagang gorengan ini bahkan sudah tinggal sejak bayi.
01:30Banyaknya barang yang diletakkan sembarangan tak membuat penghuni Pondok Boro mencuri.
01:35Bahkan mereka saling menjaga barang milik sesama penghuni, tak ada yang pernah kehilangan.
01:42Meski dengan fasilitas seadanya, namun puluhan penghuni tetap merasa nyaman.
01:46Jika mereka pulang kampung, pemilik tidak akan menarik bayaran.
01:51Dari Semarang, Jawa Tengah, Dimas Yuli, INews melaporkan.
Comments