Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
VIVA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan kesulitan dalam mengurus izin proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) bumi di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat membuka Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2024 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu 18 September 2024.

Jokowi menyoroti proses perizinan PLTP yang rumit menghambat pengembangan energi panas bumi di Indonesia, yang memiliki potensi sekitar 40?ri total cadangan energi panas bumi dunia.

Category

🗞
News
Transcript
00:00Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:10Selamat pagi, Salam sejahtera bagi kita semuanya.
00:15Yang saya hormati Menteri IHCM beserta seluruh Menteri yang hadir,
00:21Kapolri, Yang saya hormati Pimpinan Komisi 7 DPR RI,
00:30Yang mulia para Duta Besar negara-negara sahabat,
00:33Yang saya hormati Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia,
00:38Bapak Julfi Hadi,
00:41para Gubernur dan Kepala Daerah yang hadir,
00:46Hadirin dan undangan yang berbahagia.
00:50Saya rasa Bapak-Ibu yang hadir di sini sudah jauh lebih tahu
01:02dan sudah jauh lebih paham daripada saya
01:06tentang keunggulan energi geotermal
01:09dibanding jenis-jenis energi hijau lainnya,
01:14baik dari sisi kestabilan maupun dari sisi
01:19ketidaktergantungan pada musim dan cuaca.
01:25Tadi disampaikan oleh Pak Menteri IHCM,
01:32saya, seingat saya sudah pergi ke tiga lokasi,
01:39Pembangkit Listrik, Tenaga Panas Bumi,
01:44yang saya hiran saat itu peluangnya besar,
01:57artinya banyak investor yang mencari energi hijau,
02:04EBT, dan potensinya ada 24 ribu megawatt,
02:11kok sudah kita kerjakan, tapi kok tidak berjalan secara cepat.
02:22Dan ketahuan tadi seperti disampaikan oleh Pak Menteri IHCM,
02:25ternyata untuk memulai konstruksi dari awal
02:31sampai konstruksi urusan perizinan bisa sampai lima-enam tahun.
02:38Ini yang mestinya paling cepat harus dibenahi terlebih dahulu,
02:43agar dari 24 ribu megawatt yang baru dikerjakan hanya 11 persen,
02:52itu bisa segera dikerjakan oleh para investor,
03:01sehingga kita memiliki tambahan listrik hijau yang lebih banyak.
03:11Karena kalau nunggu, bayangkan,
03:14nunggu untuk memulai konstruksi saja sampai lima-enam tahun,
03:19itu kalau orang tidak sabar,
03:21kalau investor yang tidak sabar tidak mungkin mau mengerjakan,
03:26nunggu sampai enam tahun.
03:32Kalau saya, tidak kuat saya,
03:35meskipun banyak yang menyampaikan saya sabar,
03:38tapi untuk nunggu enam tahun tidak kuat.
03:42Dan Indonesia sebagai pemilik potensi besar geotermal
03:47yang diperkirakan mencapai 40 persen dari potensi dunia,
03:53sekali lagi, memiliki banyak peluang untuk dikembangkan,
03:57karena saat ini baru 11 persen yang termanfaatkan dari potensi yang ada.
04:05Selain itu juga, negara kita Indonesia juga berkomitmen
04:10menjadi bagian penting dari langkah-langkah dunia
04:14dalam membangun ekonomi hijau,
04:16dalam mengembangkan industri hijau,
04:19dalam melakukan transisi ke energi hijau.
04:22Ini komitmen yang sudah sering saya sampaikan di mana-mana.
04:27Tapi kita semua tahu, dalam melakukan transisi hijau,
04:31ini setiap pemerintahan di negara berkembang,
04:34hampir semua di negara berkembang,
04:36dihadapkan pada dilema mengenai keterjangkauan harga.
04:40Selalu problemnya di situ.
04:43Kemudian keadilan akses bagi masyarakat.
04:47Kemudian juga pemanfaatan teknologi yang tidak terbuka,
04:51sehingga tidak optimal.
04:53Saya juga paham dunia usaha pasti memiliki
04:56hitung-hitungan sendiri, memiliki kalkulasi sendiri,
05:00memiliki pertimbangan-pertimbangan,
05:02baik urusan turnover,
05:05masalah yang berkaitan dengan keuntungan,
05:08dan yang lain-lainnya.
05:10Inilah yang harus diligitkan bersama.
05:14Namun demikian, masalah perubahan iklim ini
05:18adalah masalah kita bersama,
05:19masalah seluruh isi dunia,
05:22baik itu pemerintah di negara maju,
05:25baik itu pemerintah di negara-negara berkembang,
05:29juga baik itu dari para pengusaha,
05:32dari para peneliti,
05:33maupun rakyat kecil di seluruh belan bumi.
05:37Oleh karena itu, saya berharap forum ini
05:40bisa menghasilkan terobosan-terobosan besar
05:43yang bisa menjadi titik tengah
05:46untuk berbagi resiko,
05:48untuk berbagi beban,
05:50dan tentu juga untuk berbagi keuntungan
05:53dengan proporsi yang seimbang,
05:55yang memungkinkan untuk segera diambil keputusan,
06:01yang memungkinkan untuk segera dilakukan pengerjaan.
06:08Karena dalam satu dekade ini,
06:11mungkin pemilik pembangkit listrik panas bumi
06:15setahu saya, Pertamina memiliki,
06:19PLN memiliki,
06:22kemudian Kementerian Keuangan juga ada,
06:24plus ada swasta satu atau dua, setahu saya.
06:28Tadi sudah tambah lima,
06:31saya kira sangat baik,
06:33sehingga kita harapkan langkah besar transisi hijau
06:39dapat betul-betul kita lakukan bersama-sama
06:42untuk mewujudkan kesejahteraan yang inklusif,
06:45memwujudkan akses energi yang berkeadilan,
06:48dan kehidupan dunia yang lebih baik.
06:51Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan.
06:53Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim,
06:56pada pagi hari ini secara resmi saya buka
06:59Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition
07:03tahun 2024.
07:06Terima kasih.
07:15Terima kasih.
Comments

Recommended