Skip to playerSkip to main content
  • 1 year ago

Sejak akhir 2022, penyakit Mpox atau Monkeypox menarik perhatian dunia dengan lebih dari 90 ribu kasus yang dilaporkan secara global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat.

 

Di Tanah Air, tercatat 88 kasus sejak 2022 dengan 73 kasus di tahun 2023 dan 14 kasus di tahun 2024. Berita baiknya, semua pasien berhasil sebuh.

 

Berikut digram alur penularan Mpox.

 

Host: Togi Sinaga
Transcript
00:00Oke semua, update hari ini dibuka dengan informasi seputar penyakit Mpox atau Monkeypox yang menjadi perhatian dunia termasuk Indonesia.
00:08Pemerintah pun sudah mengambil langkah dengan mendatangkan seribu vaksin dan edukasi tentang Mpox ke masyarakat.
00:30Di Indonesia, meskipun jumlah kasusnya masih rendah, kita tidak bisa mengabaikan potensi penularan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
00:47Sejak pertama kali terdeteksi, Mpox menunjukkan pola penularan mirip HIV-AIDS, terutama di kalangan kelompok berisiko tinggi.
00:56Di tanah air, recatat 88 kasus sejak 2022 dengan 73 kasus di tahun 2023 dan 14 kasus di tahun 2024.
01:06Berita baiknya, semua pasien berhasil sembuh.
01:10Namun yang harus diingat adalah bahwa di Afrika, banyak anak-anak terinfeksi karena berbagi barang dengan orang tua mereka.
01:18Ini mengingatkan kita untuk tetap waspada.
01:21Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif dengan mendatangkan seribu dosis vaksin yang biayanya mencapai 3,5 juta rupiah per dosis.
01:33Vaksin ini ditujukan untuk petugas kesehatan dan kelompok berisiko tinggi.
01:37Selain itu, rumah sakit di Jakarta dan Bali telah disiapkan dengan obat-obat yang diperlukan untuk penanganan Mpox.
01:44Semua langkah ini menunjukkan bahwa kita tidak tinggal diam.
01:48Kritik terhadap penanganan Mpox di Indonesia mencakup kurangnya kesadaran masyarakat tentang penyakit ini yang menghambat pencegahan.
01:56Banyak yang tidak tahu cara penularan dan gejalanya.
01:59Meskipun vaksin tersedia, jumlahnya mungkin tidak cukup dan distribusinya juga tidak merata.
02:05Fokus pada kelompok berisiko tinggi dapat membuat masyarakat umum merasa diabaikan, padahal penularan bisa terjadi di luar kelompok tersebut.
02:15Respon terhadap kasus baru juga perlu ditingkatkan untuk mencegah keterlambatan deteksi.
02:22Selain itu, stigma dan diskriminasi dapat menghalangi orang untuk mencari pengobatan, memperburuk penyebaran penyakit.
02:30Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa vaksinasi tidak diperlukan untuk masyarakat umum,
02:35karena penularan utamanya terjadi melalui kontak fisik.
02:39Namun, pencegahan adalah kunci.
02:41Dengan memvaksin petugas kesehatan dan kelompok berisiko tinggi, kita bisa mencegah penyebaran lebih lanjut dan melindungi mereka yang paling rentan.
02:51Selain itu, langkah-langkah pengawasan kesehatan yang ketat seperti penggunaan elektronik surveillance card dan mesin PCR
02:58menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.
03:02Edukasi tentang emboks dan penularannya sangat penting agar kita semua memahami risiko dan cara melindungi diri.
03:10Dari Jakarta, Esra Ambarita, Yudi Permana, ANYUS, melaporkan.
Comments

Recommended