00:00Maung, kendaraan taktis ringan menarik perhatian warga dalam kirap bendera pusaka menuju ke IKN.
00:05Sesuai dengan namanya, hari Maung dalam bahasa Sunda,
00:08Maung ini menjadi simbol kekuatan, kegesitan, dan daya tahan kendaraan.
00:20Kehadiran Maung kendaraan taktis ringan ini menjadi pembeda kirap bendera pusaka
00:24dalam perayaan hut kemerdekaan ke-79 RI.
00:28Maung dikerahkan untuk mengantar dua anggota pasti beraka
00:31yang membawa duplikat bendera pusaka dan teks proklamasi.
00:35Perjalanan dimulai dari Monas ke Bendera Halim Perdana Kusuma
00:38untuk dibawahi Bukatan Nusantara IKN di Kalimantan Timur.
00:43Kendaraan hasil produksi PT Pindad Bandung ini memiliki sejarah panjang.
00:48Mulai dikembangkan tahun 2018 dengan nama BIMA M31,
00:52sementara nama Maung diberikan oleh Presiden Jokowi Dodo.
00:57Nama Maung berasal dari bahasa Sunda yang berarti harimau
01:00yang melambangkan kekuatan, kegesitan, dan daya tahan kendaraan.
01:05Berkapasitas 4 menumpang, Maung mulai diproduksi tahun 2020 seharga Rp600 juta per unit.
01:11Maung direncat sebagai kendaraan standar operasional militer
01:14di berbagai medan tempur yang sulit dilalui.
01:17Melewati genangan air 70 cm, menanjak hingga tanjakan 30 derajat,
01:22dan daya jelajah hingga 800 km dengan kecepatan maksimal 120 km per jam.
01:30Untuk kebutuhan militer dilengkapi braket senjata dan konsol senapan serbu,
01:34perangkat GPS serta kaca dan bodi anti peluru.
01:37Sementara versi sipil tanpa tampilan atribut militer.
01:42Tim kontributor INEOS meleparkan.
01:52Terima kasih.
Comments