Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
VIVA – Andre Taulany angkat bicara mengenai permohonan cerai talak yang diajukannya untuk Rien Wartia Trigina di Pengadilan Agama Tigaraksa Tangerang. Andre membenarkan telah mengajukan permohonan cerai talak pada 4 April 2024 lalu.

Diungkap Andre keputusan cerai ini diambilnya sudah secara matang-matang dan sudah melalui pertimbangan. Andre mengungkap bahwa adanya perbedaan pendapat yang terjadi diantara keduanya. Perbedaan pendapat itu bahkan kata Andre sudah berlangsung sejak 10 tahun yang lalu.

Category

🗞
News
Transcript
00:00Seperti yang disampaikan oleh klien kami, Bapak Andri Taulani,
00:05memang hari ini kita sengaja memberikan waktu bagi tetapkan-tetapkan semuanya
00:13untuk mendapatkan informasi secara lebih jelas dan langsung
00:18dari kami sebagai tim kota hukum,
00:21juga langsung dari prinsip Bapak kami, Bapak Andri Taulani.
00:26agar berita-beritanya tidak simpang siur
00:30sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
00:35Walaupun memang betul telah diajukan permohonan kekaitan
00:41yang dimohonkan oleh klien kami, Bapak Andri Taulani, di bulan April.
00:48Hari ini memang seperti yang kami ketahui,
00:52persidangan sudah masuk ke dalam proses saksi,
00:58yang mana saksian hari ini dari pihak Andri Taulani.
01:06Saya kira itu informasi awal yang dapat kami sampaikan.
01:10Kami serahkan kepada penonton media jika ada pertanyaan.
01:15Apakah perjanjiannya sudah terjadi?
01:18Sudah lama, sudah lama.
01:20Dua tahun ada, Bang?
01:22Lebih.
01:23Ah, 10 tahun.
01:24Dari jaman UPNJJ ya?
01:26Ya, bisa jadi.
01:32Berarti akhirnya pihak BIPO sudah ada abuan untuk memperbaiki?
01:36Pasti, semua.
01:37Tidak mungkin lah kalau saya tiba-tiba mengajukan gugatan
01:40kalau sebelum-sebelumnya tidak ada perbaikan.
01:42Upayanya apa sekali lagi untuk memperbaiki rumah?
01:45Kalian kan sempat berbeda dari 10 tahun yang lalu.
01:49Ya, berusaha memahami keinginan pasangan apa,
01:52berusaha untuk mengalah supaya pasangan senang.
01:56Semua kita upaya-upaya baik kita lakukan.
01:5810 tahun Anda bertahan?
02:00Apa jadi alasan juga, Pak Ji?
02:02Tidak, justru saya harus sibuk.
02:04Kalau saya tidak sibuk, nanti saya malah dimarahin.
02:06Kenapa kamu di rumah saja, Pak Ji?
02:09Pak Ji, 10 tahun bertahan diantara cek-cek itu bagaimana, Pak Ji?
02:15Gimana-gimana, santai saja.
02:18Terus berupaya akhirnya?
02:19Terus berupaya.
02:20Dari 10 tahun itu akhirnya ada momen,
02:22oke saya mau pisah itu ada di momen kapan sih?
02:25Beberapa tahun terakhir.
02:29Pemicunya itu mungkin apa?
02:34Saya selalu baik sama keluarganya,
02:36sama ibunya, sama adik-adiknya juga selalu berhubungan baik.
02:40Kita tidak ada yang jadi bagaimana-bagaimana
02:43atas kejadian ini semua dalam keadaan baik-baik.
02:58Alhamdulillah banyak pihak yang mendukung untuk keputusan terbaik.
03:04Karena kan ini udarananya lebih ke pribadi.
03:07Jadi mungkin dapur, persoalannya juga tentu saya yang lebih tahu dengan bayarin.
03:12Jadi teman-teman sifatnya hanya mensupport saja.
03:20Kalau mengganggu pekerjaan?
03:21Ya sedikit banyak pasti.
03:22Tapi kan saya tetap harus berupaya profesional.
03:25Karena kan biar dimanapun juga saya tugasnya menghibur masyarakat,
03:31tetap harus saya lakukan.
03:33Jadi anak-anak sendiri sempat nyoba untuk mencoba sesuatu?
03:36Tinggi banget.
03:38Oh nice.
03:43Anak-anak sendiri sempat sempat mencoba untuk mencoba sesuatu?
03:49Anak-anak itu asik-asik sih anak-anak saya semuanya.
03:53Anak-anak saya juga mungkin sudah dewasa, jadi sudah memahami.
03:57Dan mereka semua support lah.
04:00Untuk kebaikan kita semua.
04:03Tapi cukup terpukul sih anak-anak?
04:06Saya cek sih gak ada yang terpukul.
04:10Alhamdulillah sehat-sehat sejarah psikologi sendiri.
04:13Misalnya anak-anak saya, misalnya anak-anak yang wadah.
04:20Ya sebelumnya pun saya juga sudah ngobrol sama anak-anak.
04:23Kalau nanti papa, mungkin sama mama kan.
04:27Saya sudah berbicara dari hasil kerja juga.
04:30Ini Mas Uri juga dari kuartal komunitas juga.
04:34Jadi sudah berbicara.
04:37Ya, jadi sudah sering ngobrol.
04:41Saya diskusi sama anak-anak saya.
04:43Jadi keputusan ini diambil bukan sepihak sih.
04:46Jadi memang sudah diskusi.
04:48Anak-anak saya pun juga sudah tahu dan memahami.
04:51Makanya saya bilang tadi.
04:53Minta tolong berita-beritanya.
04:56Jangan menyedihkan salah satu pihak.
04:59Karena Mbak Erin juga baik-baik aja semuanya.
05:02Saya pun juga begitu.
05:04Jadi kita mau semuanya berjalan dengan damai.
05:06Prosesnya berjalan dengan lancar.
05:08Karena kan yang harus dipikirkan bukan proses perceraian saja.
05:11Setelah perceraian itu kan kita masih punya tanggung jawab.
05:14Untuk kebaikan anak-anak.
05:16Dan hubungan pun harus tetap terus dijaga.
05:18Secara silaturahmi yang baik.
05:20Sama seolah hari tadi persidangan kenapa?
05:22Kenapa?
05:24Ya kan saya dari pagi kegiatan saya padat banget.
05:27Jadi ya makanya saya diserahkan pekerjaan puasa.
Comments

Recommended