Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE/Weave), anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melakukan penerbitan Obligasi I Integrasi Jaringan Ekosistem Tahun 2024.Dana yang terkumpul dalam penerbitan obligasi yang mencapai Rp 600 miliar, sebagian besar digunakan untuk pengeluaran modal (capital expenditure) untuk perluasan infrastruktur konektivitas, dan memperkuat modal kerja perseroan.

Dalam penawaran umum, Obligasi I Integrasi Jaringan Ekosistem Tahun 2024 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 101,5%.

Pengembangan infrastruktur melalui penerbitan obligasi ini akan memperkuat posisi IJE, sebagai pemain kunci pada industri telekomunikasi. Saat ini, IJE telah memiliki sekitar 200 mitra dan klien dengan reputasi baik di industri telekomunikasi, antara lain NTT Indonesia, Starlink Indonesia, My Republic, Lightstorm, Huawei Cloud, Qualcomm, BDDC, Trans Hybrid Communication, Pertamina Gas Negara, dan lainnya.

Category

📺
TV
Transcript
00:00Pemirsa PT Integrasi Jaringan Ekosistem menerbitkan obligasi senilai 600 miliar rupiah dan dana hasil penerbitan obligasi tersebut sebagian besar digunakan untuk penanaan modal ekspansi serta memperkuat modal kerja perseroan.
00:30PT Integrasi Jaringan Ekosistem atau WAVE menerbitkan obligasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis serat optik dengan target mampu melayani 25 juta rumah tangga di sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa.
00:41Obligasi korporasi tersebut diterbitkan dalam beberapa seri dengan tender antara 1, 3, dan 5 tahun.
00:48Penerbitan obligasi ini mendapatkan peringkat idea minus dari PT Peringkat Efek Indonesia atau PVINDO.
00:55Dalam pelaksanannya, penerbitan obligasi integrasi jaringan ekosistem tahun 2024 mengalami kelebihan permintaan atau offer subscribe sebesar 101,5 kali.
01:05WAVE sendiri merupakan anak usaha PT Solusi Sinergi Digital TBK atau WIFI yang saat ini menjadi salah satu mitra dari Starlink Indonesia.
01:12Bisnis WAVE saat ini berfokus pada ekspansi infrastruktur telekomunikasi dan mengembangkan ekosistem digital di Indonesia.
01:20Ada pun dana yang terkumpul dalam penerbitan obligasi ini sebesar 600 miliar rupiah.
01:24Sebagian besar digunakan untuk pendanaan modal ekspansi untuk perluasan infrastruktur konektivitas dan memperkuat modal kerja perseruan.
01:31Pengembangan infrastruktur melalui penerbitan obligasi ini akan memperkuat posisi PT Integrasi Jaringan Ekosistem sebagai pemain kunci padat industri telekomunikasi.
01:40Berbagai sumber untuk IDX Juno.
01:44Pemirsa untuk membahas tema menarik kita kali ini terkait dengan penawaran umum obligasi 1 integrasi jaringan ekosistem 2024
01:53sudah hadir bersama saya di studio IDX Juno.
01:56Ada Bapak Arwin Rasit, beliau adalah Senior Executive Advisor PT Integrasi Jaringan Ekosistem
02:01dan juga Bapak Hermansyah Haryono, beliau adalah Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem.
02:07Selamat pagi Pak Hermansyah, Pak Arwin.
02:09Selamat pagi.
02:11Salam sehat.
02:12Salam sehat juga.
02:13Alhamdulillah.
02:14Terima kasih atas waktunya kesempatan terkait dengan obligasi.
02:16Bisa dijelaskan latar belakang dari penerbitan obligasinya dulu.
02:20Mungkin Pak Hermansyah bisa menjelaskan kepada publik.
02:23Sebenarnya bagi kami itu penerbitan obligasi itu latar belakangnya memang sebagai perusahaan penyelenggara infrastruktur telekomunikasi.
02:32Kebutuhan untuk pembangunan pengembangan Capex itu dimiliki oleh perusahaan senantiasa.
02:37Karena memang oportunitas besar banget di Indonesia.
02:39Nah obligasi ini kami ambil karena memang memiliki kelebihan.
02:43Obligasi itu memiliki struktur biaya kupon yang fix.
02:47Jadi lebih manageable untuk ditata dalam tata kelola perusahaan itu sendiri.
02:53Sehingga ini adalah bagian dari sebuah diversifikasi dari pola pendanaan yang ada di perusahaan.
02:59Oke, itu yang menjadi dasar akhirnya perusahaan menerbitkan obligasi.
03:03Nah manfaat keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan penerbitan obligasi atau metode seperti ini apa saja?
03:09Di manfaat yang kami dapatkan ini, jadinya itu memang untuk membangun obligasi ini.
03:17Syukur alhamdulillah di situasi yang sangat challenging ini.
03:21Kami memiliki tambahan untuk penguatan struktur Capex kami dengan tingkat suku modal itu yang fix.
03:28Dalam durasi atau tenor yang dikeluarkan dalam produk obligasi ini.
03:34Nah itu sangat-sangat membantu untuk membantu kami untuk bisa fokus sama operasional perusahaan.
03:41Karena di kondisi sekarang kan nggak ada yang bisa nebak nih suku bunga itu larinya kemana sih.
03:47Ini kami tuh punya dengan struktur ini jadi tetap banget.
03:51Baik, nah ini menarik kalau kita bicara mengenai ekspansi bisnis.
03:54Mungkin Pak Arief Rasyid bisa menambahkan juga.
03:56Review terkait dengan kita tahu jaringan internet yang menjadi fokus juga ya.
04:00Core dari perusahaan itu seperti apa sih saat ini di Indonesia?
04:03Begini, kita patut gembira ya bahwa penetrasi internet di Indonesia ini sudah mendekati 80%.
04:10Bahkan 5 tahun lalu itu masih di bawah 70%.
04:13Tapi internet kita ini belum affordable secara merata.
04:18Itu sebenarnya kuncinya.
04:21Mas Pras, dari pengguna internet di Indonesia yang dari segi individu sudah mencapai 220 juta pemakai.
04:2977% lebih itu menggunakan mobile data jadi melalui HP internetnya.
04:35Dan itu mahal, ada pulsanya.
04:37Juga kecepatannya itu seperti negara tetangga kita.
04:42Jadi ini PR kita sebenarnya.
04:43Bagaimana kita bisa nekan biaya internet dan tingkatkan kualitasnya.
04:47Menjadi unlimited dan high speed.
04:50Nah, tantangannya dimana Pak Alwin kalau kita bicara mengenai tadi?
04:53Supaya penetrasinya semakin luas, kemudian affordable juga kalau kita bicara mengenai biaya harus dikeluarkan masyarakat sebagai konsumen.
05:02Begini, kalau kita bicara pengguna internet, kita bisa bagi dalam 2 grup yang besar.
05:09Satu adalah pengguna internet dengan mobile data.
05:13Kedua adalah pengguna internet melalui broadband ke rumah-rumah.
05:19Justru yang menjadi tantangan kita ini bagaimana meningkatkan pengguna internet melalui rumah-rumah.
05:24Jadi di Indonesia ini ada kurang lebih 80-90 juta rumah tangga.
05:32Total 85 juta.
05:34Dari 85 juta rumah tangga itu penetrasinya itu baru masih di bawah 20%.
05:3920%?
05:40Bahkan diperkirakan di tahun 2030 baru mencapai 30%.
05:45Itu rendah sekali dibandingkan dengan Filipina, Vietnam, Thailand yang jauh di atas 60%.
05:51Penetrasinya.
05:52Di sini kuncinya, karena kalau penetrasi di rumah tangga itu masih rendah, kita nggak bisa meningkatkan online education.
06:01Terutama di daerah 3T begitu.
06:03Betul.
06:04Baik di daerah-daerah tertinggal, terluar, dan terjauh.
06:07Menarik kalau kita cermati dengan dana dari hasil obligasi ini.
06:11Apakah juga nanti akan dimanfaatkan juga bagaimana untuk peningkatan jaringan-jaringan ekosistem?
06:17Dari perserawan sendiri.
06:19Jadi kami ini, rencana penggunaan dari dana pengeluaran obligasi ini akan dipakai untuk pengembangan Capex.
06:28Nah Capex ini secara 76% itu ya, itu akan dipakai untuk membangun infrastruktur tambahan untuk menjemput opportunity peluang-peluang yang barusan Pak Arwin sebutkan tadi.
06:43Karena masih banyak banget perumahan yang masih belum terjamah sama koneksi internet unlimited.
06:50Dari studi kami ya, di sepanjang rel kereta api itu, di radius 5 km, itu paling sedikit ada 25 juta target perumahan penduduk.
06:59Tadi Pak Arwin sempat bilang bahwa di Indonesia penetrasinya hampir kurang dari 20%.
07:07Kalau di samping rel kereta api, angka ini lebih ekstrim lagi.
07:12Karena di situ adalah perumahan-perumahan kelas menengah.
07:15Jadinya penetrasinya lebih rendah lagi.
07:19Kira-kira seperti itulah, jadi kalau misalnya penggunaan dana obligasi ini bisa kami bangun untuk membangun jaringan last mile istilahnya itu ya.
07:27Menggelar internet yang handal, unlimited, dan terjangkau seperti kata-kata Pak Arwin barusan.
07:35Nah harusnya kita bisalah ikutan membantu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
07:42Berarti seberapa arjen, Pak Arwin mungkin bisa menjelaskan, pentingnya kehadiran internet murah berarti di Indonesia.
07:49Begini Mas Pras, dalam forum-forum internasional, salah satu topik yang sering dibahas oleh pemimpin negara adalah mengenai digital divide.
08:00Digital divide itu kesengjangan digital penetrasi antara negara maju dan negara-negara emerging.
08:07Nah bagi Indonesia sebagai bangsa besar, dan gimana kita apalagi mau menggenjot pertumbuhan ekonomi kita itu menuju ke 8 persen,
08:16maka penetrasi internet ini menjadi salah satu seharusnya strategis nasional.
08:21Mengapa begitu?
08:23World Bank menyampaikan dalam studinya bahwa apabila penetrasi internet rumah broadband bisa naik 10 persen,
08:33itu memberikan sumbangan terhadap PDB 1,38 persen di negara berkembang.
08:41Jadi kalau misalnya pertumbuhan PDB kita sekarang ini 5 persen, dan penetrasi rumah bisa naik dari misalnya 18 ke 28,
08:49langsung PDB kita harusnya bisa menuju ke 6,5 persen begitu.
08:54Itu satu.
08:56Kedua, dari studi McKinsey, McKinsey bikin studi, mereka pelajari ada korelasi tinggi antara penetrasi internet ke rumah-rumah
09:05dengan juga pertumbuhan PDB di mana kontribusinya itu bisa mendekati 10 persen.
09:11Berarti kalau PDB Indonesia itu misalnya 5 persen, kalau penetrasi kita itu membaik bisa naik menjadi 5,5 gitu.
09:19Jadi ada dua studi yang cukup kredibel, satu dari McKinsey, satu dari Bang Dunia.
09:26Nah itu dia, berarti memang perlu hadirnya tadi, jaringan internet yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia,
09:32dan yang penting utama adalah terjangkau, seluruh lapisan masyarakat.
09:36And high quality.
09:38Kita akan bahas lagi seperti apa tantangannya, kemudian target-target dari penggunaan dana obligasi,
09:43seperti apa juga minatnya dari investor, tapi kita akan jeda sebentar ya.
09:46Dan Pemirsa, pastikan Anda masih bersamakan.
09:57Ya, terima kasih Anda masih bergabung bersama kami dalam Market Review.
10:00Pemirsa, berikut ini kami sampaikan data terkait dengan obligasi satu integrasi jaringan ekosistem tahun 2024.
10:06Ya, seperti yang bisa Anda saksikan di layar televisiana, obligasi seri A, seri B, dan seri C.
10:12Dengan jangka waktu yang bisa Anda saksikan di layar televisiana dengan tingkat bunga,
10:16untuk yang seri A-nya 11%, kemudian seri B-nya 12,3%, kemudian untuk seri C-nya 12,8%.
10:25Ini dia target dengan obligasi yang sudah diterbitkan oleh Perserwan.
10:29Kemudian kita lihat penggunaan dana penerbitan dari obligasi satu,
10:33integrasi jaringan ekosistem tahun 2024 untuk apa saja.
10:37Ya, tadi sudah disampaikan capital expenditure-nya sekitar 76,64%, dan modal kerja 23,36%.
10:45Baik, kita akan lanjutkan kembali perbincangan bersama dengan Bapak Hermansa Haryono,
10:49Direktur Utama PT. Integrasi Jaringan Ekosistem, dan juga Bapak Arwin Rasyid, Senior Executive Advisor PT. Integrasi Jaringan Ekosistem.
10:58Ya, Pak Hermansa, mungkin kita bicara sedikit kembali begitu terkait dengan obligasi,
11:03bagaimana respon dari investor-nya sendiri, kemudian bagaimana melihat kans-nya
11:09begitu dengan obligasi untuk bisa meningkatkan lagi kinerja Perserwan,
11:13lebih meningkatkan lagi jaringan-jaringan internet begitu ke seluruh mungkin rumah-rumah warga yang disasar oleh Perserwan. Silakan.
11:22Minat investor untuk di periode-periode sekarang ini cukup challenging sih.
11:27Terus terang, saya harus mengaku itu challenging.
11:30Namun, berkat kerja keras, terus optimisme yang berkelanjutan dan dibantu sama teman-teman
11:39RHB Sekuritas, UOB Kaihan, dan lain-lain, dan sebagainya, One Tech Sekuritas, Bahan Sekuritas,
11:46akhirnya pelaksanaan obligasi 600 miliar itu dapat diserap dan bahkan oversubscribe.
11:53Alhamdulillah sekali itu ya.
11:55Nah, jadinya demikianlah kondisi market.
11:59Namun, saya lihat sih ya, selama memang model bisnisnya itu yang berbau-bau ESG,
12:04terus juga memang memiliki efek multiplier yang besar,
12:07akhirnya saya lihat sih ya, krisis is one thing, tapi hati is another thing gitu.
12:12Jadinya, alhamdulillah lah.
12:14Baik, nah terkait dengan perkembangan dari Perserwan, Mitra, bisnis, klien,
12:18begitu dari integrasi jaringan ekosistem, ini seperti apa saat ini? Mungkin bisa dijelaskan juga.
12:22Klien-klien dari EJI sebagai penyelenggara infrastruktur backbone serat optik itu ya,
12:27jadinya bentuknya itu lebih banyak ke B2B client ya.
12:31Jadinya saat ini sudah ada 200 lebih client yang isinya itu internet service providers,
12:37terus kemudian data center players, terus juga ada telco operators, dan yang sebagainya,
12:47cloud operators gitu-gitu.
12:49Nah, jadinya kami itu menjadi enablers utamanya bagi rekan-rekan itu,
12:55klien-klien kami untuk mereka beroperasi secara utuh.
12:58Nah, itulah. Jadi, selain daripada tadi yang saya sempat cerita,
13:02ada 25 juta potensi penduduk yang belum digarap,
13:05tapi sebenarnya juga ada teman-teman lain yang membutuhkan layanan ini,
13:09karena memang fiberoptik yang kami bangun di samping rail kereta api itu,
13:13merupakan satu-satunya fiberoptik yang bisa memberikan tingkat service level agreement yang lebih tinggi,
13:18karena kebayangkan jalur rail kereta itu steril, sedikit gangguan,
13:25itu akan berdampak langsung sama tingkat layanan.
13:29Nah, ini menarik. Kalau bicara mengenai penetrasi internet di Indonesia,
13:34lantas bagaimana dengan tingkat persaingan bisnisnya?
13:37Pak Arwin mungkin bisa menjelaskan ya, karena kan tidak sendirian doang berarti Pak, dari CIE sendiri.
13:43Begini, bicara fix broadband ya, jadi internet ke rumah, kan sudah ada pemain-pemain besar.
13:51Mereka karena dia punya biaya setupnya itu cukup tinggi, tentu mereka harus cari market yang punya daya beli.
13:59Oleh karena itulah, mereka hadir di kota-kota besar,
14:03dan yang mereka tujukan itu adalah rumah tangga yang berpenghasilan menengah ke atas.
14:09Maka itu kalau kita langganan misalnya Indihome, atau MyRepublic, atau misalnya First Media,
14:15dan seterusnya-seterusnya, biasanya tarif perbulannya itu antara 300 ribu sampai di atas 1 juta.
14:22That is the market. Sedangkan kami, Mas Herman dengan tim,
14:28mereka berhasil menawarkan paket high speed unlimited di 100 ribu rupiah per bulan.
14:37Jadi jauh di bawah pesaing-pesaing.
14:39Karena memang kita tuju market kita itu adalah market low income household.
14:44Jadi kita ini sebenarnya komplement terhadap mereka, bukan mengambil market share-nya mereka.
14:49Karena mereka berada di household yang middle up, kita masuk ke middle low.
14:55Tapi yang menarik kan volumenya justru lebih besar di sana marketnya.
14:59Itu harapan kami.
15:02Kalau bicara mengenai tantangan berikutnya, kalau kita bicara mengenai tadi persaingan di lokal,
15:07tapi kan ini dari luar pun hadir juga kita tahu yang cukup hangat, Starlink begitu.
15:12Nah ini pandangan dari persaharannya sendiri bagaimana kalau boleh kita bahas.
15:17Kita senang Starlink masuk, mengapa?
15:19Karena mereka memberikan opsi kepada pengguna internet,
15:22tapi kalau dilihat tarifnya 700 ribu sampai 1 juta ke atas,
15:27pasti sasaran mereka itu adalah market yang middle up, bahkan yang up betul gitu.
15:33Tapi pengamatan kami di berapa negara Starlink sudah masuk,
15:37mereka itu pintar, biasanya setelah berapa tahun mereka banting harga.
15:41Jadi kalau mereka banting harga pun dari 700 mau banting berapa?
15:4450% tetap aja 350 ribu.
15:47Starlink itu paling cocok ya, dimana daerah-daerah itu belum ada internet.
15:52Jadi misalnya terpencil, itu cocok.
15:55Tapi yang untuk mass itu tetaplah penawaran yang dari kami misalnya.
16:02Nah nilai kompetitiveness apa yang bisa Anda sampaikan juga Pak Hermans
16:05akhirnya kepada pemirsa, kepada calon konsumen ataupun investor,
16:08begitu kalau kita bicara mengenai tadi jaringan internet murah
16:12tapi berkualitas yang ditawarkan.
16:17Jadi walaupun tadi Pak Arwin sempat ngejelasin bahwa layanan internet
16:21yang kami tawarkan itu terjangkau dan begitu keluar angkanya 100 ribu itu ya
16:27terjangkaunya kelewatan gitu kan ya.
16:29Nah namun dari layanan yang kami miliki ini tetap handal gitu ya.
16:33Handal itu kenapa?
16:34Karena memang ini disampaikan melalui jalur yang kami bangun di samping rel kereta.
16:42Jalur di samping rel kereta itu gangguannya sedikit sekali.
16:45Jadinya beberapa klien-klien yang sudah kami layani sih
16:50tingkat komplainnya itu rendah banget bahkan memuji jika relatif
16:54dibandingkan dengan layanan-layanan sebelumnya begitu ya.
16:57Nah itulah kalau dari sisi pelanggan gitu.
17:00Nah bagi calon investor, dengan pembangunan infrastruktur di samping rel ini
17:05karena memang itu merupakan lahan lurus, gak perlu ada land clearing dan masih tanah.
17:11All cost pengerjaan, capex contraction per kilometernya itu jauh.
17:15Saya bilang jauh ini significant jauh.
17:18Gak cuman X persen, Y persen tapi significantly jauh.
17:23Nah dengan pola seperti itu, harga layanan yang dikasih
17:27itu kami bisa melakukan pemberian layanan dengan harga super terjangkau
17:35tapi tetap keuangan dari sisi kami karena memang ada cost championship itu aman banget juga.
17:41Level margin, level EBITDA segala macam setara sama perusahaan yang lain.
17:45Nah itulah kalau bagi teman-teman investor yang lain.
17:48Nah itu dia, lantas dengan denasgar yang akan diperoleh dari obligasi ini
17:51ekspansi apalagi yang sudah disiapkan, dipetakan begitu?
17:54Ya, memang ya.
17:56Jadinya pada saat ini selain dari pada klien yang sifatnya B2B
17:59seperti klien-klien yang tadi sudah kami sebut yang kayak telko operator
18:03terus ada data center players dan lain sebagainya
18:06tapi memang yang sekarang jadi fokus dari kami itu adalah
18:09untuk menggapai 25 juta perumahan yang ada di sepanjang real pulau Jawa.
18:14Itu radius 5 kilo dari sepanjang jalur real itu.
18:19Karena kami yakin banget dengan fokus kepada mereka
18:22diberikan layanan internet handal unlimited, harganya terjangkau
18:26mereka pasti mau menurut pengalaman kami ya
18:30itu mereka pasti akan mengambil layanan itu
18:33ini akan punya dampak positif yang besar bagi tarah hidupan mereka
18:37yang akhirnya akan mensupport pencapaian Indonesia emas.
18:42Oke, terakhir Pak Arun bagaimana Anda melihat optimisme
18:47terkait dengan perkembangan internet, kemudian bagaimana dengan
18:50tadi ada Reyhan dan Nastigar juga, berarti kan ada amunisi baru nih bagi perusahaan.
18:54Mas Pras, Indonesia ini beruntung negara dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia
19:01dimana lebih dari 50 persen jumlah penduduknya itu di bawah usia 30 tahun.
19:07Millenial kita itu dan gen Z itu banyak sekali
19:10dan mereka semuanya adalah berada di dalam zaman internet digital.
19:15Jadi potensi kita itu prospeknya sangat luar biasa.
19:20Harapan kami pemerintah itu betul-betul serius ya
19:24menggarap internet ini sebagai upaya strategis nasional.
19:28Karena sebentar lagi masuk AI, kemudian data center itu juga.
19:32Jadi semuanya ini akan berkembang pesat, kita gak boleh ketinggalan
19:36sama negara-negara lain kalau kita memang mau menuju ke Indonesia emas.
19:40Itu dia. Yang paling utama adalah pembangunan infrastrukturnya lagi
19:43di jaringan internet yang tersebar merata lah ya, dari Sabang sampai Merauke.
19:47Kalau bisa kita harapkan memang menjadi strategis nasional kita
19:51untuk bisa mendukung go digitalisasi di Indonesia.
19:54Baik Pak Hermansad, saya sekali waktu terbatasin.
19:57Pak Arwin, terima kasih banyak juga atas kehadiran insight, informasi yang sudah Anda sampaikan
20:01terkait dengan obligasi, kemudian tadi bagaimana ekspansi-ekspansi
20:04bisa disiapkan oleh persiaraan ya. Salam sukses Pak, untuk Bapak berdua.
20:07Thank you Mas.
20:08Baik Pemirsa, satu jam sudah saya menemani Anda dalam Market Review.
20:11Berbahari terus informasi Anda hanya di IDX Channel,
20:14Your Trustworthy and Comprehensive Investment Reference.
20:16Jangan lupa saksikan program First Session Closing
20:19yang akan tayang pukul 11.30 waktu Indonesia Barat.
20:22Karena urusan masa depan harus terdepan.
20:24Aku Investor Saham, saya Prasetya Wibowo.
20:28Pamit undur diri, terima kasih. Sampai jumpa.
20:34Sampai jumpa.
21:04Sampai jumpa.
Comments

Recommended