00:00Perkurahan tinggi itu, sebetulnya IDPT-NBH itu kan memang mendorong perkurahan tinggi itu mandiri, termasuk mandiri di dalam pembiayaan, dan mendorong supaya lembaga-lembaga fundraising-nya itu jalan.
00:24Saya kebetulan sekarang kan juga Ketua Wali MWA-nya Bundi Sudirajaya, beliau kan MWA-nya ITS, beliau ini Ketua MWA-nya Undi, ini sama-sama Ketua MWA, jadi tau persis lah gitu.
00:38Jadi memang menurut saya PTN kita itu memang tax spender boy, jadi sudah biasa belanja, tidak biasa cari uang.
00:51Jadi harus ada perubahan karakter, ajarilah mereka ini untuk cari duit, bukan untuk buang duit, dan ini memang tidak mudah.
01:02Saya berani ngomong begini, saya kan Raja Direktor, sama Prof. Menuh, beda beliau memang pembelanja, kalau saya harus cari, kalau nggak cari dulu nggak mungkin belanja kan.
01:12Jadi sebetulnya perguruan tinggi itu kalau sudah ada kemampuan, perubahan sikap mental untuk menjadi pencari uang, bukan pembelanja, itu nggak ada masalah.
01:24Nama besar, PTN BIA itu namanya besar-besar, tinggal mengkapitalisasi saja jawabannya itu.
01:31Dan saya kemarin sampaikan misalnya, naikkan biaya itu jangan serta-merta, jadi naikkanlah kepada mahasiswa baru saja.
01:44Mahasiswa baru dan itu jangan naik sampai nanti selesai dia, sehingga orang tua itu punya kepastian.
01:51Kalau yang lama itu biar selesai sampai selesai.
01:54Memang ada, kalau di swasta ya, itu tetap ada pimpinan namanya variable cost.
02:00Jadi memang tidak semua biaya di pendidikan itu tinggi, terutama difikskan, nggak bisa.
02:05Misalnya KKN, KKN itu baru 4 tahun nanti nggak mungkin ditetapkan anak mahasiswa baru.
02:12Wisuda, itu kan nggak mungkin ditetapkan, itu variable cost.
02:17Bahkan sebetulnya untuk swasta biasanya, itu momen-momen untuk bisa mengenai biaya tinggi.
02:23Misalnya wisuda, itu tarik yang tinggi, karena nggak ada orang akan protes walaupun mahal.
02:28Karena waktu saat gembira orang mau anaknya wisuda, bayar berapa pun dikasih.
02:33Kalau perlu biar satu truk anak keluarganya datang nggak apa-apa, tapi harus beli undangan.
02:40Beli undangan, dibayar, datang.
02:44Itu kan orang seneng itu, diminta apa pun pasti mau.
02:47Tapi ketika orang sedang gajinya sudah telat, ini anunya naik, ya pastilah itu protes.
02:54Jadi menurut saya juga momentum kurang pas, makanya saya sempat kritik itu.
02:59Kalau saya lihat sebetulnya peraturan menterinya bagus, bermendikbud istek itu tidak ada pasal.
03:07Itu kan kemudian bagaimana mau terjemahkan pada para rektor.
03:12Saya mohon maaf mungkin agak menekankan kepada pentingnya pimpinan perubahan tinggi.
03:16Ini insya Allah kami bertiga ini yang sudah tua-tua ini pengalamanlah itu.
03:21Sudah pengalaman jadi rektor lah, baik negeri maupun swasta.
03:26Ini menurut saya perlu ada perubahan, kebijakan yang sifatnya merubah mindset ini pada mereka.
03:33Contoh begini pimpinan.
03:35Ini saya ingin contoh-contoh yang sepilih saja.
03:37Yang ngelip kan sudah Prof. Mahfudz tadi, Prof. Menuk sudah menggambarkan sangat luar biasa.
03:41Saya 100% setuju itu, bahkan 150%.
03:45Tapi yang kecil begini contohnya.
03:47Misalnya untuk wisuda.
03:51Kalau kita ada perubahan tinggi wisuda itu sampai satu bulannya misalnya 5 ribu, bahkan 10 ribu sekarang.
03:58Itu kalau dibikin satu tahun itu 5 kali wisuda, dia punya hotel.
04:06Sudah komplit itu, jadi bayar wisuda komplit tinggal di hotel kampus.
04:12Nanti disitu ada semalayan belanja, voucher mereka yang nanti kalau belanja bisa dapat potongan.
04:19Itu selama wisuda itu cukup untuk nutup biaya operasional hotel.
04:25Sisanya tinggal cari untung saja.
04:27Percaya dengan saya itu.
04:29Sudah nyoba saya.
04:32Jadi ini bagaimana mengajari, belum lagi karya riset.
04:36Riset-risetnya.
04:38Kita ini enggak kalah sebetulnya.
04:40Cuma bagaimana mengemas samaan jualan.
04:43Maka mestinya mereka harus dilatih.
04:46Sebetulnya itu juga bisa ada terobosannya.
04:49Pilih saja ada pembantu.
04:51Dulu malah Pak Presiden sebetulnya ngusulkan Pak Presiden itu.
04:54Sudahlah rektornya diambil dari luar negeri saja.
04:56Bukan ributkan itu.
04:57Itu benar.
04:59Kalau tidak berani ngangkat rektor karena dianulis senat oleh senior-seniornya itu.
05:04Angkat saja direktur.
05:06Direktur bisnis.
05:09Direktur bisnis.
05:10Dan dia dibayar dengan kontrak.
05:13Dia ditarget satu bulan dia bisa ngumpulkan berapa meyat.
05:16Dia minta gaji berapa.
05:20Ya, itu bisa menurut saya.
05:23Pokoknya banyak seni untuk cari duit di perguruan tinggi itu.
05:26Kan branded-nya luar biasa.
05:28Apa pun bisa dijual itu.
05:30Kalau di luar negeri kalau kita datang ke kampus kan cuma beli kaos sama topi kan.
05:34Datang sana ada New York.
05:39Ya kan laris itu.
05:41Cuma bagaimana ini memang merubah mindset perguruan tinggi menurut saya.
05:44Kalau soal langgaran.
05:46Tadi itu kuncinya disitu menurut saya.
05:49Manfaatkanlah hak budget.
05:52Hak budget Komisi 10 untuk mengontrol mengarahkan penganggaran.
05:58Duduk bersamalah dengan kementerian teknis tentang pengalokasian itu.
06:02Sehingga Bapak juga ketika mengontrol tahu.
06:05Kemarin saya ikut merencanakan sehingga saya tahu persis mana yang harus.
06:10Ini mohon maaf ini mungkin agak menggurui.
06:12Karena enggak apa-apa kan saya lebih tua dari Bapak.
06:15Jadi ini menurut saya beberapa poin dari saya.
06:20Itu tadi. Jadi sebetulnya kita sudah berada dalam track dan indikator-indikator untuk menjadi Indonesia.
06:26Yaitu sesimpel itu satu slide itu saja.
06:29Terima kasih.
Comments