Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
"Saksikan tayangan kami Official Youtube IDX Channel di Program Power Breakfast, Senin (13/05/2024) dengan Tema FITCH Naikkan Rating Bank Mandiri (BMRI)".

Category

📺
TV
Transcript
00:00 Awal pekan ini pemirsa kita akan mengulang seputar market analistis rekomendasinya bersama dengan Vice President dari Infovesa, ada Pak Wawan Henrayana.
00:08 Selamat pagi Pak Wawan apa kabar?
00:10 Selamat pagi, sehat selalu.
00:12 Terima kasih Pak Wawan untuk waktunya.
00:14 Pak Wawan ada informasi tadi ya mengenai perbankan, misalnya Bank Mandiri yang akhirnya dinaikkan peringkatnya oleh Fitch Rating, lembaga pemeringkat dunia begitu ya.
00:25 Setelah kurang lebih sudah 4 tahun berada di posisi tersebut.
00:28 Sejauh mana sih Anda melihat saat ini fundamental kemudian pergerakan harga saham dari perbankan khususnya BKEPS?
00:36 Ya kalau kita bicara tentang fundamental tentunya masih sangat baik ya.
00:41 Laporan keuangan Tiusado kemarin di bulan Maret itu memang hanya Bank BCA yang mampu tumbuh, tetapi Bank lain pun meskipun sedikit dibawah ekspektasi,
00:51 Bank sebenarnya masih tumbuh dengan jumlah yang sangat besar sekali. Jadi ekspektasi bahwa kredit di tahun 2024 ini masih tumbuh dan juga otomatis dari sisi pendapatan bank itu juga masih akan naik.
01:05 Ini masih cukup besar. Meskipun memang salah satu faktor yang membuat sebulan terakhir terutama itu Bank terkoreksi adalah ekspektasi bahwa suku bunga Amerika yang akan turun pada tahun ini tadinya di Q2,
01:19 lalu sekarang Q3 bahkan mundur ke Q4 atau bahkan ke tahun depan ini yang membuat harga saham bank itu turun.
01:26 Terutama kalau kita bicara Bank Mandiri itu di tahun ini year to date dia masih menjadi saham bank yang dari sisi return itu paling tinggi dibanding bank-bank besar lainnya.
01:38 Jadi memang pasar sudah mengantisipasi bahwa kinerja Bank Mandiri itu sangat baik, tahun ini juga membaik sehingga sudah memberikan apresiasi sehingga harga sahamnya naik.
01:49 Berarti Anda melihat bahwa ketika di bulan Mei biasanya kan ada fenomena sell in May begitu ya dan perbankan menjadi sasaran itu adalah hal yang wajar mengingat penguatannya dan kinerjanya yang sudah di price in?
02:01 Ya spesifik kalau kita bicara sell in May go away ini kan biasanya bahwa asumsinya bulan Mei itu harga saham akan turun jadi lebih baik kita lepas dulu masuk lagi nanti di Q4 begitu ya.
02:16 Tapi 20 tahun terakhir saya melakukan analisa sebetulnya negatif pada bulan Mei itu probabilitas hanya 50% artinya tidak ada kecenderungan pasti bahwa oh kalau bulan Mei pasti turun.
02:30 Kebetulan saja di tahun 2024 ini itu berbarengan dengan tadi ekspektasi suku bunga yang inginnya adalah turun tapi ternyata penurunannya mundur.
02:40 Ini membuat sell in May-nya negatif kepada saham-saham B-Cap Bank sehingga kita negatif.
02:44 Tapi sebetulnya kalau memang investasinya jangka panjang justru kalau ada koreksi seperti saat ini itu menjadi menarik untuk masuk ke saham-saham B-Cap yang valuasinya tidak semahal tahun lalu.
02:57 Oke, misalnya Bank Mandiri ini kan sebulan terakhir turunnya 9% apakah bisa dikatakan bahwa peloman tersebut sudah cukup dalam dan bagaimana valuasi dari Bank Mandiri Pak dibandingkan dengan tahun lalu?
03:07 Ya kalau cukup dalam sebetulnya justru belum ya kalau kita mau bicara dalam ya itu kita bisa berkaca kepada big bank lainnya seperti Bank BRI itu yang jatuhnya 20% lebih.
03:21 Tapi sebetulnya itu wajar secara historis ketika suatu saham itu mencapai all time high ATH ya itu turun 20% 25% itu sebenarnya sesuatu yang wajar.
03:34 Karena otomatis ketika mencapai nilai tertinggi sudah pasti ada investor yang akan melakukan profit taking.
03:40 Dan spesifik tahun ini itu triggernya salah satunya adalah oh kenturunan suku bunga sepertinya akan mundur.
03:47 Ini membuat investor asing terutama itu melakukan profit taking secara masif sehingga harga sambangnya turun.
03:54 Di saat seperti ini investor lokal seharusnya menjadi kesempatan ya untuk bisa masuk pada harga yang valuasinya lebih murah.
04:03 Tentu saja kita tidak bisa berharap bahwa oh ini lah akan naik sebulan dua bulan tetapi kalau kita bicara setahun dua tahun saya rasa fundamental perbankan,
04:13 mandiri BRI, BCA itu tidak ada yang buruk semuanya masih bisa tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi kita yang kita lihat pun di maritim masih 5,11%
04:25 kalau ini dipertahankan 5% terus saya rasa ya saham-saham bank sudah pasti akan riba.
04:30 Bagaimana dengan profil misalnya dari investor power one dengan dana yang mungkin terbatas tapi tertarik untuk masuk atau mengoleksi sektor perbankan
04:40 yang saat ini sedang turun dalam ini kan enggak mungkin ya bisa dibeli semuanya mungkin kalau dibeli semuanya kan jadinya agak kecil kurang maksimal nanti untuk gainnya begitu.
04:52 Anda rekomendasinya lebih baik seperti apa di tengah ya ada yang mungkin pelemahannya sudah lebih besar misalnya tadi Anda katakan BBRI?
04:58 Saya sih selalu mengembalikan kepada investor itu sendiri nomor satu adalah time frame atau horizon investasinya jangka pendek atau jangka panjang gitu ya
05:11 kalau jangka panjang ya tidak masalah bisa di koleksi dengan metode misalnya adalah cost averaging
05:19 maksudnya secara reguler atau rutin saya menabung saham gitu ya mungkin setiap awal bulan, habis gajian begitu beli saham perbankan
05:29 mau BRI, BCA, mandiri tidak ada masalah ya memang kalau BRI cenderung lebih murah tapi sebetulnya 3 saham tadi atau dengan B yang ibun itu masih sangat baik
05:40 jadi cost averaging ini bisa menjadi pilihan.
05:43 Kalau untuk investor yang memang oh saya lebih prefer trading Pak jangka pendek ya saya sarankan hati-hati dengan saham bank ya
05:51 karena trendnya adalah asing masih jualan maksudnya net sell as sitting itu masih akan terjadi
05:59 dan baru mungkin akan meredah kalau sudah ada kepastian apakah suku bunga di Amerika Serikat itu kapan turunnya
06:06 jadi kalau seperti itu ya siap-siap dengan volatility tapi untuk jangka panjang ini kesempatan untuk beli dengan harga yang lebih murah.
06:13 Baik berarti jangka pendek waspada di banking karena masih akan menjadi sasaran net sell begitu ya
06:19 kalau jangka panjang ini tetap layak dicermati ataupun dicicil untuk investasi medium to long ya Pak Wawan ya
06:27 tetapi Pak Wawan ini kan beberapa perbankan sudah sering mencetak level tertinggi
06:32 kemudian bagaimana dengan yang menilai bahwa banking ini mungkin merupakan apalagi yang big caps
06:40 empat terbesar itu kan sudah sangat stabil sudah kayak misalnya peningkatannya tampaknya sudah tidak akan terlalu banyak sekali
06:51 dibandingkan dengan yang baru tumbuh dan peluangnya lebih besar secara fundamental kinerjanya begitu.
06:57 Bagaimana tanggapan anda Pak Wawan kalau yang untuk benar-benar mau long term?
07:02 Ya tentu saja kalau kita bicara tentang investasi long term itu justru perusahaan yang sudah going on sudah stabil ya
07:11 kita juga sudah pahami seperti apa bisnisnya dari mana dia akan mendapatkan profit seperti apa challenge-nya
07:17 ini malah lebih nyaman untuk investasi menurut saya ya
07:20 karena berarti kemungkinan dia tiba-tiba balik arah begitu bisnisnya itu ternyata rugi atau bahkan bisa sampai tutup
07:29 jadi itu untuk bank saya rasa kecil sekali ya
07:31 bank ini salah satu industri yang paling prudent paling diatur juga oleh pemerintah dengan permodalannya sangat dijaga sekali
07:38 karena ini menyangkut betul-betul aktivitas masyarakat di negara kita ini
07:44 jadi sama pemerintah OJK itu betul-betul dijaga
07:47 jadi kalau dari sisi growth betul, big bank ya mungkin sudah terbatas ya
07:53 kita bicara growth ya mungkin 20 digit pun paling belasan persen atau bahkan ada yang single digit
08:00 tetapi masih growth begitu bukan yang menyusut
08:03 jadi menurut saya long term pun perbankan masih akan jadi core atau inti investasi dari masyarakat di Indonesia
08:11 karena secara kapitalisasi pun masih 40% dari pasar modal kita
08:16 Anda masih melihat bahwa banking ini upside-nya masih tetap menarik untuk dicermati investasi jangka menengah panjang begitu ya Pak Wawan
08:25 ada target nggak Pak Wawan untuk tahun ini kira-kira?
08:29 Saya rasa untuk BIK4 tadi ya kalau BRI harapannya sih bisa kembali ke mungkin tidak kembali ke Rp6.000 langsung
08:40 tapi paling tidak bisa kembali ke level Rp5.400-Rp5.500
08:44 untuk BBCI kita bisa berharap dia akan kembali ke atas Rp10.000 itu bisa ke level Rp10.400 all time high di tahun ini
08:53 untuk mandiri harapannya kembali ke Rp7.000 dan untuk BRI itu juga ke Rp5.800
08:59 Baik sedikit Pak kalau yang second liner mungkin misalnya bank Arto atau bank Jago ini kan juga kenaikannya cukup pesat beberapa waktu terakhir ya
09:10 bagaimana untuk banking yang diluar BKEPS?
09:13 Ya tentu saja Indonesia ini pasarnya masih luas sekali dan umumnya sih masing-masing bank ini punya captive marketnya sendiri-sendiri gitu ya
09:22 mereka juga punya segmen yang dikejar segmen daripada Arto jelas berbeda dengan segmennya bank BRI atau bank Mandiri atau bank BCA
09:31 jadi ceruk masyarakat itu untuk memanfaatkan layanan bank terutama yang digital itu masih ada
09:38 jadi saya melihat bisa menjadi diversifikasi bank-bank kecil ini tidak cuma Arto ya
09:44 kita juga ada bank lain yang bank BNGA, bank Nyaga misalnya yang sebetulnya growth-nya cukup baik, debitnya juga menarik begitu
09:52 jadi ini bisa menjadi diversifikasi dari investor di samping memiliki salah satu atau semua 4 tadi
10:01 tapi juga bisa juga bank yang lebih mid cap
10:05 kalau investor tertarik dengan perbankan sebetulnya ada 2 indeks ya yang mencerminkan pergerakan saham perbankan
10:11 ada Infobank 15, itu 15 bank dan juga ada PaveIndo yang Prime 10, itu juga 10 bank-bank decap
10:23 ini bisa dicermati juga kalau memang indeksnya naik berarti pasti ada saham-saham perbankan yang juga positif
10:31 disaringnya lebih baik dari situ saja lebih memudahkan begitu ya Pak Wawan ya?
10:36 betul
10:37 oke waspada juga kalau misalnya second liner dan third liner karena kan pergerakannya sangat volatile
10:42 misalnya bank Arto ini dalam sebukan terakhir naik 8% tapi kalau kita tarik garis lebih jauh lagi
10:47 3 bulan terakhir sudah turun 36,63% dan 1 bulan 16,1% begitu ya Pak Wawan ya?
10:53 iya harus siap dengan kondisi
10:57 oke kita lanjutkan untuk saham pilihan pemirsa usai jeda tetap lho bersama kami di segmen marketbaz
11:03 [suara anjing]
11:05 [SUARA JINGLE]
11:07 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments

Recommended