00:00 akhir masaman, selamat malam
00:02 [suara mesin]
00:06 dari mana bang, mbak?
00:08 dari depan
00:10 [musik]
00:38 [suara musik]
00:40 [suara musik]
00:42 [suara musik]
00:44 [suara musik]
00:46 [suara musik]
00:48 [suara musik]
00:50 [suara musik]
00:52 [suara musik]
00:54 [suara musik]
00:56 [suara musik]
00:58 [suara musik]
01:00 [suara musik]
01:02 [suara musik]
01:04 [suara musik]
01:06 [suara musik]
01:08 [suara musik]
01:10 [suara musik]
01:12 [suara musik]
01:14 [suara musik]
01:16 [suara musik]
01:18 [suara musik]
01:20 [suara musik]
01:48 Jadi ada 2 agenda yang dipadukan dan dua-duanya terkait dengan masa depan bangsa.
01:54 Seperti yang saya sampaikan dalam kurasi bahwa merayakan hari Kartini seharusnya menjadi kesempatan kita
02:00 untuk menggali-gambali gagasan Kartini, pemikiran Kartini, ide-ide Kartini untuk bangsa.
02:06 Dan bagi saya Kartini itu bicara tentang kebenaran, etika, keadilan sosial, kesetaraan.
02:12 Itu yang harus menjadi prinsip demokrasi.
02:14 Dan itu yang juga seharusnya dicucuk mahkamah konstitusi ketika besok mengeluarkan putusan.
02:22 Jadi putusan mahkamah konstitusi besok ini akan menjadi sebuah pertaban kemana demokrasi Indonesia
02:29 apakah akan dibawa untuk terus tumbuh, maju, berbuah, atau justru akan kembali ke satu abad lalu.
02:37 [Musik]
02:41 [Musik]
02:44 [Musik]
02:53 [Musik]
03:06 [Musik]
03:10 [Musik]
03:17 [MUSIK]