Skip to playerSkip to main content
  • 3 years ago

Guru Besar dan Civitas Akademika UGM menggelar aksi mengawal putusan sidang MK pada Minggu (21/4) siang. Aksi digelar sebagai bentuk dukungan moral terhadap para hakim jelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2024.

 

Mereka menilai MK sebagai benteng terakhir keadilan agar menggunakan nurani, akal sehat dan kewenangan yang dimiliki untuk mengambil keputusan berkeadilan. Hal ini demi menjaga demokrasi dan amanah konstitusi.

 

Reporter: Gunanto farhan

Produser: Reza Ramadhan

Category

🗞
News
Transcript
00:00 akhir masaman, selamat malam
00:02 [suara mesin]
00:06 dari mana bang, mbak?
00:08 dari depan
00:10 [musik]
00:38 [suara musik]
00:40 [suara musik]
00:42 [suara musik]
00:44 [suara musik]
00:46 [suara musik]
00:48 [suara musik]
00:50 [suara musik]
00:52 [suara musik]
00:54 [suara musik]
00:56 [suara musik]
00:58 [suara musik]
01:00 [suara musik]
01:02 [suara musik]
01:04 [suara musik]
01:06 [suara musik]
01:08 [suara musik]
01:10 [suara musik]
01:12 [suara musik]
01:14 [suara musik]
01:16 [suara musik]
01:18 [suara musik]
01:20 [suara musik]
01:48 Jadi ada 2 agenda yang dipadukan dan dua-duanya terkait dengan masa depan bangsa.
01:54 Seperti yang saya sampaikan dalam kurasi bahwa merayakan hari Kartini seharusnya menjadi kesempatan kita
02:00 untuk menggali-gambali gagasan Kartini, pemikiran Kartini, ide-ide Kartini untuk bangsa.
02:06 Dan bagi saya Kartini itu bicara tentang kebenaran, etika, keadilan sosial, kesetaraan.
02:12 Itu yang harus menjadi prinsip demokrasi.
02:14 Dan itu yang juga seharusnya dicucuk mahkamah konstitusi ketika besok mengeluarkan putusan.
02:22 Jadi putusan mahkamah konstitusi besok ini akan menjadi sebuah pertaban kemana demokrasi Indonesia
02:29 apakah akan dibawa untuk terus tumbuh, maju, berbuah, atau justru akan kembali ke satu abad lalu.
02:37 [Musik]
02:41 [Musik]
02:44 [Musik]
02:53 [Musik]
03:06 [Musik]
03:10 [Musik]
03:17 [MUSIK]

Recommended