Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Doha, Qatar untuk membahas perkembangan situasi di Afghanistan. Rapat ini diinisiasi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.

Pertemuan kali ini melibatkan negara-negara yang selama ini aktif dalam isu Afghanistan, termasuk Indonesia. Secara garis besar membahas situasi terkini di Afghanistan berikut prioritas upaya utama yang dapat dilakukan. (RK-DA)

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [Musik]
00:06 ...dan untuk disampaikan ke Dewan Keamanan PBB tidak lebih dari 17 November 2023.
00:13 Assessment tersebut telah selesai dilakukan dan disampaikan ke Dewan Keamanan PBB pada 9 November tahun lalu.
00:21 Secara krisis besar, laporan atau assessment tersebut menyampaikan situasi Afghanistan saat ini,
00:28 prioritas kunci yang dapat dilakukan dan rekomendasi termasuk bagaimana melakukan engagement
00:34 serta bagaimana dapat membantu rakyat Afghanistan.
00:38 Pertemuan di Doha ini melibatkan negara-negara yang selama ini aktif dalam isu Afghanistan termasuk Indonesia.
00:45 Dari ASEAN hanya Indonesia, dari Asia terdapat beberapa negara lain seperti RRT, Jepang, India, Pakistan
00:53 dan juga negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan.
00:57 Pertemuan membahas bagaimana tindak lanjut dari assessment tersebut.
01:01 Dalam pertemuan Indonesia antaranya menyampaikan, pertama Indonesia menyambut baik laporan Sekjen PBB mengenai situasi Afghanistan.
01:11 Indonesia juga mencatat laporan mengenai situasi hak-hak perempuan Afghanistan yang disiapkan oleh UN Women, IOM dan juga UNAMA.
01:21 Indonesia juga mencatat respon yang diberikan oleh Taliban atau de facto authority atau DFA terhadap dua laporan tersebut.
01:31 Hal kedua yang disampaikan Indonesia adalah bahwa dari laporan dan respon Taliban,
01:37 tampak bahwa terdapat gap yang cukup lebar antara apa yang diharapkan masyarakat internasional dan stakeholders lainnya
01:45 dengan apa yang dilakukan oleh Taliban saat ini.
01:49 Dengan demikian tantangan utama adalah bagaimana menjembatani gap tersebut.
01:55 Ketiga, Indonesia menyampaikan bahwa mengenai engagement, Indonesia menekankan pentingnya engagement perlu terus dilakukan.
02:04 Namun memang saat ini belum saatnya melakukan pengakuan.
02:09 Indonesia juga merujuk laporan UN Women yang mengatakan bahwa sejak berkuasa Agustus 2021,
02:16 terdapat 50 dekret Taliban yang mengikis hak-hak perempuan dan dekret-dekret tersebut tidak ada yang dibatalkan sampai saat ini.
02:26 Indonesia menyarankan bahwa isu perempuan harus terus disertakan sebagai salah satu prioritas di dalam engagement komunitas internasional dengan Taliban.
02:37 Dalam isu ini, penting bagi PBB untuk terus melakukan koordinasi dengan OKI.
02:43 Dalam statement saya juga menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan Indonesia untuk membantu perempuan Afganistan.
02:51 Antara lain pemberian beasiswa kepada perempuan Afganistan dan inisiatif ini telah didukung oleh beberapa negara antara lain Jepang, Norwegia, Belanda, UG, dan Kanada.
03:03 [SILENCE]
Comments

Recommended