Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
Startup teknologi di Yogyakarta, Autoconz membuat inovasi baru melalui 3D Printing di bidang konstruksi yang dikenal sebagai 3D Construction Printing (3DCP).

Melalui metode cetak 3D, Autoconz mampu menciptakan rumah hunian dengan kecepatan dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Proses ini memberikan dampak positif terhadap kecepatan konstruksi, memungkinkan proyek-proyek diimplementasikan dengan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas bangunan.

Category

📺
TV
Transcript
00:00 Terima kasih Anda kembali bersama kami dalam CreateUp dan kembali bersama saya, rekan Wiki Adria.
00:04 Ya, betul sekali. Kami kali ini akan membahas mengenai potensi bisnis startup 3D printing berbasis konstruksi
00:10 sudah tersambung melalui video conference ada Mas Raja Rizki Afriandi,
00:14 lo adalah CEO dari Autocons. Apa kabar Mas Raja?
00:17 Alhamdulillah sehat, terima kasih telah diundang melalui IDX Channel.
00:22 - Baik. - Terima kasih juga Mas Raja.
00:23 - Salam sehat dan penghormatan bagi kami. - Oke.
00:25 Baru tahu saya kalau 3D printing itu bisa dibangun menjadi sebuah konstruksi ya?
00:31 Bisa, kita tujuan dari teknologi ini bisa untuk bangun rumah sekalian.
00:35 Jadi bukan miniatur lagi, tapi sudah rumah dalam ukuran sebenarnya.
00:39 Oh ya, jadi 3D printing kan biasanya bikin miniatur saja,
00:43 tapi ini bisa membangun rumah beneran dengan menggunakan metode 3D printing?
00:47 Betul sekali, saat ini kita juga sudah berhasil untuk bangun satu rumah contoh di Yogyakarta.
00:54 Rumahnya itu ukurannya tipe 36, yang itu kita sudah mengikuti standarnya dari POPR
01:01 untuk bisa tahan gempa.
01:03 Oh, tahan gempa, tahan air juga?
01:06 Oke, baik. Berarti bahan-bahannya dalam sebagainya itu terbuat dari apa Mas?
01:14 Seperti semen biasa atau gimana?
01:20 Bahan campuran kita itu sebutannya mortar ya, untuk bahan printingnya itu.
01:24 Dan mortar ini terdiri dari air, pasir, semen, dan juga beberapa bahan semikel lainnya
01:30 yang itu terdiri dari resep rahasia kita.
01:35 Jadi kita tidak impor dari luar, itu kita bikin sendiri resepnya.
01:39 Mengapa Mas Raja tertarik nih untuk bidang ini, 3D printing konstruksi?
01:47 Karena teknologi ini salah satu teknologi yang belum kita miliki juga,
01:51 dan waktu itu saya kuliah juga ini merupakan salah satu teknologi yang cukup saya pelajari dalam.
01:57 Dan ada yang mengajak saya untuk mengembangkan teknologi ini, dan kita lihat juga negara kita butuh,
02:03 jadi waktu itu saya pikir, why not?
02:05 Ayo kita kembangkan teknologi.
02:07 Oke, secara potensi pun untuk pasar ya, untuk konstruksi 3D printing di Indonesia ini juga cukup besar Mas Raja?
02:16 Sangat besar sekali, karena tujuan kita dari teknologi 3D printing ini kan untuk perumahan ya,
02:22 untuk rumah, dan kita saat ini pun backlog rumah itu ada sekitar 12 juta.
02:26 Nah kita bisa ambil beberapa persen saja dari rumah itu, dari 12 juta itu nilai juga sudah cukup tinggi.
02:33 Tapi tujuan kita itu sebenarnya agar semua orang itu bisa punya rumah yang layak.
02:38 Maka kita kembangkan teknologi ini.
02:40 Nah ternyata setelah kita masuk ke rumah, dari sektor komersial pun, untuk bangunan komersial,
02:46 ataupun untuk public space, itu ternyata juga banyak permintaan.
02:49 Jadi kita sudah menyasar ke 3 tempat itu.
02:51 Keunggulannya apa sih Mas Raja, sehingga Anda melihat bahwa ini ya efisiensinya lah yang ditawarkan oleh Autokons kepada pelanggan seperti apa?
03:00 Kalau dengan teknologi kita ini, kita dapat memangkas biaya konstruksi itu bisa sampai 10-15%.
03:08 Nah kalau untuk waktu konstruksi sendiri, kita itu bisa 50%.
03:12 Jadi kalau misalnya bangun rumah tipe 36, itu biasanya butuh waktu sekitar 3 bulan.
03:17 Dengan teknologi ini bisa 1,5 bulan.
03:19 Bahkan pada case-case tertentu, bisa memangkas waktu hingga 70%.
03:25 Oh dari segi harga dan dari waktu ya?
03:28 Betul, dari segi kualitas pun kita juga lebih kuat daripada batu-bata biasanya.
03:33 Dan juga dengan teknologi ini kan kita mengandalkan otomasi, desainnya itu bisa lebih radikal gitu.
03:40 Nah jadi kita bisa menawarkan desain rumah yang itu tidak semua orang punya, atau bahkan mempunyai nilai estetik yang tinggi.
03:47 Oke, berarti desainnya juga sangat presisi ya?
03:50 Betul sekali.
03:52 Oke, Mas berarti tadi Anda menyebut ada bahan batah, betul ya?
03:59 Kita tidak menggunakan batah.
04:02 Kita sudah tidak menggunakan batah, jadi kita sudah murni menggunakan 3D printing gitu, dengan mortar yang kita miliki.
04:09 Oke, kalau misalnya ada renovasi gitu ya, atau perbaikan, atau ada dinding yang kemudian nantinya ke depannya akan di jebol, itu gimana tuh?
04:20 Itu kita banyak juga yang minta seperti itu untuk renovasi rumah gitu kan.
04:25 Dan saat ini kita itu sudah memiliki beberapa jenis mesin, dan kita sendiri itu ada 2 jenis yang kita gunakan.
04:33 Dan dari setiap jenis ini, salah satu jenisnya itu kita menggunakan robotic arms.
04:37 Nah dengan robotic arms itu kita bisa untuk menggapai tempat-tempat yang sekiranya itu nyentil lah kita bilang gitu ya.
04:44 Ada satu dinding tertentu saja yang mau kita print, nah itu kita bisa menggunakan robotic arms.
04:48 Kita sudah mengumpulkan teknologi 3D printing ini, dari mekatroniknya, dari bahannya, dan juga dari sistem konstruksinya, jadi itu bisa kita lakukan.
05:00 Oke, sejauh ini segmen mana yang paling banyak menggunakan jasa dari Autocons ini, atau konstruksi 3D printing tadi?
05:10 Alhamdulillah sekarang kita banyak permintaan, untuk yang komersial itu yang pertama.
05:16 Kemudian yang kedua itu untuk yang public space, dan ini sedang naik untuk permintaan perumahan.
05:22 Nah untuk yang saat ini, yang paling banyak itu memang di segi komersial, dari segmen komersial, dan juga segmen public space.
05:29 Itu yang banyak memberikan masukan kepada kita.
05:33 Komersial dan public space?
05:37 Public space.
05:38 Oke, public space. Kalau komersial misalnya yang seperti apa yang paling banyak?
05:41 Pada waktu itu kita pernah masuk di tahun lalu, itu di G20, itu kita ke Bali, itu kita bikin pop-up resto, pop-up cafe, nah itu salah satu yang terbesar juga.
05:51 Nah kalau untuk yang public space, beberapa waktu lalu, itu di quarter 2 kemarin, itu salah satunya di universitas, di salah satu universitas di Yogyakarta,
06:03 itu kita bangun halte, kita bangun security post juga, dan kita bangun giant lettering tuh.
06:09 Misalnya kayak tulisan IDX Channel gitu ya, nah itu kita print menggunakan teknologi kita. Jadi kemudian kita jadikan sebagai display.
06:18 Oke, itu berarti kalau secara biaya akan lebih hemat begitu ya?
06:23 Betul.
06:25 Kalau untuk rumah contohnya sendiri, ini sudah berdiri berapa lama dan secara kualitas dari bangunannya itu gimana tuh Mas Raja?
06:33 Dari tahun 2022, itu pertama kali kita bangun rumah dari 3D printing, kita mulainya itu di tahun 2021 Desember, selesainya itu di 2022 Januari.
06:46 Nah, kita menggunakan standar bangunan tanpa gempanya dari PUPR, karena kan kita ini di ring of fire ya Indonesia,
06:53 nah jadi kita benar-benar memperhatikan dari kualitas itu agar rumah ini bisa long lasting, tujuan kita itu.
07:01 Agar rumah ini itu nggak cuma satu generasi aja yang pakai, agar rumah ini itu kalau sudah satu tahun, itu harus direnovasi gitu.
07:08 Kita nggak mau seperti itu, nah makanya kita sangat memperhatikan dari segi kualitasnya, dari tahan gempanya itu.
07:15 Kalau sudah ikutin tahan gempa, itu udah mantap.
07:18 Oke, ada temuan soal, kan biasanya kalau kayak rumah baru itu, biasanya baru mulai ketemu ada retakan rambut, ada bocor,
07:25 ada pengalaman-pengalaman, dan sebagainya, ini obrolan-obrolan bapak-bapak sebenarnya ya.
07:30 Gimana tuh ada findingsnya, nggak ada keluhan-keluhan soal itu nggak?
07:34 Alhamdulillah untuk keluhan-keluhan seperti itu sangat minim sekali ya, namun kalau misalnya yang tidak bisa kita antisipasi itu kan cuaca.
07:43 Dan sekarang cuaca ini benar-benar tidak bisa diprediksi, kadang-kadang itu hujan lebar, deras banget sampai angin kencang gitu.
07:50 Itu yang kita khawatirkan kan, tapi alhamdulillah dengan rumah kami yang tadi tidak di-printing itu tidak ada kebocoran sama sekali,
07:57 tidak ada retak rambut sama sekali, sampai sekarang masih berdiri, bahkan Yogyakarta itu semenjak rumah itu berdiri sudah ada 3 kali gempa tuh.
08:06 Alhamdulillah sekarang tuh masih berdiri dengan tegar gitu rumah itu.
08:10 Dengan tegar, oke.
08:11 Berarti kalau habis dibangun, khususnya yang untuk perumahan tadi gitu ya, bisa langsung ditempatin, bisa langsung dihuni?
08:19 Bisa langsung dihuni, bisa langsung dihuni.
08:21 Dan kita itu membangun rumah itu langsung dari fondasi sampai jadi itu biasanya.
08:25 Tapi sebenarnya kita ini adalah perusahaan teknologi konstruksi, dan teknologi ini sebenarnya tidak untuk kita sendiri aja sih sebenarnya.
08:31 Dan kita itu ingin agar teknologi ini bisa dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,
08:37 agar teknologi ini tuh bisa memberikan dampaknya itu tidak hanya ke orang-orang tertentu saja, tapi ke seluruh masyarakat Indonesia.
08:43 Kan tadi ada 12 juta rumah yang backlog gitu kan.
08:47 Nah dari sebagian besar itu sekitar 80%-nya lah.
08:51 Itu untuk masyarakat, itu rumah masyarakat berpenghasilan rendah, MBR.
08:55 Nah kalau misalnya ini hanya untuk kita aja nih teknologinya nih gitu kan,
08:59 nanti kita kan juga terbatas untuk jangkauannya.
09:02 Tapi kalau kita bisa menyediakan teknologi ini secara luas, harapannya problem-problem kita di bidang properti itu bisa terselesaikan.
09:11 Oke, maksimal berapa lantai yang bisa dibangun dengan menggunakan 3D printing konstruksi ini?
09:18 Teoretically, teman-teman kita secara global itu sudah mencoba sampai 3-4 lantai gitu.
09:25 Dan untuk kita sendiri, kita sudah merancang untuk bangunan itu bisa di 2 lantai,
09:31 dan harusnya dalam tahun depan itu ada beberapa proyek yang ada permintaan untuk 2 lantai.
09:38 Oke, sejauh ini 4 lantai ya yang bisa dibangun?
09:41 Iya, secara globally gitu, teoretically kita bisa bangun.
09:44 Dan sudah ada juga ya, sudah bangun 4 lantai kalau tidak salah itu di Eropa.
09:48 Nah, soal bahan baku utamanya, apakah mudah ditemukan di dalam negeri atau harus diimpor atau bagaimana?
09:55 Sangat mudah ditemukan di dalam negeri karena kita di sini ingin meminimalisir impor,
10:00 bahkan kita ingin mengeliminasi impor agar kita menggunakan bahan-bahan yang ada di dalam negeri saja gitu.
10:07 Dan semua teknologi yang kita miliki pun juga prinsipnya sama,
10:11 kita kembangkan dengan resources yang ada di dalam negeri.
10:15 Minim impor, TKDN-nya bisa tinggi.
10:17 Oke, baik. Kedepan apa rencana bisnis dari Autokon sendiri, Mas Raja?
10:22 Kedepannya kami ingin agar teknologi ini dapat bisa digunakan oleh banyak orang,
10:29 seluruh rapisan masyarakat,
10:32 dan kita juga ingin agar makin banyak portfolio kita dalam teknologi ini,
10:37 dalam penggunaan 3D printing ini,
10:39 yang sudah tidak hanya merambah pada komersial,
10:42 ataupun public space, tapi juga sudah mulai rumah dalam skala yang lebih besar.
10:46 Nah, sejauh ini singkat saja, adakah kontrak jangka panjang dengan mitra perusahaan konstruksi?
10:51 Sedang kami upayakan, sedang dalam proses.
10:54 Baik, tapi udah mudah seperti apa, Mas?
10:57 Alhamdulillah, profilibilitas kami cukup baik.
11:00 Dengan profilibilitas tersebut, kita bisa mendorong untuk pengembangan teknologi lebih lanjut,
11:06 sehingga nanti ketika sudah mulai scale up,
11:09 makin ready mesin ini atau teknologi ini untuk digunakan.
11:12 Baik.
11:13 Sukses selalu untuk Autokons, Mas Raja.
11:15 Terima kasih.
11:16 Terima kasih, Bapak Ibu, sekalian.
11:17 Kita berharap banyak produk-produknya yang bisa kita temui di sejumlah daerah nantinya, ya.
11:21 Baik. Terima kasih.
11:23 Saya suka dengan Anda, Mas Razia. Thank you.
11:25 Terima kasih. Thank you.
11:27 Dan sebelum kita akhiri pemirsa Power Breakfast, kita akan simak lebih dahulu update dari pergerakan IHSG di pagi hari ini.
11:33 Di pembukaan tadi ya, sejauh ini IHSG bergerak di zona merah.
11:38 IHSG bergerak melemah 0,19 persen di 2073, Pemirsa, ya.
11:45 Dengan deretan salam-salam yang masuk dalam kategori top gainers adalah masih BRPT, ya, dari Prajoko Pangestu ini, ya.
11:52 Kemudian PT RO juga yang rencananya akan diakuisisi sekitar 30 persen.
11:58 Ada Brand juga, Pemirsa, dan TPIA.
12:01 Sementara top losersnya, Pemirsa, ada Goto dan juga ada AMMN, Arto, Medco, Inko, Arci, dan juga BRMS.
12:09 Baik. Dan, saya, itu tadi dia beragam informasi yang kami sudah sampaikan untuk Anda di Power Breakfast.
12:15 Semoga dapat menjadi referensi dan sumber informasi untuk Anda.
12:17 Saya, Wiki Adrian.
12:18 Ya, dan saya, Prista Sombodhatupami, tunduk diri, Pemirsa.
12:21 Sampai jumpa.
12:22 [Musik]
12:24 [Musik]
12:26 [Musik]
12:29 [Musik]
12:32 [Musik]
12:35 [Musik]
12:41 [Musik]
12:58 [Musik]
13:01 [Musik]
13:10 [Musik]
13:14 [Suara Pintu Kecil]
13:17 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments

Recommended