Skip to playerSkip to main content
  • 3 years ago
VIVA –  Pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD menghadiri dialog publik Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Kamis, 23 November 2023. Ganjar dalam kesempatan itu menyampaikan Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang peduli dengan pendidikan dan kesehatan.

Ganjar pun menceritakan soal momen dirinya menghadiri diskusi dalam rangka acara ulang tahun program talkshow Mata Najwa. Dia turut menyinggung soal perguruan tinggi besar milik Muhammadiyah di Yogyakarta,

Solo Jawa Tengah, dan Malang Jawa Timur.

Omongan Ganjar itu pun disambut tepuk tangan dalam acara dialog tersebut. Namun, Ganjar meminta agar yang hadir tak usah memberikan tepuk tangan karena tidak adanya sepeda. (RP-R-DA)

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [Musik]
00:05 Maka Bapak Ibu kami ingin bercerita pada beberapa hal.
00:10 Yang pertama sebagai sebuah fondasi toleransi saya mulai
00:15 karena inilah yang menjadi modal dasar.
00:17 Kenapa? Kita punya Bhinneka Tunggal Ika.
00:21 Negara kita besar sekali.
00:23 Saya pulang dari Papua kemarin menengok beberapa tempat di Papua.
00:28 Saya tanya, "Kakak, Pace-Mace, kenal tidak sama orang itu?"
00:34 "Oh, saya kenal."
00:36 "Bahasanya sama?" "Oh tidak, kita beda suku, beda bahasa."
00:41 Terus saya cerita, saya pernah diajarkan sama orang Papua.
00:44 Katanya orang Papua itu Musa, muka sama.
00:47 "Oh itu orang Jawa yang lihat."
00:50 "Itu seperti kami orang melihat orang Jawa mana yang Sunda,
00:54 mana yang Jawa Tengah, mana yang Jawa Timur."
00:56 "Kami melihat juga sama."
00:58 Artinya apa? Betapa perbedaan yang kaya dari suku, agama, ras,
01:02 golongan inilah yang kemudian melahirkan Bhinneka Tunggal Ika.
01:05 Sepakatnya selesai.
01:06 Negara kesepakatan selesai.
01:09 Yang kita hadapi adalah ke depan.
01:11 Kalau ini diungkit-ungkit lagi,
01:13 maka kita akan keluar dari kesepakatan dan kita disibukkan lagi
01:18 pada konsensus yang sudah dibuat oleh para pahlawan, oleh para ulama, oleh para tokoh masa lalu.
01:24 Kita generasi berikutnya yang akan melakukan.
01:26 Nah, saya ingin mengambil tiba-tiba saya menuke pada apa yang menjadi spirit Muhammadiyah
01:32 yang dirasakan betul-betul di masyarakat.
01:35 Saya akan mengambil dua hal yang selalu masyarakat merasakan dengan hadirnya Muhammadiyah.
01:43 Satu, pendidikan. Dan dua, kesehatan.
01:46 Dua hal yang hari ini begitu penting untuk bangsa ini bisa melakukan lambungan yang tinggi.
01:54 Nanti kita akan bicara soal bagaimana menanggulangi kemiskinan.
01:57 Tapi rata-rata kalau dia miskin dalam desil satu banget,
02:04 dan dia tidak bisa apa-apa, maaf-maaf, dia miskin, dia penyandang disabilitas,
02:11 dia sudah lolo, lolo itu apa ya mas, lolo itu hidup sendiri begitu.
02:17 Maka undang-undang dasar punya kewajiban untuk memelihara.
02:24 Dan dia tidak bisa apa-apa, maka silahkan dikasih VLT.
02:28 Terus, tapi ketika dalam keluarga itu masih ada satu potensi dari anggota keluarganya untuk bisa berkembang,
02:37 maka pendidikanlah yang bisa mendobra kemiskinan itu.
02:41 Itu pendidikan.
02:43 Maka di ulang tahun Mata Naswa kemarin saya ditanya orang,
02:47 "Kenapa Pak Kanjar kasih topi merah putih gambar luku pendidikan kita?"
02:53 Saya bilang, "Siapa pun yang menang harus ingat pendidikan."
02:55 Muhammadiyah sudah mengawali tradisi itu, dan kalau saya salah Pak Mutih tolong dikoreksi.
03:02 Angka yang ini saya kumpulkan, sekolah di Dasman Muhammadiyah itu 3.334.
03:08 Undang-undang betul. Kalau ada yang baru tolong disampaikan.
03:12 Perguruan tingginya ada 174.
03:15 Tadi saya dengan Pak Haidar, Bisi-bisi, tiga perguruan tinggi Muhammadiyah besar itu ada di Jogja,
03:21 ada di Solo, ada di Malang, dan punya hal yang gede-gede.
03:25 Dan yang di Solo halnya ngutang ya Pak ya.
03:29 "Iya ini," kata Pak Tafsir, "karena selalu ada amal usaha," katanya.
03:35 Makanya Pak Tafsir menjadi salah satu komisaris bank jatim.
03:40 Enggak usah tepuk tangan, enggak ada sepeda.
03:49 Ini hanya pemberitahuan.
03:53 Karena orang mas lain waktu itu tanya kepada saya, "Pak Ganjar kenapa Muhammadiyah jadi komisaris?"
04:00 "Oh gampang saja, Anda mau jadi komisaris?" "Boleh, besok pagi saya angkat."
04:06 Cuman Muhammadiyah itu asetnya kurang lebih 2 triliun, betul ya Pak ya, yang berputar di sana.
04:12 Kalau Anda mau, silahkan, besok pagi Anda komisaris juga gitu.
04:17 Langsung mundur teratur.
04:19 Jadi ini cerita amal usaha dengan modernitas pengelolaan.
04:23 Saya sampaikan.
04:25 Jadi bukan hanya maaf dengan segala hormat saya, Pak saya minta, tidak.
04:29 Saya ngutang, ada achievement di situ, ada kinerja di situ yang kemudian dilaksanakan.
04:34 Ini saya belajar nih, ngaji saya sama beliau.
04:36 Memang Pak Tafsir itu jago nafsir betul.
04:39 Terima kasih.
04:40 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments

Recommended