Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
VIVA – Pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hadir dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah yang digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, 22 Maret 2023. 

Dialog yang dihadiri belasan ribu warga Muhammadiyah itu, capres Koalisi Perubahan itu mengkritisi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digagas Presiden Jokowi. Menurut Anies, ketika tujuan membangun kota baru dan Ibu Kota baru IKN dengan alasan pemerataan maka hal tersebut tidak menghasilkan pemerataan yang baru. 

“Mengapa? Karena itu akan menghasilkan kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada di sekitarnya,”kata Anies di depan belasan ribu warga Muhammadiyah yang memadati Edutorium UMS pada Rabu, 22 November 2023. (R-DA)

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [MUSIK]
00:05 Kedua, terkait dengan negara korup tapi aman.
00:12 Begini, dalam jangka pendek mungkin itu memberikan kenyamanan.
00:18 Ketika ada dibiarkan korupsi tapi aman, tenang.
00:23 Tapi dalam jangka panjang itu akan menciptakan ketimpangan yang bisa meletup menjadi masalah sosial.
00:31 Kenapa? Karena begitu ada korupsi otomatis itu artinya kebijakan-kebijakan yang seharusnya dirasakan oleh orang banyak,
00:42 dana yang seharusnya bisa dirasakan oleh semua berhenti di kelompok-kelompok tertentu saja.
00:49 Dalam jangka panjang ini eksplosif, dalam jangka pendek mungkin belum.
00:53 Tapi jangka panjang ini eksplosif.
00:55 Dan yang ketiga pengalaman kami ketika kita melihat korupsi itu dibiarkan efeknya langsung dirakyat.
01:04 Seperti contoh, daerah yang di pedalaman, gausah pedalaman lah, daerah yang dari kota mungkin jaraknya 20-30 km,
01:13 jalannya dikorup maka rusak jalan itu dengan mudah.
01:18 Ada contohnya banyak pak, apa kemudian konsekuensinya?
01:25 Peternak-peternak yang memproduksi telur misalnya, itu ketika perjalanan 20-30% telurnya itu rusak di jalan pak.
01:35 Orang tidak nyambungkan mahalnya harga telur dengan korupsi.
01:39 Padahal kenapa harga telurnya di pasar mahal?
01:43 Karena dia hanya bisa melakukan 70%, 30%nya rusak di jalan.
01:48 Kenapa rusak di jalan? Karena jalannya susungnya dalam pasaran kita.
01:56 Nah kami melihat bagaimanapun juga korupsi ini tetap harus diberantas,
02:03 nol belum tentu bisa, tapi ikhtiar memberantas itu harus terus dilakukan.
02:09 Inilah pentingnya mengapa nilai itu harus dipegang.
02:13 Orang kalau punya nilai, belum tentu dia menjalankan nilai itu setiap waktu.
02:19 Tapi kalau dia menyimpang dia tahu kemana harus kembali.
02:22 Tapi kalau orang tidak punya nilai, dia menyimpang dia berlandang terus menyimpangnya itu.
02:27 Karena dia tidak tahu kemana harus kembali karena dia tidak punya pegangan nilai.
02:30 Disitulah mengapa kepemimpinan nasional harus memiliki ideologi.
02:35 Kepemimpinan nasional harus punya nilai.
02:37 Sehingga ketika dia melakukan kebijakan-kebijakan yang mungkin tidak sejalan dengan ideologi yang dipegang,
02:44 dia jalan nilai dia tahu kapan harus kembali. Termasuk soal pemerintahan yang bersih itu.
03:02 Ketika tujuan membangun kota baru adalah dengan alasan pemerataan,
03:12 maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru.
03:16 Mengapa? Karena itu akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada di sekitarnya.
03:22 Jadi antara tujuan memperatakan Indonesia tidak.
03:26 Kalau mau memperatakan Indonesia maka bangun kota kecil menjadi menengah,
03:31 kota menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia.
03:34 Bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan.
03:39 Karena membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru.
03:46 Jadi antara, sekali lagi nih, antara tujuan dengan langkah yang dikerjakan itu tidak nyambung.
03:52 Nah kami melihat di sini problem. Ini problem.
03:55 Karena itu ini harus dikaji secara serius.
03:58 Karena tujuan kita yang saya sampaikan tadi, Indonesia yang setara, Indonesia yang merata.
04:05 Argumennya sama, tapi menurut kami langkahnya bukan dengan membangun satu kota,
04:10 tapi justru dengan membesarkan semua kota yang ada di seluruh Indonesia.
04:14 Terima kasih.
04:15 Terima kasih.
04:16 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Be the first to comment
Add your comment

Recommended