00:00 [MUSIK]
00:05 Kedua, terkait dengan negara korup tapi aman.
00:12 Begini, dalam jangka pendek mungkin itu memberikan kenyamanan.
00:18 Ketika ada dibiarkan korupsi tapi aman, tenang.
00:23 Tapi dalam jangka panjang itu akan menciptakan ketimpangan yang bisa meletup menjadi masalah sosial.
00:31 Kenapa? Karena begitu ada korupsi otomatis itu artinya kebijakan-kebijakan yang seharusnya dirasakan oleh orang banyak,
00:42 dana yang seharusnya bisa dirasakan oleh semua berhenti di kelompok-kelompok tertentu saja.
00:49 Dalam jangka panjang ini eksplosif, dalam jangka pendek mungkin belum.
00:53 Tapi jangka panjang ini eksplosif.
00:55 Dan yang ketiga pengalaman kami ketika kita melihat korupsi itu dibiarkan efeknya langsung dirakyat.
01:04 Seperti contoh, daerah yang di pedalaman, gausah pedalaman lah, daerah yang dari kota mungkin jaraknya 20-30 km,
01:13 jalannya dikorup maka rusak jalan itu dengan mudah.
01:18 Ada contohnya banyak pak, apa kemudian konsekuensinya?
01:25 Peternak-peternak yang memproduksi telur misalnya, itu ketika perjalanan 20-30% telurnya itu rusak di jalan pak.
01:35 Orang tidak nyambungkan mahalnya harga telur dengan korupsi.
01:39 Padahal kenapa harga telurnya di pasar mahal?
01:43 Karena dia hanya bisa melakukan 70%, 30%nya rusak di jalan.
01:48 Kenapa rusak di jalan? Karena jalannya susungnya dalam pasaran kita.
01:56 Nah kami melihat bagaimanapun juga korupsi ini tetap harus diberantas,
02:03 nol belum tentu bisa, tapi ikhtiar memberantas itu harus terus dilakukan.
02:09 Inilah pentingnya mengapa nilai itu harus dipegang.
02:13 Orang kalau punya nilai, belum tentu dia menjalankan nilai itu setiap waktu.
02:19 Tapi kalau dia menyimpang dia tahu kemana harus kembali.
02:22 Tapi kalau orang tidak punya nilai, dia menyimpang dia berlandang terus menyimpangnya itu.
02:27 Karena dia tidak tahu kemana harus kembali karena dia tidak punya pegangan nilai.
02:30 Disitulah mengapa kepemimpinan nasional harus memiliki ideologi.
02:35 Kepemimpinan nasional harus punya nilai.
02:37 Sehingga ketika dia melakukan kebijakan-kebijakan yang mungkin tidak sejalan dengan ideologi yang dipegang,
02:44 dia jalan nilai dia tahu kapan harus kembali. Termasuk soal pemerintahan yang bersih itu.
03:02 Ketika tujuan membangun kota baru adalah dengan alasan pemerataan,
03:12 maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru.
03:16 Mengapa? Karena itu akan menghasilkan sebuah kota baru yang timpang dengan daerah-daerah yang ada di sekitarnya.
03:22 Jadi antara tujuan memperatakan Indonesia tidak.
03:26 Kalau mau memperatakan Indonesia maka bangun kota kecil menjadi menengah,
03:31 kota menengah menjadi besar di seluruh wilayah Indonesia.
03:34 Bukan hanya membangun satu kota di tengah-tengah hutan.
03:39 Karena membangun satu kota di tengah hutan itu sesungguhnya menimbulkan ketimpangan yang baru.
03:46 Jadi antara, sekali lagi nih, antara tujuan dengan langkah yang dikerjakan itu tidak nyambung.
03:52 Nah kami melihat di sini problem. Ini problem.
03:55 Karena itu ini harus dikaji secara serius.
03:58 Karena tujuan kita yang saya sampaikan tadi, Indonesia yang setara, Indonesia yang merata.
04:05 Argumennya sama, tapi menurut kami langkahnya bukan dengan membangun satu kota,
04:10 tapi justru dengan membesarkan semua kota yang ada di seluruh Indonesia.
04:14 Terima kasih.
04:15 Terima kasih.
04:16 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments