Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibuat terkesan oleh ide dan gagasan Capres 2024, Ganjar Pranowo terkait kedaulatan pangan saat acara Rakernas IV PDIP di JIExpo, Jumat, 29 September 2p23. Jokowi yakin, Ganjar mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia itu. "Tadi sudah disampaikan Ibu Ketua Umum Megawati terkait bagaimana kita harus menyiapkan pangan kita. Saya setuju sekali. Dan lebih setuju lagi dengan apa yang disampaikan Capres kita, pak Ganjar Pranowo," kata Jokowi. (DRP-DA)

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [Musik]
00:05 Selamat sore, salam jahat terhadap kita semua,
00:09 Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu.
00:14 Salam Pancasila!
00:18 [Salam Pancasila]
00:20 Merdeka! Merdeka! Merdeka!
00:28 Yang sangat kita cintai, kita hormati, kita banggakan,
00:33 Ibu Ketua Umum BDI Perjuangan, Profesor Dr. Mikawati Soekarno Kudri,
00:39 yang selalu menggembeleng kita,
00:45 memberikan pelajaran kepada kita,
00:49 apa arti kesabaran dan keteguhan dalam perjuangan.
00:55 [Tepuk tangan]
00:59 Yang terhormat, yang sangat kita banggakan,
01:03 Kado Terbaik BDI Perjuangan, Presiden Republik Indonesia,
01:09 Insinyur Joko Widodo.
01:12 [Tepuk tangan]
01:16 Buat saya pribadi, beliau adalah mentor
01:19 yang telah memberikan banyak sekali pelajaran,
01:26 sehingga kami mendapatkan banyak ruang untuk bisa belajar.
01:31 Terima kasih, Pak Presiden.
01:33 [Tepuk tangan]
01:36 Yang kami hormati, Bapak Wakil Presiden, Bapak Giyaji Maruf Amin,
01:41 terima kasih sudah hadir.
01:43 Ketua DPR RI, Mbak Puan Maharani, terima kasih.
01:48 [Tepuk tangan]
01:50 Tentu, beserta seluruh jajaran BPPBDI Perjuangan,
01:53 Pak Sekjen Mas Prananda,
01:55 RAK Ernas menjadi makin lengkap dan merasa terhormat
02:02 karena hadir para Ketua Umum Partai,
02:06 dari Ketua Umum P3, Bapak Madiono, terima kasih.
02:10 Pak Ari Tanu, terima kasih sudah hadir.
02:13 Pak Usman Sabtaudang, terima kasih.
02:17 Dan kita juga merasa terhormat karena
02:20 banyak sekali anggota Kabinet yang hadir.
02:24 Dari Kementerian, terima kasih.
02:26 Dari lembaga yang saya minta maaf tidak bisa menyebut satu persatu.
02:29 Dan tentu tiga pilar partai,
02:31 dari eksekutif, legislatif, struktural, dan babil khusus,
02:37 para petani dan nelayang yang ikut bersama kita dalam RAK Ernas ini.
02:44 RAK Ernas yang keempat BPPDI Perjuangan ini sangat luar biasa.
02:50 Bukan hanya jumlah pesertanya,
02:57 tapi pilihan temanya yang sangat istimewa.
03:03 Kedaulatan pangan untuk kesejahteraan rakyat
03:07 dengan subtema yang sangat-sangat spesifik.
03:12 Pangan sebagai lambang
03:16 supermasi kepemimpinan Indonesia bagi dunia.
03:20 Saya sambil mencoba membayangkan
03:27 apa yang kemudian dipikirkan oleh Ibu Megawati.
03:30 Kira-kira apa yang mesti kita kerjakan.
03:33 Pada pada RAK Ernas terdahulu,
03:36 kita pun membahas persoalan-persoalan rakyat,
03:40 tema kemiskinan, stunting,
03:43 pemerintahan yang bersih, anti korupsi.
03:46 Dan kita bangga sebagai Kader BDI Perjuangan
03:51 bahwa partai kita selalu berpikir
03:54 apa yang dibutuhkan oleh rakyat setiap RAK Ernas.
03:57 Kita juga cermati setiap saat Ibu Megawati berpidato,
04:04 setidaknya ada delapan pokok-pokok
04:08 kebijakan Kedaulatan Pangan
04:10 yang Ibu Ketua Umum sudah sampaikan.
04:13 Poin-poin yang sangat penting itulah
04:16 buat kita yang ada di eksekutif, legislatif.
04:20 Kita coba mengawal agar itu bisa tereksekusi dengan baik
04:24 dengan target-target yang terukur.
04:26 Dan tentu apa saja itu
04:32 dari Kedaulatan Pangan yang menjadi tema kita hari ini,
04:37 ada satu kata yang membuat semangat kita makin kuat
04:41 adalah swa sebada
04:43 untuk bahan pokok
04:45 sehingga kita mampu memenuhi kebutuhan rakyat kita sendiri.
04:50 Tentu saja itu tidak bisa menggelinding
04:56 apa adanya begitu saja
04:58 karena butuh hadirnya negara
05:02 untuk bisa memastikan
05:04 petani dan nelayan menjadi tuan rumah
05:08 di negerinya sendiri untuk mengurus pangan ini.
05:11 Tentu hadirnya juga tidak tiba-tiba,
05:16 hadirnya juga tidak menggelinding begitu saja.
05:20 Ada beberapa poin
05:23 yang coba kita cadat.
05:25 Yang pertama bagaimana kita menggenjot riset
05:28 dan tentu saja teknologi pertanian
05:31 yang hari ini sudah saatnya menuju
05:35 teknologi pertanian tingkat tinggi,
05:38 HITEH.
05:39 Tentu ada politik tata ruang
05:41 yang harus bisa memastikan
05:43 seperti pesan Ibu tadi
05:45 bahwa lahan sukur tidak boleh dialing fungsikan.
05:49 Saya senang ini disampaikan oleh Ibu Ketua Mu
05:56 untuk mengingatkan kita bersama.
05:59 Ketika penugasan saya di DPR berjalan,
06:02 saya ikut membahas undang-undang
06:05 lahan pertanian pangan berkelanjutan.
06:08 Tinggal bagaimana kita mengeksekusi
06:10 karena di ruangan ini ada
06:13 dari eksekutif,
06:15 baik dari pusat maupun daerah
06:17 yang berkewajiban untuk melaksanakan undang-undang ini.
06:19 Dan tentu saja kebijakan fiskal
06:22 untuk memberikan stimulus
06:25 bagi inovasi peningkatan produksi nasional
06:28 termasuk penerapan teknologi terapan pertanian
06:32 dan pembangunan yang masif infrastruktur pertanian
06:36 serta sarana produksi pertanian.
06:38 Dan kita bisa belajar dari manapun.
06:40 Kita bersa-berkolaborasi dari manapun.
06:44 Tadi sudah kita lihat,
06:46 Ibu Ketua Umum,
06:49 hasil riset-riset BRIN
06:51 yang sebenarnya sudah bisa dilakukan hilirisasi
06:54 untuk bisa kita lakukan terapan.
06:56 Karena dari anak bangsa sudah bisa menunjukkan
06:59 karya-karyanya.
07:01 Tinggal kita memastikan untuk bisa menggunakan itu.
07:04 Dan tentu saja
07:07 hal yang penting dan dasar
07:09 untuk menyecahterakan uang cilik
07:11 adalah melalui pangan
07:13 dan melalui makanan.
07:15 Tidak ada yang lain.
07:17 Tentu saja nanti varian yang banyak
07:19 akan menjadi dukungan karena ini yang paling pokok.
07:22 Apabila kita bisa meningkatkan
07:24 sektor pangan Indonesia
07:26 untuk kesejahteraan rakyat,
07:28 maka kita akan mampu membawa Indonesia
07:30 lebih berjaya dan
07:32 tadi pesannya adalah
07:34 makin berdikari dan berdaulat.
07:36 Tentu selaku kader PDI Perjuangan,
07:38 kita selalu diingatkan
07:40 bagaimana pentingnya
07:42 untuk membumikan ideologi.
07:45 Pembebasan yang dilakukan oleh Bung Karno,
07:47 ideologi yang berangkat dari tekat
07:50 untuk membebaskan diri
07:52 dari segala bentuk penjajahan
07:54 baik dari sisi politik,
07:56 ekonomi, sosial,
07:58 budaya dan rakan nas ini
08:00 mencoba untuk merumuskan
08:02 agar kita punya kemandirian itu.
08:05 Bapak, Ibu hadirin yang sangat saya hormati,
08:08 Bapak Presiden, Ibu Ketua Umum,
08:10 politik pangan sangatlah penting
08:12 dan ia menyentuh
08:14 hampir seluruh aspek kehidupan
08:16 dan
08:18 berimplikasi penting terhadap kesehatan.
08:20 Tentu bagaimana
08:22 kita mencerdaskan kehidupan bangsa
08:25 mulai dari gisi yang cukup.
08:29 Maka kalau lah Rakan Nas sebelumnya
08:31 kita bicara stunting,
08:33 karena politik kesehatan kita inilah
08:35 yang akan memberikan investasi besar nantinya
08:38 kepada anak-anak bangsa generasi masa depan.
08:41 Dengan berpihak pada petani dan nelayan,
08:44 maka kita akan mempercepat
08:46 Indonesia yang berdikari di bidang pangan
08:48 dan sudah saatnya sawah-sawah
08:52 menjadi hamparan kesejahteraan
08:55 dan laut menjadi samudera kemakmuran.
08:57 Dan Ibu Ketua Umum,
09:00 hadirin yang saya hormati,
09:02 Bapak Presiden,
09:04 kita bisa melihat Rakan Nas keempat ini
09:06 dilengkapi dengan pameran pangan
09:08 sekaligus menjadi ajang
09:10 untuk menyampaikan gagasan
09:12 akan masa depan Indonesia
09:15 di mana pangan perlu menjadi
09:18 nafas kehidupan bangsa.
09:20 Peningkatan nilai pangan Indonesia sendiri
09:23 tidak bisa hanya dilakukan
09:25 dengan memperbaiki satu aspek saja.
09:28 Pasti tidak akan cukup.
09:30 Dan dari hulu sampai hilir
09:32 mesti kita yakini bisa kita kelola.
09:34 Kita harus melakukan transformasi
09:36 dan tentu saja akselerasi
09:38 untuk meningkatkan nilai pangan
09:41 yang dimiliki oleh tanah air kita.
09:43 Kita bisa melihat
09:45 bagaimana dengan segala semangat Pak Jokowi
09:49 dan dukungan seluruh Kabinet,
09:51 setidaknya kita akan memiliki
09:53 61 bendungan yang memberikan sumbang seh
09:56 yang sangat besar
09:58 pada kemajuan pangan kita.
10:00 Kita bangga pada nilai-nilai itu.
10:03 Meskipun demikian,
10:05 kita masih harus memberikan perhatian
10:09 karena ada PR
10:11 di mana berbagai persoalan yang terjadi muncul
10:14 karena sekitar 650 ribu hektare sawah
10:17 menyusut tiap pahun
10:20 dan 65 persen sawah irigasi
10:22 menjadi tidak subur.
10:24 Maka menjadi relate dari bendungan yang disiapkan,
10:27 teknologi yang dimasukkan
10:29 untuk memenuhi kebutuhan dasar dari saudara kita petani
10:32 agar bisa berproduksi lebih baik.
10:34 Maka kita harus mempercepat modernisasi
10:36 dan digitalisasi sistem irigasi
10:39 supaya darah pangan ini
10:42 bisa mengalir kepada tanaman-tanaman
10:45 yang memang dibutuhkan.
10:47 Kita tegakkan
10:49 apa-apa yang harus kita lakukan
10:51 seperti tadi kita mesti menjaga lahan subur kita.
10:55 Biarkan sawah kita
10:57 tetap menjadi sawah.
10:59 Biarkan embung
11:01 tetap menjadi embung yang akan
11:03 memenuhi kebutuhan air.
11:05 Dan biarkan laut itu hidup
11:07 dan menjadi tempat ikan-ikan berenang
11:09 karena itu menjadi sumber
11:11 pangan kita juga.
11:13 Pemerintah sudah menghitung
11:15 kira-kira
11:17 jika seluruh syarat itu
11:19 bisa dipenuhi Bapak-Ibu sekalian
11:21 maka di tahun depan kita bisa menghasilkan
11:23 kurang lebih 12 juta ton
11:25 ikan tangkap secara sustainable.
11:27 Saya kira kementerian sedang melakukan itu.
11:29 Artinya
11:31 kita akan dapat
11:33 minimal mempertahankan
11:35 atau kita akan meningkatkan.
11:37 Tetap di depan mata
11:39 kita punya kekayaan yang luar biasa
11:41 dan di tahun-tahun berikutnya
11:43 angka itu akan bisa berkembang bahkan lebih.
11:45 Tinggal bagaimana kita menjaganya
11:47 melalui pengawasan yang real di lapangan
11:49 melalui pendekatan hukum,
11:51 melalui penangkapan yang terukur,
11:53 melalui modernisasi
11:55 budidaya perikanan
11:57 serta perbaikan sistem.
11:59 Apa yang ada
12:01 termasuk akses
12:03 permodalan, termasuk
12:05 efisiensi distribusi logistik
12:07 dalam logistik management.
12:09 Kita stop
12:11 proses illegal feesing yang
12:13 merugikan negara kita sampai 356 triliun.
12:16 Stop!
12:18 Mesti kita tarik menjadi kepentingan kita sendiri.
12:20 Dan kita terus
12:22 genjot ke daulatan pangan
12:24 kita mulai diversifikasi pangan
12:26 yang Bu Mega tadi sampaikan.
12:28 Biarkan yang
12:30 makan papeda tetap makan
12:32 papeda.
12:34 Biarkan
12:36 yang makan tiwul tetap
12:38 makan tiwul.
12:40 Dan yang makan beras juga makan
12:42 beras. Karena sorghum
12:44 pun bisa menjadi sumber pangan.
12:46 Biarkan. Karena
12:48 itulah sumber pangan yang sangat
12:50 variatif yang kita miliki.
12:52 Negara lain tidak memiliki itu.
12:54 Biarkan.
12:56 Dan juga kita mesti memastikan
12:58 bantuan, insentif,
13:00 bibit, pupuk,
13:02 sarana-prasarana perikanan,
13:04 tangkap, budidaya
13:06 yang mesti disalurkan
13:08 tepat sasaran. Maka untuk itu
13:10 zaman sudah berubah,
13:12 generasi berganti
13:14 dan kita tidak bisa mengharapkan
13:16 berdikari dari
13:18 pangan ini tanpa kita melakukan
13:20 sebuah perubahan besar dari
13:22 sisi teknologi.
13:24 Dan teknologi modifikasi
13:26 cuaca, smart
13:28 farming, sekolah
13:30 lapang iklim
13:32 menjadi begitu penting
13:34 ketika kemudian praktek-praktek ini bisa kita
13:36 lakukan. Dan kunci dasarnya
13:38 adalah satu data.
13:40 Maka
13:42 satu data Indonesia akan
13:44 menjadi rujukan utama
13:46 kita dalam menentukan kebijakan
13:48 termasuk dalam politik pangan dan
13:50 perikanan yang kita miliki. Pertanian
13:52 dalam arti luas.
13:54 Dan ternyata satu data ini
13:56 kita bisa gunakan teknologi
13:58 AI. Kita tahu
14:00 mana tanah
14:02 yang oke, berapa pH
14:04 tanaman apa, bibit
14:06 mana yang harus dijugupi
14:08 dengan kebutuhan benih yang
14:10 kita mesti bisa bangun
14:12 sendiri untuk disediakan
14:14 buat para petani.
14:16 Dan kita punya analisi semuanya dengan
14:18 bantuan AI. Kita bisa gunakan
14:20 hasilnya untuk melakukan modernisasi
14:22 dan industrialisasi agar
14:24 bisa berjalan on the track.
14:26 Dan teknologi serta
14:28 pesawat modifikasi cuaca
14:30 mesti kita tambah.
14:32 Agar jumlahnya bisa memenuhi dan kita
14:34 bisa mempercepat seluruh
14:36 target yang mau kita
14:38 capai. Kita luaskan
14:40 program Smart Fisheries Village
14:42 yang sekarang sudah dijalankan
14:44 oleh pemerintahan Pak Jokowi.
14:46 Beberapa contoh dulu
14:48 dibangun di Kebumen, bagus
14:50 sekali. Dan kemudian ini akan
14:52 kita tularkan kepada tempat-tempat
14:54 lain. Lalu pembangunan Desa Perikanan
14:56 dengan basis penerapan teknologi
14:58 informasi, komunikasi
15:00 dan manajemen tempat guna yang berkelanjutan
15:02 untuk meningkatkan
15:04 ekonomi masyarakat desa.
15:06 Dan satu program bisa menciptakan
15:08 banyak tujuan.
15:10 Dan kita tidak boleh
15:12 lupa, Bapak-Ibu sekalian,
15:14 kita mesti lakukan upskilling.
15:16 Memberikan bantuan modal
15:18 dan kemudian para pelaku yang
15:20 bisa kita latih agar mereka
15:22 makin modern untuk melakukan itu. Dan kalau
15:24 perlu, kita berikan
15:26 penugasan kepada anak-anak
15:28 muda untuk dia terlibat.
15:30 Kita gunakan
15:32 kekuatan kita yang ada di Perguruan Tigi
15:34 untuk terlibat, sehingga kita
15:36 semuanya akan bisa melakukan
15:38 percepatan itu. Dan tentu saja
15:40 tidak hanya itu, ketika produksi
15:42 sudah beres, maka off-taker-nya
15:44 mesti beres. Kalau off-taker-nya
15:46 beres, maka rasanya
15:48 9 bahan pokok mesti kita
15:50 kendalikan. Dan negara
15:52 tidak boleh melepaskan itu
15:54 menjadi sesuatu yang makin
15:56 liberal. Karena pangan adalah
15:58 kebutuhan kita sendiri.
16:00 Bapak-Ibu yang
16:02 sangat saya hormati, pertanian dan
16:04 perikanan saat ini memang menyumbang sekitar
16:06 11% PDB. Kalau
16:08 kita mau konsisten, maka
16:10 PDB yang kita sumbang dari sektor ini
16:12 bisa mencapai kurang lebih Rp3.000.000.000
16:14 dengan peningkatan nilai
16:16 pembah produk. Dan ini akan menjadi
16:18 salah satu jalan Indonesia untuk
16:20 keluar dari jebakan
16:22 ekonomi pendapatan menengah.
16:24 Dan kita harus hati-hati, karena
16:26 pertumbuhan ekonomi yang sudah dibangun
16:28 fondasinya begitu kuat oleh Pak Jokowi
16:30 mesti kita teruskan.
16:32 Mesti kita jaga, mesti kita
16:34 percepat, dan mesti
16:36 kita dukung semuanya.
16:38 Dan momen menuju Indonesia
16:40 emas inilah harus dilakukan dengan
16:42 gerak cepat, gaspol.
16:44 Tidak bisa kemudian kita
16:46 pelan-pelan. Kita
16:48 bergerak cepat bersama, dan tentu
16:50 saja, hadirin
16:52 sekalian, maka
16:54 dengan
16:56 kerendahan hati,
16:58 saya memohon kepada
17:00 seluruh hadirin, mari kita kuatkan
17:02 gotong royong kita.
17:04 Mari kita siapkan langkah-langkah
17:08 kita. Mari
17:10 kita turun bersama
17:12 untuk pintu-pintu rumah
17:14 untuk menyampaikan misi kita,
17:16 menyampaikan program kita,
17:18 menolong mereka dengan kekuatan
17:20 partai pengusung sekaligus
17:22 kekuatan relawan.
17:24 Mohon doanya,
17:26 mohon dukungannya,
17:28 dan kita akan bergerak
17:30 bersama-sama untuk mewujudkan itu
17:32 semua. Terima kasih, mohon maaf
17:34 kalau ada kekurangan. Wassalamu'alaikum
17:36 warahmatullahi wabarakatuh,
17:38 Om Santi Santi Santi Om.
17:40 Om Santi Santi Om.
17:42 [suara mesin]
17:44 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
17:46 [SUARA KOIN]
Be the first to comment
Add your comment

Recommended