Skip to playerSkip to main content
  • 3 years ago
VIVA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku telah menandatangani surat perintah pencarian dan penangkapan buron kasus dugaan suap sekaligus mantan calon legislatif PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku. 

"Tiga minggu lalu saya menandatangani surat perintah penangkapan dan pencarian terhadap HM (Harun Masiku)," ujar Firli kepada wartawan, Selasa 14 November 2023. (R-DA)

Category

🗞
News
Transcript
00:00 [MUSIK]
00:05 Sejak saya masuk di KPK, total DPO itu ada 21 orang.
00:12 Dan sudah kita lakukan penangkapan sebanyak 18 orang.
00:17 Setahu saya seperti itu.
00:20 Sisa 3.
00:22 3 orang ini, satu antara HM, kedua adalah PT yang sekarang sudah berubah namanya, TTP sekarang, karena sesuai dengan pasport yang sudah kita periksa.
00:39 Yang ketiga adalah KK.
00:44 3 DPO ini kita tidak pernah berhenti untuk mencari dan melangkap.
00:50 Pertama, terhadap DPO PT.
00:55 Kurang lebih November tahun lalu, saya kebetulan tugas ke Kamboja dan mendapat informasi pada hari Jumat.
01:07 Saya perintahkan Direktur Penyelidikan berangkat ke Bangkok.
01:13 Informasi yang saya dapat betul-betul tepat. Berangkat dari Bangkok dengan Singapura dan lain, jam 15.30 di Bandara Bangkok International.
01:29 Ketemu dengan namanya PT.
01:33 Tetapi sekali lagi, kita tidak bisa melakukan penangkapan karena identitas yang dipakai bukan warga negara Indonesia.
01:43 Tapi sudah berubah pemegang pasport salah satu negara di Afrika, Giniw Pisau.
01:50 Dan namanya pun sudah berubah, bukan PT lagi.
01:54 Tetapi menjadi TTP.
01:58 Saya, mungkin kawan-kawan tahu itu. Apa perlu saya jelaskan?
02:05 Tahu nggak PT itu siapa?
02:08 Pak Mario tahu ya?
02:12 Nah, ini tidak boleh juga kita begitu. Ini harus disampaikan. PT itu Palos Tanos.
02:20 Berubah menjadi namanya TTP.
02:23 Chi Thien Phu.
02:26 Sehingga saya minta tolong dengan Menteri Luar Negeri, dengan Duta Besar, dengan Interpol, ternyata tidak bisa melakukan penangkapan.
02:39 Sehingga yang bersangkutan terbang ke Singapura sampai hari ini masih tercatat di Singapura. Itu pertama.
02:46 Yang kedua terkait HM.
02:49 HM kita masih terus melakukan pencarian.
02:52 Beberapa tahun lalu, PLT Diputi Penindakan menyampaikan, berangkat ke negara tetangga, tetapi lagi-lagi belum berhasil melakukan penangkapan.
03:04 Walaupun informasi sudah cukup kuat.
03:08 Terakhir, kurang lebih sekitar 3 emilion lalu, saya menentangkan suara perintah penangkapan dan pencarian terhadap HM itu.
03:18 Jadi kita terus mencari sampai dia ketangkap.
03:21 Yang ketiga adalah KK. Kita sudah bicara, bekerja sama dengan pihak otoritas di Amerika tentang terkait dengan KK ini.
03:33 Itu yang saya kira 3 dari 21 DPO yang masih kita lakukan upaya pencarian dan penangkapan.
03:42 Dan kerja sama, beberapa waktu lalu Rekan-Rekan juga mengikuti bagaimana Kepala Depisi Hubungan Internasional Polri datang ke KPK.
03:55 Juga sama yang kita bahas tentang pencarian para DPO KPK.
04:00 Terima kasih.

Recommended