Skip to playerSkip to main content
  • 3 years ago

Diduga lupa mematikan kompor gas, sebuah rumah seorang nenek di Banyumas, Jawa Tengah, habis terbakar. Tangis si nenek pecah saat melihat kobaran api melalap isi rumah semi permanen miliknya

 

Api dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumahnya dan sulit dipadamkan oleh warga. Satu unit pemadam kebakaran Kemrajen segera menuju lokasi untuk memadamkan api

 

Poniah (65) hidup seorang diri terpukul, satu-satunya tempat tinggal miliknya hangus terbakar. Kebakaran terjadi diduga karena Poniah lupa mematikan kompor saat memasak ubi pendem

 

Saat itu ia meninggalkan rumahnya dalam kondisi api menyala untuk ke rumah tetangga. Beruntung tidak ada korban jiwa dan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah

Category

🗞
News
Transcript
00:00 Masih penting baik, buat bikin benar, baik, sehat, nolong papa.
00:02 Masih penting, tetap berusaha.
00:04 Masih penting, tetap berusaha.
00:06 Masih penting, tetap berusaha.
00:08 Masih penting, tetap berusaha.
00:10 Masih penting, tetap berusaha.
00:12 Masih penting, tetap berusaha.
00:14 Masih penting, tetap berusaha.
00:16 Masih penting, tetap berusaha.
00:18 Masih penting, tetap berusaha.
00:20 Masih penting, tetap berusaha.
00:22 Masih penting, tetap berusaha.
00:24 Masih penting, tetap berusaha.
00:26 Masih penting, tetap berusaha.
00:28 Masih penting, tetap berusaha.
00:30 Masih penting, tetap berusaha.
00:32 Masih penting, tetap berusaha.
00:34 Masih penting, tetap berusaha.
00:36 Masih penting, tetap berusaha.
00:38 Masih penting, tetap berusaha.
00:40 Masih penting, tetap berusaha.
00:42 Masih penting, tetap berusaha.
00:44 Masih penting, tetap berusaha.
00:46 Masih penting, tetap berusaha.
00:48 Masih penting, tetap berusaha.
00:50 Masih penting, tetap berusaha.
00:52 Masih penting, tetap berusaha.
00:54 Masih penting, tetap berusaha.
00:56 Masih penting, tetap berusaha.
00:58 Masih penting, tetap berusaha.
01:00 Masih penting, tetap berusaha.
01:02 Masih penting, tetap berusaha.
01:04 Masih penting, tetap berusaha.
01:06 Masih penting, tetap berusaha.
01:08 Masih penting, tetap berusaha.
01:10 Masih penting, tetap berusaha.
01:12 Masih penting, tetap berusaha.
01:14 Masih penting, tetap berusaha.
01:16 Masih penting, tetap berusaha.
01:18 Masih penting, tetap berusaha.
01:20 Masih penting, tetap berusaha.
01:22 Masih penting, tetap berusaha.
01:24 Masih penting, tetap berusaha.
01:26 Masih penting, tetap berusaha.
01:28 Masih penting, tetap berusaha.
01:30 Masih penting, tetap berusaha.
01:32 Masih penting, tetap berusaha.
01:34 Masih penting, tetap berusaha.
01:36 Masih penting, tetap berusaha.
01:38 Masih penting, tetap berusaha.
01:40 Masih penting, tetap berusaha.
01:42 Masih penting, tetap berusaha.
01:44 Masih penting, tetap berusaha.
01:46 Masih penting, tetap berusaha.
01:48 Masih penting, tetap berusaha.
01:50 Masih penting, tetap berusaha.
01:52 Masih penting, tetap berusaha.
01:54 Masih penting, tetap berusaha.
01:56 Masih penting, tetap berusaha.
01:58 Masih penting, tetap berusaha.
02:00 Masih penting, tetap berusaha.
02:02 Itu, Pak. Katanya masak
02:04 Nama punggung.
02:06 Tapi ditinggalin
02:08 ke tempat warga.
02:10 Saya dengar di perjalanan pertama
02:12 saya naik ke atas
02:14 api.
02:16 Apinya terhujat.
02:18 Yang di rumah siapa?
02:20 Saya pilihan
02:22 bahannya di rumah ternyata.
02:24 Tapi tiba-tiba dihilang.
02:28 Buku-bukunya sudah dicari mereka.
02:30 Ya.
02:32 Saya pikir, "Bahasa Indonesia,
02:34 api."
02:36 (Musik)
02:38 [MUSIK]

Recommended