Skip to playerSkip to main content
  • 3 years ago
"Saksikan tayangan kami Official Youtube IDX Channel di Program Power Breakfast, Rabu (25/10/2023) dengan Tema Rekomendasi Saham Blue Chip yang Tengah Turun Dalam".

Category

📺
TV
Transcript
00:00 Dan Produser, kali ini kita sudah tersambung melalui video conference.
00:04 Ada Pak William Suryawijaya, beliau adalah CEO dari UGN Securities.
00:08 Apa kabar Pak William?
00:10 Halo, Pak William?
00:14 Ya, sabar baik, selamat pagi.
00:16 Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
00:18 Selalu kita ya, Pak William ya.
00:20 Ya.
00:21 Oke, satu hal yang juga cukup menarik untuk kita perbincangkan di pagi hari ini
00:25 terkait dengan minyak yang turun 3 sesi beruntun
00:28 setelah kemudian data ekonomi yang lambat dari Jerman
00:31 dan juga zona Euro dan kemudian juga Inggris yang
00:34 membebani prospek permintaannya energi.
00:37 Korelasinya terkait dengan pasar modal domestik
00:40 kemudian juga nilai tukar rupiah terhadap USA
00:43 menurut Anda seperti apa, Pak William?
00:45 Ya, sebenarnya kalau kita lihat kondisi fluktuasi dari harga komunitas ya
00:52 tentang minyak memang sudah mengalami kenaghan yang
00:56 bisa dibilang dalam beberapa kebelakangan ini cukup besar.
00:59 Jadi potensi-potensi untuk adanya koreksi di
01:03 komunitas terutama minyak itu
01:05 terbuka cukup lebar.
01:07 Jadi saya rasa memang kalau kita melihat
01:11 harga komunitas minyak sendiri harusnya
01:13 memang ada potensi besar untuk turun.
01:16 Sedangkan kalau kita bicara untuk
01:19 currency seperti US Dollar terhadap rupiah
01:23 kita lihat US Dollar berupiah sudah menyentuh
01:27 dikelemahannya di sekitar Rp15.900.
01:30 Kemungkinan atau potensi untuk penumbus ke Rp16.000
01:34 sepertinya sudah semakin kecil.
01:36 Jadi pembalikan arah terlihat
01:39 sepertinya sudah mulai terjadi dan potensi
01:42 untuk penguatan rupiah justru
01:45 lebih terlihat, apalagi kita tahu dengan langkah SICAP
01:49 BI kemarin dengan
01:51 menaikkan sedikit suku bunga itu tentu akan
01:54 sedikit banyak turut membantu
01:56 dari sisi kebijakan penguatan.
01:58 Baik, efektivitas dari pelemahan
02:01 ataupun penurunan harga minyak dan juga
02:03 kebijakan dari Bank Sentral Indonesia sendiri
02:06 kemudian untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan
02:08 dua-duanya kemudian nampaknya
02:10 bekerja untuk menguatkan nilai tukar rupiah
02:12 The dollar Amerika Serikat begitu ya?
02:14 Ya, ditambah lagi kita juga lihat
02:17 penguatan daripada USD Indeks sendiri
02:19 sudah mulai tertahan dan tentunya
02:21 akan cukup memberikan pengaruh yang positif
02:23 terhadap nilai tukar
02:25 biasa oleh harga rupiah.
02:27 Baik, sejauh mana dinamika
02:29 politik di Indonesia juga ini
02:31 cukup memperaruhi volatilitas
02:33 nilai tukar rupiah dari The Dollar Amerika Serikat
02:35 ataupun mungkin beberapa waktu yang lalu
02:38 juga ya sih, kemudian nampaknya mengalami
02:40 pelemahan yang cukup signifikan begitu ya.
02:42 Korelasinya seperti apa menurut Anda Pak William?
02:45 Sebenarnya kalau kita bicara
02:48 secara perhatian
02:50 kesejahteraan demokrasi kita ya
02:53 posisinya memang
02:55 bisa dibilang cukup beriah
02:58 karena kita tahu bahwa banyak sekali
03:00 calon-calon yang tentunya
03:03 akan cukup meramaikan kesejahteraan demokrasi tersebut
03:06 ditambah lagi kita tahu memang
03:08 dari setiap 5 tahun sekali
03:11 pergelakan ini akan cukup mempengaruhi
03:13 pergerakan ISG dan kita tahu dengan
03:15 adanya sesuatu yang baru
03:18 atau calon pemimpin yang baru
03:20 tentunya akan cukup memberikan
03:22 nuansa yang sangat positif juga
03:24 terhadap pergerakan ISG sendiri.
03:27 Jadi kalau kita melihat
03:30 adanya tekanan
03:32 atau peluang-peluang koreksi
03:34 itu tentu akan sangat bagus
03:36 momentum yang bisa dimanfaatkan
03:38 baik untuk investor, jangka pendek
03:40 mendengar mobil panjang.
03:42 Tadi kita sudah membahas mengenai
03:44 hal-hal antisipatif yang dilakukan oleh Indonesia
03:46 untuk memitigasi pelemahan
03:48 nilai tukar rupiah terhadap Amerika Serikat
03:50 yang jauh lebih dalam
03:52 tadi kita juga sempat membahas
03:54 mengenai penurunan dari harga minyak dunia sendiri.
03:56 Kalau kita bicara mengenai
03:58 kondisi dari Amerika Serikat yang kemudian
04:00 nampaknya menjadi epicentrum
04:02 dari volatilitas market
04:04 yang ada di global
04:06 dilihat dari
04:08 aktivitas bisnis Amerika Serikat
04:10 yang kemudian menggeliat sejauh mana ini
04:12 nampaknya menjadi sebuah indikator utama
04:14 pertimbangan dari The Fed sendiri
04:16 untuk memutuskan terkait dengan tikat suku bunga acuannya
04:18 Pak William
04:20 Ya sebenarnya
04:22 kalau kita lihat global
04:24 terutama di Amerika
04:26 kalau kita lihat tingkat inflasinya
04:28 juga sudah mulai stabil
04:30 jadi saya rasa itu juga akan
04:32 mengaruhi, sedikit banyak
04:34 mengaruhi atau menjadi faktor pertimbangan
04:36 daripada The Fed untuk mempertimbangkan
04:38 suku bunga mereka
04:40 Selain daripada itu juga mungkin
04:42 ada sedikit banyak pengaruh daripada
04:44 konflik-konflik yang terjadi
04:46 itu tentu akan sedikit banyak
04:48 memberikan pengaruh terhadap
04:50 keputusan-keputusan tersebut. Namun
04:52 kalau kita melihat daripada
04:54 kondisi yang seperti sekarang pasca
04:56 pandemi ini sebenarnya
04:58 setiap negara itu masih sedang
05:00 berusaha untuk memperbaiki
05:02 kondisi baik itu perekonomian
05:04 baik itu kondisi
05:06 perdagangan di dalam negeri mereka sendiri
05:08 jadi saya rasa
05:10 konsentrasi yang lebih tepat
05:12 adalah bagaimana kita bisa
05:14 kembali atau
05:16 mengembalikan mobilitas
05:18 baik mobilitas
05:20 perdagangan maupun mobilitas perekonomian
05:22 yang ada di negara masing-masing
05:24 dan kita melihat Amerika sendiri
05:26 juga sedang berjuang untuk
05:28 memperbaiki
05:30 kondisinya di kita juga
05:32 baik negara-negara yang lain, baik di regional
05:34 maupun global.
05:36 Jadi di Amerika Serikat ini mungkin
05:38 akan berdampak cukup positif
05:40 bagi nilai tukang rupiah terhadap Amerika Serikat
05:42 begitu ya, tapi jangan lupa juga
05:44 kita punya konflik timur-tengah
05:46 Pak William, sejauh mana ini kemudian
05:48 juga mungkin akan
05:50 tetap menjadi concern lah
05:52 kedepan.
05:54 Kalau kita nama
05:56 ada namanya konflik pasti akan
05:58 sedikit banyak memberikan pengaruh
06:00 baik itu global, regional
06:02 maupun negara kita sendiri
06:04 namun kalau kita melihat
06:06 dengan kondisi yang saat ini
06:08 terjadi, sepertinya
06:10 pengaruh belum terlihat terlalu besar
06:12 dan kita tahu bahwa
06:14 kali kelagian setiap negara itu sedang
06:16 berusaha untuk memperbaiki
06:18 kondisi
06:20 perekonomian dan lain-lain. Jadi saya
06:22 rasa konsentrasi atau kebijakan-kebijakan
06:24 yang sudah diambil, langkah-langkah
06:26 pemerintah juga memberikan
06:28 kontribusi positif, cukup positif
06:30 terhadap market.
06:32 Oke, beberapa hari yang lalu
06:34 IISG turun tajam
06:36 ini juga satu
06:38 apa namanya
06:40 satu pergerakan gitu ya dengan pelemahan dari Rupiah Tarif Dolar
06:42 AS sejauh mana ini kemudian
06:44 volatilitas nilai tukar rupiah ini juga
06:46 menjadi salah satu pertimbangan utama
06:48 pelaku pasar untuk menerapkan
06:50 strategi investasinya. Kita bahas usaha jidah
06:52 berikut ini Pak William. Dan Pemirsa
06:54 tetap bersama kami, usaha jidah kami akan segera kembali.
06:56 Terima kasih Anda masih bergabung bersama kami
06:58 Pemirsa saya masih berbincang
07:00 sama Pak William Surya Wijaya, CEO
07:02 dari UGN Security. Sebelum kami tampilkan
07:04 pilihan, saya ingin membahas terlebih dahulu
07:06 terkait dengan volatilitas nilai tukar rupiah
07:08 terhadap Amerika Serikat sejauh mana ini
07:10 nampaknya menjadi concern
07:12 ataupun mungkin salah satu pertimbangan utama lah
07:14 sebelum akhirnya investor di pasar modal
07:16 Indonesia berinvestasi Pak William.
07:18 Ya, memang
07:22 volatilitas nilai tukar
07:24 rupiah terhadap
07:26 dolar pasti akan memberikan
07:28 salah satu faktor yang akan memberikan penguruh
07:30 namun kalau kita melihat
07:32 sebenarnya kondisi daripada
07:34 pergerakan nilai tukar
07:36 tersebut, sepertinya
07:38 sudah akan mulai redap
07:40 kelemahan untuk nilai rupiah ya
07:42 jadi kalau melihat
07:44 memang terjadi hal seperti itu
07:46 wajar karena
07:48 terkadang kalau aliran
07:50 dana investasi itu sedikit banyak
07:52 berpindah baik
07:54 kita bisa bilang biasanya ke
07:56 saham mungkin sedikit banyak
07:58 sementara pindah ke karensi
08:00 untuk hal tersebut, jadi itu
08:02 akan sedikit banyak mempengaruhi
08:04 untuk IISG, karena kita tahu juga IISG
08:06 sendiri pasar modal terutama
08:08 itu secara year to date masih
08:10 terlihat capital outflow ya
08:12 itu tentunya ada
08:14 perpindahan dari aliran
08:16 dana investasi untuk sementara
08:18 di sisi lain kalau kita
08:20 melihat pergerakan daripada
08:22 nilai tukar
08:24 USD terhadap rupiah
08:26 dalam 6 bulan terakhir itu
08:28 sudah mencapai titik tertinggi
08:30 kemarin di angka sekitar 15.949
08:33 jadi saya rasa saat ini
08:35 memang terlihat
08:37 sudah mulai terlihat pembalikan arah
08:39 untuk kembali
08:41 menguatnya rupiah, jadi saya rasa
08:43 saat ini juga kondisi
08:45 yang lagi berusaha dites
08:47 di angka sekitar 15.700an
08:49 jadi dengan
08:51 artinya bahwa sudah mulai
08:53 bisa turun ke angka tersebut
08:55 tentu nilai tukar
08:57 rupiah akan kembali
08:59 menguat. Oke, artinya proyeksi terkait dengan
09:01 penguatan nilai tukar rupiah terhadap USA
09:03 juga ini akan terproyeksi ke
09:05 pergerakan dari IISG begitu ya Pak William ya?
09:07 Kurang lebih
09:09 akan menjadi salah satu
09:11 faktor yang bakal mengaruhi IISG
09:13 baik, kita akan ke
09:15 salam-salam pilihan pagi hari ini dari
09:17 anda Pak William, diantaranya adalah ada
09:19 BBCA, kemudian juga ada Astra Internasional
09:21 Pawon dan juga Tebik
09:23 ini semuanya direkomendasikan baik ya Pak William?
09:25 Iya, kebetulan memang dari
09:29 empat saham tersebut sudah mulai terlihat
09:31 pembalikan arah untuk naik
09:33 jadi saya rasa itu mas
09:35 cocok untuk investor
09:37 baik cakap pendek, gimana ngomong-ngomong aja
09:39 Oke, BBCA
09:41 sudah ada di level
09:43 yang kemudian cukup reasonable
09:45 untuk masuk, cukup moral untuk bisa
09:47 langsung baik Pak William?
09:49 Ya kalau kita
09:51 lihat daripada pergerakan
09:53 BCA sendiri
09:55 seterendah dalam
09:57 3 bulan terakhir itu di angka 8.750
09:59 saat ini
10:01 akan mengetes
10:03 di sekitar angka 8.700
10:05 hingga 8.750
10:07 selama level supporter seperti
10:09 itu di cepol oleh
10:11 pergerakan salam ini
10:13 pembalikan arah
10:15 justru terlihat lebih besar
10:17 untuk BBCA apalagi kita tahu
10:19 dalam laporan kinerja terakhir BCA juga
10:21 memberikan
10:23 laporan kinerja yang cukup positif
10:25 baik, yang menarik adalah BCA sendiri
10:27 dalam 3 bulan sudah melemah 3,57%
10:29 1 bulan sudah melemah
10:31 1,96% dan 1 minggu sudah
10:33 melemah 0,85% artinya
10:35 sedang berada di zona yang terkoreksi
10:37 bisa kemudian masuk di
10:39 harga BBCA
10:41 yang lebih murah lah ya
10:43 level terakhir di 8.775
10:45 target price sendiri untuk
10:47 BBCA at least di akhir tahun
10:49 Pak William seperti apa?
10:51 BBCA
10:53 sewajarnya kalau kita
10:55 lihat, mungkin kita walaupun
10:57 ini mungkin sedikit banyak terpengaruh oleh
10:59 tahan politik ya
11:01 tapi potensi untuk kembali ke
11:03 angka 9.400
11:05 9.500 masih terpukau level
11:07 baik, oke
11:09 itu tadi BBCA yang juga
11:11 direkomendasikan, baik kita ke
11:13 pilihan berikutnya, ada Astra
11:15 Internasional, analisisnya untuk
11:17 SII seperti apa?
11:19 sebenarnya dari
11:21 4 calon ini bisa dibilang cukup
11:23 mirip ya, karena kita
11:25 tahu bottom yang sudah
11:27 tercapai dalam 3 bulan, 6 bulan
11:29 terakhir itu, guys, seperti Astra ini
11:31 yang di angka sekitar 5.600
11:33 jadi selama
11:35 spot itu tidak cukup, ataupun
11:37 sedikit banyak di tes untuk
11:39 dibawah 5.600, justru
11:41 peluang untuk
11:43 melakukan beli lebih besar
11:45 dalam artian
11:47 tingkat kekuatan untuk
11:49 membeli harusnya lebih kuat, karena kita
11:51 tahu bahwa Astra Internasional secara kinerja
11:53 juga bagus, dan kondisi
11:55 pelemaan
11:57 yang terjadi juga sudah mulai terbatas
11:59 jadi kondisi dari Astra
12:01 sendiri saat di angka-angka sekitar
12:03 5.600, 5.700 itu masih
12:05 cukup oke untuk kita melakukan
12:07 akupulasi beli. Ya, nampaknya juga ada
12:09 data yang cukup positif dari Astra
12:11 yang menyampaikan penjualan
12:13 mobil Astra sendiri tembus
12:15 421.409
12:17 unit pada kuartal 3, dan hingga
12:19 kuartal 3 penjualan mobil Astra
12:21 ini tumbuh 2% begitu,
12:23 apalagi kemudian tadi ditambah
12:25 terkait dengan sentimen
12:27 pergerakan harga dari Astra
12:29 sendiri yang memang sudah terkoreksi
12:31 banyak begitu, melihat data yang
12:33 positif, nampaknya Anda kemudian melihat
12:35 ada potensial upside untuk Astra Internasional
12:37 lagi target price untuk
12:39 Astra Internasional sampai dengan akhir tahun
12:41 Pak William?
12:43 Potensi untuk kembali ke
12:45 angka tinggi sekarang 6.500
12:47 hingga ke 6.700 masih
12:49 terbuka cukupnya.
12:51 Potensinya ke 6.500
12:53 hingga 6.700 begitu ya?
12:55 Ya. Oke, menengah dan jangka panjang
12:57 untuk Astra Internasional?
12:59 Justru kalau jangka panjang, Astra
13:01 Internasional tidak melebih kemungkinan
13:03 akan berada di atas
13:05 7.000 ya, kalau melihat
13:07 potensi pemerintahan. Baik, itu tadi
13:09 dia analisis untuk Astra Internasional
13:11 kemudian kita ke PON.
13:13 Seperti apa analisisnya
13:15 Pak William?
13:17 Pak PON,
13:19 kalau kita lihat kondisi
13:21 pemerintahan kita tahu properti juga sudah
13:23 cukup lama slowing down,
13:25 potensi untuk balik di mana
13:27 kembalinya tingkat mobilitas masyarakat
13:29 tentu akan cukup membantu
13:31 untuk saham-saham di sektor properti.
13:33 Salah satu yang cukup menarik adalah
13:35 Pak PON, kenapa? Karena Pak PON memiliki rekaan
13:37 relikam yang cukup besar,
13:39 di terba pandemi pun masih
13:41 bisa memberikan kinerja yang cukup positif
13:43 dan tekanan yang terjadi
13:45 selama 6 bulan ini, titik terendah
13:47 ada yang sekitar 3.000
13:49 titik, sorry, 398.
13:51 Potensi pembalikan
13:53 arah masih terlihat cukup besar,
13:55 jadi potensi
13:57 untuk kembali ke angka
13:59 500 masih terbuka lebar.
14:01 Oke, terkait dengan
14:03 sektor properti, beberapa waktu yang lalu
14:05 ada keputusan dari Bank Indonesia untuk menaikkan tingkat suku
14:07 bunga acuan, tapi kemudian ada statement dari Presiden
14:09 Jokowi Dudi yang akan memberikan insentif
14:11 untuk teman-teman di industri properti
14:13 begitu ya. Sejauh mana
14:15 ini kemudian nampaknya cukup
14:17 mewarnai keputusan investor untuk
14:19 bisa masuk ke saham-saham berbasis properti,
14:21 Pak William?
14:23 Ya, properti walaupun
14:25 ada
14:27 salah satu sentimen kenaikan suku bunga,
14:29 tapi kita tahu tingkat kebutuhan
14:31 properti masih cukup besar.
14:33 Ditambah lagi, kalau kita
14:35 lihat properti
14:37 juga di mana-mana pembangunan masih terus berjalan,
14:39 tentu akan
14:41 cukup membantu, apalagi dengan
14:43 properti yang seperti pakuan yang
14:45 memiliki rekan-rekan income cukup besar. Jadi
14:47 dapat bertahan
14:49 untuk lebih baik, menghasilkan
14:51 kinerja juga yang lebih baik.
14:53 Ditambah lagi, kita tahu bahwa
14:55 beberapa juga sepertinya sudah cukup
14:57 rendah, level tekanan yang terjadi
14:59 juga semakin terbatas,
15:01 jadi kemungkinan untuk naik masih cukup besar.
15:03 Oke, selektif bias saja nampaknya. Kemudian Anda
15:05 merekomendasikan Pauon di
15:07 kesempatan kali ini. Oke, terkait
15:09 dengan tebing seperti apa? Analisisnya di usai jeda
15:11 berikut ini kita akan lanjutkan, Pak William.
15:13 Dan bersama-sama kami, usai jeda, kami akan
15:15 segera kembali.
15:17 (suara jingle)
15:19 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments

Recommended