00:00 Kita awali dengan informasi pertama,
00:01 pemirsa Badan Pusat Statistik meminta pemerintah
00:04 mewaspadai kenaikan harga tiga komoditas pangan,
00:06 yakni gula pasir, beras, dan cabai.
00:09 BPS menyebut kenaikan harga beras membuat
00:11 disparitas harga antara wilayah di Indonesia semakin tinggi.
00:14 Badan Pusat Statistik meminta pemerintah waspadi
00:21 kenaikan harga tiga komoditas pangan,
00:23 yakni gula pasir, beras, dan cabai,
00:25 di pekan ke-2 Oktober 2023.
00:29 Berdasarkan data BPS, sebanyak 338 kota dan kabupaten
00:32 mengalami lonjakan harga pada komoditas gula.
00:35 Sementara itu, harga beras terpantau terus mengalami
00:38 kenaikan di 283 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
00:42 Menurut pelaksana tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti,
00:47 kenaikan harga beras ini membuat disparitas harga
00:49 antara wilayah semakin tinggi.
00:51 Rata-rata harga beras antara wilayah juga mengalami
00:55 disparitas semakin tinggi,
00:57 di mana yang paling tinggi ada di Papua.
00:59 Kemudian gula pasir juga dalam tren terus meningkat,
01:02 di mana ada 338 kabupaten/kota yang mengalami
01:08 kenaikan gula pasir.
01:10 Jadi mungkin untuk minggu ini kami menyampaikan informasi
01:15 bahwa ada tiga komoditas yang perlu menjadi perhatian,
01:19 yaitu gula pasir, beras, dan cabai rawit.
01:22 Sementara itu untuk cabai rawit,
01:24 sebanyak 259 kabupaten/kota yang kenaikan
01:27 indeks perkembangan harganya,
01:28 dikontribusikan oleh cabai.
01:30 BPS mencatat ada enam provinsi yang memiliki IPA tertinggi
01:33 pada komoditas cabai.
01:35 Gorontalo menjadi provinsi dengan IPA tertinggi mencapai 6,1 persen,
01:40 Kabupaten Bolang Mondo, Sulawesi Utara 5,32 persen,
01:44 Kota Bitung, Sulawesi Utara 5,05 persen,
01:46 Kota Mamasa, Sulawesi Barat 4,45 persen,
01:49 dan Lombok Timur 4,4 persen.
01:52 Dari Jakarta, Tim Liputan, ITX Jenuh.
01:55 [Musik]
01:58 [Suara Pintu Ketutupan]
02:01 [SUARA KOIN]
Comments