00:00 (suara air)
00:02 (suara air)
00:04 (suara air)
00:06 (suara air)
00:08 (suara musik)
00:10 (suara musik)
00:12 (suara musik)
00:14 (suara musik)
00:16 (suara musik)
00:18 (suara musik)
00:20 (suara musik)
00:22 (suara musik)
00:24 (suara musik)
00:26 (suara musik)
00:28 (Musik)
00:55 Ini sangat berbeda dari nasi goreng kita yang biasa
00:58 Yang hanya menggunakan daun bawang dan seredih saja
01:00 Rasanya ada manisnya, ada pedas
01:03 Dan yang pasti minyaknya sangat kurang
01:06 Karena tadi ada pembakaran tambahan
01:09 Untuk menghilangkan kadar minyaknya yang banyak
01:12 Sebenarnya, mas, kita kan awalnya melihat bahwa
01:17 Masyarakat kan suka Sumatera Barat
01:20 Khususnya Sumatera, umumnya Sumatera
01:22 Tapi Indonesia kan memang suka nasi goreng
01:24 Nah kebalikan, nasi goreng ini kan
01:26 Kadar minyaknya terlalu tinggi ya, mas
01:29 Nah itu yang menjadi satu alasan bagaimana kita
01:33 Mengurangi kadar minyak tadi yang ada di nasi goreng
01:37 Ini kita hanya mencoba, itu tidak sih
01:39 Dan ternyata dengan menurunkan kadar minyak
01:43 Orang setelah makan nasi goreng
01:45 Orang yang ngantuk itu agak berkurang
01:48 Nah itu tanpa mengurangi rasa asli dari nasi goreng itu sendiri
01:52 (Musik)
Comments