Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 menit yang lalu
Sejak pertama kali diterbitkan, mata uang ini berfungsi sebagai lambang kedaulatan ekonomi serta identitas nasional yang terus bertransformasi seiring waktu.
Transkrip
00:02Halo, balik lagi sama gue, Adi Hatsari di MVD Events Edukasi Ekonomi.
00:08Sebentar lagi hari uang nih, gimana?
00:10Udah pernah tau belum Rupiah kita?
00:13Sekarang di sebelah saya, lagi ada Kepala Grup Departemen Komunikasi Indonesia, Bapak Sanit, dan Kadita.
00:21Kita mau ngobrol lebih jauh soal Rupiah.
00:24Gimana sih dari zaman Belanda, zaman Jepang, sampai zaman Indonesia?
00:27Mulai dari zaman cuman pake batu, bahkan kayu, sampai sekarang digital.
00:33Apa sih Pak cerita menarik dari perjalanan uang di Indonesia yang jarang banget diketahuin sama anak muda?
00:40Uang Rupiah kita ini bukan tiba-tiba diterbitkan tuh Mbak Ade.
00:44Jadi waktu kita founding fathers, kita memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di 17 Agustus 1945 itu kan,
00:50uang yang berlaku itu kan ada uang terbitan dari Javase Bank.
00:54Terus kemudian uang dari Jepang, kayak gitu-gitu.
00:58Terus kemudian ada invasi lagi dari Belanda tuh dengan uang nikahnya dan segala macem.
01:02Jadi memang pada saat itu, di tahun-tahun pertama itu sangat chaos.
01:06Ya hyperinflation terjadi, terus transaksi orang tuh bingung mau pake uang dari mana, kayak gitu.
01:11Nah, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat,
01:14tentu para pendidik bangsa itu ingin menunjukkan juga bahwa ekonomi Indonesia itu juga berdaulat.
01:20Untuk menunjukkan bahwa kita berdaulat secara ekonomi, maka kita harus punya mata uang.
01:24Oleh karena itu, pada waktu tanggal 30 Oktober 1946,
01:28itu pemerintah pada saat itu menerbitkan apa yang disebut dengan uang Republik Indonesia.
01:33Itu untuk pertama kalinya dan itu yang sekarang akan beringati sebagai hari uang ya.
01:39Uang Republik Indonesia sendiri itu sebenarnya menjadi bukan cuma simbol kedaulatan,
01:43tapi juga simbol perlawanan.
01:45Karena selain kita perang secara gerilya, kita juga perang secara ekonomi pada waktu itu.
01:50Jadi, untuk menunjukkan kedaulatan negara Indonesia,
01:53gerilyawan kita itu juga menggunakan uang Republik Indonesia itu untuk bertransaksi dengan masyarakat.
01:58Model percetakannya itu juga berpindah-pindah tuh.
02:01Karena diburu sama pemerintah Belanda itu pada waktu itu.
02:04Kalau orang yang menggunakan uang Republik Indonesia itu bisa ditanggung.
02:07Jadi, itu jadi simbol perlawanan.
02:09Bahkan setelah itu, ketika pemerintahan Indonesia, pimpinan-pimpinan kita itu pernah ditanggap dan diasingkan,
02:15sementara itu, dan dibentuklah Republik Indonesia Serikat,
02:18itu ada uang-uang lagi itu yang bentuknya.
02:21Sebagai simbol perlawanan dan perjuangan yang disebut dengan uang Republik Indonesia daerah.
02:26Indonesia kan di-occupied sama tentara Belanda tuh,
02:30sehingga pemerintahan Republik Indonesia itu dipindahkan,
02:32misalnya ada dari Jogja.
02:33Akhirnya, yang diperintahkan oleh founding fathers kita adalah wilayah-wilayah lain,
02:38misalnya Sumatera, terus kemudian di Serang, Banten, dan segala macam itu boleh menerbitkan uang daerah masing-masing.
02:45Pada waktu itu, uang itulah yang digunakan untuk bertransaksi di masyarakat kita.
02:49Rupiah ini sudah mengalami berbagai perubahan desain, juga tampilan nih Pak.
02:54Apa sih Pak pertimbangan utama di balik perubahan tersebut?
02:57Dan cerita apa sih yang ingin disampaikan dari setiap desain uang rupiah?
03:00Nah, kalau desain itu tergantung masa ke masa nih Mbak Ade.
03:03Jadi kalau misalnya kayak kita ada di cara uang Republik Indonesia,
03:06waktu itu kan kita simbol perlawanan ya,
03:08maka yang banyak dibikin itu gambarnya Pak Soekarno.
03:11Waktu uang Orida juga sama, Pak Soekarno tuh lebih banyak dengan desainnya simbol-simbol
03:16yang lain itu adalah pembangunan di daerahnya masing-masing,
03:19ada sawah dan segala macam.
03:21Nah, semakin di sini setelah kita bisa mendapat kemerdekaan kita
03:26dan pengakuan kedaulatan secara penuh,
03:28uang itu ya bertransformasi.
03:30Ada seri-seri yang gambarnya binatang, gambarnya seni tari, pahlawan nasional.
03:35Itu sebenarnya dari semua itu kalau bisa kita tarik,
03:38apa namanya, yang namanya desain uang rupiah itu memang menceritakan
03:42sebuah perjalanan bangsa Indonesia,
03:44termasuk juga semua unsur yang membentuk kita sebagai sebuah bangsa.
03:47Jadi misalnya kayak tari-tarian, itu kan dari tari-tarian dari ujung Indonesia sebelah barat sampai timur,
03:53kita campur dengan pahlawan nasional juga seperti itu.
03:57Tapi ada nggak sih, Pak, perubahan yang paling signifikan dari masa ke masa nih, Pak,
04:01untuk desainnya sendiri gitu kan?
04:02Kalau misalnya kita bicara jangan Belanda dulu nih ya,
04:05waktu zaman di Javaset Bank gitu ya,
04:07mereka itu untuk menarik hati masyarakat,
04:10supaya menggunakan uang cetakannya mereka itu,
04:12kalau tadi mungkin sempat keliling ngeliat itu,
04:15di balik kan gambarnya ada wayang orang,
04:17kayak gitu-gitu ya gambarnya,
04:19itu kan supaya masyarakat itu menggunakan,
04:20tertarik lah dengan apa namanya desainnya mereka.
04:23Itu sebenarnya upaya dari desain dari pemerintah Belanda untuk mengakui
04:27bahwa uang mereka itu bisa digunakan oleh banyak komunitas yang ada di Indonesia.
04:33Tadi kalau kita lihat pada waktu zaman awal kemerdekaan,
04:37kertasnya juga menggunakan kertas yang sangat biasa,
04:39pengamannya juga relatif hampir nggak ada lah, bisa gitu.
04:42Makanya kalau kita lihat yang namanya desain Orida itu cuman kayak,
04:45kadang kertas kopi tuh mbak,
04:46kertas bungkus kopi itu untuk kopi itu dicetak tuh sama pemerintah-pemerintah daerah setempat,
04:51digunakan untuk uang-uang darurat itu.
04:53Saking nggak ada uangnya itu pada saat itu ya.
04:56Nah terus semakin kesini kan secara desain,
04:58bahannya kita juga kembangkan,
05:00yang tadinya menggunakan kertas biasa,
05:02sekarang menggunakan selat kapas yang sangat sarap dengan teknologi pengaman yang banyak seperti itu ya.
05:08Terus bahkan kemudian kita sempat menggunakan uang dengan bahan dasar polimer gitu.
05:11Nah sampai dengan sekarang kalau dilihat secara desain,
05:14itu fitur pengamannya itu sangat komplit di uang rupiah kita.
05:18Bahkan salah satu yang terungkap lah di dunia itu dari sisi pengamanan.
05:21Sehingga apa namanya,
05:23dari masa ke masa itu yang kita lakukan adalah bagaimana mengamankan uang rupiah kita
05:27sekaligus di bagian dari perjalanan sebuah bangsa ya.
05:30Untuk pemalsuan itu selalu ada.
05:32Makanya kenapa dari masa ke masa kita melakukan penguatan dari sisi fitur,
05:37apa namanya, teknologi supaya tidak gampang dipalsu gitu.
05:41Kalau kita lihat, contoh misalnya kayak zaman Belanda itu,
05:44ada itu yang namanya uang, misalnya golden gitu ya.
05:47Golden, sebenarnya misalnya paling besar itu 2,5 golden,
05:50tapi ada yang bikin cetakan itu memang benar-benar 3 golden yang benar-benar,
05:55kalau orang nggak tahu itu uang asli itu.
05:57Padahal pemerintah Belanda tidak pernah mengeluarkan uang 3 golden.
06:01Nah gitu, jadi itu namanya pemalsuan itu memang dari masa ke masa selalu ada.
06:07Dan selalu berkembang ya Pak?
06:09Selalu berkembang.
06:10Selamat menikmati.

Dianjurkan