00:00Saya disini gak handle sendirian, pastinya ada pihak-pihak yang mendukung Varel, ada manajer Varel, ada keluarga dari manajer Varel.
00:06Ya saya pasti kalau misalnya ada apa-apa, saya gak mau pendam sendiri sekarang.
00:09Saya pastinya mau cerita, meminta saran, bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
00:14Dan ya Varel sekarang bawa santai aja.
00:17Ada tak? Satu petikan yang Varel rasa stress ataupun malam?
00:21Oh ada.
00:23Pernah di masa Varel bener-bener depresi, stress, frustasi, Varel ada.
00:27Dan itu posisi sama manajer Varel yang sekarang, ya Alhamdulillah lambat-laun seiring berjalannya waktu Varel bisa pemaklumi, bisa ikhlas
00:34sama masalah yang ada.
00:36Gak ada keluarga jual tanah milih awal?
00:39Boleh-boleh ya, kebetulan Varel kemarin ada permasalahan, sedikit problem sama keluarga lagi.
00:45Yaitu ada tanah Varel, ya bekas usaha-usaha Varel dijual sama pihak keluarga tanpa sepengetahuan Varel.
00:54Ya sekarang kita sekarang lebih ke realistis, kita bakal urus ke depannya gimana, kita lihat ke depannya gimana, apa yang
01:00bakal terjadi.
01:01Yang pastinya Varel sekarang tetap bersikap dewasa selayaknya anak muda yang meminta hasil keringatnya sendiri.
01:08Ya gitu sih.
01:09Ada-ada juta perutian ke Varel? Berapa diundi?
01:12Pak, kalau di Indonesia 400 juta.
01:15Tapi Varel kan, iya lah, macam seorang kakak ini tadi, di usia muda berdepan situ, apa kekuatan kamu berdepan ujian,
01:22berdepan dengan cabaran kerja, belajar lagi, kerja lagi, berdepan ada masalah lain lagi, macam mana?
01:28Varel dari kecil udah biasa berkeringat, kerja ini, itu kan udah biasa.
01:32Cuma sekarang kan emang lebih ke hal-hal yang berbeza dengan kemarin.
01:36Mungkin waktu kecil kemarin basking, cuman ini permasalahan yang sama, cuman beda konteks.
01:40Jadi ya, Varel, yang pastinya ya Varel berdoa lah sama Allah ya, Varel pastinya berdoa dan juga meminta saran sama
01:49manajer Varel, sama keluarga manajer Varel yang pastinya.
01:54Ya Varel sekarang ngalir aja sih, berjalan, berjalan aja, sesuai apa yang cekupannya.
02:00Varel hanya bergantung pada manajer, alih keluar ke mana, tadi langsung kecuali?
02:04Tadi langsung. Belakangan ini, Varel udah nggak komunikasi lagi.
02:14Sebelum hal terjadi seperti ini, kita udah berusaha menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
02:23Cuman ya, akhirnya masih jadi seperti ini sih.
02:27Tapi kali ini kamu ambil, kamu ambil, tidak cukup?
02:33Cukup ada, cuman kita masih lihat ke depannya gimana.
02:37Kita harus lihat ke depannya gimana, jangan terlalu agresif juga kan.
02:42Karena mau gimana pun kan keluarga, bertengah sama keluarga itu nggak enak.
02:46Jadi kayak kita coba cari jalan terbaiknya.
02:58Terima kasih.
03:28Terima kasih.
03:58Terima kasih.
04:28Terima kasih.
04:28Terima kasih.