Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Sebanyak 150 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri secara sukarela di tengah polemik ijazah SMA. Desakan ini menuai beragam respons, mulai dari pandangan etika dan moral hingga tudingan bermuatan politik.

Guru Besar Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi, menjelaskan surat terbuka tersebut diinisiasi oleh 13 orang. Pengamat hukum tata negara Feri Amsari menilai wajar jika para guru besar mempertanyakan proses penyetaraan ijazah Gibran yang disebut dapat diperoleh dalam satu hari.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai polemik ini dapat menjadi beban politik bagi Presiden Prabowo Subianto. Sebaliknya, aktivis politik Ade Armando menilai desakan tersebut datang dari tokoh-tokoh yang sejak awal kritis terhadap Joko Widodo.

Di tengah perbedaan pandangan tersebut, publik masih menantikan hasil penyelidikan Bareskrim Polri terkait dugaan keabsahan surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Gibran.

#gibranrakabuming #ijazahgibran #politikindonesia #hastokristiyanto #feriamsari #kompastv

Baca Juga Apakah Jokowi Bisa Dongkrak Suasa PSI? Ini Kata Agung Baskoro |KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/697769/apakah-jokowi-bisa-dongkrak-suasa-psi-ini-kata-agung-baskoro-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697772/150-guru-besar-desak-gibran-mundur-polemik-ijazah-gibran-jadi-beban-politik-prabowo-sapa-malam
Transkrip
00:00Topik lain ya saudara, sebanyak 150 guru besar dari berbagai daerah
00:04mendesak Wakil Presiden Gibran Raka Buming mengundurkan diri
00:07Imbas Polemik Ijazah SMA-nya.
00:10Namun desakan mundur ini menuai beragam respons
00:13mulai dari pandangan etika dan moral
00:14hingga tudingan bermuatan politik.
00:23Surat terbuka yang diklaim berasal dari 150 guru besar
00:27dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
00:29menyampaikan desakan agar Wakil Presiden Gibran Raka Buming
00:33mundur secara sukarela.
00:36Guru besar Universitas Sasanuddin, Idrus Paturusi, menjelaskan
00:40surat terbuka tersebut diinisiasi oleh 13 orang
00:44dan menjadi wadah bagi para guru besar
00:47untuk menyampaikan sikap atas Polemik Ijazah Gibran.
00:52Pakaprabok, kemudian Jokowi, dan Gibran sendiri
00:55saya kira sudah tahu masalah ini.
00:57Nah sekarang malah sebetulnya setelah surat itu ke Prabowo
01:04dan kemudian kita tetap menghimbau
01:06menghimbau kepada Gibran
01:10supaya dengan sukarela ya
01:13mengundurkan diri.
01:14Usulan dari kita ya, nah kita nggak tahu
01:18apakah nanti ini bergulir ke DPR dan lain sebagainya
01:21karena itu kan punya alur-alur tersendiri ya
01:24untuk memaksulkan atau gimana itu tidak.
01:30Pengamat Hukum Tata Negara sekaligus peneliti Pusat Studi Politik Hukum Pemilu
01:34dan Demokrasi Universitas Andalas, Pari Amsari menyebut
01:38bahwa wajar jika para guru besar mempertanyakan hal tersebut
01:42karena proses penyetaraan ijazah bagi masyarakat umum
01:47seharusnya bisa memakan waktu lama
01:49namun Gibran dapat memperolehnya dalam satu hari.
01:54Tapi ya wajar saja para guru besar mempertanyakan
01:58karena mereka untuk ngurus penyetaraan ijazah itu rumit
02:02bisa tiga bulan, enam bulan
02:03nah ini ada orang yang bisa satu hari
02:06jadi atas dasar itu, itu panggilan moral
02:08panggilan moral kepada Mas Gibran dari para guru besar ya.
02:13Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan
02:16Hasto Kristianto menilai
02:18polemik ijazah Gibran dapat menjadi beban politik
02:21bagi Presiden Prabowo Subianto.
02:23Hasto menyebut, suara-suara kritis terhadap Gibran
02:27terus berkembang
02:28jadi nilai dapat mempengaruhi legitimasi wakil Presiden.
02:33Ini juga menjadi beban bagi Presiden Prabowo
02:36karena ini meruntuhkan legitimasi dari saudara Gibran Raka Bumi Raka.
02:41Nah kita juga melihat bagaimana suara-suara itu semakin kritis.
02:47Sementara itu, aktivis politik Ade Armando memiliki pandangan berbeda.
02:51Ade menilai, sejumlah guru besar yang mendesak Gibran mundur
02:55merupakan tokoh-tokoh yang sejak awal kritis terhadap Jokowi Dodo.
03:00Ade juga mempertanyakan
03:01mengapa surat terbuka tersebut
03:04diberikan tembusannya kepada PDI Perjuangan
03:07untuk disampaikan kepada publik.
03:10Pak Jokowi kan udah bilang
03:11akan ada kelompok-kelompok penumpang gelap.
03:15Nah itu adalah bagian dari penumpang gelap itu.
03:17Itu adalah profesor-profesor yang memang membenci Jokowi
03:20jadi nggak usah terlalu didengarkan.
03:22levelnya itu menurut saya
03:26permintaan dari guru besar itu adalah sama dengan
03:28permintannya Hasto.
03:30Kan sekarang tiba-tiba saja sekjen PDIP bilang bahwa
03:34harus mundur gitu kan.
03:36Hingga kini desakan pengunduran diri Gibran
03:39menjadi bagian dari perdebatan publik
03:41yang memperhadapkan perspektif etika
03:45dan moral dengan argumen politik.
03:47Sementara publik masih menantikan
03:50hasil penyelidikan Bareskrim
03:52yang sudah meminta klarifikasi
03:55dari sejumlah pelapor
03:56terkait dugaan keabsahan
03:58surat keterangian atau suket
04:00penyetaraan ijazah SMA Gibran.
04:03Tim Liputan, Kompas TV
04:08Terima kasih sudah menonton!
04:09Terima kasih.

Dianjurkan