00:00Topik lain ya saudara, sebanyak 150 guru besar dari berbagai daerah
00:04mendesak Wakil Presiden Gibran Raka Buming mengundurkan diri
00:07Imbas Polemik Ijazah SMA-nya.
00:10Namun desakan mundur ini menuai beragam respons
00:13mulai dari pandangan etika dan moral
00:14hingga tudingan bermuatan politik.
00:23Surat terbuka yang diklaim berasal dari 150 guru besar
00:27dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
00:29menyampaikan desakan agar Wakil Presiden Gibran Raka Buming
00:33mundur secara sukarela.
00:36Guru besar Universitas Sasanuddin, Idrus Paturusi, menjelaskan
00:40surat terbuka tersebut diinisiasi oleh 13 orang
00:44dan menjadi wadah bagi para guru besar
00:47untuk menyampaikan sikap atas Polemik Ijazah Gibran.
00:52Pakaprabok, kemudian Jokowi, dan Gibran sendiri
00:55saya kira sudah tahu masalah ini.
00:57Nah sekarang malah sebetulnya setelah surat itu ke Prabowo
01:04dan kemudian kita tetap menghimbau
01:06menghimbau kepada Gibran
01:10supaya dengan sukarela ya
01:13mengundurkan diri.
01:14Usulan dari kita ya, nah kita nggak tahu
01:18apakah nanti ini bergulir ke DPR dan lain sebagainya
01:21karena itu kan punya alur-alur tersendiri ya
01:24untuk memaksulkan atau gimana itu tidak.
01:30Pengamat Hukum Tata Negara sekaligus peneliti Pusat Studi Politik Hukum Pemilu
01:34dan Demokrasi Universitas Andalas, Pari Amsari menyebut
01:38bahwa wajar jika para guru besar mempertanyakan hal tersebut
01:42karena proses penyetaraan ijazah bagi masyarakat umum
01:47seharusnya bisa memakan waktu lama
01:49namun Gibran dapat memperolehnya dalam satu hari.
01:54Tapi ya wajar saja para guru besar mempertanyakan
01:58karena mereka untuk ngurus penyetaraan ijazah itu rumit
02:02bisa tiga bulan, enam bulan
02:03nah ini ada orang yang bisa satu hari
02:06jadi atas dasar itu, itu panggilan moral
02:08panggilan moral kepada Mas Gibran dari para guru besar ya.
02:13Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan
02:16Hasto Kristianto menilai
02:18polemik ijazah Gibran dapat menjadi beban politik
02:21bagi Presiden Prabowo Subianto.
02:23Hasto menyebut, suara-suara kritis terhadap Gibran
02:27terus berkembang
02:28jadi nilai dapat mempengaruhi legitimasi wakil Presiden.
02:33Ini juga menjadi beban bagi Presiden Prabowo
02:36karena ini meruntuhkan legitimasi dari saudara Gibran Raka Bumi Raka.
02:41Nah kita juga melihat bagaimana suara-suara itu semakin kritis.
02:47Sementara itu, aktivis politik Ade Armando memiliki pandangan berbeda.
02:51Ade menilai, sejumlah guru besar yang mendesak Gibran mundur
02:55merupakan tokoh-tokoh yang sejak awal kritis terhadap Jokowi Dodo.
03:00Ade juga mempertanyakan
03:01mengapa surat terbuka tersebut
03:04diberikan tembusannya kepada PDI Perjuangan
03:07untuk disampaikan kepada publik.
03:10Pak Jokowi kan udah bilang
03:11akan ada kelompok-kelompok penumpang gelap.
03:15Nah itu adalah bagian dari penumpang gelap itu.
03:17Itu adalah profesor-profesor yang memang membenci Jokowi
03:20jadi nggak usah terlalu didengarkan.
03:22levelnya itu menurut saya
03:26permintaan dari guru besar itu adalah sama dengan
03:28permintannya Hasto.
03:30Kan sekarang tiba-tiba saja sekjen PDIP bilang bahwa
03:34harus mundur gitu kan.
03:36Hingga kini desakan pengunduran diri Gibran
03:39menjadi bagian dari perdebatan publik
03:41yang memperhadapkan perspektif etika
03:45dan moral dengan argumen politik.
03:47Sementara publik masih menantikan
03:50hasil penyelidikan Bareskrim
03:52yang sudah meminta klarifikasi
03:55dari sejumlah pelapor
03:56terkait dugaan keabsahan
03:58surat keterangian atau suket
04:00penyetaraan ijazah SMA Gibran.
04:03Tim Liputan, Kompas TV
04:08Terima kasih sudah menonton!
04:09Terima kasih.