Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Kehadiran Joko Widodo sebagai pelapor dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dengan terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifa menjadi sorotan.

Jaksa penuntut umum dinilai perlu menghadirkan Jokowi untuk memperjelas pembuktian, termasuk terkait ijazah yang menjadi objek polemik.

Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, menyebut pemanggilan saksi secara bertahap merupakan bagian dari strategi jaksa untuk membuktikan dakwaan.

"Kehadiran kami di situ sekali lagi bukan untuk mengonfirmasi ijazah asli atau bukan Pak Jokowi. Bukan itu. Kehadiran kami adalah membuktikan dakwaan dr. Tifa," ujar Freddy. (timecode 4:46)

Ia menyebut Jokowi telah berulang kali menyatakan kesediaannya memberikan keterangan di persidangan.

"Saya yakin, kami yakin bahwa Pak Jokowi pada waktunya setelah dipanggil pasti akan memberikan kesempatan di persidangan," katanya. (timecode 13:52)

Namun, pemilik Sentana TV, Michael Sinaga, mempertanyakan belum dihadirkannya Jokowi dan belum ditunjukkannya ijazah yang menjadi objek polemik.

"(Harusnya Pak Jokowi dulu yang dipanggil) Betul. Setelah itu UGM. UGM akan ditanya, benar enggak sih Joko Widodo ini pernah kuliah, buktinya apa?" ujar Michael. (timecode 7:36)

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho, menilai kehadiran Jokowi sebagai pelapor sekaligus korban penting dalam proses pembuktian perkara.

"Dalam mencari kebenaran material adalah cross examination. Maka satu-satunya jalan adalah ditunjukkan. Siapa yang menunjukkan? Ya si korban ini," kata Hibnu. (timecode 18:11)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697770/full-jokowi-belum-hadir-di-sidang-tifa-strategi-pembuktian-jaksa-disorot-kompas-petang
Transkrip
00:25Jokowi Dodo
00:30Berulang kali terdakwa kasus ijazah Jokowi Tifauzia Tiasuma atau Dr. Tifa meminta Jaksa menghadirkan Presiden ke-7 Indonesia Jokowi Dodo
00:40untuk bersaksi membuktikan keaslian ijazahnya dalam sidang
00:43Namun Jaksa penutup umum belum menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Dr. Tifa
00:49Jaksa baru menghadirkan salah satu sepupu Jokowi yakni Dumatno Budi Utomo yang disebut-sebut sebagai orang dibalik foto ijazah Presiden
00:58ke-7 RI Jokowi Dodo
01:00Jaksa juga sudah menghadirkan pengunggah pertama ijazah Jokowi di media sosial, Dian Sandi
01:06Dalam sidang Dian Sandi menjelaskan jika foto ijazah tersebut jepretannya
01:11Dian Sandi menyebut hanya pernah melihat salah seorang pegawai UGM memperlihatkan foto kopi ijazah Jokowi
01:18Dua relawan Jokowi juga sudah dihadirkan sebagai saksi di persidangan
01:22Dalam sidang Sekjen Projo mengakui tidak pernah diperlihatkan ijazah asli Jokowi oleh polisi saat pemeriksaan di Bares Krim Polri
01:30Dewan Penasihat Gibranisti, Ade Darmawan bilang, kehadiran Jokowi sebagai saksi dalam sidang Tifa hanya menunggu waktu
01:38Namun Ade mengingatkan, Jaksa memiliki hak untuk menghadirkan Jokowi atau tidak
01:54Pak Katiri, bagaimana masalah waktu? Apakah Anda juga akan menerima dan menunggu proses penghadiran Pak Jokowi?
02:02Menerima dan menunggu, kalau tidak itu terserah Pak Katiri, emang urusannya apa kalau Jaksa tidak mau menghadirkan duluan?
02:09Kan tidak ada juga pelanggaran etiknya di situ
02:11Dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Ferry Amsari bilang
02:15Penghadiran harus menghadirkan Jokowi dalam sidang Dr. Tifa sebagai pelapor
02:20Karena kesaksian Jokowi yang paling bisa membuktikan tudingan ijazah palsu dari Dr. Tifa salah
02:27Objek dan objek itu dalam perkara ini jelas
02:31Kalau objeknya adalah ijazah Jokowi, maka subjeknya adalah Jokowi
02:36Oleh karena itu dalam proses peradilan yang normal
02:40Orang yang berkaitan tentu akan dipanggil sebagai saksi untuk membuktikan soal ijazah itu sendiri
02:48Ya haruslah kalau mau jadi rakyat biasa ya harus mau dipanggil pengadilan
02:54Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum mendegaskan sudah menjatuhalkan pemeriksaan Jokowi
02:59Namun tidak menjelaskan kapan waktu kesaksian Jokowi di sidang Dr. Tifa
03:04Tim Liputan Kompas TV
03:09Saudara sejumlah saksi sudah dihadirkan Jaksa dalam sidang ijazah Jokowi dengan terdakwa Dr. Tifa
03:15Mulai dari sepupu Jokowi, Dumatno yang juga menjadi orang yang dituding sebagai sosok dalam foto ijazah Jokowi
03:22Hingga relawan yang mengunggah foto ijazah Jokowi pertama kali, Dian Sandi
03:27Lantas apakah Jaksa benar-benar akan menghadirkan Jokowi?
03:31Kita bahas bersama Sekjen Projo, Freddy Damanik
03:34Owner Sentana TV, Michael Sinagai Studio
03:36Sementara melalui sambungan Zoom ada Guru Besar, Eva Unsud, Hipnu Nugroho
03:40Selamat petang semuanya
03:41Selamat sore
03:42Prof. Ipnu juga bisa dengar suara Sindi ya?
03:45Ya, seles
03:45Oke, saya mau ke Bang Freddy dulu
03:47Bang Freddy sebenarnya kenapa sih yang dihadirkan Jaksa itu
03:49Orang-orang sekitar Pak Jokowi dulu, gak langsung Pak Jokowi aja?
03:53Ya, jadi gini
03:55Ya, Jaksa itu berkewajiban
04:00Atau kewajiban, kewenangannya secara undang-undang
04:03Memang membuktikan dakwaan
04:06Di dalam membuktikan dakwaan, Jaksa itu punya strategi
04:11Ya, jadi kalau disampaikan saksi-saksi lain
04:16Atau relawannya, atau siapapun itu sudah diperiksa kenapa Pak Jokowi
04:20Yaitu bagian dari strategi Jaksa, penuntut umum
04:24Untuk membuktikan dakwaan
04:26Jangan salah kaprah ya
04:28Publik harus dikasih pencerahan
04:30Bahwa kehadiran saksi-saksi
04:33Ya, yang bukan Pak Jokowi ini
04:35Ya, itu
04:37Saya, termasuk saya
04:39Disitu bukan, sekali lagi
04:41Bukan membuktikan
04:43Ijaja Pak Jokowi asli atau bukan
04:45Kehadiran kami
04:47Disitu, sekali lagi
04:49Bukan untuk mengkonfirmasi
04:51Ijaja asli
04:53Atau bukan Pak Jokowi
04:55Bukan itu, kehadiran kami adalah
04:57Sekali lagi
04:58Membuktikan dakwaan Dr. Tifa
05:01Apa dakwaannya? Dakwannya adalah
05:03Mereka mencemarkan nama baik
05:05Mereka menfitmah
05:06Jadi yang kami sampaikan
05:08Kesaksian kami di persidangan adalah
05:10Perbuatan-perbuatan mereka
05:12Yang sebagaimana didakwakan
05:15Benar tidak seperti yang didakwakan
05:17Saya misalnya ada dua
05:19Saya pertama itu mengenai
05:22Apa namanya
05:24Twitter
05:24X-nya Dr. Tifa
05:26Benar tidak saya pernah menyaksikan itu
05:28Itulah yang saya sampaikan di persidangan
05:30Yang kedua
05:31Saya mengenai
05:33Kebetulan saya
05:34Pertama-tama sekali bersama
05:36Waktu itu tiga orang
05:37Teroris
05:38Ya di suatu
05:39Acara debat di
05:40Nah saya menyaksikan itu
05:42Jadi perbuatan-perbuatan yang
05:44Didakwakan itu
05:46Benar tidak?
05:46Kamu sebagai saksi
05:48Menyaksikan itu langsung
05:49Mendengar itu langsung
05:50Berarti fakta persidangan
05:51Bahwa saksi-saksi gak pernah ngeliat langsung
05:53Ijasa juga itu
05:53Gak lupa
05:53Gini mbak
05:55Gak pernah lihat
05:55Sekali lagi
05:56Memang gak pernah lihat
05:57Porsinya itu ada
05:58Nanti bicara soal
06:01Ijasa
06:01Nanti misalnya
06:03Dari UGM
06:04Itulah yang paling
06:05Relevan disitu
06:07Memang itu
06:07Nah ini menarik nih
06:08Saya komentar
06:09Michael gimana
06:10Begitu
06:10Kalau kamu merasa
06:11Saksi-saksi yang dihadirkan kemarin
06:13Bisa mematahkan tudingan Anda
06:14Sebenarnya sidangnya
06:15Dokter Tifa dan Roy Suryo ini
06:17Deja vu
06:18Dengan Bambang Tri dan Gus Nur
06:19Kenapa?
06:20Dimana disitu
06:21Hanya ada si
06:22Ijasa fotokopi
06:23Pak Jokowi
06:24Dan
06:25Pak Jokowi-nya sendiri
06:26Gak pernah datang
06:26Itu pertama
06:28Kedua
06:28Jaksanya ini kayaknya
06:30Sesuka hati saja
06:31Mau mendatangkan siapa saja
06:33Tunggu dulu
06:34Tunggu dulu
06:34Belum selesai
06:35Belum selesai
06:36Bukan
06:36Jaksanya ini sesuka hati
06:38Kalau Bambang itu
06:39Jangan begitu Bang
06:40Bambang itu gak ada kaitannya
06:42Dengan Pak Jokowi
06:42Bukan Pak Jokowi pelapor
06:44Dan Pak Jokowi
06:45Iya
06:45Tapi saya menyoroti
06:47Kalau yang ini
06:48Pak Jokowi lapor
06:49Itu bedanya
06:50Saya menyoroti
06:50Jaksanya ini memakai strategi yang sama
06:52Enggak
06:53Dimana ujungnya
06:54Jokowi-nya tidak datang
06:55Ijasa-nya tidak muncul
06:56Nah
06:57Kenapa saya bilang begitu
06:58Mereka setelah datang
07:00Relawan-relawan
07:01Relawan-relawan
07:02Harusnya besok giliran UGM
07:03Oke
07:04Tetapi kenapa
07:05Jaksa tiba-tiba
07:06Mau memanggil
07:07Saksi nomor 80
07:08Yang diloncati itu
07:1070 orang
07:11Nah kejanggalannya
07:12Menurut Anda kenapa itu?
07:13Luar biasa
07:13Nah
07:14Kalau seandainya
07:15Dihadirkan nomor 1 dulu
07:17Jokowi Dodo
07:18Nomor 5 dulu
07:19Yaitu Kompol Sarif
07:20Yang ngaku katanya
07:21Memperlihatkan ke
07:21Pak Jokowi
07:23Video-video itu
07:24Dan UGM
07:25Takutnya ketahuan
07:27Ijasahnya asli atau palsu
07:29Nah
07:29Karena harus ketahuan dulu
07:31Ijasahnya asli atau palsu
07:32Baru ada pencemaran
07:34Nama baik atau tidak
07:34Gitu loh
07:35Berarti tetap harusnya Pak Jokowi dulu yang dipanggil
07:37Betul
07:38Setelah itu UGM
07:39UGM akan ditanya
07:40Benar gak sih
07:41Jokowi Dodo ini pernah kuliah
07:43Buktinya apa sih
07:44Bawa dong
07:44Buktinya bahwa Jokowi Dodo yang ini nih
07:47Yang dateng ini nih
07:48Yang pernah kuliah di UGM
07:49Kalau Jokowi Dodo yang lain yang pernah kuliah di UGM
07:52Itu boleh-boleh saja
07:53Tapi gak ada hubungannya
07:55Berarti pelapornya salah
07:56Dan perkara ini harus gugur
07:59Karena pelapornya melaporkan yang tidak benar
08:01Gitu loh
08:02Berarti sebenarnya kekhawatiran
08:02Ijasah itu emang gak mau ditunjukin
08:04Kalau menurut Anda
08:05Iya betul
08:05Ijasah itu tidak mau ditunjukin
08:07Dan UGM
08:08Pihak-pihak UGM yang katanya sudah bersaksi
08:11Setebal-tebal itu
08:12Mungkin tidak akan hadir juga
08:14Kalau Anda gimana?
08:15Meyakini kayak gitu juga gak?
08:16Seharusnya
08:17Untung lah
08:18Bung Michael ini tidak jadi
08:19Jaksa penuntut umumnya
08:20Karena kalau jadi
08:22Bakal gugur nih perkara
08:23Kan begitu
08:24Jadi
08:24Sekali lagi saya sampaikan
08:26Ya
08:27Jaksa itu punya strategi
08:29Ya kalau
08:30Kalau
08:31Ya
08:33Dakwaan itu harus
08:35Menjelaskan dulu perbuatannya
08:37Sekali lagi disini
08:39Bukan ijasanya
08:40Subjek bukan
08:41Kebalik
08:42Subjek hukumnya adalah terdakwa
08:44Nanti sesudah perbuatannya dijelasin
08:47Semuanya fitnah
08:48Pencemaran nama baiknya
08:50Baru masuk
08:51Nih
08:52Ijazahnya
08:52Kalau benar nanti
08:54Seperti kata Bung Michael
08:55Ternyata tidak ada itu ijazah
08:58Tidak ada
08:58Konfirmasi dari UGM
09:00Ya
09:01Tidak ada konfirmasi dari
09:02Benar
09:03Bebas
09:04Tidak
09:05Iya dong
09:05Berarti Dr. Tifa dan Roy Suryo bebas
09:07Kalau itu tidak ada
09:09Berarti kita sudah membuang waktu
09:10Selama satu tahun lebih
09:11Bung
09:12Untuk sesuatu yang tidak ada
09:14Jaksa tidak melakukan
09:15Seperti yang Anda katakan
09:16Maka harus dibuktikan dulu
09:18Ada atau tidak
09:18Salah
09:19Ini yang didakwa
09:19Supaya kita tidak membuang waktu
09:21Gitu Bang
09:21Enggak loh
09:22Ini yang didakwa
09:23Ini publik harus tahu
09:25Ini yang didakwa Dr. Tifa
09:27Melakukan pencemaran
09:28Dan fitnah
09:29Perbuatannya diituin dulu
09:30Iya kan tentang ijazah
09:32Dibuktikan dulu
09:33Iya dibuktikan
09:33Baru nanti ijazah dikonfirmasi
09:35Baru terkonfirmasi
09:36Wah ini salah ini
09:37Oke kalau gitu saya tanya ke Profibnya
09:38Profibnya sebenarnya agar clear juga
09:40Apakah ini adalah strategi yang
09:41Biasa saja dipakai
09:43Menyusun konstruksinya dulu
09:44Dari orang-orang sekitarnya
09:45Atau harusnya dari pelapor aja langsung
09:47Ya begini Pak
09:49Dalam konsep peradilan pidana
09:52Khususnya hukum pidana
09:53Itu ada empat dimensi
09:55Yaitu perbuatan
09:57Pembuat pelaku
09:59Perbuatan
10:01Sanksi
10:02Dan korban
10:04Nah tampaknya kalau kita lihat dalam
10:07Kasus ini adalah delik aduan
10:09Berarti korban
10:11Ada korban kan gitu loh
10:13Memang kan betul Mas Freddy
10:15Dalam hal buah pelama
10:17Ketika ada suatu delik aduan
10:19Pasal 160
10:21Itu memang betul bahwa
10:23Yang diperiksa dulu adalah
10:25Saksi korban
10:26Atau saksi pengadun
10:28Atau pertapor
10:29Itu yang pertama kali
10:30Pertanyaannya
10:31Kenapa mesti yang pertama kali?
10:33Karena kalau delik aduan itu dimungkinkan
10:35Eh begitu sidang kita cabut
10:37Selesai
10:38Eh begitu sidang
10:40Udah lah kita damai
10:41Selesailah
10:42Itulah sebetulnya
10:43Kenapa dalam suatu konteks
10:45Empat dimensi dalam pembidana
10:46Antara pembuat
10:47Perbuatan
10:48Saksi dan korban
10:49Itu merupakan satu kesatuan
10:51Nah oleh karena itu
10:52Dalam buah
10:54Lama itu kan betul
10:55Tapi dalam buah baru
10:56Memang bahwa
10:58Di dalam 210 E3
11:00Dalam hal membuktikan
11:01Dan transaksi
11:02Dan hak punya
11:04Kepentingan tersendiri
11:05Dan itu
11:06Tapi mau tidak mau
11:07Nanti bahwa
11:09Tentang korban
11:10Itu wajib
11:11Hukumnya hadir
11:12Kalau kita lihat
11:13Sistem yang baik
11:15Ya itu memang pertama kali
11:16Tapi tampaknya
11:17Jaksa punya strategi lain
11:19Oke
11:19Kalau misalnya tanpa
11:20Belum mengundang
11:22Pelapor
11:23Ataupun juga saksi terlebih dahulu
11:24Sorry
11:25Korban terlebih dahulu
11:26Dalam tanda kutip pada
11:27Kasus ini
11:28Apakah sebenarnya
11:28Saksi-saksi yang disekitarnya
11:30Pak Jokowi ini
11:30Sebenarnya cukup bisa
11:31Meyakinkan hakim juga
11:32Atau ya masih emang
11:33Pak Jokowi juga tetap
11:34Harus hati dulu
11:36Sebetulnya gak
11:37Sampai situ ya
11:38Kalau kita lihat
11:39Beberapa jurisprudensi
11:40Memang
11:41Dalam hal suatu
11:42Delikaduan itu
11:43Pengadilan
11:44Harus melihat
11:45Kesungguhan daripada pengadu
11:46Nah gitu
11:47Sungguhan dari pengadu
11:48Makanya
11:49Setiap kalau kita lihat
11:50Kaji beberapa putusan
11:51Yang dipanggil pertama kali
11:53Adalah pengadu
11:54Atau pelapor
11:54Begitu pengadu tidak adil
11:56Perkara tidak dilanjutkan
11:57Nah ini tampaknya
11:59Di buah baru
12:00Memang tidak diatur
12:00Gitu loh
12:01Ada suatu strategi
12:02Apa yang mungkin terjadi
12:04Bisa juga nanti
12:05Ketika
12:06Dalam suatu
12:07Pembuktian
12:08Mau tidak
12:09Mau harus diputus
12:10Karena dalam hal seperti ini
12:11Pengadu tidak adil
12:13Apakah pertanyaannya
12:14Bisa mewakili pengadu
12:15Kan gak
12:16Ini bukan delik umum
12:17Maka pasti
12:19Saya berpandangan
12:20Pasti
12:22Masjaksa
12:23Punya
12:23Kesempatan
12:24Punya waktu
12:25Untuk mengadilkan
12:25Kan itu prinsip
12:27Prinsip
12:28Yang belum diatur
12:29Ditentukan dalam apa
12:30Sekarang memang tidak diatur
12:31Begitu
12:32Oke kalau itu
12:33Bung Fredy
12:33Anda tetap
12:34Bisa menjamin
12:35Kalau Pak Jokowi
12:36Pada akhir akan hadir
12:37Menunjukkan ijazahnya gak
12:38Ya jadi begini
12:39Pada saat saya diperiksa
12:41Sebagai saksi
12:42Ya
12:43Memang harus saya akuin
12:45Pihak terdakwa
12:46Maupun kuasa hukumnya
12:47Itu konsisten
12:47Meminta
12:48Katakanlah Pak Jokowi
12:49Dan
12:51Ijazah
12:52Itu disampaikan
12:53Saat itu
12:55Ya
12:55Jaksa menjawab
12:57Ada waktunya
12:58Artinya itu sesuai dengan strategi dia
13:01Berarti bukan mengelur waktu
13:02Bukan
13:02Memang ada waktunya
13:03Oke
13:04Ada waktunya
13:05Nanti dia menghadirkan itu
13:06Dan saya
13:07Yang tidak relevan
13:08Misalnya kan
13:09Itu
13:10Katakanlah Ijazah
13:12Misalnya nanti kan saya ditanya
13:13Anda pernah gak melihat ini
13:15Itu kan
13:16Bukan gak relevan dengan saya
13:17Kehadiran saya
13:18Bukan
13:19Kehadiran saya disitu
13:20Sekali lagi
13:21Menjelaskan
13:22Perbuatan-perbuatan mereka
13:24Berarti abang gak tau
13:25Ijazahnya asli atau enggak
13:26Oh itu kan sudah saya sampaikan
13:27Di persidangan
13:28Oh
13:28Sekali lagi
13:30Kehadiran saya
13:30Dan saksi-saksi lain
13:31Menjelaskan
13:32Perbuatan-perbuatan mereka
13:34Sebagaimana yang didakwakan
13:36Permasalahan Ijazah
13:38Itu nanti ada
13:39Saksi
13:39Maupun ahli
13:41Yang menyatakan itu
13:42Di depan persidangan
13:42Termasuk Pak Jokowi
13:44Sebagai korban
13:45Sudah berulang kali
13:47Menyatakan
13:47Akan hadir
13:48Dia punya kepentingan
13:50Kerugian
13:50Yang sudah berulang kali disampaikan
13:52Saya yakin
13:53Kami yakin
13:54Bahwa Pak Jokowi
13:55Pada waktunya
13:56Setelah dipanggil
13:57Pasti akan memberikan
13:59Nah ini biar lengkap aja ya Mbak
14:00Ini bukan baru-baru saja loh terjadi
14:03Dari awal dari bulan April
14:05Termasuk saya yang diperiksa
14:06Pak Roy Suryo dan semua terlapor
14:09Meminta Ijazah itu ditunjukkan
14:11Yang kalian tuduhkan
14:13Pak Penyidik
14:15Yang kalian tuduhkan
14:16Dilakukan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan ini
14:18Tentang Ijazah yang mana
14:19Kan sudah Anda sita
14:21Tunjukkan dong sebentar
14:22Gak mungkin kami bakar
14:24Atau kami rusak
14:25Di tempat
14:25Di Polda Metro Jaya kan
14:27Langsung ditanggeplah
14:28Nah itu saja
14:29Tidak pernah ditunjukkan
14:30Selama satu tahun lebih
14:31Hanya digelar perkara
14:33Lima menit
14:33Nih lihat ya sebentar
14:34Udah siap
14:35Nah
14:35Apalagi Bang Freddy
14:37Bang Freddy juga
14:39Mengkonfirmasi
14:40Bahwa
14:40Semua pihak Pak Jokowi
14:42Yang diperiksa
14:43Tidak pernah juga ditunjukkan
14:44Ijazahnya
14:44Artinya Anda semakin meragukan itu
14:46Tidak begitu
14:46Pernah ditunjukkan Bang
14:48Di Polda Metro Jaya
14:48Tidak
14:49Tidak kan
14:49Tapi saya gak ada ngomong begitu
14:51Iya
14:53Makanya kan itu
14:54Fakta
14:54Tidak ada dari semua orang
14:56Yang diperiksa ini di BAP
14:57100 orang lebih
14:59Yang ditunjukkan Ijazahnya
15:00Jadi kenapa
15:01Jaksa ini masih menyimpan
15:03Di lemari
15:04Atau dimana
15:05Saya gak tau
15:05Kenapa tidak dibawa
15:06Barang bukti itu
15:07Ke persidangan
15:08Biar clear
15:09Oke dan menurut Anda
15:11Itu berarti strategi
15:11Apa yang lagi dimainin Jaksa ini
15:12Jaksa ini sedang memainkan
15:14Strategi Bambang Tri
15:15Supaya
15:16Yaudah fotokopi aja lah
15:18Cukup foto aja
15:19Cukup dari medsos aja
15:21Gak usah kalian liat
15:22Ijazah aslinya
15:23Ngapain sih
15:24Mau kalian ngapain sih
15:25Itu di laboratorium forensik
15:27Pun belum diperiksa mbak
15:28Jadi
15:29Yang diperiksa di laboratorium forensik itu
15:31Hanya
15:31Screenshot
15:33Benda-benda digital
15:34Dan lain-lain
15:35Bukan ijazah fisik
15:36Bukan dites kertas
15:37Dites tinta
15:39Apakah betul
15:40Itu terbit tahun 85
15:41Itu loh
15:41Itu yang kita mau tau
15:43Tapi sampai sekarang
15:43Jaksa gagal
15:45Membuktikan itu
15:46Bum Fredi kata ini cuma strategi
15:47Biar gak menghadirkan Pak Jokowi pada akhirnya
15:49Iya kalau Jaksa gagal
15:50Yang senang Roy Syuruhnya metup
15:52Iya dong
15:52Bebas
15:53Begitu
15:53Ya jadi
16:23Mereka
16:24Ijazahnya dan lain-lain
16:54Sekarang lagi
16:55Sekarang di Batu narasi
16:56Bahwa Pak Jokowi
16:58Tidak akan hadir di persidangan
16:59Ya whatever lah
17:00Terserat
17:01Loh itu kan terbukti semua
17:02Memang Pak Jokowi tidak pernah hadir
17:04Yang mana terbukti
17:05Tidak pernah hadir di persidangan
17:07Ijazahnya gak pernah dibawa
17:08Lah itu kan
17:10Saya bilang itu masalah strategi
17:11Itu
17:12Tentu mereka tidak mau memuaskan
17:14Keinginan kalian
17:15Padahal di kejaksaan negeri Jaksa
17:17Pak Roy Syuruh dan Ibu Tifa
17:18Dan kuasa hukum sudah melihat loh
17:20Ada mesintik
17:21Ada ijazah
17:23Oke
17:23Milik teman-teman
17:24Dan lain-lain
17:25Kenapa gak dibawa
17:26Oke
17:27Gak dibawa itu kan
17:28Kesengajaan dari Jaksa
17:29Jaksa ini maunya apa sih
17:31Lah memang kesengajaan
17:32Saya bilang strategi
17:33Oke kalau itu saya tanya
17:34Prof Ibnu juga ya
17:35Prof Ibnu sebenarnya
17:35Kalau misalnya ini kasusnya adalah
17:36Pencemaran sama baik
17:37Tapi ijazah itu
17:38Jadi harus ditunjukin apa enggak
17:39Tapi jangan dijawab dulu
17:40Kita sambung lagi
17:41Usa Jada Tetap bersama kami
17:42Di Kompas Petang
17:52Biar panas
17:53Prof Ibnu saya lanjutkan lagi
17:54Berarti kalau ini kan
17:55Kasusnya pencemaran sama baik
17:56Tapi apakah ijazah Pak Jokowi itu
17:58Tetap harus ditunjukin aja nih
17:59Biar cepat juga selesainya
18:01Ya
18:02Karena kita itu adalah
18:06Peradilan bedana
18:08Dan peradilan bedana itu adalah
18:10Mencari kebenaran materil
18:11Dalam mencari kebenaran materil
18:12Adalah cross examination
18:14Maka satu-satunya jalan
18:16Adalah ditunjukkan
18:18Siapa yang menunjukkan
18:19Ya si korban
18:21Ini loh korban
18:22Ini loh Pak Hakim
18:23Ijazah kami
18:24Ijazah ya
18:25Sehingga dikatakan saya
18:26Terkait ABC
18:27Menjadi terasa terhina
18:29Disitulah sebagai
18:30Suatu titik kunci
18:31Makanya disini nanti
18:33Sistem peradilan kita itu kan
18:35Hakim aktif dan berimbang
18:36Antara penasihat hukum
18:37Dan penuntut umum
18:38Perdebatan antara penasihat
18:40Dan penuntut umum
18:40Untuk kalau tidak ada ketemu
18:42Maka satu-satunya pengadilan harus punya ketegasan
18:45Bahwa kapan Pak Jokowi hadir
18:47Dan kapan itu diperlihatkan
18:48Nah disitulah yang nanti akan ditunggu
18:51Untuk menjelaskan bahwa
18:53Oh ini selesai
18:54Jadi kalau tunjukkan sudah selesai ini
18:56Karena tidak menguji kehasilan dan tidak
18:58Tapi ditunjukkan bahwa ini selesai
19:00Karena dakwaan yang dilakukan adalah
19:02Pencemaran baik dan fitnah
19:03Atas suatu objek benda
19:05Nah itu kapan baiknya Prof. Hibno
19:08Nah tadi
19:10Kalau kita lihat guap lama
19:12Memang sudah ditunggukan jelas
19:13Di pasal 160 itu bahwa
19:15Dalam hal suatu pemeriksaan
19:17Yang pertama akan diperiksa adalah
19:18Saksi korban
19:19Jelas gitu
19:20Tapi dalam perkembangan guap baru
19:22Dalam pemeriksa saksi ahli
19:24Itu adalah diserahkan pada penuntut umum
19:26Sebagai strategi pembuktian
19:28Nah disini ada pergeseran
19:30Pergeseran
19:30Tapi kalau kita lihat
19:31Bagus yang lama Mbak
19:32Karena kita lihat seperti ini loh
19:34Dalam suatu konteks peradilan tindakan
19:36Nah itu kalau yang lama itu
19:37Kenapa harus seperti itu
19:38Karena kalau tidak dilanjutkan
19:39Cukup dicamput selesai
19:40Nah pertanyaannya nanti
19:42Seandainya dalam suatu persidangan
19:44Sudah berdele-dele ini
19:45Pak Jokowi mencamput
19:46Oh bisa juga terjadi
19:47Tidak terjadi suatu tembih
19:49Tanpa suatu pembuktian
19:50Karena bisa dilakukan pencet pembuktian
19:52Siap saat
19:53Oke
19:54Seperti ini
19:54Oke Mbak Freddy
19:55Tapi ini juga jadi pertanyaan publik loh
19:56Andai kan sebagai relawannya Pak Jokowi
19:58Dekat sama Pak Jokowi
19:59Tapi kok juga bisa belum pernah ngeliat ijazahnya Pak Jokowi sih
20:01Siaran langsung
20:02Apalagi di pemeriksaan kemarin gitu
20:04Ijazah Bapak saya aja gak pernah saya lihat
20:06Tapi kan ini konteks aja
20:09Gitu loh
20:10Kan saya udah menyatakan ya
20:13Apa justru
20:14Saya justru
20:15Lebagus jujur
20:16Walaupun di luar di framing-framing
20:18Macem-macem
20:19Justru yang saya nyatakan
20:21Bahwa memang saya tidak pernah melihat
20:22Walaupun Pak Jokowi sudah menyatakan
20:24Seperti yang di persidangan
20:26Sebetulnya saya ingin menunjukkan
20:28Jajah asli ke kamu
20:30Karena kamu sering
20:30Tampil di media
20:32Cuman
20:32Karena itu sedang disita oleh
20:34Penyidik
20:35Pada saat itu tidak jadi
20:37Nah itu saya sudah sampaikan di pepersidangan
20:40Tapi saya tambahkan tadi
20:41Prof ya
20:42Jadi memang
20:43Yang utama memang ini
20:45Delik aduan
20:47Ya
20:47Pencemaran dan fitnah itu
20:49Tapi ada juga
20:50Apa
20:52Delik
20:53Umumnya
20:53Prof yang
20:55Manipulasi undang-undang ITE ya
20:57Ada undang-undang ITE 3235
20:59Nah itu beda lagi tuh
21:00Kalau tidak salah
21:01Jadi
21:01Termasuk kesaksian saya
21:03Disitu juga
21:04Apa namanya
21:06Menjelaskan
21:07Tentang
21:08Saya lihat dakwannya
21:09Menjelaskan ke situ
21:10Termasuk juga
21:11Saya lihat
21:12Pak Dumatno
21:13Ya
21:14Itu kan
21:15Kehadirannya justru
21:17Menjelaskan itu juga
21:18Kan begitu
21:19Jadi
21:20Makanya sekali lagi
21:21Saya katakan
21:22Bahwa jaksa
21:23Mempunyai
21:24Strategi pembuktian disini
21:26Terhadap pembuktian
21:27Dakwaan itu
21:28Ya
21:28Jadi menurut saya
21:29Nanti ini
21:31Ya bahasanya tinggal
21:32Ngegongin aja
21:33Hancang konfirmasi dari UGM
21:34Konfirmasi
21:35Dari Pak Jokowi
21:36Seperti kata Prof tadi
21:38Mungkin juga
21:39Konfirmasi dari ahli
21:41Maupun forensik
21:42Nanti
21:42Jadi hanya tinggal konfirmasi
21:44Benar-benar
21:45Benar-benar
21:46Perbuatannya sudah
21:47Sudah dibuktikan
21:48Sudah di
21:49Oleh saksi-saksi
21:50Maka
21:51Selesailah ini
21:52Justru saya
21:53Bersyukur kepada
21:54Dumatno ya
21:55Pak Dumatno
21:56Karena dia membuktikan
21:57Dia baru kenal Jokowi itu
21:59Waktu dia SMP
22:00Kan bisa saja
22:01Paman kita kita tidak kenal
22:03Sampai kita sudah tua
22:03Gitu kan baru ketemu
22:05Nah yang kedua
22:06Dia mengkonfirmasi
22:07Bahwa Pak Jokowi itu
22:08Waktu mudanya
22:09Tidak pernah berkacamata
22:11Dan tidak pernah berkumis
22:12Berarti yang disitu itu foto siapa
22:15Entah siapa
22:16Berarti dia semua saksi-saksi
22:18Menurut Anda
22:18Malah semakin melemahkan
22:19Kasusnya Pak Jokowi ini ya
22:20Jelas
22:21Semakin banyak saksi didatangkan
22:22Apalagi saya tantang
22:23Ini Ova Emilia
22:24Berani gak Ova Emilia
22:26Menyatakan bahwa
22:27Ijazah itu asli
22:28Dan berasal dari
22:29Sebuah proses pendidikan
22:30Yang benar
22:32Dia kan tidak mungkin tahu
22:33Apa yang terjadi
22:34Di tahun 1980
22:35Sampai 1985
22:36Hanya dia bisa ketahui
22:38Lewat Arsip
22:38Arsip itu sampai hari ini
22:40Tidak dia buka ke kita
22:41Tidak dibuka ke publik
22:43Padahal kita juga bertanya
22:44Siapa sih dekannya
22:46Siapa sih
22:47Pembimbing skripsinya Jokowi
22:49Apakah di tahun 1980 itu
22:51Bisa kita membuat skripsi
22:53Tidak di tanda tangan penguji
22:54Satu
22:55Dan kedua
22:55Apakah bisa melegalisir
22:57Dan ternyata bisa
22:58Ternyata di UGM
23:00Sampai hari
23:00Sampai 2018
23:02Tidak ada ketentuan
23:03Yang melegalisir
23:04Harus pakai tanggal bulan tahun
23:05Padahal itu
23:07Sudah digugat di
23:08Jakarta Pusat
23:09Oleh Pak Bonatua Silalahi
23:10Dan itu melanggar
23:12Peraturan undang-undang
23:13Sisdik Nas
23:13Nah jadi UGM ini
23:15Banyak yang harus dijawab
23:16Oleh UGM
23:16Nah kemudian juga soal
23:18Tadi kan katanya saksi
23:18Tidak pernah diperlihatkan juga
23:20Ijazahnya bahkan ketika lagi
23:21Dipercaya di Barat Skrim
23:21Betul
23:22Ini juga kejanggalan juga
23:23Betul
23:23Jadi begini
23:24Kalau kita menuduh
23:26Seseorang melakukan
23:27Dengan sebuah alat
23:28Gitu kan
23:29Alatnya ini kan ijazah
23:31Saya sebagai
23:32Orang yang ditanyai
23:33Juga harus tahu dong
23:34Ijazah yang mana
23:35Yang Anda maksud
23:36Nah kalau gitu yang Anda
23:36Tapi sampai hari ini
23:37Gak ada gitu loh
23:38Berarti gimana
23:39Dengan tidak pernah melihat
23:40Keyakinan untuk tetap membela
23:41Itu gimana
23:41Lu salah
23:42Harusnya itu pertanyaan
23:43Kepada terdakwa
23:44Untuk memutuskan
23:45Jangan dong saksi
23:46Baru harus tahu Bang
23:46Bukan
23:47Orang yang didakwa disini
23:49Tapi Bang Fredy ini
23:49Saya salut dengan imannya
23:50Dia yakin asli padahal
23:51Gak pernah melihat
23:52Yang didakwa ini kan
23:53Luar biasa ini
23:54Tifa sama Roy
23:55Mereka menuduh
23:57Ijazah Pak Jokowi
23:58Palsu
23:59Tapi
24:00Tidak pernah
24:02Melihat
24:03Ijazah Pak Jokowi
24:04Bukan nih
24:04Saya kasih tahu lagi
24:05Tuduhannya itu
24:06Bukan begitu Bang
24:06Bila yang dibuat
24:08Dian Sandi itu
24:09Yang diposting Dian Sandi itu
24:10Benar
24:10Dan Pak Jokowi
24:12Tidak pernah menyangkal
24:12Itu salah loh
24:13Kalau begini
24:15Bentuknya ijazah
24:15Bukan begini
24:16Bentuk ijazah UGM
24:17Jadi kemungkinan besar
24:18Palsu
24:19Itu
24:20Sekarang narasi
24:21Jadi ijazah UGMnya mana
24:22Sekarang narasi mulai
24:24Dibelokkan
24:24Jangan begitu
24:26Memang dari awal begitu Bang
24:27Buktinya
24:28Di persidangan itu
24:30Dihadirkan
24:31Apa
24:33Ijazah
24:33Dokter Tifa
24:35Tanggal 20 Maret
24:36Bahkan itu
24:37Kalau di X nya semua itu
24:39Jauh sebelum Dian Sandi upload
24:41Itu sudah bicara itu
24:43Tapi itu oke lah
24:44Nanti ada saksim bicara itu
24:46Itu kan ada
24:46Ada nanti ahli yang bicara itu
24:48UGM kan sudah
24:49Ada nanti ahli bicara itu
24:50Menunjukkan itu
24:51Di tahun 2022 Bang
24:52Jadi
24:52Jadi
24:53Nah itu kan
24:54Begitu lagi
24:54Makanya
24:55UGM menunjukkan itu
24:56Tahun 2022
24:57Lalu Dian Sandi mengupload
24:59Tahun 2025
24:59Baru bisa di
25:01Buat digital forensik
25:02Analisa digital forensik
25:03Nah dan situasi sudah
25:04Tidak konsisten kan
25:05Oh tidak
25:06Itu konsisten
25:07Karena barangnya sama
25:08Barang digitalnya sama
25:09Oke
25:10Tapi barang fisiknya
25:11Tidak pernah ada loh
25:12Sampai hari ini
25:13Tidak pernah ada
25:13Makanya
25:14Pak Jokowi
25:15Kalau mau ini selesai
25:16Kan kasihan juga Pak Jokowi
25:17Coba
25:18Mau pergi ke PSI
25:19Kemana-mana
25:20Peneliti
25:21Peneliti apa
25:22Makanya saya katakan
25:23Peneliti abal-abal
25:24Yang tidak pernah melihat
25:26Yang tidak pernah
25:27Merabat
25:28Merasakan tiba-tiba
25:29Bilang barang itu palsu
25:30Dia itu peneliti
25:31Peneliti telematika
25:31Namanya saya bilang
25:32Peneliti abal-abal
25:34Wah ini berarti abang ini
25:35Tidak pernah lihat
25:38Tidak pernah merasakan
25:39Tiba-tiba menuduh
25:40Itu IT Bang
25:41Itu IT
25:43Jadi yang dianalisa itu
25:45Adalah benda digital
25:46Memang
25:46Pak Jokowi
25:47Pesannya dari Pak Roy Surya
25:49Sebenarnya begini
25:49Pak Jokowi
25:50Kalau bendanya kayak begini
25:52Mah palsu
25:52Coba Pak
25:53Tunjukkan
25:54Biar kita semua yakin
25:55Itu asli gitu loh
25:56Tapi di framing negatif
25:59Oleh Bang Freddy
26:00Dan kawan-kawan
26:00Saya bingung
26:01Jejak
26:02Jejak
26:03Digitalnya banyak banget
26:05Iya
26:06Benda digitalnya itu
26:07Yang terindikasi palsu
26:10Jejak media sosial
26:12Bahwa
26:13Rosurio Tiva
26:14Yang menduduhi
26:15Jejak palsu
26:15Itu tuh gak bisa
26:16Oke saya tanya
26:17Prof Ibnu
26:18Kalau misalnya dari Jaksa
26:19Tidak diatur
26:20Sebenarnya kapan
26:21Harus memanggil
26:21Dari pelapor tersendiri
26:23Tapi agar clear
26:24Hakim bisa gak langsung aja
26:25Memanggil Pak Jokowi
26:26Ya
26:28Hakim kan sebagai
26:29Penjaga peradaban
26:30Dalam suatu penyelesaian
26:31Kasus ya
26:32Jadi tidak berlaku
26:33Jadi dalam seperti ini
26:34Hakim pengadilan
26:36Wajib
26:37Untuk memastikan
26:38Bahwa hadir
26:39Atau tidak
26:40Karena
26:41Dalam suatu konteks
26:42Peradilan itu adalah
26:43Benar material
26:44Apalagi korban
26:45Belum diperiksa
26:46Harus wajib
26:48Badi di jengah
26:48Dengan lebihnya
26:49Walaupun kemarin
26:50Jaksa menyatakan
26:51Nanti-nanti
26:51Paling tidak
26:52Untuk memberikan
26:53Ketenangan
26:53Sebagai objek berimbang
26:55Karena dalam pasal 4
26:56KUHA baru
26:57Itu adalah
26:58Hakim aktif
26:59Mbak Sindi
27:00Dengan memberikan
27:01Kesempatan yang berimbang
27:02Antara penasih
27:03Teguh
27:03Dan penunggu
27:04Sehingga perdebatan
27:05Soalnya kaitannya
27:06Hadir dan tidak
27:07Harus dipastikan
27:08Hakim harus bisa memastikan
27:10Kapan Pak Jaksa itu
27:11Dihadirkan
27:12Terakhir itu
27:12Karena peradilan seperti itu
27:14Public hearing
27:15Mendengar
27:16Seseorang
27:17Mendengar korban
27:18Mendengar saksi
27:19Oke
27:20Kalau itu kita tunggu
27:21Kapan Hakim meminta
27:22Jaksa
27:23Menghadirkan Pak Jokowi
27:23Bang Michael
27:24Bang Fredy
27:24Prof. Hibnu
27:25Terima kasih
27:25Sudah berbagi bersama kami
27:26Di Kompos Petang
27:27Selamat malam semuanya
27:29Kami kembali dengan informasi
27:31Diduga kurang konsentrasi
27:32Sopir mobil listrik
27:33Menyerempet sejumlah mobil
27:34Hingga menabrak
27:35Pengendara ojek online
27:35Di Kebayoran Baru Jakarta

Dianjurkan