Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden RI, Prabowo Subianto sempat memberikan jempol kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk *Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri*, Kamis (21/10/2026).

"Jadi kita tidak akan buka hutan primer untuk produksi pangan kita selanjutnya, kita tidak perlu buka hutan primer," tanya Presiden Prabowo kepada Mentan Amran.

"Siap, tidak, Bapak Presiden," jawab Mentan Amran.

"Bagus," ujar Presiden Prabowo sambil mengacungkan jempol (timecode 4:47).

Dalam laporannya, Mentan Amran juga sempat menyinggung soal anomali harga telur hingga ayam.

Baca Juga Presiden Prabowo: Banyak Kekurangan dalam MBG Kita Akui, Jangan Ragu, Pecat Sampai Bersih! di https://www.kompas.tv/nasional/697752/presiden-prabowo-banyak-kekurangan-dalam-mbg-kita-akui-jangan-ragu-pecat-sampai-bersih

#prabowo #presidenprabowo #mentan #amransulaiman


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697761/presiden-prabowo-beri-jempol-ke-mentan-amran-di-sidang-kabinet-hingga-singgung-anomali-harga
Transkrip
00:00Selanjutnya dipersilakan Bapak Menteri Pertanian terkait kesiapan dan cadangan pangan.
00:05Dipersilakan Bapak Amran Sulaiman.
00:07Cadangan stok beras Indonesia, NTP 48, NTP nilai tukar petani.
00:16Karena kebijakan Bapak Presiden, harga pupuk turun 20 persen,
00:24dinikmati 115 juta petani Indonesia.
00:29Kemudian HPP, harga gabah beras naik.
00:34Sehingga sekarang NTP nilai tukar petani 131 dan ini tertinggi sejak 1992 bahkan sejak Merdeka.
00:43Stok kita izin Bapak Presiden, sejak 1992 sampai dengan tahun 2026
00:51pernah dulu mencapai 2,6 juta tahun 1984.
00:56Itu suasempada pada saat Pak Harto, kemimpinan beliau.
01:03Kemudian sekarang 2026 stok kita pada bulan Oktober itu 4,56 juta ton tertinggi sepanjang sejarah.
01:15Bahkan pernah mencapai 5,37 juta ton.
01:19Kekuatan pangan kita sekarang, standing crop di Horeca, standing crop artinya
01:26standing crop artinya tanaman yang ada di lapangan sekarang itu jumlah estimasi produksi 10 juta ton.
01:38Kemudian Horeca, hotel, rumah tangga dan seterusnya itu ada 10 juta ton.
01:44Di gudang 4,5 juta ton.
01:47Total 25 juta ton.
01:50Kebutuhan per bulan itu 2,5 juta ton.
01:53Artinya apa?
01:54Kalau 25 juta ton bagi 2,5 itu 10 bulan.
01:59Sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman.
02:05Ijin Bapak Presiden.
02:07Berikutnya PDB, sektor pertanian, naik 5,74 persen.
02:15Ini juga tertinggi sejak 2001 sampai 2025.
02:23Berikutnya ekspor kita.
02:27Ekspor sektor pertanian naik 166 juta.
02:34Ekspor kita, impor turun 41, eh sorry, 166 triliun.
02:40Impor kita turun 41 triliun.
02:43Totalnya 208 triliun.
02:46Itu nilai tambah yang didapatkan petani karena harga pupuk turun 20 persen.
02:51Harga HPP dinaikkan oleh Bapak Presiden.
02:55Kemudian ada lahan yang akan digarap 2 juta hektare ke depan.
03:00Lahan mineral.
03:01Kalau ini kita garap, kita mampu menyediakan pangan untuk penduduk kita 500 juta orang ke depan.
03:10Tahap pertama, kami rapat tadi dengan TNI dan Pak Minhan
03:13untuk menggarak seluas 500 ribu hektare.
03:18Lahannya ini 2 juta hektare.
03:21Kembali yang tadi.
03:232 juta hektare kami sudah siapkan petanya
03:26untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan.
03:32Kemudian.
03:34Ini tambahan ya?
03:35Tambahan Bapak Presiden.
03:37Ini lahan rawa mineral yang kita sudah garap.
03:41Kemudian yang kita...
03:42Maaf, ini untuk...
03:46Untuk...
03:47Beras.
03:48Beras.
03:49Ijin Bapak Presiden.
03:50Beras jagung.
03:51Beras jagung kedele apa saja tanaman pangan,
03:54yang kita butuhkan itu kita tanam.
03:57Jadi yang mana minus,
04:00ini yang kita tanam nanti ke depan.
04:02Tapi lahannya kita siapkan.
04:04Kami tadi dengan Pak Minhan TNI,
04:07kami sudah rapat tadi siang,
04:09menentukan 500 ribu hektare pertama.
04:12Bukan untuk etanol ya?
04:15Etanol lain Bapak Presiden.
04:16Lain lagi?
04:17Lain lagi Bapak Presiden.
04:18Oke.
04:18Terima kasih.
04:21Jadi ini adalah 2 juta yang akan kita tambah.
04:26Tambahan lahan kita.
04:28Lahannya.
04:29Lahan mineral.
04:31Lahan rawa mineral.
04:32Ini rawa ya?
04:33Rawa mineral Bapak Presiden.
04:35Bukan gambut.
04:36Ini ada 10 juta hektare seluruh Indonesia.
04:41Kami garap sementara 500 ribu hektare bersama TNI.
04:46Jadi kita tidak akan buka hutan primer.
04:55Untuk produksi pangan kita selanjutnya,
04:58kita tidak perlu buka hutan primer.
05:01Siap tidak Bapak Presiden.
05:03Bagus.
05:04Kemudian ada yang mengatakan bahwa ada El Nino.
05:06Tahun 2025 juga El Nino Bapak Presiden.
05:102026 itu El Nino, kekeringan.
05:16Kemudian tahun depan adalah Lanina, basah.
05:21Ijin Bapak Presiden.
05:24Kemarin ada inflasi sedikit.
05:26Kami diskusi dengan Pak Mendagri.
05:29Pak Tito.
05:30Terima kasih Pak.
05:31Tiap hari Senin ada rapat inflasi.
05:34Ada anomali izin Bapak Presiden.
05:36Kami sudah diskusi dengan Pak Kapolri.
05:39Dengan kabar es krim.
05:40itu ada anomali untuk ayam telur.
05:44Sekarang surplus.
05:45Kita ekspor, Bapak Presiden.
05:47Tapi harga di tingkat peternak itu jatuh Rp21.000.
05:53Kami sudah minta tolong ke Kepala BGN, Pak Sudar Yono.
05:57Sudah minta tolong untuk konsumsi telur biasanya satu kali per minggu.
06:02Jadi dua kali, tiga kali.
06:04Tapi ternyata produksi karena melimpau Bapak Presiden masih turun.
06:08Tetapi harga di konsumen itu naik.
06:12Melebihi harga iciran tertinggi.
06:15Jadi ada anomali.
06:16Ijin Bapak Presiden.
06:17Kami sudah kirim surat ke Pak Kapolri.
06:20Agar semua yang bermain-main ditindak.
06:22Seperti kemarin.
06:24Beras premium.
06:26Portifikasi.
06:27Dijual Rp56.000.
06:29Tetapi kami periksa di lab IPB.
06:32Ternyata harusnya harga Rp13.000.
06:35Tapi dijual Rp56.000 per kilo.
06:37Dan ini tidak benar Bapak Presiden.
06:40Insya Allah dalam waktu dekat kami selesaikan.
06:43Terima kasih Bapak Presiden.
06:44Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:46Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dianjurkan