Skip to playerSkip to main content
  • 11 hours ago

Category

🎈
Fun
Transcript
00:00:00The End
00:00:35Hi, why are you going to sit here?
00:00:39I'm sorry, if you speak, I'm going to speak.
00:00:43What's the rules? We don't know each other.
00:00:46I love you when I look at you.
00:00:48I've already been three times before I'm going to stop.
00:00:52Oh, man.
00:01:04Go get on the air.
00:01:08Go to the air.
00:01:11Ay, why are you up to the ground?
00:01:21Why are you up to the ground?
00:01:22I'm hungry, I'm hungry.
00:01:28Bagaimana kau tahu kenapa orang kaya gampang kau punya mobil mewah tapi aku yakin itu bukan
00:01:36hasil keringatmu sendiri kau ini bukan tipe pekerja kotip anak manja kau benar-benar
00:01:47akan mengantarku pulang kau pikir untuk apa aku berdiri di sini dan kecepatan becek macam begini
00:01:52hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai di sini
00:02:13ngerti aku ambilnya se pula dari rumah ni
00:02:25Rambutmu mas supaya kau tidak masuk angin kabarnya anak-anak dari kota gampang sekali kena flu
00:02:37Halilintar masih kecil sekali ketika dulu aku bekerja pada Raden Masukarno ayahnya
00:02:43Bagaimana masih tinggal di rumah besar di Menteng?
00:02:46Baru setahun ini kami pindah pak ke daerah baru di Jakarta kebayoran namanya
00:02:52Apa yang kau lakukan? Jauh-jauh datang ke desa ini
00:02:55Papa membuka pabrik disini dia minta supaya aku memeriksanya
00:03:02Terima kasih siapa namamu?
00:03:05Dia tidak bisa menjawab nak tapi dia bisa mendengar
00:03:09Tapi dia tidak pernah mau bicara semenjak kedua orang tuanya meninggal
00:03:15Mira dipungut paman di sebuah desa di selatan desa ini
00:03:21Tempat dimana paman dan monyetnya biasa ngamen
00:03:23Kedua orang tuanya telah meninggal lantaran kecelakaan uap beracun di sebuah pabrik kertas
00:03:29Mungkin Nahali pernah membacanya di koran tiga tahun yang lalu
00:03:35Sudah sejak kecil Mira selalu diajak paman pergi ngamen
00:03:41Dan mereka pergi keliling ke desa-desa dan kota-kota di seluruh Jawa Barat ini
00:03:47Mayan buat mungutin saweran dari penonton
00:03:52Sambil bantu-bantu nabu gamelan
00:04:06Terima kasih telah menonton!
00:04:30I know your name is Sunja Hari, because you are born in the time of Sunja.
00:04:36Yes, right?
00:04:38Yes.
00:04:40And you are probably born in the morning of the day and the day of the day and the day
00:04:45of the day, right?
00:04:47What is your position, sir?
00:04:52Tidak.
00:04:53Aku justul lahir di saat kemarau dan hujan lama tidak turun.
00:04:57Coba anak, lihat sini.
00:04:59Ayahku cuma mau ikut-ikutan Bung Karno.
00:05:01Ingin menamai anaknya dengan nama-nama yang seram.
00:05:06Hei, kau tahu.
00:05:08Dia sudah rencanakan nama Topan, Guru, dan Guntur buat anak lainnya yang laki-laki.
00:05:15Dan Gerhana buat anak perempuan.
00:05:19Untung mama tidak melahirkan lagi setelah aku.
00:05:23Jadi, hirup pikuk di rumah dengan nama-nama yang gawat itu tidak kesampeian.
00:05:29hahaha
00:05:30Hahahaå¼ ir
00:05:36What do you want to do with me now?
00:05:46The End
00:05:47The End
00:05:50The End
00:05:52The End
00:05:54The End
00:06:01The End
00:06:03The End
00:06:06What the End
00:06:07He has to perform this day
00:06:08Yes, Paman
00:06:19betul kau akan ujian ini hari ya kan ya Paman
00:06:35eh duluan ya
00:06:42aku lulus
00:06:55lulus benar benar hari ini kita ceritakan pada papa supaya papa dan mama segera datang ke rumahmu untuk menemui Pamanmu
00:07:03setuju
00:07:04yup
00:07:06Oh, my God.
00:07:38I don't know.
00:08:06Mulai hari ini, semua kita tanggung berdua.
00:08:13Senang dan susah bersama.
00:08:22Mudah-mudahan perkawinan ini akan terus manis hingga akhirnya.
00:08:33Dan bukan cuma pada awalnya saja.
00:09:01Mudah-mudahan perkawinan.
00:09:05Mudah-mudahan perkawinan ini akan terus manis hingga akhirnya.
00:09:56Mudah-mudahan perkawinan ini akan terus manis hingga akhirnya.
00:10:05When I'm in the world, I don't want to be a dream
00:10:15I don't want to be a dream
00:10:20I don't want to be a dream
00:10:27I don't want to be a dream
00:10:32Kusaka Tuhan Sang Pencipta dan rasu-rasu pencintamu
00:10:46Kupakan perempuan, kupingin takkan kekuatan iman
00:10:55Sentihnya hidup, sedih, sentihnya hidup, sentihnya hidup
00:11:15Bila jawa bakal lagi bersayang, anginmu menangis
00:11:27Tidak jauh-jauh, harus tidak mempunyai
00:11:33Tetap pilihan iman iman iman
00:11:39Tidak jauh-jauh, harus matikan
00:11:47Tidak jauh-jauh whenca
00:11:54Tidak jauh-jauh, as MOM
00:11:57I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry.
00:12:35Mas, eh Mas, itu dia.
00:12:38Anak saya, Suster.
00:12:40Bagaimana, Suster?
00:12:42Lelaki?
00:12:43Lelaki, Tuan.
00:12:48Persis seperti yang aku katakan kemarin.
00:12:50Namanya harus topan, tidak boleh lain.
00:12:53Istri saya sehat.
00:12:55Dalam beberapa hari ini, bekas jaitan di perutnya akan sembuh.
00:13:01Cuma.
00:13:04Cuma apa, Suster?
00:13:12Ada yang kurang beres?
00:13:13Ada yang kurang beres dengan kakinya.
00:13:16Kakinya?
00:13:25Tidak.
00:13:28Tidak.
00:13:41Tidak.
00:13:42I don't know.
00:14:18I don't know.
00:14:43Usahakanlah mencari orang yang bisa dipercaya.
00:14:46Membuang anak itu.
00:14:49Membuang anak itu?
00:14:51Iya.
00:14:52Kita buang anak itu.
00:14:56Aku tidak mau jadi malu lantaran cucu yang tinggal di rumah besar kita.
00:14:59Akan merangka seperti anjing-anjing biaraan kita.
00:15:08Sebaiknya, kita lihat dulu apakah kakinya masih bisa diperbaiki.
00:15:14Mungkin ada dokter spesialis yang mau menolong kita.
00:15:17Omong kosong.
00:15:18Kaki kecil dan bengkok seperti itu bisa diperbaiki.
00:15:22Kalaupun tidak bisa diperbaiki.
00:15:24Biar dokter spesialis itu yang memutuskan.
00:15:26Tapi tidak kau, Mas.
00:15:30Kau pedagang yang kau hafal cuma soal untung dan rugi.
00:15:37Kau tidak tahu apa-apa tentang ilmu kedokteran.
00:15:41Sore ini juga akan kupanggil dokter spesialis yang paling hebat di negeri ini
00:15:45untuk menentukan apakah topan dapat ditolong atau tidak.
00:15:49Kalau ternyata jawabannya tidak,
00:15:52maka aku minta kerelaan kalian untuk membuang anak itu sejauh mungkin.
00:16:15Bagaimana dokter?
00:16:17Masih ada harapan?
00:16:18Konseksi tulangnya sudah terlalu jauh dari bayi normal.
00:16:21Berapapun biayanya dokter, saya tidak peduli.
00:16:25Asal dia bisa berjalan normal.
00:16:27Ini bukan soal biaya, Tuan.
00:16:28Tapi soal kemungkinan.
00:16:31Kalaupun Tuan mampu membawa dia ke luar negeri,
00:16:34ke rumah sakit yang paling modern sekalipun,
00:16:36saya percaya mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa.
00:17:08Atur segera supaya Senja dan bayi itu pulang ke rumah besok.
00:17:14Pagi-pagi sekali.
00:17:20Tapi dia baru saja melahirkan dengan cara yang sulit, Papa.
00:17:24Dan harus tinggal paling sedikit seminggu lagi di sini.
00:17:27Apakah kau ingin semua orang pada tahu bahwa anakmu berkaki bengkok seperti kecambah?
00:17:31Dan kemudian semua kawan-kawanku berdatangan kemari
00:17:33buat menyaksikan cucu yang aneh dari Raden Mas Soekarno?
00:17:48Terutilah kemauan Papa, Hali.
00:17:51Di rumah kita bisa menyewa seorang suster
00:17:53untuk merawat Senja dan Tovan.
00:18:01Sampai jumpa.
00:18:27Ingat Senja.
00:18:29Tidak seorang pun dari pelayan di rumah yang boleh tahu tentang cacat anakmu.
00:18:43Dan jangan menampakkan diri kalau ada tamuku datang.
00:18:46Aku tidak mau orang tahu bahwa kau sudah melahirkan.
00:18:50Menteri.
00:19:19Tunggu ya.
00:19:40Seminggu lagi aku akan merayakan hari ulang tahunku di rumah ini.
00:19:45Dan aku tidak mau kalau bayimu masih berada di sini pada saat ini.
00:20:04Aku tidak mau seorang pun di antara tamuku yang melihat dan memperbincangkannya.
00:20:16Singkirkan anak itu.
00:20:19Kau beserta Senja.
00:20:21Boleh terus tinggal di sini.
00:20:22Kalau Senja menolak?
00:20:33Singkirkan juga perempuan itu.
00:20:37Ya Tuhan.
00:20:51Apakah aku akan papa usir juga?
00:20:53Kalau sampai aku menolak membuang anak dan istriku.
00:20:55Ya.
00:20:57Kau boleh angkat kaki dari sini.
00:20:58Kalau itu yang kau pilih.
00:21:01Papa tega berbuat itu?
00:21:03Kena sikap tega itulah aku bisa jadi sebesar ini sekarang.
00:21:11Papa cuma minta supaya kau mau menyerahkan anak itu kepada seseorang di desa.
00:21:16Ya kan?
00:21:17Tidak cuma menyerahkan pada seseorang di desa.
00:21:22Tidak.
00:21:23Karena hal itu akan menimbulkan keruatan di masa yang akan datang.
00:21:27Lalu rencana apa lagi yang ada di kepalamu?
00:21:29Kalau itu tidak kau setuju.
00:21:33Aku akan menyuruh suster yang merawatnya untuk memberikan suntikan setiap hari.
00:21:38Supaya Topan akan mati pelan-pelan.
00:21:41Tanpa seorang pun bisa mengetahui.
00:21:46Bahkan Senja sendiri juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.
00:22:03Tidak.
00:22:05Tidak.
00:22:23Tidak.
00:22:24Masuk di akal.
00:22:25Pikiran yang lebih gila lagi kalau kau membiarkan dia hidup dan menjadi besar.
00:22:30Dihina semua orang.
00:22:33Lantaran yang merangkak seperti anjing.
00:22:35Membuat kau, aku, dan mamamu menjadi malu.
00:22:39Lantaran digunjingkan orang.
00:22:41Apapun alasannya.
00:22:43Aku tidak setuju Papa berbuat segiji itu terhadap aku.
00:23:00Senja.
00:23:03Senja.
00:23:05Buka pintu, Senja.
00:23:12Apa-apaan ini?
00:23:13Mau apa lagi, Papa?
00:23:16Topan kena flu.
00:23:18Dan suster Martha akan memberikan suntikan padanya.
00:23:22Jangan sentuh lagi, anakku.
00:23:27Tidak boleh seorang pun lagi menyentuhnya mulai dari sekarang.
00:23:33Tidak boleh.
00:23:44Tidak boleh menyuntikkan anakku.
00:23:53Tidak boleh menyuntikkan anakku.
00:23:58Tidak boleh menyuntikkan anakku.
00:24:04Aku tahu.
00:24:05Kalian semua membusui Topan.
00:24:07Mungkin dia sedang bingung.
00:24:09Tidak usah kita paksakan sekarang.
00:24:24Saya cuma mau mengambil tas saya di dalam, Nonya.
00:24:27Bukakan pintu sebentar.
00:24:34Tidak boleh menyuntikkan.
00:24:57Bukan salah dia dilahirkan cacat seperti itu, Papa.
00:25:03Kenapa kalian semua mengusuhinya?
00:25:27Kenapa kalian semua mengusuhinya?
00:25:33sister can come back to the hospital now
00:25:40lupakan apa yang terjadi
00:25:46kalau satu kalimat saja keluar dari mulut sister tentang cucu saya
00:25:52sister akan menyesal selamanya
00:25:57ngerti?
00:26:17selamat menikmati
00:26:41selamat menikmati
00:27:27apa yang kau lakukan di malam buta begini Hali?
00:27:30selamat menikmati
00:27:54anakmu kenal flu Hali
00:27:57tadi pagi sister Martha datang
00:27:59memeriksa dan akan menyuntik topan
00:28:02tapi senja menolak
00:28:05bahkan melarang kami masuk
00:28:11sejak itulah pintu kamar ini tidak pernah dia mau buka
00:28:18batin seorang ibu akan tahu kalau ada yang memusuhi dan ingin membunuh anaknya
00:28:24masuk kemudian, masuk kemudian, kalau dia mengunci diri sejak pagi
00:28:33senja, buka pintu
00:28:37ini aku, ini aku, ini aku, mas Halih
00:28:49I'm gonna make everything happen to me
00:28:56Martabat
00:28:58Harga diri
00:29:02Kehormatan dan segala tetek begatlah membuat Papa lebih rela lihat Papa mati
00:29:06Daripada kehilangan semua itu
00:29:16Senja
00:29:19Aku akan mendabrak pintu ini kau daun tiga hitungan kau tidak juga mau membukanya
00:29:26Satu
00:29:30Dua
00:29:58Dua
00:30:07Dua
00:30:08Dua
00:30:09Dua
00:30:22Dua
00:30:24Dua
00:30:24Dua
00:30:26Dua
00:30:26Dua
00:30:39Dua
00:30:40Dua
00:30:40Dua
00:30:44Dua
00:30:45Dua
00:30:46Dua
00:30:46Dua
00:30:48Dua
00:30:48I'm going to go without taking a photo of you.
00:31:39I'm going to go without you.
00:31:49Kalau kita masih punya kakek, nenek, atau siapa saja keluarga dekat kita.
00:31:58Walaupun Mama katakan, Papa sudah meninggal sejak aku dilahirkan.
00:32:076 tahun sudah kita tinggal di sini.
00:32:11Tidak seorang pun dari keluarga Papa yang kemari.
00:32:16Kita bisa berdiri di atas kaki kita sendiri, Topan.
00:32:20Kita tidak perlu menunggu-nunggu siapapun yang datang menengok atau menolong kita.
00:32:26Sudah beberapa kali Mama ceritakan, kan?
00:32:29Bahwa Ayah dan Ibu Mama meninggal
00:32:32karena gempa bumi yang melanda desa ini ketika Mama masih kecil.
00:32:38Sedang Papamu
00:32:43hilang
00:32:45dan tidak pernah berhasil diketemukan lagi
00:32:49ketika kapal yang ditumpanginya
00:32:53tenggelam ke dasar laut.
00:32:57Tapi Papa belum pasti meninggalkan.
00:33:02Jadi masih ada kemungkinan suatu saat
00:33:05dia akan kembali lagi kepada kita.
00:33:09Jangan mengharap yang tidak-tidak, Topan.
00:33:12Dalam hidup ini
00:33:13orang tidak bisa menunggu terus-menerus.
00:33:16Papamu sudah tenggelam.
00:33:18Jadi lebih baik
00:33:19anggap saja dia hilang.
00:33:27Segera petik tomat-tomat itu.
00:33:33Orang-orang di pasar tidak punya waktu
00:33:35menunggu kau selesai mengenang Papamu.
00:33:37Iya, Ma.
00:33:38Ayo.
00:33:44Ayo, makan.
00:34:01Sekarang kau baca baris yang kedua.
00:34:04Setelah itu kau baca seluruhnya dari baris yang pertama.
00:34:09Baca, Ma.
00:34:12Orang-orang yang bodoh
00:34:15akan selalu jadi santapan orang yang lebih pandai.
00:34:21Iya.
00:34:22Sekarang kau ulangi dari baris yang pertama.
00:34:26Kita harus belajar segiak mungkin
00:34:30karena...
00:34:32Terus, terus.
00:34:33Orang-orang yang bodoh
00:34:35akan selalu jadi santapan orang
00:34:38Orang yang lebih pandai.
00:34:41Iya.
00:34:45Apa maksudnya menjadi santapan orang lebih pandai, Ma?
00:34:51Kita harus pandai, Topan.
00:34:55Manusia dihargai karena isi di dalam kepalanya.
00:34:59Kepandeannya.
00:35:02Orang-orang yang pandai akan menjadi raja.
00:35:05Sementara orang-orang yang bodoh
00:35:07hanya akan tetap menjadi budak-budaknya.
00:35:13Kau harus pandai, Topan.
00:35:15Kau harus lebih pandai dari anak-anak yang lain.
00:35:21Cacat tubuh bukanlah penghalang bagi seseorang
00:35:23untuk menjadi besar.
00:35:28Tapi Topan ingin sekolah seperti anak yang lain, Ma.
00:35:35Mereka tidak mau menerima anak cacat sekolah di sana, Topan.
00:35:43Belajarlah terus bersama Mama.
00:35:46Mama akan ajarkan segalanya.
00:35:49Sehingga kau tidak akan kalah dengan anak-anak sekolahan.
00:35:52Mama.
00:35:57Mama.
00:36:00Mama.
00:36:03Mama.
00:36:25Anak-anak, siapa yang tahu gunung apa yang tertinggi di Pulau Jawa
00:36:32di antara nama-nama gunung yang ibu tulis itu?
00:36:39Titi? Titi?
00:36:44Tidak tahu?
00:36:46Siapa yang tahu?
00:36:48Saya, Bu.
00:36:50Kau tahu, Herman?
00:36:52Apa?
00:36:53Gunung gede, Bu.
00:36:55Salah.
00:36:58Bonan?
00:37:01Tidak tahu, Bu.
00:37:05Asih?
00:37:06Tidak tahu juga.
00:37:13Siapa yang tahu?
00:37:14Gunung Semero, Bu.
00:37:28Mana bukunya?
00:37:42Pulau apa yang terbesar di Indonesia?
00:37:44Kalimantan, Bu.
00:37:47Kau sudah bisa menjawab pertanyaan anak kelas tiga.
00:37:51Bisa menjawab yang lebih susah lagi?
00:37:56Akan saya coba, Bu.
00:37:58Berapa penduduk Indonesia di tahun 1960 ini?
00:38:0195 juta jiwa, Bu.
00:38:03Negeri mana yang penduduknya paling banyak di dunia?
00:38:06Daratan Cina, hampir 600 juta jiwa.
00:38:08Berapa penduduk dunia?
00:38:10Tiga beliun atau tiga ribu juta jiwa.
00:38:12Kalau kau tahu, di bumi ini lebih banyak mana air atau daratan?
00:38:15Air meliputi 31 persen dari bumi ini.
00:38:17Sedangkan daratan cuma 29 persen.
00:38:19Tahun berapa perang dunia ke-1?
00:38:211914 sampai 1918.
00:38:23Perang dunia ke-2?
00:38:251939 sampai 1945.
00:38:33Siapa yang mengajarmu?
00:38:35Mama.
00:38:37Beliau lulusan apa?
00:38:38Beliau lulusan SMA.
00:38:40Oh.
00:38:42Mau sekolah di sini?
00:38:46Tapi kata Mama,
00:38:48anak kecil tidak terima di sekolah umum.
00:38:51Oh.
00:38:52Tapi di desa ini,
00:38:55tidak ada sekolah luar biasa untuk anak-anak cacat.
00:39:02Siapa namamu?
00:39:04Topan, Bu.
00:39:06Ibu akan usahakan
00:39:08supaya minggu ini kau bisa mulai sekolah di sini.
00:39:11Tentu saja,
00:39:12ada pengecualian
00:39:14untuk anak-anak cacat
00:39:15yang berotak cemerlang.
00:39:19Seperti kau, Topan.
00:39:20Cuma saja,
00:39:22kau harus mulai dari kelas 1.
00:39:25Walaupun kau bisa menjawab pertanyaan anak kelas 3.
00:39:30Pulanglah sekarang.
00:39:31Ibu akan ke rumahmu segera.
00:39:33Begitu ada kabar,
00:39:35kapan kau mulai sekolah.
00:39:37Ya, Bu.
00:39:39Nih.
00:39:59Tentukan seperti 한다.
00:40:21Spatunya sudah tuan
00:40:27Mamamu ada di rumah
00:40:31Boleh ya
00:40:32Sekali-sekali aku datang
00:40:34Ke rumah
00:40:42Kan sayang
00:40:43Perempuan secantik ibumu
00:40:45Sendirian
00:40:47Tulis semua ya
00:40:48Nanti aku bayar
00:41:22Sampai sepuluh
00:41:24Nasi satu
00:41:26Baik tuan
00:41:27Minum ya
00:41:28Biasa
00:41:38Sepatunya
00:41:40Bismillah
00:41:41Bismillah
00:42:01Terima kasih tuan
00:42:04Mama melarang saya
00:42:05Menerima apapun
00:42:06Dari orang lain
00:42:07Tanpa kerja
00:42:17Bisakah kau menyemirnya
00:42:18Tanpa harus kubuka
00:42:51Boleh saya gulung sedikit
00:42:57Ya
00:42:59Kedua kaki ini memang palsu
00:43:03Aku mulai memakainya setahun yang lalu
00:43:07Apakah tuan juga catat seperti saya
00:43:09Sebelum memakai kaki buatan ini
00:43:13Nasibmu masih jauh lebih baik dari aku nak
00:43:17Sekecil apapun
00:43:18Kau masih memiliki kaki
00:43:20Sementara aku tidak punya sama sekali
00:43:40Kau sudah bekerja
00:43:45Kau mau menerimakan
00:43:48Tapi saya tidak pernah dibayar sebanyak itu tuan
00:43:50Kau jangan tolak rezeki dari tuan
00:43:54Kau sudah bekerja
00:43:55Dan pantas untuk menerimanya
00:44:04Terima kasih tuan
00:44:23Kami tertarik untuk menulis
00:44:25Dan menyebar luaskan
00:44:26Lantaran seorang cacat seperti Anda
00:44:27Bisa mengguli kawan-kawan Anda yang normal
00:44:30Sekarang
00:44:31Setelah Anda lulus dari SMA
00:44:33Dengan predikat bintang pelajar
00:44:35Apakah Anda bermaksud meneruskan kepergulan tinggi
00:44:41Sebenarnya saya ingin masuk jurusan sastra
00:44:43Dan menyelesaikannya
00:44:45Cuma
00:44:48Universitas keberatan menerima
00:44:50Seorang cacat
00:44:51Yang berjalan melata seperti topan
00:44:54Untuk ikut kuliah bersama anak-anak normal lainnya
00:44:57Bagaimana pendapat ibu?
00:44:59Kalau saja ada malaikat datang dari langit
00:45:02Dan membawakan sepasang kaki buatan bagi anakku
00:45:07Seperti yang dia pernah lihat dulu
00:45:09Dipakai seseorang di warung Pak Saman
00:45:12Maka soal masuk perguruan tinggi
00:45:15Tidaklah menjadi persoalan rasanya
00:45:20Sepasang kaki palsu maksud ibu?
00:45:23Ya
00:45:24Saya pernah melihat seseorang memakainya 12 tahun yang lalu
00:45:28Dia berjalan seperti manusia normal
00:45:30Meskipun dia kehilangan kedua belah kakinya hingga lutut
00:45:34Sudah kami tanyakan harganya
00:45:36Ternyata terlalu mahal
00:45:38Dan tidak terjangkau oleh kami
00:45:43Silakan
00:45:44Silakan
00:45:50Saya pernah melihat seseorang memakainya 12 tahun yang lalu
00:45:54Dia berjalan sebaik manusia normal
00:45:57Meskipun dia kehilangan kedua belah kakinya hingga lutut
00:46:28Terima kasih telah menonton
00:46:47Setelah membaca ceritamu di majalah
00:46:55Saya coba-coba menghubungi Departemen Sosial
00:47:00Dan menceritakan segala kesulitanmu
00:47:03Dan apa yang kau perlukan untuk bisa masuk universitas
00:47:08Ternyata para pejabat di sana menaruh perhatian
00:47:11Dan merasa perlu menolongmu
00:47:13Tapi mereka minta
00:47:15Kau mau datang ke sana
00:47:17Sekedar
00:47:18Wawancara dan sebagainya
00:47:20Dan kemudian dokter akan memeriksa kakimu
00:47:25Dan membuatkan kakibuatan
00:47:27Yang cocok dengan ukuranmu
00:47:33Terima kasih
00:47:40Nah sekarang cobalah berdiri dulu dengan tenang
00:47:43Jaga keseimbangan badan
00:47:46Mula-mula bertumpu pada kedua tangan
00:47:51Kemudian pelan-pelan
00:47:53Pindahkan tumpuan itu pada kedua kaki
00:48:00Pindahkan tumpuan
00:48:22Pindahkan tumpuan
00:48:32Mas
00:48:35Hari sudah jam 2 siang
00:48:37Dan dari tadi
00:48:38Kulihat kau belum makan suatu apapun
00:48:41Apa ini?
00:48:43Bukalah
00:48:53Buat aku
00:48:54Kau
00:48:56Makanlah
00:48:57Aku sudah makan tadi di kantin
00:49:07Makanlah
00:49:08Makanlah
00:49:28Makanlah
00:49:29Makanlah
00:49:33Makanlah
00:49:34Makanlah
00:49:37Makanlah
00:49:39Makanlah
00:49:40Makanlah
00:49:44Makanlah
00:49:44Makanlah
00:49:45Makanlah
00:49:45Makanlah
00:49:45Makanlah
00:49:46Makanlah
00:49:46Makanlah
00:50:12Makanlah
00:50:13Makanlah
00:50:39Makanlah
00:50:43Makanlah
00:51:09Makanlah
00:51:13Makanlah
00:51:39Makanlah
00:51:48Makanlah
00:51:49Makanlah
00:51:53Makanlah
00:51:54Makanlah
00:52:21Makanlah
00:52:51Makanlah
00:52:52Makanlah
00:52:59Makanlah
00:53:05Makanlah
00:53:21Makanlah
00:53:22Makanlah
00:53:35Makanlah
00:53:36Makanlah
00:53:39Makanlah
00:53:45Makanlah
00:54:04Makanlah
00:54:05Makanlah
00:54:33Makanlah
00:54:35Makanlah
00:54:35Makanlah
00:54:36Makanlah
00:54:37Makanlah
00:54:38Makanlah
00:54:39Makanlah
00:54:40Makanlah
00:54:40Makanlah
00:54:40Makanlah
00:54:41Makanlah
00:54:45Makanlah
00:54:46Makanlah
00:54:49Makanlah
00:54:57Makanlah
00:54:58Makanlah
00:54:59Makanlah
00:54:59Makanlah
00:54:59Makanlah
00:55:01Makanlah
00:55:02Makanlah
00:55:02Makanlah
00:55:03Makanlah
00:55:10Hey, Herman, how can I be here?
00:55:18Why didn't I come to meet you, Mina?
00:55:28Pasti ada yang amat penting akan kau katakan, makanya lebih 200 km kau duduk di jok mobil itu untuk bisa
00:55:34sampai ke sini
00:55:36Cuma satu kata yang pantas untuk jawabannya, rindu
00:55:45Lama kita tidak saling bertemu, sejak kau pindah kuliah ke sini
00:55:51Oh iya, kenalkan Herman, ini topan, kawan kuliahku di Sastra
00:55:57Ya, aku pernah membaca interviewnya, ketika dia membutuhkan sepasang kaki palsu
00:56:10Keliatannya bung berhasil juga ya
00:56:14Bagaimana, kita langsung pulang?
00:56:17Atau kau mau ngajakku ke sebuah telaga di sini yang ku dengar indah sekali?
00:56:21Hmm?
00:56:28Aku akan terus pulang
00:56:32Mari
00:56:34Aku antarkan
00:56:37Aku akan pulang bersama mas topan
00:56:39Dengan sepeda
00:56:41Kau akan jadi hitam dan berdebu kalau setiap hari pulang kuliah diantar dengan sepeda ini, Mina
00:56:52Mina, Mina
00:56:54Jangan sia-siakan kecantikanmu disengat oleh abu dan matahari, Mina
00:57:02Matahari itu sehat, Herman
00:57:05Dan aku tidak peduli kalau kulitku jadi hitam kena sengatannya
00:57:11Cuma orang-orang kota seperti kau yang selalu kupingin kelihatan pucat
00:57:15Sementara di sini tidak ada abu
00:57:18Kalau tidak ada mobil-mobil dari kota berpelihara tanpa tujuan
00:57:21Tapi aku datang hanya untukmu
00:57:22Bukan tanpa tujuan, Mina
00:57:24Aku tidak mengundangmu
00:57:26Atau kau takut dia tersinggung
00:57:27Kalau aku mengantarmu dengan mobil
00:57:29Hmm?
00:57:32Aku dengar
00:57:34Rata-rata orang cacat gampang tersinggung
00:57:37Hmm?
00:57:39Aku pulang
00:57:46Nah
00:57:48Kereta kencana itu telah pergi
00:57:50Dan satu-satunya yang bisa mengantarmu pulang sekarang ini
00:57:53Tinggal aku
00:57:54Hmm?
00:57:58Kau pikir mobil mewah ayahmu itu bisa mengalahkan sepeda tua yang dia beli dengan keringatnya sendiri?
00:58:04Pulanglah ke rumahmu
00:58:06Dan menyusulah pada ibumu
00:58:08Sebelum kau pantas jadi laki-laki jantan
00:58:24Apakah benar seorang cacat harus berasa?
00:58:29Dan jadi orang yang lekas tersinggung seperti yang dikatakan Herman?
00:58:36Hmm?
00:58:39Rapuh benar mentalmu kalau memang begitu keadaannya
00:58:43Seharusnya aku tidak boleh secinggung itu, Mina
00:58:48Mama selalu mengajarkan padaku
00:58:50Jangan menangis bila dihina
00:58:52Dan ikas bangun bila terjatuh
00:58:54Kau harus percaya pada dirimu, Mas
00:58:58Kau tak akan terkalahkan oleh siapapun
00:59:02Kalau kau percaya
00:59:09Selama kau di sampingku
00:59:11Aku betul-betul tak terkalahkan, Mina
00:59:20Minggu lagi saya harus ujian akhir, Papa
00:59:24Dan saya tidak mau gagal setelah lima tahun saya belajar di sini
00:59:34Saya akan datang bersama Mas Topan
00:59:37Supaya Papa lihat dengan mata kepala
00:59:39Siapa dia sebenarnya
00:59:42Dan tidak Papa bayangkan begitu mengerikan
00:59:44Seperti yang digambarkan Herman
00:59:55Papamu marah besar rupanya
00:59:59Anak manja itu rupanya berhasil mempengaruhi Papa
01:00:25Hei, pasti lulus
01:00:26Kok sudah nampak ketawa?
01:00:28Entahlah kalau aku
01:00:29Aku belum melihat nomerku
01:00:31Tapi yang pasti
01:00:32Mas Topan lulus
01:00:33Dan itu paling penting bagi
01:00:40Kau lulus?
01:00:41Benar?
01:00:42Kau juga lulus?
01:00:44Dia mencari nomormu lebih dulu
01:00:45Sebelum dia mencari nomornya sendiri
01:00:49Luar biasa
01:00:53Ikut aku ke kantor, Pas?
01:00:55Ada apa?
01:00:56Mengundang mamaku supaya hadir di malam judisium nanti
01:00:59Sekalian kirim engkos kereta apinya
01:01:06Orang tuamu juga akan menghadirinya, kan?
01:01:12Kenapa?
01:01:13Semua orang tua hadir
01:01:18Aku sengaja tidak memberitahukan mereka
01:01:22Mereka tidak akan bangga anaknya lulus sastra
01:01:26Dan bukan ekonomi
01:01:41Saya sangat cenderung sekali
01:01:43Kalau punya para sarjana
01:01:45Lebih bertemu-temu
01:01:48Bahasa Indonesia
01:01:50Sastra Indonesia
01:01:59Kalian adalah perempuan-perempuan yang paling berarti dalam hidupku
01:02:06Kapan kau bisa menemui kedua orang tua Minah?
01:02:10Minggu depan, ma
01:02:12Setelah segala sesuatunya beres di sini
01:02:14Sambil mengantar Minah pulang
01:02:17Ya
01:02:18Mudah-mudahan mereka bisa melihat kau
01:02:21Jauh ke dasar hatimu
01:02:25Bukan cuma lahir yangmu saja
01:02:33Mudah-mudahan
01:02:36Papa mau belajar begitu
01:02:44Lalu bagaimana kau bisa membahagiakan putriku Minah?
01:02:48Kalau kau katakan kau tidak punya apa-apa sekarang
01:02:50Hmm?
01:02:58Bahagia itu tidak datang dari apa-apa, Pak
01:03:02Tapi dari dalam sini
01:03:06Uang bisa membeli rumah
01:03:08Tapi bukan rumah tangga
01:03:11Bisa membeli obat
01:03:12Tapi bukan kesehatan
01:03:15Bisa membeli ranjang
01:03:16Tapi bukan tidur nyenyak
01:03:19Dan bisa membeli kemewahan
01:03:21Tapi bukan kebahagiaan
01:03:31Jika satu saat
01:03:33Kau punya anak perempuan
01:03:35Satu-satunya yang kau cintai
01:03:36Dengan sepenuh hati
01:03:40Seperti yang terjadi pada diriku saat ini
01:03:49Apakah akan kau berikan dia pada seorang yang cacat?
01:03:56Tidak seorang ayah pun
01:03:58Bercita-cita mengawinkan anaknya
01:03:59Dengan seorang yang cacat, Pak
01:04:02Seperti juga
01:04:03Tidak seorang pun
01:04:04Kepingin dilahirkan cacat
01:04:05Bapak kejam sekali
01:04:09Bicara sekasar itu
01:04:11Padahal
01:04:13Tidak berpik manusia
01:04:15Selamat sekali
01:04:16Padahal
01:04:16Padahal
01:04:24Thank you
01:04:27I don't know.
01:05:05Tidak seorang ibu pun bercita-cita melahirkan anak yang cacat, Topan.
01:05:13Tidak seorang pun.
01:05:19Ayah Mina seharusnya tahu hal itu.
01:05:51Tuhan akan mengangkat derajat orang yang direndahkan, Ma.
01:06:03Kau mendengar semua rencana pusuk ayahmu yang menyuruh suster menyuntikan racun ke dalam tubuh anakku.
01:06:12Sehingga Topan yang cacat itu harus sudah hilang di telan naut pada saat ayahmu merayakan pesta ulang tahun di rumah
01:06:18besarnya.
01:06:21Dan yang membuat aku amat kecewa adalah kau, ayah dari anakku, yang tidak mau membela sama sekali dan tega membiarkan
01:06:31anaknya akan dibunuh.
01:06:32Tidak benar aku tega membiarkan anakku dibunuh.
01:06:34Coba katakan, apa yang pernah kau lakukan untuk membela aku dan menyelamatkan anakmu.
01:06:41Kecuali cuma mabuk-mabukan setiap malam.
01:06:52Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan keluarga ayahmu.
01:06:57Dan aku juga tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan harta ayahmu dan rumah sebesar istana negara yang dulu lebih
01:07:03kau pertahankan daripada aku dan anakmu.
01:07:07Tuhan telah memberikan peringatan kepada kalian dan telah mengangkat derajat seorang anak cacat yang dulu begitu dihina ayahmu.
01:07:19Di tahun 60-an, Ungkarno mengumumkan sanering.
01:07:25Uang dipotong, seribu menjadi satu rupiah.
01:07:30Penyakit jantung papa mendadak kumat mendengar berita itu.
01:07:35Karena seluruh kekayaannya jadi ludus.
01:07:38Papa pun meninggal.
01:07:41Dan seluruh hartanya disita untuk membayar hutang-hutangnya.
01:07:46Tidak sampai setahun setelah itu,
01:07:50Mama pun menyusul.
01:07:54Dan jadilah ku gelandangan.
01:07:58Setelah sedikit sisa peninggalan papa sudah habis kumakan.
01:08:02Tanpa sanggup menambah sesen pun.
01:08:09Memang aku tidak pernah belajar mencari nafkah sendiri.
01:08:22Sekarang pergilah dari sini.
01:08:26Sebelum Tophan tahu siapa kau yang sebenarnya.
01:08:30Aku sudah terlanjur menceritakan padanya.
01:08:34Bahwa kau telah mati pada kecelakaan.
01:08:39Pada saat Tophan aku lahirkan.
01:08:44Maaf.
01:08:46Aku terpaksa berbuat begitu.
01:08:53Supaya anak itu tidak terus-menerus menanyakan ayahnya.
01:08:56Aku mengerti, Senja.
01:09:00Aku akan pergi.
01:09:01Dan tidak kembali lagi kemari.
01:09:05Bagaimanapun aku merasa bahagia.
01:09:07Masih bisa berjumpa dengannya.
01:09:11Kau telah membindahnya dengan baik, Senja.
01:09:14Sehingga jadi manusia yang bernilai.
01:09:20Terima kasih.
01:09:27Pak.
01:09:29Pak.
01:09:30Setelah sejak lahirku, kita berpisah.
01:09:34Apakah papa akan meninggalkanku?
01:09:37Cuma karena mama sudah mengatakan...
01:09:40...bahwa papa mati karena kecelakaan.
01:09:43Dia akan pergi meninggalkan kita, Tophan.
01:09:46Karena sudah sejak dulu dia memilih jalan itu.
01:09:51Dia lebih rela melepaskan kita berdua hidup menderita...
01:09:54...daripada melepaskan harta dan kemewahan ayahnya.
01:10:09Mama masih percaya pada takdir yang selalu melibatkan kehidupan kita.
01:10:16Nah.
01:10:18Kembalinya papa merupakan bagian dari takdir.
01:10:22Dia yang telah lama lenyap.
01:10:24Kini Tuhan mengantarnya ke hadapan mama.
01:10:27Kau tidak pernah tahu, Tophan.
01:10:31Dan kau tidak akan pernah bisa ikut merasakan sakitnya hati mama diperlakukan ayahnya.
01:10:39Kau tidak pernah tahu.
01:10:42Kau tidak pernah tahu.
01:10:47Sudah.
01:10:49Dengar, ma.
01:10:52Jangan pelihara rasa sakit di hati mama.
01:10:56Kita orang beragama.
01:11:00Papa dan keluarganya sudah membayar tunai.
01:11:03Atas semua yang telah mereka lakukan.
01:11:07Sekarang tugas mama dan aku sebagai anaknya...
01:11:10...dan istrinya...
01:11:11...untuk menerima papa kembali.
01:11:21Kau tidak pernah tahu.
01:11:22Kau tidak pernah tahu.
01:11:37Kau tidak pernah tahu.
01:12:00Shut up.
01:12:22Mulai sekarang
01:12:24Tidak ada lagi orang yang bisa memisahkan kita, Pa
01:12:28Iya
01:12:36Di dunia tulis-menulis di barat
01:12:39Terutama para sastrawan yang muda-muda
01:12:42Mereka berani menulis
01:12:45Tentang apa yang mereka biasa lihat sehari-hari
01:12:47Tanpa takut dikatakan kurang ajar dan sebagainya
01:12:53Saya mempunyai bukti-bukti
01:13:20Terima kasih
01:13:35Sebaiknya satu orang saja yang ceramah di sini
01:13:55Di barat
01:13:56Sering kita temui dalam novel-novel mutakhir
01:13:59Kata-kata seperti ini
01:14:19Telepon sekarang juga
01:14:42Lainan di sini dan di sini
01:14:49Ada tumor di otaknya
01:15:07Kau bukan menangis karena asap dapur kan?
01:15:14Mas Topan mengerita tumor di otaknya, Herman
01:15:16Dia akan mati sebulan lagi
01:15:24Kau sudah buktikan selama ini ketabahanmu untuk mendampinginya, Mina
01:15:28Sekarang kau harus buktikan ketabahanmu untuk melepaskannya
01:15:32Hapuslah air matamu
01:15:35Kali ini Topan tidak akan percaya bahwa kau menangis karena asap dapur rumah sakit
01:15:38Ya?
01:15:43Kami akan datang lagi untuk menemani, Mina
01:15:47Kau tidak akan sendirian menghadapi musibah ini
01:15:51Terima kasih, Ranti
01:16:02Sebulan persis
01:16:04Hari ini aku tinggal di rumah sakit
01:16:10Menyenangkan sekali
01:16:16Begitu banyak sahabat datang mencenguk
01:16:21Beberapa datang dari jauh
01:16:27Terima kasihku untuk mereka
01:16:43Kalau bisa
01:16:46Aku ingin kembali ke rumah kita
01:16:52Berkumpul dengan keluarga
01:16:56Buku-buku dan mesintik
01:16:58Disini kau juga bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabat
01:17:01Disini aku merasa hubungan dengan keluarga
01:17:03Dan sahabat-sahabatku terputus
01:17:06Oleh bunyi bel yang selalu membuat hatiku kejut
01:17:12Karena aku tahu
01:17:14Beberapa saat setelah bel itu berbunyi
01:17:17Kau, Guntur, Mama, Papa
01:17:20Dan semua sahabat-sahabatku akan segera pulang
01:17:25Dan aku akan sendirian disini
01:17:41Maukah dokter mengatur
01:17:43Supaya besok pagi saya sudah berada di rumah saya sendiri
01:17:47Saya ingin Minah menempatkan sebuah ranjang di kamar kerja
01:17:50Supaya saya bisa dekat dengan buku-buku saya
01:17:56Besok akan saya siapkan ambulans untuk mengantar bung ke rumah
01:18:02Tapi bukankah anak saya harus selalu diperiksa dan diberi obat setiap saat dokter
01:18:05Saya akan ke sana setiap hari untuk memeriksa dan memberikan sutikannya
01:18:09Terima kasih atas kebaikan dokter
01:18:16Papa datang
01:18:33Tuhan seperti akan merambungkan semua persoalanku di dunia ini, Minah
01:18:39Segala yang menyisakan dada selama ini
01:18:42Dia lapangkan
01:18:47Malagatlah, Papa
01:18:49Agar anakmu ini bisa merasa hangat di sisimu
01:19:06Yuk
01:19:14Kau cuma cacat tubuh, anakku
01:19:17Tapi hatimu emas tanpa cacat sedikitpun
01:19:20Maaf segala ucapanku dulu
01:19:25Tidak ada yang perlu dimaafkan, Pak
01:19:29Saya juga akan berbuat seperti Papa
01:19:33Bila anak gadis saya dilamar seorang cacat
01:20:04Terima kasih
01:20:18di sutik sekarang biarlah Tuhan yang mengatur keberangkatan saya dengan tenang dokter
01:20:30suntikan ini cuma akan membuat saya kurang pasrah kepadanya terima kasih atas segala perawatan dokter
01:20:42selama ini tapi takdir memang tak terkalahkan
01:20:57telegram dari Jakarta kau ingin aku membukanya
01:21:17berdasarkan keputusan Dewan Penilai maka diputuskan bahwa takdir bukan hukuman
01:21:26terpilih sebagai karya sastra terbaik tahun ini
01:21:38selamat mas
01:21:47kehadiran anda di Jakarta kami harapkan pada tanggal 17 bulan ini untuk menerima penghargaan
01:22:00dari menteri panitia
01:22:05mohonkah kau mewakiliku
01:22:12bawalah guntur bersamamu supaya sejak kecil dia terbiasa menghargai karya orang
01:22:27rasanya masih banyak pekerjaan yang belum sempat aku selesaikan Minah
01:22:33tapi matahari sudah begitu cepat akan tenggelam
01:22:38aku sudah harus pergi untuk menghadapnya
01:22:57Link
01:22:58Oh
01:23:03Oh
01:23:04Oh
01:23:05Oh
01:23:06Oh
01:23:07Oh
01:23:10Jangan menangis manis
01:23:13I
01:23:16Pertama kita sudah sering menangis
01:23:21Kau selalu menangis kalau ada orang yang menghina cacatku
01:23:46Jagalah dirimu baik-baik
01:23:51Didiklah guntur dengan baik
01:23:55Karena orang bodoh cuma akan menjadi santapan orang yang lebih pandai
01:24:03Sekolahkanlah dia di kelas ibu Leni
01:24:07Supaya dia bisa merasakan tangan lembut perempuan itu
01:24:12Seperti dulu aku juga merasakannya
01:24:17Tidak
01:24:43Tidak
01:24:55Tidak
01:24:56Tidak
01:25:12Tidak
01:25:13Tidak
01:25:42Tidak
01:25:43Tidak
01:25:46Tidak
01:26:12Tidak
01:26:13Tidak
01:26:15Tidak
01:26:32Tidak
01:26:41Tidak
01:26:44Tidak
01:26:47Tidak
01:26:51Tidak
01:26:56Tidak
01:27:11Tidak
01:27:19Tidak
01:27:21Tidak
01:27:21Tidak
01:27:31Tidak
01:27:40Tidak
01:27:46Tidak
01:27:46Tidak
01:27:46Tidak
01:27:46Tidak
01:28:04Tidak
01:28:15Papa?
Comments