00:00Saya akan tunjukkan saudara, satu argumentasi yang kemudian sebelumnya disampaikan oleh pihak LAPAS
00:06bahwa tidak ada CCTV yang berada di hunian mewah berbentuk kluster ini,
00:11tetapi bisa dilihat ya, ini ada seperti lubang CCTV.
00:16Kalau dilihat dari jauh memang bentuknya menyerupai kamera CCTV,
00:20tetapi ketika sudah di dekati, ini seperti exhaust.
00:23Apakah dulunya ini CCTV yang kemudian diubah menjadi saluran udara tentu yang hal itu juga yang harus kita konfirmasi saudara.
00:34Kita coba masuk ya.
00:37Ini rumah masih bertuliskan rumah dinas.
00:40Bentuknya sedikit berbeda dari bagian sebelumnya.
00:47Dan ini adalah ruang tengahnya saudara.
00:49Cukup besar dan memang tidak terlalu terisi penuh oleh beberapa perabot,
00:54tetapi ada sofa, dispenser, dan bagian kamarnya ini juga sudah dimodifikasi ya.
01:03Untuk lebih nyaman dan dapat dikatakan juga ini cukup mewah saudara.
01:08Bahkan kamar mandinya ini lebih mewah daripada kamar mandi sebelumnya.
01:14Dan juga lebih luas.
01:17Ada semacam seperti bekas dari pembangunan yang belum selesai ya.
01:24Dan ini ada beberapa bagian yang sepertinya sudah tidak ada lagi di kamar mandi ini.
01:40Dan di sini ada satu bagian rumah ya, yang memang secara tampilan depan cukup berbeda dengan bangunan lainnya.
01:48Bahkan dapat dikatakan ini seperti lebih besar, lebih luas saudara.
01:54Oke, ini adalah area yang bisa memarkirkan ya beberapa unit mobil.
02:01Ya, ini adalah area masuk di bangunan yang terlihat secara fisik lebih besar daripada sebelumnya.
02:12Ini area dapur, dan ini adalah area kamarnya.
02:17Tetapi memang bedanya AC ataupun air conditioner yang ada di sini masih terpasang sudah.
02:35Setelah selain rumah mewah yang berbentuk kluster, tetapi juga ada sejumlah hunian mewah lainnya yang disebut oleh Ombudsman berbentuk homestay
02:43bahkan menyerupai villa.
02:44Dan ini adalah salah satunya saudara.
02:47Bisa dilihat ya, bangunannya sangat besar.
02:49Meskipun di sebelah kanan saya bertuliskan SAE, ataupun artinya area ini disebut oleh pihak lapas adalah area asimilasi dan edukasi
03:00bagi narapidana.
03:01Tetapi temuan dari Ombudsman berkata lain dan menyebutkan bahwa area ini diduga kuat.
03:07Ini merupakan hunian mewah berbentuk villa yang kemudian diduga digunakan oleh sejumlah tahanan.
03:14Saya akan masuk saudara.
03:15Oke, ini tentu sangat berbeda juga dibandingkan dengan hunian yang berbentuk kluster tadi.
03:23Bagian luar ya, ini ada seperti ruang tunggu ataupun ruang tamu.
03:29Dan ketika kita baru masuk, kita sudah dapat melihat dan juga merasakan bahwa area ini area yang dapat dikatakan cukup
03:39mewah jika dibandingkan dengan hunian kluster yang sebelumnya tadi kita sudah tunjukkan.
04:00Dirjen Pemasyarakatan juga menyebutkan bahwa ada salah satu hunian mewah dan nampaknya adalah hunian ini yang kemudian digunakan untuk kantor
04:09operasional pengemukan sapi.
04:13Karena persis berada di depannya, nampak seperti ada area peternakan.
04:20Tetapi bisa dilihat ya, area ini digunakan sebagai gudang.
04:26Dan yang menariknya adalah temuan dari Ombudsman dan sudah dirilis dan disampaikan kepada Komisi 2 DPR RI.
04:34Area ini juga yang menjadi tempat ditemukannya sejumlah mobil mewah yang terparkir di sini meskipun area ini bukanlah parkir dari
04:43kendaraan.
04:45Saya tunjukkan ya, ini adalah salah satu karung yang nampaknya berisi pakan.
04:50Tetapi kalau lebih ke dalam, kita lihat ada beberapa kolam ikan ya.
04:55Di sini bertuliskan papan kontrol Lele Biovov.
05:01Dan juga bertuliskan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
05:06Kanwil di Djenpas Jawa Barat, Lembaga Pemasyarakatan kelas 2A, Cibino.
05:16Selain fasilitasnya mewah, tapi ada satu orang Pak.
05:19Nah ini.
05:19Ada satu orang yang kemudian langsung menutup pintu.
05:22Di sini, sebelah ini, foto dia ini.
05:25Ada di sini.
05:25Artinya tidak hanya foto yang ditemukan oleh Ombudsman atas nama Jimmy Masri, Narapidana Lapas kelas 2A, Cibino.
05:31Orangnya ada.
05:31Tapi orangnya adalah dia.
05:33Ini.
05:33Ini orangnya.
05:34Terima kasih.
05:36Aku bilang baik.