00:00Kembali di Breaking News Kompas TV, saudara, para penyelam dari TNI Angkatan Laut terus berupaya mencari korban kapal Virgo Transport
00:068,
00:07meski menghadapi sejumlah tantangan.
00:09Mulai dari arus gelombang, stamina penyelam, hingga risiko kapal mendadak berubah posisi.
00:14Bagaimana penyelam tetap dapat memastikan keselamatan dan keamanan selama evakuasi?
00:18Berikut laporan Jurnalis Kompas TV, Jonah Hamonangat, dan Juru Kamera Arief Rahman dari Laut Jawa.
00:25Saudara, saya melihat bagaimana proses evakuasi kapal Virgo Transport 8,
00:30saya melihat bagaimana proses evakuasi yang dilakukan oleh para penyelam.
00:35Di hari kematian ini, kita melihat upaya dilakukan yang sangat luar biasa,
00:39di tengah adanya cuaca dan gerobang ombak yang sangat tinggi.
00:43Saya didampingnya ada dua narasumber, yang pertama adalah gas buskam laut keluar pada dua,
00:49selaku wajah Satgas Operasisar, yaitu dengan Koronel Laut Laut Juru Radija.
00:54Pak Irwan, saya mau jelaskan, perkenaan operasisar di hari ke-14 ini,
00:59dari penyelam katalog sendiri, menurunkan berapa unsur Pak?
01:02Baik, Pak Pak Pak Sema Jonas, di hari ke-14 ini,
01:05kita sudah mengarahkan tiga KRI, yaitu KRI G, KRI G, KRI SIM, dan KRI SDIKA,
01:13yang baru saja bergabung dengan kita.
01:15Kita masuk, kita didukung satu helipenter,
01:17dengan nomor lambung HS1311,
01:21yang saat ini sedang run di Banjarmasin,
01:24untuk membantu proses evakuasi ini aja.
01:27Pak Irwan, kalau kita lihat kan ini cuasanya dinamis ya,
01:30kalau suara kerobanya cukup tinggi, antara satu sampai dua meter,
01:33bagaimana mungkin pengaturan mungkin agar moral atau mental mereka tetap baik
01:37dengan cara di Evakuasi ini?
01:39Yang jelas, pasti kita memberikan semangat kepada para penyelam tekniknya katalog,
01:43dan juga logistik, logistik kita jangan sampai kurang,
01:48karena ini akan sangat membantu kegiatan penyelam dalam mencari korban.
01:55Untuk lokasi bangkai sendiri, pasti ada di bawah kita nih ya?
01:57Betul, betul, Mas Yonan.
01:58Jadi kita sekarang berada di atas di mana kain virtual transport kapal yang ada di bawah,
02:07di mana sudah ditandai oleh emergency rack marking queen,
02:12yang dipasang distrik navigasi perhubungan laut.
02:16Ini kan, Mas.
02:17Jadi, salah satunya warna kuning,
02:19kalau istri benar kita itu, Bapak?
02:22Marking ini berwarna biru dan kuning,
02:25terlihat cukup terang di pagi hari,
02:29dan nanti di malam hari akan memberikan flash lampu biru dan kuning.
02:34Jika unsur-unsur yang berada di sini,
02:37dari kali ini juga membantu dalam melaksanakan pengawasan dan pengamanan,
02:41sehingga perangkat navigasi ini bisa membantu pengamanan terhadap kapal-kapal emuritas.
02:48Demikian, Pak.
02:49Terima kasih banyak, Pak Irwan.
02:50Sekarang saya beralih ke Pak Arifin.
02:53Koronelot Arifin adalah Dansat Opebah Orpada II
02:57yang mengkoronelir khususnya operasi penyelaman.
03:00Pak Arifin, mungkin saya berjelaskan dulu,
03:03mungkin saya jelaskan, Pak.
03:04Berjelaskan dengan operasi penyelaman dilakukan,
03:07tapi kalau tidak berjelaskan sudah ada dua peraukaret yang dilakukan operasi ini,
03:11itu pula ya, Pak, ya?
03:12Terima kasih, Pak.
03:12Mungkin menjelaskan, Pak, pertanyaan dengan operasi penyelaman dilakukan ini, Pak.
03:16Baik, terima kasih, Pak Jenas.
03:17Kita sekarang sudah berada tepat di atas bangkai KMP 28,
03:22di mana operasi penyelam gabungan yang terdiri dari TNHK Talor dan BSG dan POSI
03:27melaksanakan evakuasi kurban jenazah yang terjabat di dalam KMP itu.
03:31Mulai dari Halon sampai Pembitan,
03:34tidak diketemukan satu jenazah pun yang berada di dalam.
03:38Ini kita sekarang, kita dapat saksian secara langsung melaksanakan sortie yang kedua,
03:42di mana sekarang sortinya kita terdiri dari 12 penyelam,
03:4610 penyelam yang turun di bawah,
03:48yang dua sebagai stand-by driver.
03:50Penyelam TNHK Talor terdiri dari 8 personel,
03:53dibantu oleh 4 dari BSG dan 1 dari POSI.
03:57Pak Riefin, kalau kita lihat di video-video yang viral,
04:00ada yang dikecapkan menggunakan palu.
04:02Betul, Mas.
04:04Baik, untuk teknik, sebenarnya jenazah semuanya yang ada di dalam KMP ini terjebak dalam ruangan.
04:10Ruangan sebelum kita turun, kita melaksanakan evaluasi dan kita berhubung dengan membuka kompartemen kapal,
04:17baru kita sampaikan kepada penyelam untuk teknis KMP,
04:19yaitu pemecahkan kaca setiap ruangan.
04:22Sebagian besar korban yang kita temukan semuanya berada di dalam ruangan.
04:27Salah satunya yaitu untuk mengeluarkan jenazah itu kita memacahkan kaca,
04:31tetapi perlu diwaspadai, begitu kaca dipecahkan itu mengeluarkan semacam racun-racun
04:37atau efek dari korban itu sendiri yang sudah lama terkukung di dalam ruangan,
04:44dalam ruangan, sehingga mengeluarkan semacam bau atau virus atau bakteri,
04:48yang itu yang harus diandari di dalam ruangan jenazah.
04:51Pak, ini terakhir Pak, setelah kata-kata, kalau saya sekarang kan memasangkan tidak mudah ya?
04:56Betul Mas, betul.
04:57Mungkin saya cerahkan Pak, tantangan seperti apa?
04:59Padahal ini kalau saya lihat kan posisi TAPANG, setiap waktu kan saya pakai serap.
05:03Betul Mas, betul Mas.
05:04Tapi saya boleh cerahkan Pak.
05:05Betul Mas.
05:06Tantangannya kalau kita sebagai penyelam,
05:09sebagian besar adalah pengaruh dengan arus gelombang.
05:12Gelombang setiap harinya itu tidak stabil, tidak sesuai dengan prediksi.
05:16Kalau di gelombang di atas ini adalah kurang lebih 1 sampai 2 meter,
05:20sedangkan di bawah terbatas di visibiliti.
05:23Dan perlu diketahui, kapal ini kan film ini posisinya tidak tidur atau duduk secara sempurna,
05:30di mirip sampai dengan 60 derajat.
05:33Jadi semua sektor penyelaman fokus pada lampung kanan.
05:36Saya perintahkan tidak ada yang menyelam di lampung kiri,
05:39karena posisi kapal ini kita tidak tahu sewaktu-waktu kapal ini akan rebahan sempurna di lampung kiri.
05:44Maka saya perintahkan penyelam, tidak ada yang menyelam di lampung kiri.
05:47Semuanya lampung kanan, demikian makanan.
05:49Nah, terakhir Pak, untuk upaya safety, khususnya bagi para penyelam,
05:53sehingga tidak ada mungkin adanya keselamaan atau mungkin ada hal-hal seperti itu.
05:57Betul, Mas.
05:58Penyelam yang utama ini adalah recovery.
06:01Yang pertama adalah keselam penyelam yang diutamakan.
06:04Dan kita laksanakan dari yang pertama, melaksana briefing.
06:07Saya pimpin sendiri, briefing terhadap semua penyelam gabungan.
06:10Setelah itu seluruh penyelam akan melaksanakan cek kesehatan.
06:13Ini untuk mengetahui kondisi penyelam.
06:16Kalau memang kondisi penyelam dinyata oleh dokter tidak berhak untuk turun,
06:20saya setelah tidak akan turun.
06:21Saya tidak akan paksakan.
06:22Karena faktor utama adalah keselaman dari penyelam sempit.
06:25Setelah melaksanakan penyelaman atau cek kesehatan,
06:28semuanya menggunakan alat selam.
06:30Dan perlu diperhatikan, saat menggunakan penyelam juga sangat berhati-hati.
06:34Tidak boleh kita menggunakan alat selam yang kita pakai,
06:37ternyata di belakang ada rintangan dan hambatan.
06:38Apalagi kita dekat sama penyelam yang lainnya.
06:41Itu kita hindari kumpulkan dan sebagainya.
06:43Terima kasih banyak.
06:44Terima kasih, Mas Jan.
06:45Oke, padahal Pak Kas, terus kamu lah.
06:47Terakhir, mungkin harapan kepada mungkin keluarga,
06:52di mana kalau kita akan usah alat selanjutnya begitu luar biasa dan maksimal,
06:56mungkin pasti banyak sekali yang mungkin mengharapkan ada berita baik,
06:59mungkin dari luar biasa.
07:00Terakhir.
07:01Baik, Mas Jan, kepada keluarga perbat,
07:03tentu saja kami turun diberikan cinta dan kami mohon doa kepada kita semua yang di sini
07:13untuk bisa melaksanakan misi SAR dengan maksimal dan apa yang kita harapkan bisa kita selesaikan dengan cukup.
07:20Terima kasih.
07:50Sampai jumpa.