Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CIBINONG, KOMPAS.TV Inilah momen Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto sidak temuan Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor.

Agus dan Aris tampak menanyai Kalapas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto terkait temuan Ombudsman.

Usai sidak, Kepala Bappisus menyampaikan menurut keterangan Kalapas bahwa klaster ini merupakan tempat tinggal karyawan lapas.

Dirinya kemudian mengingatkan agar tidak ada kepentingan-kepentingan terselubung terkait hal ini.

"Namun di sini jangan sampai ada kepentingan-kepentingan ya yang terselubung di situ. Inilah tugas kami untuk menertibkan ya sehingga tidak ada namanya transaksional di dalam Lapas," ujar Aris.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Produser: Theo Reza

#bappisus #imipas #lapascibinong

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692680/bappisus-soal-temuan-klaster-mewah-di-lapas-cibinong-jangan-sampai-ada-kepentingan-terselubung
Transkrip
00:00Rekan-rekan wartawan sekalian ya, pada hari ini ya, saya beserta Bapak Menteri,
00:07Imi Pas ya, ini juga Bapak Kalapas ya, Pak Wisnu mendatangi tempat yang kemarin diberitakan viral.
00:17Supaya tidak ada faduga macam-macam ya, saya coba pastikan.
00:22Saya tadi berbicara dengan Pak Kalapas, dengan jajarannya,
00:25dan kemarin pun ya, Pak Menteri juga sudah mengirim dirjennya, pengawasan dan sebagainya,
00:33langsung ya bertindak untuk menginvestigasi apa sebenarnya tempat ini.
00:39Saya datang ke sini juga memastikan, ya, bila ada sesuatu yang tidak benar, maka harus kita tertipkan.
00:48Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada seluruh kalapas se-Indonesia,
00:58jangan berbuat yang aneh-aneh, yang melanggar aturan, yang melanggar hukum, dan melanggar norma-norma.
01:06Nah, lakukan aturan secara profesional, jangan sampai nanti setiap saat kita akan melakukan sidak,
01:20dan ditemukan hal-hal yang menyimpang daripada aturan tersebut.
01:25Maka oleh karena itu, saya tadi berbicara dengan Pak Menteri, ini akan kita tindaklanjuti,
01:32dan tempat ini sebenarnya tempat tinggal karyawan, ya, dari lapas,
01:39atau setiap saat juga warga binaan itu mempunyai tanggung jawab untuk membersihkan juga kandang-kandang, ya.
01:47Nah, ini sebagai pembinaan.
01:49Namun di sini, jangan sampai ada kepentingan-kepentingan yang terserubung di situ.
01:54Inilah tegas kami untuk menertibkan, ya, sehingga tidak ada namanya transaksional di dalam lapas, transaksional apapun.
02:02Oleh sebab itu, saya mohon kepada seluruh kepala lapas Indonesia,
02:06marilah kita tegakkan aturan itu dengan sebaik-baiknya.
02:09Lapas, ya, sebaiknya ya tempat lapas, bukan hanya sekedar untuk pindah kamar.
02:16Nah, ini nggak bagus.
02:17Barang siapa, oknum, yang terlibat penyimpangan di dalam lapas,
02:23ya, kami dengan Pak Menteri, ya, tidak akan segan-segan untuk menindak.
02:28Dan setiap saat, ya, kami akan melakukan nanti sidak-sidak, Pak, ya, kita, ya.
02:33Dan ini merupakan hal yang cukup bagus, ya, karena pekerjaan kita juga banyak, ya.
02:37Saya rasa mungkin demikian, dan ada hal yang akan disampaikan oleh Pak Menteri.
02:41Silahkan, Pak Menteri.
02:41Oke, terima kasih dari rekan-rekan media sekalian.
02:45Saya hari ini bersama Bapak Kepala, Bapak Bitsus,
02:50melaksanakan kunjungan lanjutan kemarin dari Pak Kakanwil dengan diri yang sudah bersama rekan-rekan media juga sudah.
02:56Ini kita akan dalami apakah rumah pegawai ini betul-betul digunakan untuk rumah pegawai
03:02atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
03:04Ini adalah tugas kami untuk melakukan investigasi.
03:08Kemudian, saya juga sudah berulang kali ingatkan kepada pegawai bahwa semuanya sudah kita kasih.
03:15Bahan makanan sudah kepada mereka, kantin oleh kooperasi,
03:19kemudian kantin di mereka dan kantin dan wartel itu juga urusan para kalapas.
03:24Tentunya, ini adalah upaya kami untuk menghindari petugas ini melakukan penyimpangan-penyimpangan.
03:30Oleh karena itu, ini adalah kesempatan kami yang sangat baik untuk melakukan penertiban
03:36di lapas-lapas yang mungkin memang harus ditertibkan.
03:40Gitu kira-kira.
03:43Sehingga narasinya, karena kan beredar narasinya itu, fasilitas ini ditujukan untuk narapi dana.
03:48Dan ada dikeluarkan sejumlah uang biar dapat fasilitas itu.
03:51Ini yang akan didalami.
03:52Ini yang akan didalami.
03:53Jadi kalau keterangan petugas, ini adalah rumah pegawai.
03:58Tapi apakah dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain, itu akan ditadalami.
04:02Bersama-sama dengan timba bisnis.
04:04Termasuk narasi yang bahwa ini dimanfaatkan untuk pembakas kakab seperti Ferdinandbo dan HPB dan lain-lain.
04:09Ya, nanti akan ditelusuri.
04:11Pak, kalau dari video yang beredar itu kan kemarin terlihat ada orang dengan celana pendek
04:15dan akhirnya terburu-buru masuk ke dalam ketika mengetahui adanya inspeksi dari Obusman.
04:21Itu seperti apa, Pak?
04:22Nah, itu kan membuat kecurigaan.
04:23Dan apakah memang dari pihak Bapak ini sudah mengetahui siapa gitu, Pak?
04:27Belum tahu, belum tahu.
04:28Tapi tadi kan sudah beliau sampaikan bahwa di sini ada petugas, ada juga orang yang bekerja,
04:34membersihkan, kemudian ini akan kita dalami lah.
04:38Artinya orang-orang yang mungkin menggunakan ini nanti akan pasti akan ketahuan.
04:43Di luar rumah ini ada fasilitas-fasilitas tak biasa lain nggak yang ditemukan di dalam?
04:47Nggak ada itu.
04:48Di dalam, kalau di dalam rutan, kalau kan kemarin sudah, sudah pada ikut ya.
04:53Sudah ikut memeriksa di dalam blok-blok kan sudah, nggak ada juga yang seperti ini.
04:58Ini adalah rumah pegawai, tapi apakah pemanfaat yang digunakan untuk betul-betul pegawai atau tidak,
05:03nanti akan kita dalami.
05:08Yang katanya ada simulator golf, kemarinnya ada hasil konferensi.
05:11Simulator golf.
05:12Ini, ini, Pak Kalapas, Pak Kalapas.
05:14Tanya tempat fasilitas olahraga saja.
05:16Di mana?
05:17Di samping gym.
05:20Kalau seolah-olah pungli yang 150 ribu per bekan, itu gimana, Pak?
05:23Alhamdulillah tidak ada di sini.
05:25Tidak ada ya, Pak?
05:25Tidak ada.
05:26Soalnya beredar kabar dari pengunjung katanya ada.
05:28Kalau ada pungli bisa disampaikan langsung dan bisa dibuktikan, insya Allah tidak ada.
05:32Kalau standar keamanan yang ada di sini gimana, Pak?
05:34Temuan orang-orang musliman, soalnya kemarin bilang ini agar rentang,
05:37yang terbisa keluar masuk dan lain sebagainya, itu gimana, Pak?
05:39Sejauh ini kita sesuai SOP semua.
05:42Siap.
05:42Oke.
05:43Pak, Pak, kita jawab.
05:45Ini kan kejalanan Bapak terlihat sangat gugup gitu, Pak.
05:47Bahkan mengarahkan, ayo kita lihat ketahanan pangan saja.
05:50Dan sebagainya mungkin, Bapak, sebagai kalapas ada pertanyaan kejajaran, kenapa?
05:53Siap, baik.
05:53Seperti itu.
05:54Bukan di tengah, Pak.
05:54Buka saja begitu.
05:55Iya, di tengah, Pak.
05:56Terima kasih, Pak.
05:57Karena kemarin masih jam bekerjanya petugas dan juga kurangnya pengawasan
06:03pada saat warga binan sedang bekerja di area ketahanan pangan kita.
06:08Karena tiba-tiba masuk, sehingga kita ada petugas yang jumlahnya sangat minim.
06:13Begitu.
06:14Informasinya di Ombudsman mencoba dua kali untuk berinteraksi dengan Bapak,
06:19kamu tidak ada tangan.
06:20Iya, Pak.
06:21Sejauh ini kami sangat kooperatif dengan Ombudsman.
06:24Oke ya.
06:24Tapi.
06:25Pada prinsipnya begini.
06:26Kita jangan terlalu banyak negatif thinking.
06:29Kita akan bersihkan apa-apa yang tidak mengikuti aturan dan tidak tertip.
06:34Itu yang paling penting dulu.
06:36Makanya seluruh para wartawan, kita ajak secara terbuka.
06:40Anda saya ajak kemana untuk melihat yang menjadi topik itu.
06:45Supaya tidak ada praduga di antara kita.
06:49Namun, kalau kami ketemu dalam investigasi hal-hal yang menyimpang dari aturan,
06:55kami akan tindak tegas.
06:56Percaya dengan kami.
06:57Tidak akan kita pandang bulu siapapun.
07:00Tidak masuk tadi ke Pak Kalapas.
07:01Saya sudah warning juga.
07:02Kalau ini nanti ada sesuatu yang tersistem,
07:06sampai menyangkut Kalapas,
07:07ya Anda bertanggung jawab.
07:08Termasuk saya.
07:09Seluruh pejabat ini harus bertanggung jawab
07:11terhadap apa yang terjadi pada tanggung jawabnya.
07:15Saya rasa mungkin itu ya.
07:16Kepada para wartawan ya.
07:18Nanti kita ke depan akan kita lihat
07:20bagaimana hasil investigasi,
07:22sampai di mana,
07:22dan apa yang terjadi sebenarnya.
07:25Mungkin beliau tidak tahu ya.
07:27Inilah kita investigasi gunanya.
07:28Supaya tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ada di bawah.
07:33Karena seperti itu.
07:34Namun bagaimanapun tanggung jawab,
07:35tetap juga ada di kepala lapas.
07:39Saya rasa mungkin demikian ya.
07:40Ini dari rumah.
07:40Proses sidak hari ini,
07:42ini menyesuaikan juga dengan temuan ombudsman
07:43yang hari Rabu kemarin itu juga Pak.
07:45Gimana?
07:45Atau pertemuan baru juga.
07:46Dari sidak hari ini,
07:47ini menyesuaikan dengan temuan ombudsman.
07:49Oh ya,
07:49kita kan selalu responsif.
07:52Menerima dari mana aja.
07:54Tidak hanya dari pertemuan ombudsman.
07:56Dan kita juga berterima kasih.
07:57Dari masyarakat pun kita mendebatkan informasi.
08:00Begitu kita cek,
08:01oh ini kira-kira ada indikasi benar,
08:03kita akan tindak lanjuti.
08:04Berarti laporan ombudsman sudah sampai ke Bapisus dan kementerian ini Pak?
08:06Ya, kan sudah viral di mana-mana.
08:09Ya kan?
08:11Kan Bapak tidak pernah melihat saya mengajak kepala Bapisus kan?
08:15Kalau sekarang saya ajak,
08:16berarti kan ada hal yang harus saya keren.
08:19Kalau salah satu narapidanya,
08:21Sambonnya berada di SAE dan juga gereja.
08:23Nah ini sudah kesana Pak tadi?
08:24Sudah melihat bagaimana bentuknya itu rumah yang di dekat SAE?
08:27Ayo kita lihat aja kalau.
08:28Kita lihat aja sama.
08:29Ya, kita lihat aja.
08:30Mana yang kira-kira Anda curiga tempatnya?
08:33Lihat.
08:33Ada kamera.
08:35Kita open.
08:36Transparan.
08:36Tidak ada yang disembunyikan.
08:39Yang salah ya salah.
08:40Yang benar-benar kita tegakkan keadilan.
08:42Okei.
08:44Terima kasih.

Dianjurkan