00:00Teman-teman sekalian, apa ini?
00:02Memang kalau Bank Indonesia itu memiliki surplus, dia akan memberikan kepada kas negara.
00:09Namun, undang-undang juga mengatakan bahwa kalau ada surplus dari Bank Indonesia itu,
00:15maka penggunaannya diatur.
00:19Apa penggunaan yang diatur?
00:20Penggunaannya diatur untuk membayar kewajiban atau membayar penyelesaian kewajiban surat utang,
00:31surat utang Republik Indonesia, surat utang negara,
00:34yang ketika itu dikeluarkan dalam rangka penanganan krisis 97-98.
00:39Nah, di dalam bukunya Bank Indonesia itu ada terus.
00:43Setiap kali ada surplus kita bayar, ada surplus kita bayar, ada surplus dibayar oleh pemerintah.
00:48Maka, saat ini saya bisa menyampaikan bahwa koordinasi yang erat antara pemerintah dengan Bank Indonesia
00:56mengatakan bahwa saat ini dengan adanya surplus BI,
01:0055 triliun yang telah digunakan untuk membayar kembali kewajiban surat utang dalam rangka BLBI zaman dahulu,
01:08itu sekarang surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97-98 kemarin tuntas kita selesaikan di bulan Agustus.
01:16Ini juga adalah suatu prestasi kita, akhirnya kita terhadap kewajiban surat utang pemerintah obligasi rekap.
01:27Kalau obligasi rekap itu sudah lunas di tahun 2020.
01:31Kalau obligasi dalam rangka BLBI, itu baru kita selesaikan kemarin.
01:37Supaya teman-teman ada perspektifnya, kalau kita lihat lagi sejarah 30 tahun yang lalu itu,
01:44ketika menangani krisis 97-98, pemerintah itu mengeluarkan total obligasi mencapai Rp640 triliun saat itu.
01:56Dan kita membayar kembali itu.
02:00Dan kalau untuk beberapa jenis obligasi kita keluarkan ketika itu.
02:05Nah, ada yang sudah lunas di Juli 2020, ada yang lunas di kemarin.
02:11Nah, ini adalah suatu sejarah perjalanan sektor keuangan Indonesia,
02:17tapi dengan adanya penanganan krisis tahun 97-98 ketika itu,
02:22maka negara kita bisa terus melakukan reformasi dan bisa terus melakukan pembangunan sampai dengan saat ini.
02:30Teman-teman media, belanja negara.
02:32Belanja negara sampai dengan 31 Agustus Rp1.791 triliun,
02:40yang terdiri atas Rp912 triliun dari belanja KL dan Rp879,1 triliun belanja non-KL.
02:50Nah, tentu kita untuk, sekarang ini sudah bulan September,
02:57sebentar lagi kita memasuki bulan Oktober, bulan-bulan akhir tahun,
03:01saya ingin menyampaikan bahwa belanja kementerian lembaga menuju akhir tahun harus tetap efisien,
03:07namun harus tetap dipilih yang memberikan dampak maksimal kepada masyarakat.
03:14Sehingga kita akan menyelesaikan APBN kita.
03:17Pak, masih 3 bulan?
03:18Iya, kita sangat-sangat mengantisipasi pelaksanaan APBN 2026 berdampak maksimal kepada masyarakat.
03:27Kalau kita lihat, belanja KL itu, dia tumbuhnya 33%.
03:31Kalau belanja pemerintah pusat secara keseluruhan tumbuhnya 29%, yang angka dot yang di atas itu 29%.
03:39Kalau belanja KLnya 33%.
03:42Detil dari belanja KL ada di slide yang berikut, Rp912,4 triliun,
03:47belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, maupun belanja bansos.
03:51Isinya ini sudah sering kita uraikan, nanti kalau ada pertanyaan spesifik bisa disampaikan.
03:58Biasanya nanyanya adalah BGN atau MBG.
04:02Oh, itu nanti ada slide-nya khusus.
04:04Belanja pegawai tumbuh sehat 21,7%, belanja barang 67,5%, belanja modal 56,3%, belanja bansos tumbuh 3,4%,
04:16karena tahun lalu memang cukup tinggi juga belanja bansos kita.
04:19Nah, realisasi subsidi dan kompensasi sudah kita bayarkan Rp331,4 triliun,
04:28dan pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan,
04:32dan pembayaran subsidi juga dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina.
04:37Karena itu teman-teman media bisa melihat bahwa tahun ini APBN telah membayarkan Rp331 triliun kepada PLN dan Pertamina.
04:47Yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, tahun lalu sampai dengan akhir Agustus yang sudah dibayarkan ke PLN Pertamina itu Rp218
04:55triliun.
04:56Tahun ini sampai dengan Agustus yang sudah dibayarkan itu Rp331 triliun, Rp100 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
05:05Ini tentu kita maksudkan supaya PLN dan Pertamina memiliki keleluasaan cash supaya bisa terus menyediakan barang-barang yang memang harganya
05:17diatur oleh pemerintah,
05:18barang-barang yang harga bersubsidi.
05:20Jadi bagaimana konsumsinya, ini yang di sebelah kanan bawah,
05:25barang-barang yang mendapatkan subsidi harga itu terjadi peningkatan penggunaan oleh masyarakat.
05:32Jadi masyarakat, karena itulah ekonomi masyarakat kita itu terus bergerak.
05:36Volume BBM naik 8,8 persen, volume LPG naik 2,6 persen,
05:42pelanggan listrik bersubsidi untuk tarif bersubsidi 2,1 persen,
05:48volume pupuk naik 23 persen,
05:51debitur kur, jumlah juta debiturnya naik 5,9 persen.
05:55Ini yang saya maksud tadi, ekonominya berjalan terus,
05:58salah satunya didukung oleh barang-barang yang harganya diatur oleh pemerintah,
06:03memang ada subsidi, kompensasi yang kita bayarkan,
06:07dan tahun ini pun kita bayarkan lebih tinggi dibandingkan pembayaran subsidi dan kompensasi,
06:12tahun 2025.
06:15Yang suka jadi pertanyaan berikutnya adalah makan bergizi gratis.
06:20Rp134,2 triliun selama 8 bulan pelaksanaan APBN 2026.
06:28Track record pelaksanaannya bisa dilihat dari bulan Januari sampai dengan track record realisasi anggaran.
06:34Bisa dilihat dari Januari sampai dengan Agustus.
06:37Dan kita melihat bahwa program MBG ini saat ini semakin tepat sasaran,
06:44didukung oleh reformasi badan gizi nasional yang secara gencar diumumkan dalam beberapa waktu terakhir.
06:51Karena itu Kementerian Keuangan itu mendukung sekali reformasi BGN,
06:55Pak Kepala BGN koordinasi sangat erat dengan kami,
06:59karena BGN ketika melakukan reform itu ada hal-hal yang perlu kita setel.
07:06Tapi teman-teman saya rasa sudah meng-cover juga bahwa reformasi BGN yang terbaru itu termasuk
07:12adanya kewajiban sertifikat laik hijen sanitasi.
07:18Ada penutupan SPPG telah dilakukan.
07:22Ada penataan wilayah 3T.
07:25SPPG di daerah 3T dengan stunting tinggi dan diprioritaskan untuk kelompok 3B,
07:31balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dan santri.
07:36Jadi penataan-penataan ini semua adalah reform yang sangat baik membuat menjadi lebih tepat sasaran,
07:43termasuk yang terakhir target oleh BGN itu juga ada reformnya.
07:47Penentuan penerima manfaat ini sekarang dilakukan oleh BGN supaya lebih optimal.
07:54Jadi kita menyambut baik reform di BGN ini,
07:57sehingga kita bisa melakukan lebih tepat sasaran uang rakyat yang dipakai untuk
08:03makan bergizi gratis menjadi betul-betul kena kepada yang membutuhkan.
Komentar