00:02Ternyata ada loh cairan khususnya yang digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau kargota.
00:09Apa sih itu? Yuk kita bahas!
00:11Halo, kembali lagi bersama aku Michelle di MTV & Lens.
00:15Cairan ini berbasis surfaktan dan dikembangkan oleh bidang laboratorium forensik Polda Kalimantan Selatan.
00:22Awalnya, Polda Kalsel mendapatkan cairan ini melalui bantuan dari GAPKI Jepang.
00:27Kemudian, kandungan cairan tersebut diteliti untuk mengetahui bahan utamanya dan dikembangkan lebih lanjut agar sesuai dengan kondisi lahan gambut di
00:35Kalimantan Selatan.
00:37Cara penggunanya itu dengan 1 liter konsentrat dicampurkan dengan 100 liter air.
00:42Cairan ini juga dapat digunakan bersama sistem pipa bernama other cooling untuk menjangkau bara api yang masih berada di bawah
00:48permukaan tanah.
00:49Saat disemprotkan, kandungan surfaktan ini menghasilkan busa yang berguna untuk membantu mengurangi suplai oksigen dan menurunkan panas pada bara api.
00:59Teknologi ini pun kemudian diuji untuk menangani karutlah di Jalan Potokat Timpun, Palengkaraya, Kalimantan Tengah.
01:06Sekitar 1.200 liter air yang dicampur cairan surfaktan digunakan untuk memadamkan lahan gambut yang terbakar.
01:12Nah, hasilnya dipantau menggunakan drone thermal menunjukkan suhu lahan yang sebelumnya lebih dari 100 derajat Celcius turun menjadi sekitar 10
01:23hingga 20 derajat Celcius.
01:25Polda Castle juga menyebut cara berbasis nabati ini diharapkan lebih ramah lingkungan dan tidak merusak mikroorganisme maupun vegetasi di area
01:34yang ditangani.
01:35Inovasi ini pun menjadi salah satu upaya untuk membuat pemadaman karutlah di lahan gambut lebih efektif sekaligus menghemat penggunaan air.
01:44Nah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah juga berkoordinasi untuk membantu menangani karutlah di daerah tersebut.
01:51Menurut kamu, cara ini gimana nih?
01:54Terima kasih telah menonton!
Komentar