Erupsi susulan kembali memuntahkan material vulkanik dari perut Gunung Api Ili Lewotolok di kawasan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Minggu pagi (6/9/2026)!
Dentuman dan lontaran abu tebal melambung tinggi ke udara, membendung ruang udara Lembata dan sekitarnya. Status gunung yang berada di Level III (Siaga) ini kembali menunjukkan eskalasi aktivitas magmatis yang sangat mengkhawatirkan warga di lereng gunung!
COLOM ABU & HUJAN MATERIAL PIJAR Warga di sekitar lereng Ile Ape dan wilayah terdampak sebaran abu diimbau untuk segera mengamankan diri, mengenakan masker/penutup hidung dan mulut, serta pelindung mata untuk menghindari ISPA dan iritasi.
STRUKTUR ZONA MERAH (RADIUS BAHAYA) PVMBG melarang keras masyarakat, wisatawan, maupun pendaki melakukan aktivitas apa pun di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan (3 km - 4 km dari pusat erupsi)!
ANCAMAN LAHAR HUJAN Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Ili Lewotolok wajib mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin, terutama jika terjadi curah hujan tinggi di area puncak!
Aktivitas geologi di kawasan Nusa Tenggara Timur hingga pertengahan September 2026 ini benar-benar sedang membara! Penanganan darurat, kesiapan logistik pengungsian, dan fasilitas kesehatan dari Pemkab Lembata & BPBD HARUS bergerak cepat tanpa penundaan!
STAY SAFE FOR ALL OUR BROTHERS & SISTERS IN LEMBATA, NTT! 🤝❤️
Warga Lembata, Flores Timur, atau NTT sekitar: Bagaimana situasi dan kerapatan paparan abu vulkanik di area tempat tinggal kalian saat ini?!
Komentar