- 2 hari yang lalu
- #karhutla
- #kalimantan
- #kebakaran
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah wilayah Indonesia dan mulai mengancam kesehatan warga.
Data terbaru pemerintah menunjukkan ancaman karhutla masih tinggi di Kalimantan.
Kabut asap bahkan melintasi batas negara mengganggu aktivitas sekolah di Malaysia, sementara jutaan warga di wilayah terdampak harus menghirup udara tercemar tanpa perlindungan yang memadai.
Baca Juga [FULL] Karhutla, Kepala BPBD Jambi Ungkap Ada 432 Titik Panas Terbanyak Selama 2026 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687232/full-karhutla-kepala-bpbd-jambi-ungkap-ada-432-titik-panas-terbanyak-selama-2026-kompas-malam
#karhutla #kalimantan #kebakaran
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687237/full-kebakaran-hutan-dan-lahan-meluas-ancaman-kesehatan-bayangi-masyarakat-ini-kata-pengamat
Data terbaru pemerintah menunjukkan ancaman karhutla masih tinggi di Kalimantan.
Kabut asap bahkan melintasi batas negara mengganggu aktivitas sekolah di Malaysia, sementara jutaan warga di wilayah terdampak harus menghirup udara tercemar tanpa perlindungan yang memadai.
Baca Juga [FULL] Karhutla, Kepala BPBD Jambi Ungkap Ada 432 Titik Panas Terbanyak Selama 2026 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/687232/full-karhutla-kepala-bpbd-jambi-ungkap-ada-432-titik-panas-terbanyak-selama-2026-kompas-malam
#karhutla #kalimantan #kebakaran
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687237/full-kebakaran-hutan-dan-lahan-meluas-ancaman-kesehatan-bayangi-masyarakat-ini-kata-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Kebakaran hutan dan lahan meluas di sejumlah wilayah Indonesia
00:06dan mulai mengancam kesehatan warga.
00:09Data terbaru pemerintah menunjukkan
00:11ancaman karhutlah masih tinggi di Kalimantan.
00:15Kabut asap bahkan melintasi batas negara
00:18hingga mengganggu aktivitas.
00:19Sementara, warga di wilayah terdampak
00:22harus menghirup udara tercemar tanpa perlindungan yang memadai.
00:27Di Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan,
00:31petugas mempercepat pemadaman api yang mendekati tepi jalan
00:34agar tidak merembet hingga mengganggu akses jalur utama.
00:38Tak berselang lama, titik api muncul di sekitar kawasan pergudangan kota Banjarbaru.
00:44Api hampir mengenai gudang penyimpanan es krim,
00:47namun petugas secara cepat berhasil memadamkan api
00:50meski sempat kesulitan mendapatkan pasokan air.
00:53Hari ini, baru saja kami selesai pemadaman
00:56di bahu jalan berjara kurang lebih sekitar 50 meter dari jalan utama.
01:01Kenapa kami main gerak cepat?
01:03Karena angin cukup intensif mengarah ke jalan raya
01:07mengakibatkan nanti membahayakan untuk pengguna jalan
01:10dan bisa menjadikan kemacetan pada jalan.
01:14Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,
01:17ada 12 kecamatan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
01:20Yang paling banyak terjadi di wilayah Teluk Bayur
01:23dengan 26 kasus menyebabkan api
01:25semakin mendekat ke permukiman warga.
01:28Pemadaman semakin sulit dilakukan
01:30karena titik karhutlah sulit dijangkau
01:33dan cuaca terik serta angin kencang
01:35mempercepat penyebaran kebakaran.
01:38Mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan
01:41di Kalimantan dan Sumatera,
01:43Satgas Udara melakukan pemadaman dari udara
01:45menggunakan waterbombing.
01:47BNPB memetakkan 6 prioritas provinsi penanganan
01:51kebakaran hutan dan lahan,
01:52diantaranya di Kalimantan Barat,
01:54Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan,
01:57dan Riau.
01:58Akibat kebakaran hutan dan lahan,
02:00kasus ispa di sejumlah puskesmas Banjarmasin
02:03meningkat dalam beberapa hari terakhir.
02:05Peningkatan diduga di picu kabut asap
02:08akibat karhutlah yang masuk ke wilayah Banjarmasin.
02:10Di puskesmas Cempaka,
02:13kasus ispa meningkat hampir 2 kali lipat,
02:15dari 266 kasus pada Juni
02:18menjadi 426 kasus pada Juli.
02:21Peningkatan kasus juga terjadi
02:23di puskesmas Karangmekar, Banjarmasin Timur
02:26yang turut terdampak kabut asap
02:28yang terbawa angin dari wilayah sekitar.
02:30Sementara, kasus pneumonia
02:32di sejumlah puskesmas Banjarmasin
02:35juga meningkat.
02:36Tercatat, 26 kasus pada 20 hingga 21 Agustus
02:402026.
02:43Warga diimbau menggunakan masker
02:44dan mengurangi aktivitas di luar ruangan
02:46saat kondisi kabut asap pekar.
02:49Ispa di puskesmas Karangmekar
02:51berbagai macam terakhir
02:52dilakukan berupa penyeluhan
02:54yaitu kepada masyarakat
02:56agar menggunakan masker.
02:58Untuk kasus di puskesmas Karang
03:01bilayah Karangmekar
03:03dalam kabut ini ya lumayan ada.
03:07Mensesnek Prasetyohadi bilang
03:09penyelidikan tengah dilakukan
03:10terhadap empat korporasi di Kalimantan Barat
03:13yang diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan.
03:16Penegakan hukum menjadi salah satu catatan presiden
03:19dalam rapat koordinasi karhutlah di Kalimantan.
03:22Pelaku pembakaran lahan
03:23baik individu maupun korporasi
03:25mesti ditindak.
03:27Istana pastikan pemerintah tasgan
03:29mencabut izin usaha korporasi
03:31yang terbukti menjadi pelaku pembakaran.
03:34Bila mana ditemukan ada tindak-tindak
03:36pidana yang memang itu melanggar
03:38dan menyebabkan terjadinya kebakaran
03:40itu harus ditindak.
03:41Baik perorangan maupun korporasi-korporasi
03:44maupun individu-individu
03:46atau siapapun yang memberikan
03:48arahan atau perintah
03:51untuk melakukan pembakaran
03:54atau melakukan pembukaan lahan
03:56dengan cara membakar.
03:58Itu menjadi...
03:58Sementer ini ada apa Pak?
03:59Dari korporasi di dalam?
04:01Ya.
04:01Dari korporasi?
04:03Yang tadi dilaporkan ada 4 korporasi
04:05yang sedang dalam proses penyelidikan ya.
04:10Hingga kini,
04:12upaya pemadaman dan penanganan
04:13kebakaran hutan dan lahan
04:15di sejumlah wilayah terus dilakukan.
04:17Di antaranya dengan mengerahkan
04:19helikopter waterbombing
04:20serta penyekatan lahan
04:22agar kebakaran tidak semakin meluas.
04:24Personel gabungan dari Manggala Agni,
04:27BPBD, TNI, Polri,
04:29serta warga
04:30juga bahu-membahu
04:31berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan.
04:35Tim Liputan, Kompas TV
04:45Kebakaran hutan dan lahan
04:47meluas di sejumlah wilayah
04:48akibatnya aktivitas warga terganggu
04:51lalu lintas tergedala abu tasap
04:53dan juga memicu gangguan kesehatan.
04:55Bahkan di beberapa daerah kebakaran lahan
04:57mendekat ke permukiman warga.
04:58Lalu bagaimana penanganan yang tepat dan juga aman
05:01serta bagaimana DPR mendorong pemerintah
05:03untuk memaksimalkan penanganan karhutlah.
05:05Kita akan bahas bersama dengan sejumlah
05:07narasumber yang sudah hadir
05:08melalui sambungan Zoom.
05:10Ada Guru Besar Ilmu Kesehatan Lingkungan
05:12Universitas Indonesia Prof. Budi Haryanto
05:14serta anggota Komisi 4 DPR RI
05:17fraksi PKB Daniel Johan.
05:19Selamat pagi Pak Daniel, Prof. Budi.
05:25Baik, saya ke Pak Daniel terlebih dahulu.
05:29Pak Daniel, Anda sebagai anggota Komisi 4 DPR RI
05:32mitra strategis pemerintah
05:34dalam bidang salah satunya kehutanan dan juga lingkungan hidup.
05:36Bagaimana Anda melihat penanganan kebakaran hutan juga lahan
05:40di Kalimantan oleh pemerintah sejauh ini?
05:43Ya, pertama tentu kita menyambut bahagia ya,
05:47mengapresiasi.
05:48Presiden sudah, kemarin sudah turun langsung
05:52mengambil alih, memimpin penanganan
05:55untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan yang sangat masif tahun ini
06:00ber-300 persen meningkat dibanding tahun lalu.
06:05Dan kita mendorong beberapa hal.
06:09Yang pertama adalah memastikan adanya pencairan anggaran
06:13yang memang kita dorong agar dialokasikan
06:17untuk menempatkan darurat,
06:21posisi darurat kebakaran lahan sebesar 290 miliar
06:25dari Kementerian Keuangan.
06:28Itu menjadi salah satu kesimpulan sekaligus rekomendasi
06:32hasil rapat kerja Komisi 4
06:34dengan Kementerian Kehutanan.
06:35Yang kedua tentu, segera dilakukan tindakan cepat, kilat
06:40yang bersifat darurat.
06:42Baik yang bersifat waterbombing,
06:49melakukan modifikasi cuaca ya, sebisa mungkin.
06:53Sekaligus menambah armada pesawat,
06:58armada yang bisa secara efektif
07:04menurunkan tingkat api,
07:06begitu banyak titik api di hutan di Kalimantan,
07:10bahkan sekarang di Papua sudah sangat kita khawatirkan.
07:14Yang ketiga adalah memastikan adanya protokol kesehatan
07:19di seluruh tempat yang memang tingkat pencemaran udaranya sangat tinggi.
07:24Bahwa asap-asap itu sudah meningkatkan hampir 100 ribuan korban ispa,
07:30terutama bagi anak-anak, bagi orang tua,
07:34termasuk membentuk posko-posko kesehatan,
07:38pembagian masker-masker yang sangat penting.
07:41Dan terakhir adalah penindakan secara tegas ya,
07:44bagi para pelaku pembakar lahan ya,
07:48terutama korporasi-korporasi yang sudah diindikasi kuat,
07:53sehingga ada efek tirah.
07:56Jadi hal-hal ini yang harus segera dilakukan.
07:58Sekarang ini bukan lagi posisi mitigasi,
08:00tetapi adalah penindakan secara darurat.
08:03Apalagi kita mengingat ini belum puncaknya musim panas.
08:06Puncaknya musim panas itu di akhir September sampai awal Oktober.
08:11Jadi kita benar-benar harus mengantisipasi,
08:13jangan sampai kebakarannya semakin luas,
08:15titik semakin banyak,
08:16korban-korban masyarakat kesehatan,
08:19sekolah, penerbangan, ekonomi, lingkungan, ekosistem,
08:22pertanian, perkebunan,
08:23yang tahun 2015 itu bahkan lebih dari 220 triliun
08:28yang merugikan masyarakat.
08:30Nah kita harap ini segera diantisipasi dengan baik.
08:33Oke.
08:33Penanganan kebakarannya,
08:34kemudian juga kesehatan masyarakat,
08:36serta penindakan bagi pelaku pembakaran hutan
08:38yang menjadi harusnya fokus pemerintah saat ini.
08:42Saya ke Prof. Budi.
08:43Prof. Budi, jika Anda melihat kabut asap yang terjadi di Kalimantan
08:46tidak hanya sekali ini saja,
08:48bahkan seperti berulang dari tahun ke tahun.
08:50Bagaimana kemudian yang bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat,
08:53terutama jangka pendek maupun jangka panjangnya?
08:57Ya, ini prihatin ya,
09:00kenapa kok terjadi setiap tahun.
09:02Sebenarnya ini kan pengalaman yang berharga,
09:05dari tahun-tahun sebelumnya juga terjadi hal yang sama.
09:08Mereka-mereka yang kita
09:12jangan hanya melihat angka penyakit ispa bertambah,
09:16angka penyakit, pneumonia bertambah,
09:19asma dan sebagainya bertambah ya.
09:22Namun yang kita harus membacanya bahwa itu penderitaan.
09:25Penderitaan bagi masyarakat semua.
09:28Jadi kalau ini tidak ditangani atau dikelola,
09:31atau dilakukan pencegahan-pencegahan
09:34sebelum terjadinya
09:36masyarakat itu menghirup asap kebakaran hutan,
09:41maka sudah tentu ini akan bertambah terus.
09:43Kita sudah menderita sejak lama,
09:46sekarang menderita lagi,
09:49dan kalau penangamannya hanya parsial
09:51pada saat kebakaran ditangani,
09:54akan terus berlangsung karena nunggu kebakaran lagi.
09:59Padahal,
10:00kita semua kan bernafas di sana.
10:03Teman-teman di sana, saudara-saudara di sana kan bernafas yang
10:06tanpa bisa memilih.
10:08Mereka dari manapun juga bernafas.
10:10Nah sekarang, upayanya harusnya
10:13manusia ini yang dipentingkan.
10:17Jadi tidak hanya lahannya dan sebagainya yang tadi sudah disampaikan,
10:21ada waterbombing dan sebagainya,
10:22namun manusianya yang harus diprioritaskan.
10:25Jangan menunggu hanya mereka datang ke rumah sakit untuk berobat.
10:30Tapi bagaimana dilindungi,
10:33diperbanyak menggunakan maskernya,
10:35bagaimana menjadikan
10:37ruangan-ruangan di dalam rumah itu
10:39terhindar dari asap,
10:42nah ini adalah upaya-upaya yang
10:44sebenarnya
10:45bisa diperbanyak,
10:48bisa dikatakanlah
10:51sama dengan
10:52maksud saya dikeroyok ya,
10:55sama dengan apinya tadi dikeroyok gitu.
10:57Nah manusianya ini yang harus dilindungi dan dikeroyok
11:00dengan serius.
11:02Oke, penanganan terhadap manusianya juga menjadi penting,
11:05tapi tadi yang di-highlight adalah
11:07bagaimana ini kemudian bisa terjadi
11:08dari tahun ke tahun,
11:09bagaimana pencegahannya.
11:11Dari Pak Dario sendiri,
11:12memantau
11:13mungkin kinerja pemerintah,
11:16terutama pemerintah daerah juga di sana,
11:18yang tentunya ini tidak hanya sekali dua kali,
11:20hampir setiap tahun terjadi.
11:21Ini bagaimana soal pencegahan dan juga mitigasinya?
11:25Ya, karena tata kelola kehutanan,
11:27tata kelola ekosistem,
11:29khususnya tata kelola lahan gambut itu
11:31yang tidak dilakukan dengan baik oleh pemerintah.
11:36Sehingga
11:37begitu banyaknya izin-izin perkebunan di lahan gambut,
11:41sehingga terjadi pengeringan yang masif
11:45yang seharusnya lahan gambut itu
11:47diairi dengan air yang cukup.
11:49Sehingga
11:51izin-izin yang meluas di lahan gambut itu
11:53membuat efektivitas
11:56restorasi gambut yang sudah dilakukan pemerintah itu
11:59semakin berkurang.
12:00Apalagi sekarang badan restorasi gambut
12:02sudah dihapus,
12:04sudah didadakan.
12:05Jadi kita juga mendorong,
12:06memastikan
12:08fungsi-fungsi badan restorasi gambut
12:10yang sebelumnya,
12:11mungkin 10 tahun, 15 tahun terakhir,
12:13itu sangat efektif
12:14mengatasi kebakaran lahan.
12:18sejak peristiwa 2015
12:20itu kembali difungsikan.
12:22Baik
12:23entah dihidupkan kembali BRG
12:26maupun
12:26fungsi-fungsi tersebut
12:28diambil oleh Kementerian Kehutanan.
12:30Karena selama ini
12:31fungsi-fungsi
12:33melibatkan masyarakat
12:35bagaimana menjaga lahan gambut,
12:37memastikan kanal-kanal itu berjalan dengan baik,
12:41mendirikan embung-embung,
12:42sehingga pada saat
12:43terjadi musim kemarau
12:45yang dahsyat itu
12:47tidak membuat
12:49lahan gambut mudah terbakar.
12:50Jadi hal-hal seperti ini
12:52yang harus diperhatikan.
12:53Belum lagi,
12:55dampak terhadap
12:56ekosistem itu,
12:58kalau manusia masih bisa berteriak.
13:02Binatang-binatang endemik,
13:04langkah yang terjadi saat ini,
13:06orang utan,
13:07semuanya itu sekarang,
13:09mereka tidak punya pilihan,
13:11dan akan kita khawatir
13:14satu saat akan musnah
13:15dari bumi
13:16yang menjadi warisan penting
13:20dari Indonesia.
13:21Jadi,
13:22tata kelola ekosistem,
13:24tata kelola gambut,
13:25utamanya,
13:26itu benar-benar harus
13:27menjadi prioritas ke depan.
13:29Karena kalau enggak,
13:30kebakaran hutan akan terus berlanjut.
13:32Sebelumnya,
13:336 bulan yang lalu,
13:34bahkan 1 tahun yang lalu,
13:35kita tahu bahwa
13:37Elmino Godzilla itu akan hadir,
13:39bukan hanya
13:40keringnya kuat,
13:42tetapi juga keringnya panjang.
13:44Kita minta pemerintah
13:45melakukan mitigasi
13:46secara detail,
13:47secara antisipasi yang kuat.
13:50Ada istilah saya,
13:51jangan sampai langit menghitam.
13:53Kita baru mengambil tindakan.
13:55Sekarang bukan hanya langit menghitam,
13:57bahkan
13:59masyarakat di basis saya
14:00di Kalimantan Barat
14:01sudah menyampaikan ini
14:02seperti setengah neraka.
14:04Karena
14:05asapnya sangat kebal,
14:07bahkan
14:08di
14:10pandangan ke depan
14:11itu sangat memerah,
14:12dan itu sangat
14:13mengkhawatirkan.
14:15Jadi,
14:16benar-benar
14:16ini harus diantisipasi
14:18dengan cepat.
14:19Ini belum musim kering
14:20yang
14:21puncak.
14:22Kalau belum musim kering
14:24yang puncak,
14:25sudah
14:25parah seperti ini,
14:28sudah kewalahan
14:28seperti ini,
14:29apalagi
14:30pemerintahan daerah
14:31pasti sangat terbatas.
14:32Apalagi
14:33anggarannya saat ini
14:34sudah kembang-kembis,
14:36termasuk sumber daya manusia,
14:37sehingga
14:38agar korban,
14:40agar dampak
14:40tidak semakin luas,
14:42makanya kita dorong
14:44pemerintah
14:45mempertimbangkan
14:45untuk menetapkan
14:46sebagai bencana nasional.
14:48Karena dengan
14:48ada bencana nasional,
14:50ada afirmasi
14:51anggaran,
14:52ada afirmasi
14:53tindakan,
14:53ada afirmasi
14:54koordinasi,
14:55ada afirmasi
14:56penindakan yang tegas,
14:58ada afirmasi
14:58penelusuran
14:59yang
15:00penyebab utama,
15:02sehingga
15:02kejadian yang sama
15:04tidak berulang
15:05di tahun-tahun berikut.
15:06Oke, baiknya
15:07yang tadi kita sorotin,
15:08selain manusia
15:09juga ada
15:10satwa,
15:10kemudian juga
15:11makhluk hidup
15:11yang ada di hutan,
15:12ini juga harus
15:13diperhatikan
15:14tapi,
15:15Prof Budi,
15:15jika kita bicara
15:16soal dampak kemanusia,
15:18bagaimana kemudian
15:18jika setiap hari
15:19warga harus menghirup
15:20udara yang tidak bersih,
15:22apalagi
15:22mungkin tidak terlihat
15:23masih ada
15:24racun-racun
15:25dan juga mungkin
15:27zat-zat yang di udara,
15:29ini masih mereka
15:30hirup setiap hari,
15:31ini bagaimana dampaknya
15:32terhadap kesehatan mereka,
15:33Prof, sebenarnya?
15:35Ya,
15:35kita bisa
15:36membaginya menjadi
15:37dua
15:39waktu ya,
15:40kalau pada saat
15:41kejadian ini
15:42maka dapat-dapat
15:43jangka pendek
15:44itu terjadi ya,
15:45jadi seperti
15:46kalau asap
15:48seperti ini ya,
15:49yang sedemikian tebalnya,
15:51itu
15:53ukuran
15:53daripada
15:54asap itu
15:55berbeda-beda
15:56dari yang besar
15:56sampai yang kecil,
15:57kalau yang besar-besar
15:58yang tidak
15:58masuk ke
15:59seluruh nafas,
16:00maka dia akan
16:02kontak dengan
16:03mata ya,
16:04iritasi mata,
16:05terhukum dengan kulit,
16:06kulit bisa gater,
16:07bahkan bisa terbakar,
16:08gitu.
16:09Nah,
16:09sementara yang bisa
16:10masuk ke hidung
16:11yang ukurannya
16:11lebih kecil,
16:12maka dia akan
16:13dengan mudah
16:14menyebabkan
16:15gangguan-gangguan
16:16penyakit
16:17seluruh nafas
16:18bagian atas ya,
16:19nah itu
16:21bisa batu,
16:22pilek,
16:22bahkan kemudian
16:23pneumonia ya,
16:24kalau terjadi
16:25infeksi,
16:26nah yang lebih kecil lagi
16:28itu bisa masuk
16:29ke dalam jantung,
16:32lewat paru-paru,
16:33bisa masuk ke
16:34jalan jantung
16:34dan kemudian
16:35bisa ke
16:36otak ya,
16:37ke organ-organ
16:39penting lain,
16:40bahkan ke sistem
16:41reproduksi ya,
16:42nah jadi
16:43itu adalah
16:44efek jangka panjang,
16:45jadi jangka pendek
16:46adalah di
16:47saluran nafas
16:47bagian atas
16:48penyakit-penyakitnya
16:49yang langsung terlihat,
16:51batu, pilek,
16:51dan sebagainya,
16:52tapi jangan lupa
16:53bahwa
16:54yang
16:55partikel-partikel
16:56yang kecil itu
16:57juga masuk
16:57ke dalam tubuh
16:58dan ini
16:59efeknya jangka panjang
17:00nanti,
17:01nah menggarisbawahi
17:02artinya penyakit-nyakit
17:03kolonis dan sebagainya,
17:05nah kita tahu
17:06bahwa
17:07berbagai
17:09riset-riset
17:10di internasional
17:11dan kami juga
17:12mencoba di
17:13Indonesia juga,
17:15itu menemukan
17:16bahwa
17:1660%
17:17dari seluruh
17:18penyakit
17:19itu terkait
17:20dengan polusi udara,
17:2160%
17:23ya,
17:24karena apa
17:25lewat
17:25saluran nafas
17:27dan kemudian lewat
17:27paru-paru
17:29semuanya tidak terlihat
17:30yang jangka panjang
17:30tidak terlihat
17:31dan ini juga
17:32menyebabkan kematian
17:34menggarisbawahi
17:35tadi
17:35dari apa yang disampaikan
17:37Pak Daniel
17:37bahwa
17:39orang hutan ini
17:42dikhawatirkan
17:43akan musnah
17:43ya,
17:45nah
17:45orang hutan ada di sana
17:46manusia kan juga
17:47ada di sana
17:48nah manusianya
17:49kan juga akan
17:50punah
17:50nah
17:52jadi
17:53apalagi
17:54riset yang tahun
17:562019
17:56ya kebakaran
17:57tahun 2019
17:58itu
17:59Harvard University
18:01Amerika itu
18:02menemukan
18:02sekitar 100 ribu
18:04orang
18:05itu meninggal
18:07terkait dengan
18:08kebakaran hutan
18:09tahun 2015
18:10nah artinya
18:12beberapa tahun
18:13kemudian
18:13yang meninggal
18:14terkait dengan
18:15kebakaran hutan
18:16terkait dengan
18:17menghir pasap
18:18kebakaran hutan
18:18yang
18:19tidak hanya
18:21debu
18:21tapi juga
18:22berbagai racun
18:24yang menyatu
18:25di udara
18:25dan kemudian
18:26terhirup oleh manusia
18:27itu terjadi
18:29gitu
18:29nah ini
18:31serius
18:31jadi
18:31perlindungan
18:33pada manusianya
18:33pada saat
18:34sekarang ini
18:35perlindungan
18:36pada manusianya
18:37itu harus
18:37diprioritaskan
18:38oke
18:39perlindungan terhadap manusia
18:40diprioritaskan
18:41karena jangka panjangnya
18:42tadi efeknya sangat banyak
18:44tidak hanya jangka pendek saja
18:45saya kembali ke
18:47Pak Daniel
18:47Pak Daniel
18:48tadi Anda mendorong
18:49untuk bisa ditetapkan
18:50sebagai bencana nasional
18:51apakah sudah ada komunikasi
18:52dengan pemerintah
18:52terkait hal ini
18:53dan apakah
18:54kemudian ada
18:55kendala-kendala yang disampaikan
18:56pemerintah
18:56misalnya dalam penanganan
18:58kali ini
18:58apakah memang
18:59salah satunya
19:00karena ada
19:01permainan korporasi besar
19:02dalam
19:03kasus yang terjadi
19:04di tahun ini
19:04ya usulan-usulan
19:07ditetapkan
19:08sebagai bencana nasional
19:09itu muncul ya
19:10dan
19:11kita sampaikan
19:12kepada pemerintah
19:13dari minggu lalu
19:14pada saat Raker
19:15tetapi
19:16pemerintah
19:17masih merasa yakin
19:19belum sampai
19:21level tersebut
19:22dan kendala terbesar
19:25tentu
19:25adalah anggaran
19:26kalau anggarannya
19:28terbatas
19:29dari pemerintah
19:30tentu itu akan
19:31membatasi
19:31seluruh gerak darurat
19:33yang dilakukan
19:34oleh berbagai instansi
19:36sehingga
19:36karena ini
19:37harus kita keroyokan
19:39tadi kata Profesor
19:40bukan hanya oleh
19:41Menteri Kehutanan
19:42sebagai leading sektor
19:43tetapi juga
19:44Menteri Kesehatan
19:45Menteri Perhubungan
19:46BNPB
19:47Pemerintah Daerah
19:48Pemerintah Pusat
19:49itu semua
19:51menggalaakni
19:52termasuk masyarakat
19:54apalagi di Kalimantan Barat
19:55yang kita ketahui
19:57bahwa peran swasta
19:58pemadam swasta
19:59itu sangat penting
20:00yang selama ini
20:02menjadi
20:04kekuatan utama
20:05bahkan kadang-kadang
20:07pemerintah daerah
20:08tidak berdaya
20:09tetapi
20:09dibantu oleh
20:10pemadam swasta
20:11sehingga
20:12memastikan
20:13alat kelengkapan
20:14yang menjamin
20:15keselamatan
20:16masyarakat
20:17alat-alat selang
20:18alat-alat semprot
20:19bahkan termasuk
20:21kemudahan
20:21untuk menjalankan
20:24mobil pemadam
20:26mereka
20:26kadang-kadang
20:27mereka terkendala
20:28harus mengantri
20:29solar
20:29jadi sekarang ini
20:30masyarakat
20:32mengalami
20:32kesubitan
20:33bertubi-tubi
20:34udah ngantri solar
20:36udah napas
20:37susah
20:38kadang-kadang
20:38malam mati lampu
20:40nah itu semua
20:41harus segera diatasi
20:42dan
20:43gak tahu nih
20:45profesor lebih paham
20:46di
20:46dapil saya
20:47di Kalimantan Barat
20:49istilah PM 2,5
20:50itu sudah sangat
20:51mengkhawatirkan
20:52tingkat
20:53tingkat
20:55tingkat
20:56polusi
20:57yang membahayakan
20:59masyarakat
20:59sudah sangat
21:00mengkhawatirkan
21:01pada tingkat
21:01yang sangat
21:02berbahaya
21:03karena
21:03tingkat
21:04aki-aki
21:05satu
21:06istilahnya
21:07di Pontianak
21:08misalkan
21:08sudah mencapai
21:09491
21:10hampir 500
21:11itu sudah
21:12sangat
21:13membahayakan
21:13dan kalau itu
21:15dihirup
21:16begitu banyak
21:17manusia
21:18terutama
21:18anak-anak
21:19dan orang tua
21:20nanti rumah sakit
21:21kewalahan
21:22sehingga
21:22antisipasi
21:23untuk tenda-tenda
21:24darurat pun
21:25itu harus
21:25segera dilakukan
21:27oleh pemerintah
21:27oke baik
21:28kemudian Pak Daniel
21:29tadi yang soal
21:30siapa yang menyebabkan
21:32kebakaran ini
21:32tidak hanya
21:33perorangan
21:34mungkin ada juga
21:34korporasi besar
21:35yang di sana
21:35sudah disebut juga
21:37oleh Mensesnek
21:37tadi bahwa
21:38ada beberapa
21:39korporasi besar
21:40yang terindikasi
21:41menjadi penyebab
21:42dari kebakaran hutan ini
21:43bagaimana
21:43ada mendorong pemerintah
21:44untuk bisa menindak tegas
21:45para pelaku
21:47pembakaran ini
21:47dan juga
21:48sangsi apa
21:48yang seharusnya dikenakan
21:51ya
21:52sangat jelas kok
21:53dari peta
21:54titik-titik
21:55api itu
21:57indikasinya
21:58bahkan
21:5870%
21:59adalah
21:59di daerah
22:00konsesi
22:00dan
22:02sebenarnya
22:03gampang sekali
22:04ditelusuri
22:04bukan hanya
22:06oleh pemerintah
22:07yang memang
22:07mempunyai alat
22:08dan kewenangan
22:10yang cukup
22:10bahkan
22:11masyarakat
22:13umum pun
22:14bisa menelusuri
22:15dari peta
22:16yang ada
22:16sehingga
22:17yang perlu
22:18yang diperlukan
22:19adalah
22:20ketegasan
22:20dari pemerintah
22:21ya sehingga
22:22masyarakat
22:23merasa yakin
22:24merasa terlindungi
22:25merasa ada
22:26keadilan
22:27ya keadilan lingkungan
22:28yang menjadi haknya warga
22:30sehingga seluruh
22:31pelaku
22:32pembakaran yang di daerah
22:33konsesi
22:34itu harus segera
22:35dilakukan
22:36tindakan tegas
22:37itu nomor satu
22:38yang kedua
22:39adalah
22:41jangan sampai
22:42masyarakat
22:43merasakan
22:44ini seperti
22:45negara ada
22:46dan tidak ada
22:46ya
22:47karena
22:48bahkan
22:50yang sudah
22:50inkrah ya
22:51tindakan hukum
22:53yang sudah dilakukan
22:54oleh pemerintah
22:55dan pemerintah menang
22:56ya
22:56sudah inkrah
22:57tetapi
22:58tidak bisa
22:58di eksekusi
22:59ya
23:00hukuman yang
23:01diperlakukan
23:02kepada pelaku
23:03pelanggaran hukum
23:05itu tidak bisa
23:06di eksekusi
23:07dan
23:08sehingga ada dua
23:09tantangan
23:10melakukan tindakan
23:11secara tegas
23:12yang kedua adalah
23:13buktikan di hadapan
23:14masyarakat
23:15bahwa
23:16keputusan pengadilan
23:17yang inkrah
23:18itu bisa segera
23:19di eksekusi
23:19sehingga
23:20hasil eksekusi itu
23:22bisa menjadi kekuatan
23:23untuk
23:24pemulihan kembali
23:25maupun pencegahan
23:26yang paling utama
23:27yang dilakukan saat ini
23:28oke
23:28tidak hanya penindakan
23:29tapi juga tadi
23:30eksekusinya
23:31harus dikawal terus
23:32biar
23:33hukuman
23:34ataupun sanksi
23:35langsung dirasakan
23:36oleh para pelaku
23:37pembakaran hutan ini
23:38saya kembali ke
23:39Prof Budi
23:40Prof Budi
23:41jika saat ini
23:42mungkin masyarakat
23:43mengalami
23:43setiap hari
23:44mereka harus bernapas
23:45dengan udara yang
23:45tidak sehat
23:46apa yang bisa
23:47mereka lakukan
23:48sebenarnya
23:48secara mandiri
23:49di rumah
23:50untuk menjaga
23:51kesehatan
23:51apalagi
23:52misalnya mereka
23:53punya kelompok rentan
23:54di dalam rumah
23:55misalnya balita
23:56atau lansia
23:57atau mereka yang punya
23:57penyakit bawaan
23:58apa yang harus
23:59mereka lakukan
23:59Prof?
24:01ya
24:01yang pertama
24:03sudah
24:05barang tentu
24:05harus menghindar
24:06dari sumber
24:08pencemarnya
24:09sumber yang menyebabkan
24:10udara
24:11buruk
24:12ya
24:12itu
24:13yang pertama
24:14sudah jelas
24:15dan itu dilakukan oleh
24:16dikeroyok ya
24:17untuk menghilangkan
24:18asap-asap itu
24:19yang kedua
24:19bagi masyarakat
24:21sudah barang tentu
24:22tinggal di dalam rumah
24:23yang
24:24relatif
24:25ya
24:25relatif asapnya itu
24:29rendah
24:29nah itu
24:31akan lebih baik
24:32dibandingkan dengan
24:33langsung menghirup udara
24:34di luar
24:35nah sudah barang tentu
24:36supaya asap tadi
24:37tidak masuk ke dalam rumah
24:39maka harus dilakukan
24:41sekat-sekat
24:42antara
24:43katakanlah jendela
24:45harus ditutup
24:45pintu harus ditutup
24:46kemudian
24:47sekat-sekat
24:47di
24:48di
24:51antara pintu
24:52itu
24:52di bawah pintu
24:53itu juga
24:53harus ditutup
24:54dengan handuk
24:55basah
24:55misalnya ya
24:56nah
24:57hal-hal ini
24:58akan mengurangi
24:59maksudnya
24:59asap di dalam rumah
25:01sehingga
25:02relatif
25:02mereka-mereka yang ada
25:04dalam rumah
25:04akan
25:05lebih
25:06atau menghirup udara
25:07yang lebih bersih
25:08dibandingkan dengan
25:08di luar
25:09lalu kemudian
25:10kalau memang harus keluar
25:11menggunakan masker
25:13masker yang proper
25:15masker yang
25:16sesuai
25:17jadi yang
25:17sekarang ini
25:18standarnya
25:19adalah
25:20untuk kesehatan itu
25:21yang
25:22N95
25:24itu ya
25:24itu standar dari
25:25internasional
25:26sehingga
25:28itu melindungi
25:29warga
25:30dari
25:31asap
25:32sampai
25:3295%
25:34tersaring
25:35nah
25:36dari mana
25:36mereka-mereka dapat
25:38sudah barang tentu
25:39dari
25:40pihak kesehatan lah
25:42atau dari
25:42kemudian pemerintah daerah lah
25:44yang harus membantu
25:45masyarakat untuk
25:46mendapatkan
25:47masker-masker
25:47ini gitu
25:48karena ini adalah
25:49perlindungan di depannya
25:50nah
25:51kalaupun kemudian
25:52mereka-mereka
25:54terutama yang
25:56rentan ya
25:58lansia
25:58anak-anak
25:59ibu hamil
26:00yang
26:01metabolisme
26:02dalam tubuhnya itu
26:03lagi berkembang
26:05atau sudah
26:06sudah
26:06melemah
26:07gitu ya
26:08maka ini
26:08yang paling rentan
26:09apalagi
26:11mereka-mereka yang
26:12punya penyakit-penyakit
26:13paru-paru
26:14sebelumnya ya
26:15penyakit-penyakit
26:15kronis ya
26:16makanya
26:17ini akan
26:18menjadi
26:18sangat rentan
26:19dan
26:20akan semakin
26:21parah
26:21penderitaannya
26:23jadi
26:23tidak
26:25hanya
26:26memperkuat
26:27jajaran
26:28puskesmas ya
26:30rumah sakit
26:31yang siap
26:32menerima
26:32mereka-mereka
26:34yang
26:35sakit
26:36tapi harus
26:37maju ke depan
26:38ya
26:39di depan
26:40juga harus digerak
26:41masyarakat itu
26:42adalah kekuatan
26:43yang sangat-sangat
26:44besar
26:44kalau masyarakat
26:45diajari
26:46bagaimana
26:46caranya
26:48mencegah
26:49jangan sampai
26:49menghirup udara
26:51yang buruk
26:52ini
26:53itu akan
26:54sangat-sangat
26:54bagus
26:55siapa yang
26:55mengajari
26:56pemerintah kan
26:57sebagai leading sector
26:58ini
26:59ajarilah sekarang
27:01terus
27:02apaan
27:03disebut
27:04lepaskan
27:04masyarakat itu
27:05dengan
27:06masyarakat sudah
27:07pintar dengan
27:07cepat mereka
27:08akan bisa melakukan
27:09upaya-upaya
27:11untuk melindungi
27:11dirinya sendiri
27:12oke
27:13tidak hanya
27:13mereka menerima
27:15siapa yang sakit
27:16karena asap
27:17tapi juga
27:17pencegahannya
27:18melalui edukasi
27:19yang dilakukan
27:21ke masyarakat
27:21juga
27:21seperti itu
27:22nah
27:22Prof Budi
27:23selain masyarakat
27:24juga
27:25ini kan yang
27:25paling terdampak
27:26juga adalah
27:26mereka yang ada
27:27di garda
27:28depan
27:28pemadaman
27:29petugas yang
27:29setiap hari
27:30harus berjibaku
27:31dengan asap
27:31dan juga api
27:32apa yang bisa Anda
27:33berikan saran
27:34untuk pihak terkait
27:36misalnya
27:36untuk juga
27:37menjaga
27:37kesehatan
27:38para petugas
27:39yang sedang berjuang
27:40memadamkan api
27:42ya kalau
27:43bayangan saya
27:44mereka-mereka ini
27:45kan sudah mengikuti
27:46operating procedure
27:47yang diharuskan
27:49bagi mereka yang dikarya depan
27:51ini misalnya
27:51menggunakan masker
27:52yang sangat-sangat
27:54bisa
27:57menyaring udara
27:58gitu ya
27:59jadi misalnya
27:59seperti pemberan kebakaran
28:01itu kan
28:01menggunakan masker
28:02yang sangat-sangat
28:04baik gitu
28:05nah untuk
28:07bayangan saya
28:08seperti itu
28:09kalau memang belum
28:10seperti itu
28:10ya harus
28:11mereka harus
28:12menggunakan seperti itu
28:13dan itu diwajibkan
28:14kalau tidak
28:14mereka pulang
28:15dari pemandangan
28:16kebakaran
28:17mereka akan sakit
28:18nah
28:18lalu kemudian
28:19banyak juga
28:20partisipasi masyarakat
28:22ya
28:22yang melakukan
28:24pemandaman
28:24mandiri gitu ya
28:26yang terlihat
28:27bahwa mereka-mereka
28:28tidak menggunakan
28:28masker ini
28:29nah jadi mereka-mereka inilah
28:31yang juga jadi sasaran
28:33harusnya jadi target
28:34oleh
28:36pihak kesehatan
28:37maupun pemerintah daerah
28:39untuk disuplai
28:41diharuskan
28:42menggunakan
28:43masker
28:43masker yang
28:44proper
28:44masker-masker yang
28:46sesuai gitu
28:47justru mereka yang
28:48memadamkan secara
28:49mandiri
28:49karena belum terjangkau
28:50oleh petugas
28:51ini harus di edukasi juga
28:52bagaimana cara
28:53memadamkan api yang aman
28:54dan juga menjaga
28:55kesehatan mereka
28:55tentunya tadi
28:56yang kami tangkap
28:57Prof Budir
28:59dan juga
28:59Pak Daniel
29:00saat ini yang harus dilakukan
29:01pemerintah pemadaman
29:02kemudian juga
29:03menjaga kesehatan masyarakat
29:04serta penegakan hukum
29:05bagi para pelaku
29:07pembakar hutan ini
29:08terima kasih
29:09sudah bergabung
29:09di Sapa Indonesia Pagi
29:10Prof Budi Haryanto
29:11Guru Besar Ilmu
29:13Kesehatan Likungan UI
29:13dan juga
29:14Pak Daniel Johan
29:15anggota Komisi 4
29:16DPR RI
29:17Fraksi PKB
29:18Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar