Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya mengungkap pelaku uang palsu di Gudang Industri Tekno BSB, Tangerang Selatan, pada Sabtu (22/8/2026).

Pelaku akan mengedarkan pecahan Rp100.000 berjumlah 360.000 lembar dengan total nilai Rp36 miliar.

Dirreskrimus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan modus empat pelaku akan setor uang palsu ke salah satu bank swasta dengan mencampurkan antara uang palsu dan asli.

"Hasil penyelidikan kami akan dimasukkan atau didistribusikan kepada salah satu bank. Jadi biasanya dicampur ya antara asli dengan palsu akan dicampur," kata Victor Dean Mackbon dalam knferensi pers di lokasi.

Baca Juga Rp36 Miliar Disita! Polisi Bongkar Pabrik Uang Palsu di Ruko Tangsel, 4 Pelaku Ditangkap | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/687055/rp36-miliar-disita-polisi-bongkar-pabrik-uang-palsu-di-ruko-tangsel-4-pelaku-ditangkap-berut

#breakingnews #uangpalsu #poldametrojaya

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687236/terkuak-modus-pelaku-uang-palsu-rp36-miliar-di-tangerang-selatan-campur-dengan-uang-asli
Transkrip
00:00Terima kasih Pak.
00:01Terima kasih. Jadi apa yang diharapkan daripada apa namanya yang memberi perintah tentunya adalah permasalahan ekonomi ya.
00:10Adanya keuntungan daripada apa yang telah dibuat.
00:15Perlu kami sampaikan disini bahwa dari satu, apa, tiga uang pasu itu sebanding dengan satu uang asli.
00:25Atau kita bilang tiga banding satu. Jadi itu yang diambil keuntungan dari situ.
00:32Kemudian kami sampaikan juga ini akan kami mendapat informasi dari hasil penjadikan kami akan dimasukkan atau distribusikan kepada salah satu
00:43bank swasta.
00:45Nanti terusnya akan kami kembangkan. Jadi biasanya dicampur. Antara asli dengan pasu akan dicampur.
00:53Kemudian tadi terkait peralatan ya. Peralatan yang di dalam ini ya.
00:59Sementara ini keterangan baru dari AB sebagai pihak yang memesan.
01:05Tapi nanti kami akan kembangkan pada pihak-pihak lain.
01:08Karena dari nilai aset sementara ini kurang lebih alat untuk memproduksi itu nilainya cukup besar.
01:15Itu satu miliar untuk alat yang ada di dalam.
01:19Total itu?
01:19Ya, total itu satu miliar. Yang kami lihat memang cukup besar ya.
01:24Kemudian tadi yang...
01:25Apakah si pemberi order itu jadi otak?
01:27Ya, tentunya yang pemberi order ini menjadi otak.
01:31Karena inisial AB, pemberi order daripada tiga ini.
01:36Dia menyiapkan empat bulan yang lalu sarana-sarana yang ada, yang lain.
01:41Ya, sudah diberikan DP untuk melakukan kegiatan produksi.
01:47Dan tentunya nanti akan ada hitungan setelah 360 ribu lembar ini beredar.
01:53Akan ada hitungan khusus yang nanti kita akan dalami.
02:00Baik, Bapak Arbida dari Metro TV.
02:03Izin Pak mikrofonnya boleh dilaikkan sedikit karena tadi...
02:06Ya, baik. Terima kasih.
02:09Yang pertama Pak, ini tadi dikatakan bahwa AB adalah otak begitu ya Pak.
02:13Dari produksi ini begitu atau pemberi pesan.
02:17Ini apakah juga melakukan produksi uang palsu ini di tempat lain begitu Pak?
02:21Atau hanya di sini?
02:21Kemudian yang kedua adalah bagaimana perekrutan awal mulai mendapatkan info residivis tersebut.
02:27Karena ini menarik begitu.
02:28Dua dari tiga orang yang dipekerjakan adalah residivis hal yang sama tahun 2022 dan 2019.
02:35Berarti artinya si AB ini mendapatkan info dari mana begitu.
02:39Kemudian yang ketiga sosialisasi nanti seperti apa yang akan dilakukan kolaborasi bersama dengan Bank Indonesia.
02:46Yang keempat adalah aktivitas setiap harinya selama 4 bulan ini seperti apa begitu Pak?
02:50Yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut kepada Polda Metro Jaya.
02:53Apakah memang ada aktivitas yang sangat mencurigakan?
02:55Atau memang ini sangat tertutup sekali begitu tidak ada aktivitas keluar masuk di rumah ini?
03:00Terima kasih.
03:01Terima kasih Mbak dari Metro TV.
03:04Jadi yang pertama, nanti kita akan kembangkan ya.
03:08Terkait dengan AB.
03:10Ya, sementara ini keterangannya memang berdasarkan juga bukti-bukti permulaan yang ada.
03:17Yang bersangkutan adalah yang mendanai.
03:21Ya, ya, fondernya.
03:23Tapi nanti kita akan kembangkan.
03:25Mungkin ada pihak-pihak lain.
03:27Kemudian yang kedua tadi,
03:32ada hubungannya dengan jaringan yang lain ya.
03:37Karena di antara empat itu ada dua residivis.
03:41Mereka ini namanya jaringan ya.
03:43Jadi pada saat salah duanya itu keluar dari tahanan,
03:46mereka akan menginformasikan.
03:48Ya, kira-kira ada kegiatan apa atau pekerjaan apa yang sama,
03:53ya, yang bisa dibantu.
03:55Jadi mereka melalui jaringan-jaringan juga menghubungi.
03:59Karena mereka juga tidak sembarang untuk melakukan rekrut.
04:03Dan juga yang punya kemampuan khusus, ya.
04:06Terutama, ya, yang pernah residivis ataupun memang yang punya kalian dalam alat mencetak.
04:14Ya, dan yang ketiga tadi terkait kegiatan apa yang nantinya akan dilakukan,
04:20ya, untuk mitigasi atau sosialisasi.
04:22Tentunya, ya, kita akan bekerjasama dengan Bank Indonesia.
04:26Namun di awal ini juga tentunya kami menyampaikan, ya,
04:31untuk masyarakat dan siapapun yang memegang uang,
04:35ya, bisa dilakukan secara visual, yaitu 3D.
04:38Dilihat, diraba, dan diterawang.
04:41Tentunya nanti akan ada kegiatan-kegiatan yang lanjutan,
04:44yang sifatnya juga kemitraan atau sifatnya bersama-sama,
04:48antara instansi yang terkait memproduksi uang,
04:51dengan juga kami daripada pihak kepolisian.
04:58Oh, iya, terkait dengan aktivitas yang mencetak.
05:02Ya, jadi memang yang bersangkutan ini jarang sekali keluar dari,
05:08ini areal pergudangan, ya, dan juga rekan-rekan media bisa lihat ini cukup luas
05:13dan cukup jauh juga, ya, untuk kita masuk, ya, memang mereka ini tinggal secara tertutup.
05:20Dan juga memang ini yang perlu kita sampaikan,
05:23kita berharap antara tetangga kanan-kiri juga bisa saling bertegur sapa,
05:29ya, agar kita bisa tahu apa sih sebenarnya aktivitas,
05:32dan apabila mencurigakan bisa menyampaikan kepada kami pihak kepolisian.
05:38Lantai 2 tempat istirahat, nanti bisa mbak kelilingnya tur ke atas, bisa dilihat.
05:56Pelaku berarti tinggal di sini, indikasinya.
06:00Lalu, kejahatan ini kan termasuk extraordinary crime.
06:04Apakah ini berkaitan dengan kondisi ekonomi kita saat ini?
06:10Atau memang ada aktor, tanda kutip, intelektual yang terus-menerus
06:14mengupayakan melemahkan rupiah?
06:17Itu aja, Pak. Terima kasih.
06:19Ya, pertanyaannya itu.
06:20Ya, Pak. Pelakunya WNI atau WNA.
06:22Oh, gitu ya.
06:23Dari mana, Pak?
06:25Radio LC, minta, Pak.
06:26Ya, jadi sementara ini tentunya kita akan dalami, ya.
06:31Tadi yang kami sampaikan di awal bahwa untuk memproduksi itu ada keuntungan 1 banding 3, ya.
06:40Jadi sementara itu baru keuntungan kita.
06:43Saya belum bisa dalami, ya.
06:45Apakah itu untuk melemahkan rupiah dan segala, tentunya akan berdampak.
06:49Ya, kalau pihak kepolisian tidak melakukan upaya pencegahan, ya, atau mendiamkan atau tidak mengungkap,
06:57ini akan mengarah kepada hal yang tadi Bapak sampaikan, ya.
07:04Kemudian tadi, ya, untuk pelakunya adalah warga negara Indonesia atau WNI.
07:25Ya, tentunya juga kita ada strategi untuk penyelidikan yang nggak bisa diungkap, ya.
07:33Dan hari yang kita lakukan yang kemarin itu tentunya sudah berdasarkan aturan, berdasarkan bukti permulaan, alat bukti, ya.
07:44Sehingga kita tentunya melakukan pada penindakan pada malam hari kemarin.
07:51Sudah, cukup?
07:56Saya rasa itu ya, rekan-rekan. Silahkan nanti diatur teman-teman yang akan mau meliput khusus.
08:02Silahkan diatur dan kami luruskan kembali bahwa temuan lembar kertas menyerupai pecahan rupiah 100 ribu ini sebanyak 360 ribu lembar.
08:13Nah, saya minta rekan-rekan silahkan untuk meliput kegiatan ini.
08:20Kita beri kesempatan tetapi tidak masuk secara serempak seluruhan.
08:24Selagi terima kasih rekan-rekan.
08:25Wabilai topik wedai. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:28Om Santi Santi Santi Om.
Komentar

Dianjurkan