Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meninjau korban gempa NTT, Minggu (16/8/2026).

Menko PMK dan Kepala BNPB juga mengecek rumah sakit di Ruteng, NTT.

Kepala BNPB juga mengungkapkan proses bantuan dan evakuasi hingga kini masih terus dilanjutkan.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pagi dan berdampak di sejumlah wilayah.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut 6 puskesmas mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah sakit juga dilaporkan rusak parah.

Kementerian Kesehatan menyiapkan tim tenaga kesehatan dan Health Emergency Operation Center untuk mengidentifikasi kebutuhan serta mempercepat penanganan korban di wilayah terdampak.

Korban gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur terus diperbarui.

Hingga hari keempat penanganan, tercatat 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang mengalami luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Sementara itu, data sementara menunjukkan sekitar 40.040 warga mengungsi, dengan ribuan rumah mengalami kerusakan di sejumlah kabupaten terdampak.

Tim SAR, BNPB, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait masih melakukan penyisiran serta penanganan di wilayah terdampak.

Basarnas menyebut operasi pencarian kini lebih difokuskan pada penyisiran dan dukungan pemulihan, termasuk penguatan layanan kesehatan serta evakuasi warga yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersama Ketua Komisi IX DPR RI mengunjungi lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungannya, Purbaya ingin memastikan penyaluran logistik dan bantuan terdistribusi dengan baik. Purbaya menyampaikan akan meyiapkan anggaran bencana mencapai Rp5 triliun melalui BNPB untuk memulihkan daerah-daerah terdampak gempa NTT.

#gempa #ntt #bencana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686582/penanganan-pascagempa-dan-pendistribusian-bantuan-logistik-untuk-korban-terdampak-di-ntt-parasot
Transkrip
00:00Segera dibentuk PUSCO.
00:02Kita juga sudah mengirim beberapa tim emergency medical team.
00:07Data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa.
00:12Tapi kita di pusat monitor terus keadaannya dan akan menyiapkan anggaran sesuai dengan dibutuhkan tentunya dengan pertujuan Bapak Presiden dan
00:20menunggu petunjuk Bapak Presiden.
00:21Bapak Presiden untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses tanggap darurat dan juga nanti reak-rekon.
00:31Jadi hari ini kami melakukan rapat karena pemerintah pusat, full team hadir ke sini.
00:39Masing-masing menanya belum apa dan apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan dan seterusnya.
00:46Jadi sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena memang resursus pusat untuk tanggap darurat dan juga reak-rekon ini
00:55sangat besar.
00:57Tadi sudah disampaikan ini akan segera dibentuk PUSCO.
01:02Dalam hari kedua ini sudah terbentuk PUSCO.
01:05Pemerintah pusat ada PUSCO, PUSCO Nasional nanti Pak Kepala BNBP disampaikan bahwa bantuan logistik dari Jakarta, dari daerah lain terkonsolidasi
01:16nanti di Halim.
01:18Dikirimkan ke sini kemudian ada PUSCO di Labuan Bajo, PUSCO di Maumere dan juga Pemprov dan Pemkap juga membuat PUSCO.
01:26PUSCO ini akan mengawal sinkronisasi program untuk tanggap darurat ini.
01:32Dalam tahap darurat ini yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera
01:47fungsional.
01:48Apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet dan lain-lain.
01:58Itu recover dalam waktu singkat-singkatnya sambil tadi kita lakukan pembangunan pemulihan yang lebih permanen.
02:07Dan kita tentu saja tidak hanya ingin membuat pembangunan itu kembali seperti semula,
02:13tapi kita juga berusaha untuk membangun lebih baik di pasar bencana sehingga daerah ini menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana.
02:23Sekali lagi bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun pemda yang tangguh,
02:29masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana.
02:37Ini kami menyampaikan bela sungkawa yang dalam kepada para korban,
02:42dan mohon kepada seluruh jajar masyarakat untuk seluruh terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat,
02:51segera melakukan aksi cepat dalam tanggap terurat dan mendukung secepatnya rehab-recon.
02:58Saya kira itu saja.
02:59Ibu Sintia, kami di Kabupaten Naikyo, khususnya di Desa Air Amo, kecamatan Naikyo, saat ini dalam kondisi warga semua pada
03:12trauma,
03:13dengan kejadian gempak kemarin, Ibu.
03:16Nah, saat ini sebagian warga sedang tinggalkan semua kediamannya, mereka sedang kecepat yang tinggi.
03:25Sekarang semua sudah mengusir di daerah lereng maupun di daerah yang lebih tinggi.
03:31Ada sebagian warga yang menggunakan tenda darurat, menggunakan alat sekadarnya,
03:38terpal maupun pakai daun-daun gebang, daun-daun kering untuk bisa mereka mendiami itu, Ibu.
03:47Ada berapa kurang lebih warga yang menempati lokasi di tempat-tempat dataran tinggi ini, Bung Arto?
03:57Nah, saat dataran ini kurang lebih dua ratusan warga yang mendiami di pebukitan.
04:05Dua yang rusak parah, yang paling parah di R2D, Naikyo.
04:10Ada beberapa yang rusak sedang dan juga ada yang rusak ketiga.
04:14Itu tugas jadinya nomor dua ya, Ijantifah Hjifah 15%.
04:18Tanya ada terdaftar cukup, cuma kita tanggungnya ada juga tanggungnya kesehatan di provinsi FNC yang terkena dampak.
04:25Sehingga kita juga sudah mengirim beberapa tim emergency medical team, jadi satu kopi, satu lagu untuk dikirim ke sana.
04:35Dan tugasnya adalah mengidentifikasi kebutuhannya di mana, agar nanti malam ini kita bisa lepas ke relawan-relawan yang mau pergi.
04:44Kabupaten Manggaret Timur, sebanyak 442 luka berat dan 513 luka ringan.
04:53Di Kabupaten Manggarai, 31 luka berat dan 88 luka ringan.
05:01Di Kabupaten Ngada, ada 14 luka berat, 1 luka sedang dan 19 luka ringan.
05:12Kabupaten Nagikeo, 13 luka berat, 9 luka ringan.
05:18Kabupaten Manggarai Barat, 13 luka-luka.
05:22Kabupaten Sika, 12 luka berat dan 7 luka ringan.
05:27Kabupaten Ende, 5 luka berat dan 15 luka ringan.
05:31Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa.
05:41Sekali lagi, data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa.
05:46Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya.
05:53Namun, ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga.
05:59Dapat kami rinci bahwa pengungsi tersebut berada di Manggarai sebesar 6.487 orang.
06:11Manggarai Timur, ada 966 orang mengungsi di posko BPPD.
06:19Namun, ada lebih kurang 14.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri.
06:25Di Kabupaten Manggarai Barat, ada 600 jiwa mengungsi.
06:29Kabupaten Nagikeo, 6.221 jiwa.
06:34Kabupaten Sika, 5.681 jiwa.
06:38Kabupaten Ende, 3.666 jiwa.
06:42Kabupaten Ngada, 1.920 jiwa.
06:47Sedangkan total rumah yang rusak,
06:50sebanyak 11.925 unit dengan rincian.
06:57Rusak berat, sebanyak 5.516 unit.
07:02Rusak sedang, 1.916 unit.
07:06Rusak ringan, 4.493 unit.
07:34Rusak ringan, 4.493 unit.
07:41Kita monitor terus kondisi keuangan di sini, di Kabupaten Sini dan yang terkena bencana ini untuk memastikan mereka cukup dana
07:51untuk membantu masyarakat di sini.
07:53Kalau untuk perbaikan kondisi ekonomi, Bupati bilang tadi masih belum memikirkan, itu masih memikirkan tanggap berat ini.
08:03Saya pikir wajar, keadaannya kan masih baru nih.
08:06Tapi kita di pusat monitor terus keadaannya dan akan menyiapkan anggaran sesuai dengan yang dibutuhkan tentunya dengan pertunjuan Bapak Presiden
08:13dan menunggu pertunjuk Bapak Presiden.
08:21Kita lihat nanti, saya bilang ke Bapak Bupati pakai dulu itu, nanti kalau kurang laporkan kami, nanti kami laporkan kepada
08:27Bapak Presiden, nanti Bapak Presiden pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana seperti Aceh.
08:33Jadi approachnya akan mirip Aceh mungkin, tapi kita lihat bagaimana keparahan bencana di sini, apakah perlu suat gas khusus atau
08:43tidak perlu.
08:44Kalau saya pikir sih kalau emang bisa ditangani langsung, ya langsung aja di daerah yang nangani pusat membantu gitu.
08:50Jadi Bupati, Pak Bupati, Bupati kan berperan lebih besar dibanding kayak di Aceh.
08:58Di Aceh kan semua infrastrukturnya keganggu di sini kan enggak.
09:02Jadi institusi pengundang masih berjalan dengan baik.
09:05Itu yang kita dukung.
09:07Tapi tentunya nanti kita kan kalau dari pesat pasti ke dalam keadaan seperti ini BNPB dulu yang jalan.
09:14Kita pastikan anggaran BNPB cukup.
09:17Terkait bantuan hari ini, Pak Bupati?
09:20Nanti kita akan keadaan mana?
09:21Wairi, Pak.
09:22Wairi, berapa?
09:23Wairi.
09:25Wairi nanti saya akan serahkan di sana.
09:27Enggak banyak banget sih kalau dibanding skala bencana.
09:30Nanti kita lihat dulu seperti apa.
09:31Ini kan bantuan pertama lah.
09:34Dari...
09:35Kita ke keuangan ya?
09:36Ke BNQ.
09:36Ke BNQ.
09:37Ke BNQ Peduri ya.
09:39Bukan dari anggaran jadi dari orang-orang ke BNQ.
09:42Nanti kalau anggaran nanti akan lebih besar.
09:44Kita lihat seperti apa kebutuhan di sini.
09:47Bagaimana komunikasi dengan BNPB, Pak?
09:49Karena banyak tindak-tindak di tuas-tindak pengusian belum ada itu, Pak.
09:54Masih darurat sih?
09:55Kan baru masuk ke pelabuhan apa namanya?
09:57KREO.
09:57KREO baru masuk ke kemarin dan hari ini.
10:00Saya pikir belan-belan akan mengalir ke sini juga.
10:03Kita akan cek dengan...
10:05Agar tangkap darurat, Pak Menteri?
10:07Belum.
10:09BNPB itu kalau itu BNPB kita sediakan cukup banyak.
10:12Harusnya sih kita bisa sediakan sampai 5T ya.
10:16Tapi kita akan menunggu permintaan dari BNPB seperti apa.
10:21Dan yang penting kalau ada kebutuhan daerah harus lancar penyaluran barangnya dan dananya.
10:27Kita akan monitor itu terus.
10:29Terima kasih ya.
10:35Kami sampaikan di sini tugas kami di BNPB melakukan pendampingan terhadap korban bencana gempa ini.
10:45Khususnya di Kabupaten Nagekeo.
10:47Jadi Alhamdulillah kemarin sudah dibentuk oleh Forkopimda dalam hal ini Kabupaten Nagekeo untuk membentuk Komando Posko.
10:58Berupakan Satgas Tangkap Darurat yang Alhamdulillah pagi ini sudah kami konsolidasikan bersama Bapak Wabup selaku Komandan Posko Tangkap Darurat.
11:11Nah untuk bantuan yang kami akomudir memang banyak hari-hari pertama dari BUMN dan dari yang lainnya sudah ditampung.
11:24Kemudian yang kemarin terakhir dari istana juga sudah kami terima.
11:30Yang di pusat didistribuskan dari Posko Nasional di Halim sudah kami terima.
11:39Kemudian melalui pangkalan di atau landasan di Maumere dan Bajo.
11:46Nah untuk itu kami akan inventarisir beberapa personil memang sudah dibentuk.
11:55Sejak awal memang dari struktur PEMDA juga sudah melaksanakan.
11:59Namun pagi ini karena sudah adanya atau dibentuknya Posko Tangkap Darurat tentunya lebih efektif.
12:05Siapa berbuat apa dan lebih kena sasaran.
12:15Cara baru nonton di Smart TV.
12:17Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
12:23Cara installnya buka Google Play Store di Smart TV kamu.
12:28Cari Kompas TV melalui pencarian.
12:31Pilih aplikasi lalu install.
12:33Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
12:38Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan