00:00Saudara Kompas Petang spesial kemerdekaan kali ini kami mengangkat tema topik yaitu
00:05Perjuangan Warga Merdeka Mendapatkan Air Bersih
00:08Lalu bagaimana cerita perjuangan para relawan dalam mengalirkan air bersih kepada warga di pelosok NTT
00:15Kita berbincang dengan Mas Teguh Dwi Nugroho, selaku ketua Yayasan Tunas Bakti Nusantara
00:21Selamat malam Mas Teguh
00:23Selamat malam Mas Yasir, apa kabar?
00:26Kabar sehat, saya harap juga Mas Teguh juga sehat ya
00:29Apalagi proyek mengalirkan kebaikan air bersih kepada warga-warga di pelosok Adonara NTT ini
00:37Akhirnya bisa terrealisasi begitu
00:39Memerdekakan mereka untuk mendapatkan air bersih
00:42Pertanyaannya apa yang menjadi alasan akhirnya tim dari YTBN ini bisa melaksanakan gerakan kebaikan ini?
00:50Ya, terima kasih Mas Yasir kesempatannya
00:52Jadi memang perjuangan ini dimulai sejak beberapa tahun yang lalu
00:57Awalnya dari 2021 Mas Yasir
01:00Yang sudah cukup lama
01:02Waktu itu diawali kami dari Yayasan Tunas Bakti Nusantara mendapatkan pesan singkat
01:08Jujur dari guru kami, guru di SMA Tarunan Nusantara
01:13Yaitu guru fisika kami, Pak Gori Seran Danton
01:16Yang waktu itu beliau yang merupakan juga warga Adonara di Kecamatan Nileboleng juga
01:23Di salah satu desa yang kesulitan untuk air bersih
01:27Mendapatkan suara gembala dari Romo di sana
01:30Yaitu Romo Alesius Dore
01:32Yang mengatakan bahwa di desa-desa sana sedang sangat kesulitan untuk air minumnya
01:39Itu yang membawa kami dari Yayasan
01:42Untuk melakukan survei dan datang langsung ke Adonara, ke Ileboleng
01:47Untuk melihat kondisi di sana bagaimana
01:49Dan kita melihat bahwa memang kualitas air yang ada di sana tidak bagus
01:56Jadi sebenarnya Kecamatan Ileboleng tersebut sendiri
01:59Ada beberapa sumur di sana
02:01Tetapi air-air yang dari sumur di sana tidak bisa dikonsumsi untuk diminum
02:06Sehingga itu ya menjadi alasan dari teman-teman
02:11Akhirnya ingin membangun pipa-pipa untuk mengalirkan air bersih di sana
02:15Kalau kita lihat ini pemasangannya juga dibantu oleh warga desa begitu
02:21Kondisi geografisnya tentu sangat sulit begitu
02:23Karena perbukitan dan juga pegunungan
02:25Bagaimana akhirnya teman-teman relawan bisa bekerja sama dengan warga desa di sana
02:30Akhirnya bisa mengalirkan, memasang pipa-pipa ini
02:33Ya, terima kasih Mas Yasser
02:35Jadi kalau kita lihat sendiri memang yang utama di sana bergerak adalah warga lokalnya Mas Yasser
02:40Dan indah banget ya kita lihat bagaimana warga lokal yang didukung oleh TNI Angkatan Laut
02:45Yang dalam ini memang oleh Kodaryal 7 Kupang
02:48Yang langsung datang ke sana
02:50Yang dari Bapak Muhammad Ali selaku kasal juga memberikan dukungan penuh
02:55Untuk mengirimkan pipa-pipa dari Surabaya ke Adonara
02:59Lewat dua kali ekspedisi yaitu lewat KRI Teluk ND dan juga Teluk Wondama yang tadi kita lihat bersama
03:05Dan sebenarnya Mas Yasser dari warga sendiri sudah sangat aktif untuk memperbaiki
03:12Karena pipa ini sejujur dari tahun 1968 Pak Yasser
03:16Kita lihat itu warga sendiri yang juga langsung memperbaiki Mas Yasser dan didampingin oleh TNI Angkatan Laut
03:24Jadi memang keaktifan dari warga-warga lokal yang ikut membantu dalam pemasangan pipa-pipa ini
03:31Sehingga akhirnya air itu bisa mengalir ke beberapa desa di sana ya
03:35Kalau kondisi geografis di sana itu memang sangat sulitkah warga untuk mendapatkan sumber air bersih?
03:43Sulit sekali Mas Yasser
03:44Seperti yang tadi disjelaskan oleh Mas Yasser
03:47Di sana memang pegunungan, pegunungan Ileboleng
03:49Dan di sumber air ini dari gunung, bukan dari gunung Ileboleng, tapi dari gunung sebelahnya
03:55Yang juga alur 8,1 km pipa itu terbentang membelah dari bukit-bukitan yang tadi
04:05Jadi alur pipanya juga susah
04:07Mereka melalui BPAM, Badan Pengelola Air Minum di sana
04:11Melakukan perbaikan terus
04:13Dan mereka tidak bisa membeli pipa
04:15Makanya gotong royong mereka
04:17Sebenarnya Mas Yasser
04:19Gotong royong mereka yang menggerakkan kita bergotong royong secara nusantara
04:22Untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di sana
04:25Jadi semangat dari warga desa setempat yang akhirnya membantu yayasan dari Mas Tegu
04:33Untuk ikut membantu pemasangan pipa yang ada di sana
04:36Akhirnya air mengalir bisa, air mengalir di desa di sana
04:40Kalau kita lihat biasa yang disampaikan, yang sering kita dengar
04:44Sumber air sudah dekat, ini bukan hanya impian saja tapi akhirnya terrealisasi
04:49Bagaimana cerita, respon dari warga akhirnya air bisa mengalir ke wilayah mereka, Mas Tegu?
04:54Jadi Mas Yasser, kemarin waktu pertama kali ekspedisi pengarang mengirimkan pipa
05:01Di tahun lalu, di bulan Agustus
05:03Kira-kira waktu itu dengan KRI TELOK ND
05:08Waktu itu warga menunggu dengan penuh harap
05:11Oleh Romo, juga oleh warga di sana menunggu di pelabuhan Trong Adonara
05:16Dengan penuh harap bahwa memang KRI TELOK ND
05:19Yang mengangkut 380-an pipa itu datang
05:22Dan itu mereka menyambut dengan haru sekali, Mas Yasser
05:26Gimana mereka yang sebenarnya sejak awal kita skenario-kan penurunan pipa dari kapal itu selama 2-3 hari
05:35Karena tidak ada crane-nya, tidak ada alat bantu
05:38Pipanya cukup berat juga sekitar 50 kg-an yang seperti kita lihat di gambar
05:42Tetapi warga dengan antusias mereka menurunkan hanya 6-8 jam, Mas Yasser
05:47Bahagia sekali mereka
05:49Itu yang membuat mereka akhirnya bersuka cita begitu
05:53Karena air akhirnya bisa mengalir ke wilayah daerah-daerah terpencil di Adonara, Nusa Tenggara Timur ini
06:02Tentu ada cerita yang mereka sampaikan ketika air itu sudah mengalir
06:06Seperti yang kita simak tadi, ada guru sekolah SD yang akhirnya bilang bahwa sekolahnya sekarang bisa dialiri air
06:13Ada cerita lain dari warga, Mas Tegu?
06:15Ya, jadi dari warga sendiri banyak, kalau kita lihat di sana memang dari warga itu saat ini mendapatkan kebutuhan untuk
06:26air itu memang dari air tanki
06:28Yang dibawa oleh truk-truk tanki membawa air yang memang tidak murah juga di sana
06:34Sekitar 400 ribuan untuk 5.000 liter tanki
06:38Jadi mereka juga kebutuhannya sangat tinggi untuk air minum
06:41Dan dengan air, pipa air yang didatangkan ini
06:44Kebutuhan itu tercapai, terpenuhi
06:47Jadi mereka bisa berhemat
06:50Dan mereka bisa menggunakan waktu
06:52Juga uang untuk kegiatan yang lainnya
06:55Jadi memang yang kita sangat tergerak sebenarnya adalah
06:59Dimana setiap kali kita memberitahu bahwa pipa akan datang
07:03Itu mereka mengkoordinasikan secara gotong royong
07:06Dibagi
07:07Sepuluh desa itu mendapatkan jatah untuk mereka datang langsung ke pipa
07:12Yang medannya tidak mudah dan mereka mengerjakan sendiri seperti yang kita lihat
07:16Oke
07:17Jadi dari warga untuk warga
07:19Ini di kecamatan Ileboleng sudah ada sepuluh desa begitu
07:23Yang akhirnya teraliri air bersih
07:26Kemerdekaan mendapatkan air bersih sudah mereka dapatkan
07:30Apakah masih ada beberapa wilayah di daerah sana yang sampai saat ini
07:34Masih perlu mendapatkan bantuan untuk akses air bersih?
07:38Masih Mas Yasir
07:39Jadi dengan diperbaikinya pipa ini
07:41Jadi kebutuhan dan saluran airnya menjadi lebih lancar
07:46Dan bisa membuka ke beberapa desa lainnya
07:49Awalnya memang kita mau ke sepuluh desa
07:51Tetapi dengan ini bisa ke dua belas, bisa ke tiga belas, empat belas desa selanjutnya
07:56Dan karena pancaran airnya yang kemarin pecah di mana-mana
08:00Yang tersisihkan di dalam saluran tersebut menjadi jauh lebih lancar
08:05Yang kemarinnya ada pipa dua dim yang lebih kecil
08:09Jadi sekarang diganti dengan pipa yang lebih besar
08:11Jadi alirannya lebih bagus lagi
08:13Dan harapan kita bersama ya
08:15Ini perjuangan warga Flores Timur untuk mendapatkan air bersih ini
08:19Tidak hanya sampai di sini
08:20Namun masih banyak lagi gerakan-gerakan kebaikan selanjutnya
08:24Untuk mengalirkan air bersih kepada warga yang terdampak
08:26Terima kasih Mas Teguh
08:29Telah berbagi kisah inspiratifnya
08:31Bersama dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara
08:34Di Kompas Petang Spesial Kemerdekaan
08:36Salam sehat Mas Teguh
08:37Salam sehat
08:38Terima kasih
Komentar