Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Puluhan tahun terbelenggu krisis air, ribuan warga pelosok di Adonara, NTT, kini mulai melihat titik terang. Kolaborasi kemanusiaan yang menembus batas lautan menjadi bukti nyata, gotong royong mampu menghadirkan kemerdekaan sesungguhnya bagi masyarakat daerah terpencil.

Panas terik yang menyengat di Pelabuhan Terong, Pulau Adonara, Flores Timur, NTT, tidak sedikit pun menyurutkan semangat ratusan warga Kecamatan Ile Boleng. Bersama para prajurit TNI Angkatan Laut, mereka bahu-membahu menurunkan muatan pipa seberat seratus ton dari lambung kapal perang KRI Teluk Wondama 527.

Bagi warga di sepuluh desa di wilayah ini, ratusan batang pipa galvanis yang baru saja mendarat dari Surabaya bukan sekadar material besi biasa. Pipa-pipa inilah yang akan menjadi penyambung napas kehidupan sekaligus pemutus rantai krisis air menahun yang selama ini menjerat lebih dari empat ribu jiwa di Bumi Adonara, NTT.

Gerakan Mengalirkan Kebaikan yang diinisiasi oleh Yayasan Tunas Bakti Nusantara punya target besar, yaitu memerdekakan warga desa dari krisis air bersih dengan total pemasangan jaringan air bersih sepanjang 8,1 kilometer.

#NTT #airbersih #Adonara

Baca Juga Mengenal Celine Olivia, Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Asal Pontianak di https://www.kompas.tv/nasional/686011/mengenal-celine-olivia-pembawa-baki-upacara-hut-ke-81-ri-di-istana-merdeka-asal-pontianak



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686018/full-krisis-air-warga-adonara-ntt-kini-dapatkan-air-bersih-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara Kompas Petang spesial kemerdekaan kali ini kami mengangkat tema topik yaitu
00:05Perjuangan Warga Merdeka Mendapatkan Air Bersih
00:08Lalu bagaimana cerita perjuangan para relawan dalam mengalirkan air bersih kepada warga di pelosok NTT
00:15Kita berbincang dengan Mas Teguh Dwi Nugroho, selaku ketua Yayasan Tunas Bakti Nusantara
00:21Selamat malam Mas Teguh
00:23Selamat malam Mas Yasir, apa kabar?
00:26Kabar sehat, saya harap juga Mas Teguh juga sehat ya
00:29Apalagi proyek mengalirkan kebaikan air bersih kepada warga-warga di pelosok Adonara NTT ini
00:37Akhirnya bisa terrealisasi begitu
00:39Memerdekakan mereka untuk mendapatkan air bersih
00:42Pertanyaannya apa yang menjadi alasan akhirnya tim dari YTBN ini bisa melaksanakan gerakan kebaikan ini?
00:50Ya, terima kasih Mas Yasir kesempatannya
00:52Jadi memang perjuangan ini dimulai sejak beberapa tahun yang lalu
00:57Awalnya dari 2021 Mas Yasir
01:00Yang sudah cukup lama
01:02Waktu itu diawali kami dari Yayasan Tunas Bakti Nusantara mendapatkan pesan singkat
01:08Jujur dari guru kami, guru di SMA Tarunan Nusantara
01:13Yaitu guru fisika kami, Pak Gori Seran Danton
01:16Yang waktu itu beliau yang merupakan juga warga Adonara di Kecamatan Nileboleng juga
01:23Di salah satu desa yang kesulitan untuk air bersih
01:27Mendapatkan suara gembala dari Romo di sana
01:30Yaitu Romo Alesius Dore
01:32Yang mengatakan bahwa di desa-desa sana sedang sangat kesulitan untuk air minumnya
01:39Itu yang membawa kami dari Yayasan
01:42Untuk melakukan survei dan datang langsung ke Adonara, ke Ileboleng
01:47Untuk melihat kondisi di sana bagaimana
01:49Dan kita melihat bahwa memang kualitas air yang ada di sana tidak bagus
01:56Jadi sebenarnya Kecamatan Ileboleng tersebut sendiri
01:59Ada beberapa sumur di sana
02:01Tetapi air-air yang dari sumur di sana tidak bisa dikonsumsi untuk diminum
02:06Sehingga itu ya menjadi alasan dari teman-teman
02:11Akhirnya ingin membangun pipa-pipa untuk mengalirkan air bersih di sana
02:15Kalau kita lihat ini pemasangannya juga dibantu oleh warga desa begitu
02:21Kondisi geografisnya tentu sangat sulit begitu
02:23Karena perbukitan dan juga pegunungan
02:25Bagaimana akhirnya teman-teman relawan bisa bekerja sama dengan warga desa di sana
02:30Akhirnya bisa mengalirkan, memasang pipa-pipa ini
02:33Ya, terima kasih Mas Yasser
02:35Jadi kalau kita lihat sendiri memang yang utama di sana bergerak adalah warga lokalnya Mas Yasser
02:40Dan indah banget ya kita lihat bagaimana warga lokal yang didukung oleh TNI Angkatan Laut
02:45Yang dalam ini memang oleh Kodaryal 7 Kupang
02:48Yang langsung datang ke sana
02:50Yang dari Bapak Muhammad Ali selaku kasal juga memberikan dukungan penuh
02:55Untuk mengirimkan pipa-pipa dari Surabaya ke Adonara
02:59Lewat dua kali ekspedisi yaitu lewat KRI Teluk ND dan juga Teluk Wondama yang tadi kita lihat bersama
03:05Dan sebenarnya Mas Yasser dari warga sendiri sudah sangat aktif untuk memperbaiki
03:12Karena pipa ini sejujur dari tahun 1968 Pak Yasser
03:16Kita lihat itu warga sendiri yang juga langsung memperbaiki Mas Yasser dan didampingin oleh TNI Angkatan Laut
03:24Jadi memang keaktifan dari warga-warga lokal yang ikut membantu dalam pemasangan pipa-pipa ini
03:31Sehingga akhirnya air itu bisa mengalir ke beberapa desa di sana ya
03:35Kalau kondisi geografis di sana itu memang sangat sulitkah warga untuk mendapatkan sumber air bersih?
03:43Sulit sekali Mas Yasser
03:44Seperti yang tadi disjelaskan oleh Mas Yasser
03:47Di sana memang pegunungan, pegunungan Ileboleng
03:49Dan di sumber air ini dari gunung, bukan dari gunung Ileboleng, tapi dari gunung sebelahnya
03:55Yang juga alur 8,1 km pipa itu terbentang membelah dari bukit-bukitan yang tadi
04:05Jadi alur pipanya juga susah
04:07Mereka melalui BPAM, Badan Pengelola Air Minum di sana
04:11Melakukan perbaikan terus
04:13Dan mereka tidak bisa membeli pipa
04:15Makanya gotong royong mereka
04:17Sebenarnya Mas Yasser
04:19Gotong royong mereka yang menggerakkan kita bergotong royong secara nusantara
04:22Untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di sana
04:25Jadi semangat dari warga desa setempat yang akhirnya membantu yayasan dari Mas Tegu
04:33Untuk ikut membantu pemasangan pipa yang ada di sana
04:36Akhirnya air mengalir bisa, air mengalir di desa di sana
04:40Kalau kita lihat biasa yang disampaikan, yang sering kita dengar
04:44Sumber air sudah dekat, ini bukan hanya impian saja tapi akhirnya terrealisasi
04:49Bagaimana cerita, respon dari warga akhirnya air bisa mengalir ke wilayah mereka, Mas Tegu?
04:54Jadi Mas Yasser, kemarin waktu pertama kali ekspedisi pengarang mengirimkan pipa
05:01Di tahun lalu, di bulan Agustus
05:03Kira-kira waktu itu dengan KRI TELOK ND
05:08Waktu itu warga menunggu dengan penuh harap
05:11Oleh Romo, juga oleh warga di sana menunggu di pelabuhan Trong Adonara
05:16Dengan penuh harap bahwa memang KRI TELOK ND
05:19Yang mengangkut 380-an pipa itu datang
05:22Dan itu mereka menyambut dengan haru sekali, Mas Yasser
05:26Gimana mereka yang sebenarnya sejak awal kita skenario-kan penurunan pipa dari kapal itu selama 2-3 hari
05:35Karena tidak ada crane-nya, tidak ada alat bantu
05:38Pipanya cukup berat juga sekitar 50 kg-an yang seperti kita lihat di gambar
05:42Tetapi warga dengan antusias mereka menurunkan hanya 6-8 jam, Mas Yasser
05:47Bahagia sekali mereka
05:49Itu yang membuat mereka akhirnya bersuka cita begitu
05:53Karena air akhirnya bisa mengalir ke wilayah daerah-daerah terpencil di Adonara, Nusa Tenggara Timur ini
06:02Tentu ada cerita yang mereka sampaikan ketika air itu sudah mengalir
06:06Seperti yang kita simak tadi, ada guru sekolah SD yang akhirnya bilang bahwa sekolahnya sekarang bisa dialiri air
06:13Ada cerita lain dari warga, Mas Tegu?
06:15Ya, jadi dari warga sendiri banyak, kalau kita lihat di sana memang dari warga itu saat ini mendapatkan kebutuhan untuk
06:26air itu memang dari air tanki
06:28Yang dibawa oleh truk-truk tanki membawa air yang memang tidak murah juga di sana
06:34Sekitar 400 ribuan untuk 5.000 liter tanki
06:38Jadi mereka juga kebutuhannya sangat tinggi untuk air minum
06:41Dan dengan air, pipa air yang didatangkan ini
06:44Kebutuhan itu tercapai, terpenuhi
06:47Jadi mereka bisa berhemat
06:50Dan mereka bisa menggunakan waktu
06:52Juga uang untuk kegiatan yang lainnya
06:55Jadi memang yang kita sangat tergerak sebenarnya adalah
06:59Dimana setiap kali kita memberitahu bahwa pipa akan datang
07:03Itu mereka mengkoordinasikan secara gotong royong
07:06Dibagi
07:07Sepuluh desa itu mendapatkan jatah untuk mereka datang langsung ke pipa
07:12Yang medannya tidak mudah dan mereka mengerjakan sendiri seperti yang kita lihat
07:16Oke
07:17Jadi dari warga untuk warga
07:19Ini di kecamatan Ileboleng sudah ada sepuluh desa begitu
07:23Yang akhirnya teraliri air bersih
07:26Kemerdekaan mendapatkan air bersih sudah mereka dapatkan
07:30Apakah masih ada beberapa wilayah di daerah sana yang sampai saat ini
07:34Masih perlu mendapatkan bantuan untuk akses air bersih?
07:38Masih Mas Yasir
07:39Jadi dengan diperbaikinya pipa ini
07:41Jadi kebutuhan dan saluran airnya menjadi lebih lancar
07:46Dan bisa membuka ke beberapa desa lainnya
07:49Awalnya memang kita mau ke sepuluh desa
07:51Tetapi dengan ini bisa ke dua belas, bisa ke tiga belas, empat belas desa selanjutnya
07:56Dan karena pancaran airnya yang kemarin pecah di mana-mana
08:00Yang tersisihkan di dalam saluran tersebut menjadi jauh lebih lancar
08:05Yang kemarinnya ada pipa dua dim yang lebih kecil
08:09Jadi sekarang diganti dengan pipa yang lebih besar
08:11Jadi alirannya lebih bagus lagi
08:13Dan harapan kita bersama ya
08:15Ini perjuangan warga Flores Timur untuk mendapatkan air bersih ini
08:19Tidak hanya sampai di sini
08:20Namun masih banyak lagi gerakan-gerakan kebaikan selanjutnya
08:24Untuk mengalirkan air bersih kepada warga yang terdampak
08:26Terima kasih Mas Teguh
08:29Telah berbagi kisah inspiratifnya
08:31Bersama dengan Yayasan Tunas Bakti Nusantara
08:34Di Kompas Petang Spesial Kemerdekaan
08:36Salam sehat Mas Teguh
08:37Salam sehat
08:38Terima kasih
Komentar

Dianjurkan