Skip to playerSkip to main content
  • 3 minutes ago
Ikuti ulasan Ketua Kompas TV Biro Kalimantan, Dwi Nardi mengenai kebakaran hutan di Indonesia.
Transcript
00:00107,000 hektare kawasan hutan dan tanah di seluruh Indonesia terjejas akibat kebakaran setakat ini dengan kerajaan Republik itu meningkatkan
00:09usaha bagi mengelakkan jerubu rentas sempadan yang akan menjejaskan negara-negara jiran.
00:15Menteri Penyelaras Halewal Politik dan Keselamatan Indonesia Jamari Chaniago berkata setakat Isnin pihaknya tidak menerima sebarang laporan bahawa asap daripada
00:24kebakaran itu menjejaskan negara lain.
00:27Dalam satu sidang media yang disiarkan media tempatan, Jamari memaklumkan tugas anggota di lapangan bukan sekadar memadamkan kebakaran dan melindungi
00:37alam sekitar serta kesihatan awam.
00:40Beliau berkata demikian ketika menjawab soalan mengenai sama ada kerajaan menjangkakan kemungkinan jerubu rentas sempadan menjejaskan Malaysia dan Singapura serta
00:50sama ada pihaknya telah berhubung dengan kedua-dua negara berhubung isu itu.
00:54Jamari berkata kira-kira 43 helikopter telah dikerahkan bagi operasi udara dengan sokongan antara 10 hingga 15 pesawat sayap tetap
01:03bergantung kepada keperluan operasi manakala sejumlah besar anggota dan peralatan turut digerakkan di darat.
01:10Beliau berkata operasi pembenihan awan kekal antara langkah paling berkesan untuk menanggani kebakaran namun pelaksanaannya bergantung kepada kewujudan awan yang
01:20berpotensi membawa hujan.
01:22Ramalan cuaca menunjukkan perbentukan awan sedemikian berkemungkinan berlaku dalam tempoh 3 atau 4 hari sehingga 18 Ogos.
01:31Menurut beliau enam wilayah iaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sedang dipantau rapi sebagai
01:40kawasan paling kritikal.
01:43Beliau turut memberi amaran bahawa fenomena El Nino yang kuat boleh mempercepatkan kebakaran hutan dan tanah serta dijangka berterusan sehingga
01:52sekitar September atau awal Oktober.
01:56Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, kebakaran hutan khususnya di wilayah Kalimantan, saya ingin bersama dengan Ketua Kompas TV, Biro
02:05Makassar dan Sulawesi, Dwi Nardi.
02:07Terima kasih Dwi Nardi kerana sedih bersama kami pada jam ini.
02:11Meskipun difahamkan menurut laporan tersebut, Menteri Halewah Politik dan Keselamatan Indonesia Jamari mengatakan bahawa tidak ada lagi terkesan negara jiran
02:22yang terkesan akibat jerubu, akibat pembakaran ini.
02:25Tapi setelah jelas, menurut indeks pencemaran udara di Malaysia pada ketika ini, kalau dirujuk di Sarawak sahaja, daerah serian mencatatkan
02:35udara yang sangat tidak sihat.
02:37Begitu juga dengan Johan Setia di Selangor. Ini kemas kini setakat jam 3 petang ini.
02:42Sejauh mana seriusnya kebakaran hutan khususnya di Kalimantan dan adakah wilayah-wilayah di Indonesia juga terkesan akibat jerubu kerana kebakaran
02:50ini?
02:52Betul, Jules. Untuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia hingga di awal Agustus 2026 ini, betul tadi disampaikan
03:02kurang lebih ada 107 ribu hektare lahan yang sudah terbakar.
03:05Ini memang dampak dari fenomena alat Elino yang terjadi diperkirkan mungkin sampai di bulan awal September dan Oktober.
03:13Elino ini kan kemarauannya lebih kering, kemudian lebih panjang, terkecoh saja.
03:19Nah, memang secara umum ada 6 provinsi yang memang rawan karutlah yang terjadi di Indonesia.
03:25Jika di Pulau Sumatera itu ada 3 provinsi, tadi yang sudah dijelaskan ada Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau.
03:32Lalu di Kalimantan juga ada 3 provinsi yang juga rawan karutlah.
03:37Ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan di Kalimantan Barat.
03:41Nah, khusus di Kalimantan Barat sendiri, informasi yang berhasil kami lahir pun hingga di awal Agustus ini sudah hampir 28
03:51ribu hektare lahan yang terbakar.
03:53Ini hampir sebagian besar di Kabupaten Kota yang memang ada beberapa daerah yang langsung berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
04:02Tentunya dampak dari karutlah ini sudah selain terdampak ke faktor kesehatan, karena kualitas udara yang terus menurun,
04:12bahkan di Pontianak hari ini kondisi yang berhasil kami impun itu sudah berada di kondisi tidak sehat.
04:18Oleh sebab itu, pihak wali Kota Pontianak, selaku datuk bandar Kota Pontianak, pada hari ini menetapkan bahwasannya untuk aktifitas proses
04:29belajar dan mengajar
04:30di sekolah dasar, sekolah SMP dan SMA itu ditiadakan untuk melakukan tatap muka, tetapi dilakukan secara daring di rumah.
04:38Ini untuk mengurangi dampak dari kondisi udara yang tidak sehat kepada anak-anak.
04:45Kira-kira itu John.
04:46Dwi, kalau kita dapat fahami juga, apa punca sebenar selain daripada keadaan cuaca yang kering?
04:50Kerana kebakaran lahan ini melibatkan jumlah yang begitu besar sekali.
04:54Adakah ini sebahagian daripada proses untuk pembersihan, untuk tujuan pertanian atau perladangan?
05:04Dan juga bagaimana reaksi daripada pemerintahan pusat di Jakarta mengenai isu ini?
05:10Kerana kalau Dwi menyebut itu, itu sudah bermula sejak awal Ogos.
05:14Jadi sudah pasti memerlukan bantuan dan juga lebih banyak urusan logistik daripada helikopter dan sebagainya.
05:23Perkara itu bagaimana kita dapat fahami Dwi?
05:26Ya, betul. Sangat satu contoh tadi ya, Provinsi Kalimantan Barat.
05:30Beberapa waktu yang lalu dari BNPB pusat itu ketika melakukan monitoring ke Provinsi Kalimantan Barat,
05:37bahkan disampaikan bahwasannya hampir sebagian besar lahan yang terbakar ini disetapkan oleh ulah manusia.
05:43Memang ada proses yang tadi disampaikan soal pembukaan lahan untuk kebutuhan perkebunan maupun perladangan.
05:51Nah tentu ini apalagi tadi ditambah dengan cuaca yang saat ini sangat kering,
05:57kemudian juga luasannya wilayah dan sebagainya itu menjadi PR yang sangat besar yang harus segera diselesaikan
06:04agar tadi dampak dari kebakaran perkebunan lahan ini tidak semakin meluas
06:10dan tadi untuk tidak berdampak kepada manusia, kemudian paksa ekonomi dan sebagainya.
06:16Kalau di Pontianak itu yang difahamkan sekolah sudah ditutup dan sebagainya,
06:21berapa hari keadaan kabut asap itu sudah melanda daerah itu dan adakah ini akan berpanjangan
06:26di daerah-daerah lain lagi di sekitar Kalimantan Barat itu, Dwi?
06:31Oke, nah bicara Kalimantan Barat sendiri, memang sebagian ada beberapa wilayah yang cukup parah
06:38kebakaran perkebunan lahan, diantaranya ada Kabupaten Ketapang, kemudian Kabupaten Bumpawah,
06:43kemudian Kabupaten Kuburaya. Nah khusus Kuburaya ini juga di Pontianak juga ada kebakaran perkebunan lahan.
06:48Kondisinya ya cukup lumayan parah karena tadi saya jelaskan dampaknya,
06:52kita bisa lihat dari kondisi kualitas udara yang semakin menurun.
06:56Jadi memang bahkan Dato' Bandar ini pun menyampaikan ADHD Kalimantan bahasanya
07:01untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, pada masyarakat,
07:05makanya dari itu juga pihak sekolah juga untuk diadakan sekolah secara tetap muka.
07:11Dan kali terakhir, bila kejadian seperti ini paling buruk sekali yang pernah berlaku di Indonesia
07:17akibat pembakaran dan juga kesan akibat jerubu dan juga kabut asap itu, Dwi?
07:25Ya, mudah-mudahan ya. Harapannya ini bisa segera di, ini ya, tetap tangani dengan baik
07:30karena dampaknya tadi selain pendidikan, bahkan di bulan Juli 2026
07:35juga mengganggu penerbangan. Ini salah satu provinsi di Kalimantan,
07:40dan itu di Kalimantan Selatan. Jadi terkait kualitas udara yang menurun
07:46mengganggu jarak pandang dari pesawat di Bandar Udara Samsunilur, Banjarmasin.
07:51Ini juga terjadi keterlambatan dampak dari kualitas udara tadi.
07:56Yang mudah-mudahan ini bisa segera terlambang,
07:58dan karena luasnya wilayah, kemudian tadi,
08:02apa namanya, jauhnya untuk sumber air,
08:06untuk melakukan pembakaran apa. Besaran apa ini yang memudahkan segera
08:10turun hujan mungkin, yang merata di 6% sekarang ini.
08:13Difahamkan juga ada usaha pembentukan awan,
08:16tetapi kalau cuaca kering di Indonesia itu sekitar sehingga September kan, Dwi?
08:21Adakah cuaca keadaan sekarang itu bagaimana kita jangkakan
08:24cuaca kering dan juga panas ini sehingga bila?
08:28Ya, bicara tadi soal operasi teknologi, soal teknologi cuaca,
08:33memang ya, ini disarakan memang harus terbentuk dulu awannya.
08:36ya, besar harapan tadi disampaikan bahwa
08:38berapa, 3-4 hari lagi, jika sudah terkumpul awan dan sebagainya,
08:42mungkin sudah bisa dilaksanakan oleh pemerintah
08:44bagaimana operasi teknologi notifikasi cuacanya
08:47untuk meratang hujan di daerah-daerah terdampak.
08:50selamat menikmati.
08:51Terima kasih.
Comments

Recommended